-->

Selasa, 20 Oktober 2026

PERADAH Desak Penanganan Cepat Karhutla dan Dampak Kesehatan


JAKARTA, BALI KINI — Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN Peradah Indonesia) menyampaikan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Selain mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem, karhutla juga menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menilai penanganan karhutla perlu dipercepat dan diperkuat melalui langkah terpadu. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, mengingat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga dapat meluas mengikuti persebaran asap.

“Kami prihatin atas kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Mewakili teman-teman Peradah se-Indonesia, terutama yang ada di wilayah terdampak, kami menilai persoalan ini tidak bisa dipandang semata-mata sebagai kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga keberlangsungan lingkungan hidup,” ujar Yoga.

**306.309 Kasus ISPA, Kelompok Rentan Perlu Perlindungan**

Dampak kesehatan akibat karhutla menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang diberitakan pada 19–20 Oktober 2026, jumlah kumulatif kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla mencapai **306.309 kasus per 18 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB**. Data tersebut mencakup periode pelaporan sejak Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69.015 kasus dialami balita berusia 0–5 tahun, 77.022 kasus pada kelompok anak usia 6–9 tahun, dan 49.680 kasus pada kelompok lanjut usia. Angka tersebut menunjukkan bahwa kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus dalam menghadapi dampak kabut asap.

Kementerian Kesehatan juga mencatat penambahan 2.778 kasus ISPA pada 17 Oktober 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan 2.808 kasus pada 16 Oktober. Meski terdapat indikasi perlambatan penambahan kasus di sejumlah wilayah, situasi tersebut belum berarti ancaman kesehatan telah berakhir. Penambahan kasus masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang menunjukkan tren peningkatan. 

Yoga menegaskan bahwa tingginya angka kasus ISPA harus menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan di lapangan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Angka lebih dari 300 ribu kasus ISPA ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Di balik angka tersebut ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dan keluarga yang harus menghadapi risiko akibat asap. Karena itu, penanganan karhutla tidak boleh berjalan lambat. Api harus segera dikendalikan dan dampak asap terhadap masyarakat harus ditekan semaksimal mungkin,” tegas Yoga.

**Desak Percepatan Pemadaman dan Penguatan Pencegahan**

Yoga mengungkap kondisi ini turut dirasakan oleh sejumlah kader Peradah Indonesia di wilayah terdampak. Sehingga, mereka turut menitipkan dorongan penanganan ini untuk bisa dipercepat oleh pemerintah dan petugas.

DPN Peradah Indonesia mendorong pemerintah pusat dan daerah, BNPB, BPBD, aparat terkait, serta seluruh unsur yang terlibat untuk mempercepat penanganan karhutla. Hal itu bisa dilakukan melalui penguatan pemadaman darat, operasi udara sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan, serta pemantauan titik panas secara berkelanjutan.

Upaya tersebut perlu disertai koordinasi lintas sektor, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki kondisi lahan kering yang meningkatkan risiko kebakaran.

Selain mempercepat pemadaman, Yoga meminta agar penanganan kesehatan masyarakat berjalan seiring dengan operasi pengendalian api. Pemerintah daerah perlu memastikan informasi kualitas udara tersampaikan secara berkala, fasilitas kesehatan siap melayani warga terdampak, serta kelompok rentan mendapatkan perlindungan yang memadai.

“Kami meminta agar percepatan penanganan karhutla menjadi prioritas bersama. Jangan sampai kita hanya bergerak ketika api sudah meluas dan masyarakat mulai jatuh sakit. Pemadaman, pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta perlindungan kesehatan masyarakat harus dilakukan secara bersamaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah secara tidak terkendali, serta tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran harus dicegah. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran yang terbukti melanggar aturan juga perlu dilakukan secara tegas dan adil.

Yoga berharap penanganan karhutla dapat segera menunjukkan hasil nyata, baik melalui pengendalian titik api maupun penurunan paparan asap yang membahayakan masyarakat. Ia juga berharap koordinasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan organisasi kepemudaan dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak berulang setiap musim kemarau.

“Kami berharap seluruh pihak bergerak cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Jangan menunggu dampaknya semakin luas untuk bertindak. Kita ingin api segera padam, kualitas udara membaik, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, dan lingkungan yang terdampak dapat dipulihkan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, sekaligus bentuk kepedulian kita terhadap generasi mendatang,” tutup Yoga. (Devy)

Peradah Indonesia Dorong Kebangkitan Organisasi di Banten, Puluhan Pemuda Hindu Siap Berhimpun


BANTEN, BALI KINI - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN Peradah Indonesia) mendorong pengaktifan kembali organisasi Peradah di Provinsi Banten. Langkah ini sebagai upaya memperkuat peran pemuda Hindu dalam kehidupan berorganisasi, pembangunan nasional, dan persoalan keumatan.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bertajuk “Mendorong Peran Pemuda Hindu Banten di Kancah Nasional” yang mempertemukan sekitar 50 pemuda Hindu di Banten dengan jajaran DPN Peradah Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi, berbagi pemahaman mengenai organisasi Peradah, sekaligus membangun konsolidasi awal untuk mengaktifkan kembali Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Banten.

Sekretaris Jenderal DPN Peradah Indonesia, Ricky Satriawan, menjelaskan bahwa perjalanan Peradah di Banten memiliki dinamika yang cukup panjang. Sejak dekade 1990-an, organisasi ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan. Peradah kemudian sempat kembali eksis pada 2017, tetapi aktivitas organisasi kembali vakum setelahnya.

Menurut Ricky, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kembali komunikasi dan konsolidasi dengan pemuda Hindu di Banten agar keberadaan Peradah dapat kembali tumbuh dan menjalankan perannya secara berkelanjutan.


“Pengaktifan kembali Peradah di Banten bukan sekadar menghidupkan struktur organisasi, tetapi juga membangun ruang bersama bagi pemuda Hindu untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” menjadi pesan yang ditekankan dalam semangat konsolidasi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, sekitar 50 pemuda Hindu yang hadir menyatakan kesepakatan untuk berhimpun dalam Peradah. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk melanjutkan konsolidasi dan menyusun proses pengaktifan kembali Peradah di Banten.

Selain membahas penguatan organisasi, Ricky turut menyampaikan pandangannya mengenai berbagai persoalan keumatan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Isu kesejahteraan umat, pendidikan agama Hindu, serta keterwakilan umat Hindu dalam pemerintahan dan proses pengambilan kebijakan menjadi sejumlah hal yang disoroti.

Menurutnya, pemuda Hindu perlu mengambil bagian dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut melalui penguatan kapasitas diri, keterlibatan dalam organisasi, serta peningkatan partisipasi dalam ruang-ruang strategis nasional.

"Kita berharap dengan hadirnya pemuda Hindu yang kompeten dan berintegritas dapat memperluas kontribusi umat sekaligus memastikan aspirasi masyarakat Hindu untuk turut menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan," jelasnya.

Ricky juga mengingatkan kembali sejarah dan peran Peradah sebagai organisasi kepemudaan Hindu di Indonesia. Sejak Mahasabha pertama yang diselenggarakan pada 11 Maret 1984 di Kaliurang, Yogyakarta, Peradah terus berupaya menjadi pusat pergerakan pemuda Hindu untuk mencetak generasi pemimpin dan wirausahawan muda yang berlandaskan Dharma.

"Semangat ini tetap relevan dalam menjawab tantangan generasi muda saat ini, terutama dalam menyiapkan kader yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan dan karakter yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa," tegas pria asal Lampung itu.

Sebagai informasi, pertemuan ini difasilitasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banten, Bimas Hindu Banten, dan Aliansi Pemuda Hindu Banten, bersama Tim Pengaktifan Kembali DPP Peradah Banten.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan proses konsolidasi dapat berlanjut secara terarah hingga terbentuk kembali kepengurusan Peradah di Banten. Lebih dari itu, kebangkitan Peradah di Banten diharapkan menjadi momentum bagi pemuda Hindu untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta mengambil peran aktif dalam menjawab persoalan keumatan dan berkontribusi di tingkat nasional(Devy)

Senin, 28 September 2026

Tampil Anggun dalam Balutan Wastra, Ny. Mas Parwata Ikuti Parade Pakaian Daerah Kriyanusa 2026

​KARANGASEM , BALI KINI - Keberagaman wastra Nusantara tampil semarak dalam gelaran Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Senin (28/9/2026), Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata turut ambil bagian dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Indonesia yang digelar di Main Stage Kriyanusa Hall B.

​Ny. Mas Parwata tampil dengan gaya minimalis namun tetap kental dengan identitas wastra daerah. Mengenakan dress hitam yang dipadukan dengan wastra tradisional, ia tampil anggun saat berjalan di atas panggung, memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dipadukan dengan busana modern secara sederhana dan elegan.
​“Keikutsertaan kita dalam Kriyanusa ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan wastra dan kerajinan Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Kita ingin menunjukkan bahwa produk lokal Karangasem memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan,” ujar Ny. Mas Parwata.

​Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam melestarikan kain tradisional agar tetap relevan dengan tren masa kini. “Wastra bukan hanya kain untuk dikenakan, tetapi di dalamnya ada identitas, tradisi, kreativitas, dan kerja keras para perajin. Karena itu, kita harus terus mendorong agar wastra Karangasem dapat dikemas lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan ciri khas dan nilai budaya yang dimilikinya,” tambahnya.
​Usai fashion show, Ny. Mas Parwata langsung meninjau Stand Nomor 59 milik Kabupaten Karangasem yang memamerkan produk unggulan seperti Tenun Endek, Songket, Rangrang, Gringsing, hingga kerajinan tas ate. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berdiskusi bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster serta Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali yang turut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini.

​Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem, Cokorda Surya Darma, melaporkan bahwa sejumlah produk unggulan perajin daerah yang dipamerkan di Stand Nomor 59 mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.

​Antusiasme pengunjung terhadap produk kriya Karangasem terlihat dari capaian transaksi selama dua hari pertama pelaksanaan pameran. Sejak 26 September hingga Minggu, 27 September 2026, nilai penjualan produk Karangasem telah mencapai kurang lebih Rp20 juta.

Capaian tersebut menunjukkan adanya respons positif terhadap produk kerajinan dan wastra lokal yang dibawa para perajin Karangasem ke ajang nasional.

​Menanggapi hasil positif tersebut, Ny. Mas Parwata menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para pelaku usaha lokal. “Kami tentu sangat mengapresiasi capaian penjualan selama dua hari pertama yang sudah mencapai kurang lebih Rp20 juta. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Karangasem mendapat respons yang baik dari masyarakat. Harapannya, momentum seperti ini dapat membuka pasar yang lebih luas dan memberikan dampak langsung bagi para perajin dan pelaku IKM di Karangasem,” ungkapnya.

​Keikutsertaan Karangasem dalam Kriyanusa 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas promosi dan pasar bagi produk unggulan daerah. Tidak hanya menampilkan keindahan wastra, tetapi juga membuka peluang bagi produk kriya Karangasem untuk semakin dikenal masyarakat dari berbagai daerah. Ny. Mas Parwata sendiri dijadwalkan hadir mendampingi dan mengawal langsung promosi produk kerajinan Karangasem di ajang nasional ini hingga 29 September 2026.

​Melalui pameran nasional ini, Dekranasda Kabupaten Karangasem berkomitmen untuk terus membina para perajin agar produk lokal mampu bersaing secara berkesinambungan.

​“Ke depan, kami ingin semakin banyak produk unggulan Karangasem yang bisa tampil di tingkat nasional bahkan menembus pasar yang lebih luas. Tentunya dengan terus menjaga kualitas, meningkatkan desain dan inovasi, serta tetap mempertahankan identitas budaya Karangasem,” tutup Ny. Mas Parwata.(*)

Jumat, 06 Maret 2026

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan, Koramil Kokonao dan Koramil Timika Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan


Timika , Bali Kini
- Berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Yos Sudarso, Timika, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Personel Koramil dan Persit turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara maupun warga sekitar yang melintas.

Pada kegiatan tersebut, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika membagikan sebanyak 300 paket takjil kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menerima takjil yang dibagikan oleh para prajurit TNI.

Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi salah satu bentuk kedekatan TNI dengan masyarakat serta upaya mempererat hubungan silaturahmi di wilayah binaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan suci Ramadan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama ( tim Lpt)

Rabu, 28 Januari 2026

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Energi Nasional di Istana Negara


Jakarta Pusat , Bali Kini - 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026)

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemerintah serta Keputusan Presiden Nomor 134/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemangku Kepentingan. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum dalam pembentukan DEN periode 2026–2030.

Prosesi pelantikan dibagi ke dalam dua klaster, yakni klaster perwakilan menteri dan klaster perwakilan pemangku kepentingan. Dari unsur menteri, turut dilantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Sementara itu, dari unsur pemangku kepentingan, Presiden RI melantik Johni Jonatan Numberi, Muhammad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono. Kehadiran Panglima TNI dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan TNI terhadap sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional sebagai bagian dari kepentingan strategis bangsa.(Ri)

Jumat, 07 November 2025

Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Patroli Bersama TNI-Polri Hadir Tak Sekadar Pengamanan, Tapi Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Aman dan Nyaman

Laporan Reporter : Pen Kodim 1714/P

Mulia , Bali Kini - Kodim 1714/Puncak Jaya bersama jajaran TNI-Polri melaksanakan patroli bersama pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini bukan sekadar upaya pengamanan wilayah, tetapi juga bentuk kepedulian aparat terhadap terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Patroli bersama ini bertujuan mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus mempererat komunikasi antara aparat keamanan dengan warga. Rute patroli meliputi sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, seperti kawasan pemukiman penduduk, jalan raya, tempat usaha di pinggir jalan yang minim penerangan, serta lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya para pemuda.

Kegiatan patroli dilakukan dengan berjalan kaki agar aparat dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan agar warga senantiasa menjaga keamanan lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial.

Pasi Ops Kodim 1714/PJ, Kapten Inf Daniel Sine, menjelaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan oleh jajaran TNI-Polri. “Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut guna memastikan situasi wilayah tetap kondusif,” ujarnya.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami merasa lebih aman dan tenang dengan kehadiran TNI dan Polri di sekitar kami. Terima kasih atas kepeduliannya,” ungkapnya.

Selain berpatroli, aparat juga memberikan himbauan kepada masyarakat dan para pemuda agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. “TNI-Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat agar peduli dan ikut serta menjaga ketertiban di wilayahnya masing-masing,” pungkas Kapten Daniel. ( *)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved