-->

Jumat, 12 Juli 2024

Jaya Negara Tekankan Kolaborasi dan Sinergitas Anggota APEKSI, Wujudkan Pembangunan Kota Berkelanjutan


 Ket foto :

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang juga selaku Ketua Komisariat Wilayah IV saat menghadiri acara Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke 19 APEKSI, di Hotel Santika, Kota Blitar, Jumat (12/7). 


Dari Rakerkomwil IV Ke 19 APEKSI di Kota Blitar

Blitar, Bali Kini - Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI menghadiri pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV (Rakerkomwil) ke-19 APEKSI, di Hotel Santika, Kota Blitar, Jumat (12/7). 

Selain Walikota Denpasar Jaya Negara, turut hadir pada gelaran rapat kerja APEKSI tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Asisten Administrasi Pemerintahan I Made Toya, serta OPD terkait lainnya.

Pada kesempatan berharga itu, Walikota Jaya Negara yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pengurus Bidang Informasi, Advokasi dan Hukum APEKSI, menekankan, pelaksanaan Rakerkomwil APEKSI, yang diselenggarakan di Kota Blitar ini menjadi penting, utamanya berkaitan  dengan perkembangan isu kota-kota di Indonesia agar dapat meraih pertumbuhan ekonomi kreatif yang optimal, dan juga pencapaian lainnya yang berkemajuan. 

“Melalui Rakerkomwil ini bagaimana semua anggota APEKSI dapat terus membangun kolaborasi, komunikasi dan kerja sama antarpemerintah kota, sehingga dapat mendorong realisasi pertumbuhan ekonomi kreatif, pengembangan digitalisasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh pemerintah kota,” ujar Walikota Jaya Negara.

Selebihnya Walikota Jaya Negara juga mengatakan, keterlibatan Pemkot Denpasar dalam wadah APEKSI  adalah wujud sinergitas program dalam pembangunan daerah. Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, realisasi pembangunan di Kota Denpasar yang maju dan sejahtera akan dapat berjalan optimal.

”Dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, menyama braya bergotong royong guna mencapai tujuan bersama dapat mewujudkan Kota Denpasar berbudaya, maju, sejahtera dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif APEKSI 

Alwis Rustam, dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya mengapresiasi kehadiran pimpinan daerah 13 anggota Komwil IV, yang mencakup Kota Denpasar, Kota Bima, Kota Kupang, Kota Mataram, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Malang, Kota Probolinggo, dan juga Kota Pasuruan.

"Terima kasih atas kehadiran seluruh pimpinan daerah, baik para Walikota maupun Penjabat Walikota dalam rapat kerja ini. Ini adalah komitmen kita bersama untuk dapat bersama mencari jalan keluar atas segala sengkarut dan permasalahan yang dihadapi setiap pemerintah kota," ungkapnya. 

Alwis Rustam juga menggarisbawahi, terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam kepengurusan APEKSI. Yakni, 

melakukan advokasi kebijakan, mengawal dan memfasilitasi aspirasi anggota APEKSI,   dan penguatan kapasitas, yang kesemuanya mesti dilakukan tanpa henti, dan berkesinambungan.

"Meski tahun ini adalah tahun sibuk karena kita semua akan menghadapi momen Pilkada, namun perencanaan dan roda pemerintahan harus tetap berjalan. Untuk itu, saya mengajak, semua jajaran pemerintah kota agar terus bergandengan, bersama sama, melakukan koordinasi dan komunikasi untuk dapat tetap saling membantu menjalankan program bagi daerah masing-masing," katanya lagi. 


Tak hanya rapat kerja semata, pada pelaksanaan kegiatan ini, Walikota Denpasar Jaya Negara juga mengajak serta sejumlah seniman Kota Denpasar untuk mengisi gelaran pawai budaya, yang masih masuk dalam agenda Rakerkomwil IV Ke 19 APEKSI di Kota Bung Karno tersebut. Selain itu, turut pula diadakan pameran UMKM yang bertajuk Soekarno Coffee Fest. (Win)

Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan Puluhan Media Iklan Tanpa Izin


Denpasar, Bali Kinin
-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menertibkan puluhan media iklan yang terpasang tanpa izin di fasilitas umum wilayah Kota Denpasar pada Kamis (11/7). Penertiban media iklan yang didominiasi baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, dan pamflet ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keindahan kota.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, menyatakan bahwa operasi penertiban dilakukan dengan menyasar beberapa titik strategis, yakni sepanjang Jl. Supratman, Jl. Suli, Jl. Gatot Subroto hingga Taman Kota Lumintang, Jl. Gatsu VI, Jl. Gatsu IV, Jl. Gatsu II, dan Jl. Nangka.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, turut ditertibkan Baliho sebanyak 1 buah, Spanduk sebanyak 8 buah, Pamflet sebanyak 37 buah, Umbul-umbul  sebanyak 3 buah, Banner sebanyak 37 buah, Papan Nama sebanyak 1 buah.

"Kegiatan penertiban ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa semua media iklan yang terpasang di wilayah Kota Denpasar memiliki izin yang sesuai dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Ngurah Bawa Nendra.

Sebelum penertiban dilakukan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama-sama elemen masyarakat untuk bersama-sama menurunkan baliho, sepanduk, banner, umbul-umbul dan pamflet. Meskipun demikian, masih ada baliho yang sudah kadaluarsanamun tidak diturunkan pemiliknya.

Pihaknya menegaskan bahwa penertiban  ini akan terus dilakukan selama masih ditermukannya pelanggaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan masyarakat. 

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, bagi yang memasang  banner, spanduk maupun baliho jika masa izinnya telah habis agar dicabut atau diturunkan sendiri. Hal agar  wajah Kota Denpasar tetap bersih aman dan nyaman,” ujarnya.  (Ayu/h).

Pemkot Denpasar Gandeng Komunitas Gelar Rare Angon Festival 2024,


 Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengahadiri Meet and Greet "Diskusi Santai Komunitas Layang-layang dan Sharing Konsep Rare Angon Festival 2024 di Kota Denpasar, Rabu (10/7).
 


Wawali Arya Wibawa: Sebagai Ajang Puncak Berbagai Kreatifitas, Lestarikan Tradisi Layang-layang. 


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan komunitas pelayang siap untuk menggelar Rare Angon Festival untuk pertama kalinya di Tahun 2024 ini. Kegiatan ini digadang-gadang menjadi puncak dari segala jenis kreatifitas layang-layang di Bali. Demikian terungkap saat pelaksanaan Meet and Greet "Diskusi Santai Komunitas Layang-layang dan Sharing Konsep Rare Angon Festival 2024 di Kota Denpasar, Rabu (10/7). 


Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, komunitas pelayang dari berbagai daerah serta undangan lainya. 


Ketua Panitia, Gede Eka Surya Wirawan menjelaskan, Rare Angon Festival Tahun 2024 merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen rare angon yang identik dengan layang-layang. Dimana, kegiatan ini dikemas dengan kolaborasi lintas sektor guna merangkum berbagai jenis lomba layang-layang, workshop, diskusi, hingga pameran yang berkaitan dengan layang-layang. 


“Saat ini berbagai jenis lomba sudah dilaksanakan baik oleh komunitas, banjar hingga organisasi pelayang, dan khusus untuk Rare Angon Festival ini menjadi wadah besar berbagai elemen rare angon, termasuk layang-layang,” ujarnya


Lebih lanjut dijelaskan, berbagai jenis layang-layang baik tradisional dan internasional juga akan dilombakan pada gelaran yang akan berlangsung pada pertengahan bulan Agustus mendatang. Hal ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya kesamaan persepsi guna mendukung kelestarian tradisi layang-layang di Bali, khususnya Kota Denpasar. 


“Semoga melalui event Rare Angon Festival ini dapat mendukung kelestarian tradisi layang-layang di Bali, khsusunya Kota Denpasar dengan berbagai jenis layangan,” ujarnya. 


Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan komitmen Pemkot Denpasar dalam melestarikan tradisi layang-layang. Pihaknya menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Rare Angon Festival ini. 


Dikatakannya, pelaksanaan Rare Angon Festival bukanlah merupakan saingan dari berbagai event layangan yang telah ada. Melainkan menjadi sebuah wadah besar dengan skala yang lebih luas dalam mendukung kelestarian rare angon dan layang-layang. 


“Yang pertama, Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan terhadap kelestarian tradisi layang-layang, dan Rare Angon Festival ini menjadi wadah atau pncak event-event pelayang di Bali,” ujarnya


Terkait dengan resahnya Rare Angon di Bali, khususnya Kota Denpasar terhadap ketersediaan lapaangan untuk bermain layang-layang, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemkot Denpasar telah menyediakan lahan di Kawasan Pantai Mertasari. 


Arya Wibawa berharap, Rare Angon Festival ini memiliki kesamaan dengan Kesanga Festival yang mewadahi generasi muda yang memiliki hobi. Dimana, Rare Angon Festival untuk pelayang, dan Kesanga Festival untuk pecinta ogoh-ogoh. Pihaknya juga berharap kedua event ini dapat masuk dalam kalender event pariwisata nusantara. Sehingga dapat menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata dan menjadi daya tarik tersendiri. 


“Jadi kami sangat komitmen untuk menyediakan tempat, termasuk Kawasan Pantai Mertasari yang sangat relevan dimanfaatkan untuk bermain layang-layang, tidak hanya lapangan, kegiatannya pun kita kemas dengan kolaborasi sebagai ruang puncak yang memberikan kebebasan ekspreasi bagi seluruh rare angon,” ujarnya. (Ags/Hu).


Peringati Harkopnas Ke-77, Wawali Arya Wibawa Pimpin Penanaman Pohon di Pantai Padang Galak


 Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanakan aksi kebersihan dan penanaman pohon dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-77 tahun 2024, Jumat (12/7) disepanjang pantai Padang Galak, Kesiman Petilan.

Denpasar, Bali kini -
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-77 tahun 2024, Pemkot Denpasar bersinergi dengan Dewan Koperasi Indonesia Denpasar (Dekopinda) melaksanakan kegiatan bersih-besih pantai dan penananaman pohon, Jumat (12/7) disepanjang pantai Padang Galak, Kesiman Petilan.

Pelaksanaan aksi kebersihan dan penanaman pohon dipimpin langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, sekaligus menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan.

"Setiap tanggal, 12 Juli menjadi peringatan Hari Gerakan Koperasi Indonesia, dan pada usia 77 Tahun Gerakan Koperasi Indonesia yang menandakan kematangan dalam berorganisasi, serta kemampuan menjawab berbagai tantangan zaman," ujar Wawali Arya Wibawa disela-sela penanaman pohon camplung.

Lebih lanjut disampaikan, perjalanan pembangunan koperasi diupayakan secara berkesinambungan agar koperasi dapat tumbuh sejajar dengan badan usaha lain. Di samping itu memiliki sensitifitas tinggi dalam pengembangan usaha, dan diminati oleh generasi muda.

Dengan menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis, adaptif, dan akomodatif bagi kepentingan anggota dan masyarakat, sehingga koperasi dapat lebih lincah dan dinamis dalam menangkap berbagai peluang usaha, serta mendapat kepercayaan publik.

“Semoga pengembangan dan penguatan koperasi berjalan dengan baik di Kota Denpasar agar selalu bisa memberikan kontribusi bagi kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat luas. Serta saya mengucapkan terimakasih kepada Dekopinda karena sudah memberikan bantuan berupa alat-alat kebersihan dan pohon perindang di wilayah pantai padang galak desa kesiman petilan”, ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung mengatakan, perekonomian memang sangat penting untuk kemajuan kehidupan masyarakat, akan tetapi lingkungan juga jauh lebih penting di dalam menjaga kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu ekonomi dan lingkungan akan selalu berdampingan didalam kehidupan masyarakat.

“Dalam kesempatan ini kami menggandeng Dekopinda melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon di wilayah pantai padang galak”, ungkapnya.

Ditambahkan Adapun jumlah bibit pohon yang diberikan sebanyak 20 bibit pohon camplung, 6 buah cangkul gigi, sapu nagoya 4 biji, sapu tanam 5 biji, selang air sepanjang 50 meter dan uang tunai sebesar 2 juta rupiah. (ays).

Rabu, 10 Juli 2024

Pemkot Denpasar Gandeng Komunitas Gelar Rare Angon Festival 2024,

 


Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengahadiri Meet and Greet "Diskusi Santai Komunitas Layang-layang dan Sharing Konsep Rare Angon Festival 2024 di Kota Denpasar, Rabu (10/7). 


Wawali Arya Wibawa: Sebagai Ajang Puncak Berbagai Kreatifitas, Lestarikan Tradisi Layang-layang. 


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan komunitas pelayang siap untuk menggelar Rare Angon Festival untuk pertama kalinya di Tahun 2024 ini. Kegiatan ini digadang-gadang menjadi puncak dari segala jenis kreatifitas layang-layang di Bali. Demikian terungkap saat pelaksanaan Meet and Greet "Diskusi Santai Komunitas Layang-layang dan Sharing Konsep Rare Angon Festival 2024 di Kota Denpasar, Rabu (10/7). 


Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, komunitas pelayang dari berbagai daerah serta undangan lainya. 


Ketua Panitia, Gede Eka Surya Wirawan menjelaskan, Rare Angon Festival Tahun 2024 merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen rare angon yang identik dengan layang-layang. Dimana, kegiatan ini dikemas dengan kolaborasi lintas sektor guna merangkum berbagai jenis lomba layang-layang, workshop, diskusi, hingga pameran yang berkaitan dengan layang-layang. 


“Saat ini berbagai jenis lomba sudah dilaksanakan baik oleh komunitas, banjar hingga organisasi pelayang, dan khusus untuk Rare Angon Festival ini menjadi wadah besar berbagai elemen rare angon, termasuk layang-layang,” ujarnya


Lebih lanjut dijelaskan, berbagai jenis layang-layang baik tradisional dan internasional juga akan dilombakan pada gelaran yang akan berlangsung pada pertengahan bulan Agustus mendatang. Hal ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya kesamaan persepsi guna mendukung kelestarian tradisi layang-layang di Bali, khususnya Kota Denpasar. 


“Semoga melalui event Rare Angon Festival ini dapat mendukung kelestarian tradisi layang-layang di Bali, khsusunya Kota Denpasar dengan berbagai jenis layangan,” ujarnya. 


Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan komitmen Pemkot Denpasar dalam melestarikan tradisi layang-layang. Pihaknya menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Rare Angon Festival ini. 


Dikatakannya, pelaksanaan Rare Angon Festival bukanlah merupakan saingan dari berbagai event layangan yang telah ada. Melainkan menjadi sebuah wadah besar dengan skala yang lebih luas dalam mendukung kelestarian rare angon dan layang-layang. 


“Yang pertama, Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan terhadap kelestarian tradisi layang-layang, dan Rare Angon Festival ini menjadi wadah atau pncak event-event pelayang di Bali,” ujarnya


Terkait dengan resahnya Rare Angon di Bali, khususnya Kota Denpasar terhadap ketersediaan lapaangan untuk bermain layang-layang, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemkot Denpasar telah menyediakan lahan di Kawasan Pantai Mertasari. 


Arya Wibawa berharap, Rare Angon Festival ini memiliki kesamaan dengan Kesanga Festival yang mewadahi generasi muda yang memiliki hobi. Dimana, Rare Angon Festival untuk pelayang, dan Kesanga Festival untuk pecinta ogoh-ogoh. Pihaknya juga berharap kedua event ini dapat masuk dalam kalender event pariwisata nusantara. Sehingga dapat menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata dan menjadi daya tarik tersendiri. 


“Jadi kami sangat komitmen untuk menyediakan tempat, termasuk Kawasan Pantai Mertasari yang sangat relevan dimanfaatkan untuk bermain layang-layang, tidak hanya lapangan, kegiatannya pun kita kemas dengan kolaborasi sebagai ruang puncak yang memberikan kebebasan ekspreasi bagi seluruh rare angon,” ujarnya. (Ags).


Selasa, 09 Juli 2024

Satpol PP Denpasar Kembali Tertibkan Pedagang Kaki Lima di Trotoar dan Badan Jalan


Denpasar,  Bali Kini -
Satpol PP Kota Denpasar kembali melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan, Selasa (9/7) di empat lokasi berbeda. Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini bertujuan untuk menciptakan Denpasar yang bersih, aman, dan nyaman.


Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra menjelaskan, bahwa penertiban kali ini menyasar kawasan Jl. Nangka, Jl. Pattimura,  Jl. Suli dan Jl Wr Supratman . Dalam gita tersebut, ditemukan 27 pedagang yang berjualan di badan jalan. Dari jumlah tersebut, 26 pedagang dibina, sementara satu pedagang dipanggil ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk diberikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring).


Anak Agung Ngurah Bawa Nendra menjelaskan, PKL ini ditertibkan karena berjualan di atas trotoar dan badan jalan. Hal tersebut melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Dalam perda tersebut ditegaskan bahwa dilarang berjualan di atas trotoar, badan jalan, dan bantaran sungai. Keberadaan rombong dan lapak PKL di atas trotoar juga sangat mengganggu pejalan kaki dan ketertiban lalu lintas.


"Penertiban ini akan terus dilakukan setiap hari untuk memastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan disembarang tempat, terutama di atas trotoar dan badan jalan yang merupakan fasilitas umum," tegas Agung Nendra.


Dalam aksi penertiban ini, beberapa pedagang langsung mengangkut rombong dan jualannya sendiri. Namun, bagi yang membandel dan telah diberikan pembinaan, pihaknya akan memanggil untuk dilakukan Tipiring. "Untuk memberikan efek jera, PKL yang melanggar akan ditindak pidana ringan (Tipiring)," ujarnya.


Agung Nendra menambahkan, bahwa pihaknya tetap melakukan pembinaan dan pengawasan agar dapat menciptakan kota yang aman, nyaman, dan indah. Pihaknya mengimbau para PKL agar tidak berjualan di atas trotoar dan badan jalan karena penertiban ini akan dilakukan secara berkelanjutan sehingga Kota Denpasar menjadi bersih, tertib, dan indah.


"Penertiban ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada PKL untuk mematuhi aturan yang ada demi kebaikan bersama dan keindahan Kota Denpasar," ujarnya. (Ayu)


Penampilan Scared of Bums dan Navicula Puncaki Gelaran D'Youth Fest 4.0

 


Ket foto : Malam Puncak gelaran Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 4.0 di Kawasan Lapangan Lumintang Denpasar, pada Minggu (7/7)

Sukses Hadirkan 21 Ribu Lebih Pengunjung, Bukukan Transaksi Mencapai Rp.1,7 Miliar. 


Denpasar, Bali Kini - Gelaran Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 4.0 telah memasuki malam puncak yang berlangsung meriah di Kawasan Lapangan Lumintang dan Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar pada Minggu (7/7). Penampilan Band  Scared of Bums dan Navicula bersama beberapa Band lainya turut menggetarkan panggung. Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir menyaksikan hari terkahir sekaligus penutupan gelaran tahunan untuk pemuda Denpasar ini. 


Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan hadiah bagi pemenang lomba serangkaian pelaksanaan D'Youth Fest 4.0. Diantaranya Juara Sound of Kodya, Juara Denpasar Star Voice,  serta Juara Student Band Festival. Selain Penampilan Band  Scared of Bums dan Navicula, beberapa band kenamaan juga turut memeriahkan panggung malam itu, yakni D’Bansos, White Swan, Kenya, Jangar,  dan Bad ID. 


Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana D’Youth Fest 4.0 ini dilaksanakan guna menciptakan ruang ekspresi dan kreatifitas anak muda di Kota Denpasar. Sehingga ide kreatif anak muda dapat tersalurkan dan memberikan nilai tambah guna mewujudkan masyarakat berdaya saing.


“D’Youth Fest memberikan ruang kreatifitas generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi dan menghasilkan kreasi dalam pengembangan potensi, hal ini juga menjadi momentum untuk memberikan ruang kreativitas guna merajut optimisme pemuda Kota Denpasar yang berdaya saing sesuai dengan tema utama kegiatan ini,” jelasnya


Alit Wiradana berharap, D'Youth Fest ini menjadi puncak apresiasi terhadap beragam pengembangan kreatifitas dan inovasi anak muda. Hal ini juga mendukung keberadaan Dharma Negara Alaya (DNA) dan pengembangan Plaza Suci sebagai creative hub Denpasar. 


“Harapan kami acara ini menjadi salah satu peluang anak muda berkreatifitas dan momentum yang baik untuk berkreatifitas serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, intinya melalui D'Youth Fest ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi kreativitas apapun yang ditekuni anak muda Denpasar,” imbuhnya. 


Sementara, Kadis Parowisata Kota Denpasar, Luh Putu Riyastiti menjelaskan, pelaksanaan D’Youth Fest 4.0 tahun ini diselenggarakan selama 3 bulan, yakni Bulan Mei hingga Juli dengan beragam mata acara mulai dari workshop, competition, exhibition, UMKM, art performance, community activity, hingga live concert.


Dikatakanya, selama tiga bulan pelaksanaan, beragam kegiatan anak muda turut dilaksanakan. Diantaranya yakni Sound of Kodya, Star Voice, Pemaran Keris, Live Mural, Band Competition EMS 2024, dan Denpasar Tattoo Fest Indonesia Movement. Kemasan apik ini sukses mendatangkan sedikitnya 21.204 pengunjung dengan total transaksi kepada UMKM sebesar Rp.1,7 Miliar. 


“Kita bersyukur pelaksanaan D’Youth Fest berjalan lancar, anak muda tumpah ruah menunjukan ekspresinya, dan semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan berkelanjutan, serta ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan pelaksanaan D’Youth Fest 4.0 ini,” ujarnya. (Ags).

Bapenda Kota Denpasar Musnahkan Ratusan Arsip.


 Ket foto : Pemusnahan arsip Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Selasa (9/7). 

Denpasar, Bali Kini - Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar secara resmi memusnahkan arsip yang memiliki retensi dibawah 10 tahun sebanyak 15 box dengan 639 berkas. Pemusnahan arsip tersebut dilaksanakan langsung Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua Tim Pemusnahan Arsip Bapenda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai disaksikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Selasa (9/7). 


Ketua Tim Pemusnahan Arsip Bapenda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang juga selaku Sekretaris Bapenda Kota Denpasar menjelaskan, pelaksanaan penyusutan/pemusnahan arsip in aktif ini dilaksanakan untuk menentukan arsip-arsip yang vital dan memiliki nilai guna. Sehingga untuk arsip yang tidak memiliki nilai guna yang memiliki retensi dibawah 10 tahun wajib dimusnahkan


Lebih lanjut dijelaskan, pemusnahan arsip ini dilaksanakan juga bertujuan untuk efektifitas dan efesiensi dalam rangka menghemat tempat penyimpanan arsip, biaya, tenaga serta untuk mempercepat waktu dalam usaha penemuan kembali arsip bila sewaktu-waktu diperlukan.


“Arsip yang dimusnahkan adalah arsip milik Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar yang memiliki retensi dibawah 10 tahun sebanyak 15 box, 639 berkas dan telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan,” ujarnya. 


Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan tersebut menjelaskan, pelaksanaan Penyusutan dan Pemusnahan Arsip telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 Pasal 66 Tentang Prosedur Pemusnahan Arsip. Sebagaimana telah dilaporkan oleh Ketua Tim bahwa arsip-arsip sebelum dimusnahkan, tentunya telah diproses dan dinilai secara cermat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam kesempatan Eddy Mulya menekankan terkait dengan Nilai Guna Arsip, bahwa fungsi arsip dalam berbangsa dan bernegara sangat menentukan dalam menetapkan kebijakan pemerintah. Untuk itu perlu kehati-hatian karena arsip yang telah dimusnahkan tidak akan bisa/dapat diciptakan kembali sebagaimana sediakala, dan tidak boleh memusnahkan Arsip tanpa memulai prosedur yang benar.


“Dengan Pemusnahan Arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna lagi, akan menghemat tempat/ruang penyimpanan, biaya, tenaga, serta waktu dalam rangka penemuan kembali Arsip yang diperlukan, berupa arsip - arsip yang bernilai guna permanen, vital serta Arsip yang mempunyai nilai guna sejarah (Arsip Statis),” ujarnya. (HumasDps).

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved