-->

Selasa, 07 Desember 2021

Jadi Perantara Narkoba, Seorang Napi dan Kurirnya Dituntut 13 Tahun


Denpasar , Bali Kini  - J
ika pemasoknya bernama Siswoyo (berkas terpisah) pria asal Banyuwangi  di tuntut hukuman selama 19 tahun penjara. Kini jaringannya I Putu Yuda Pramana dan Putu Gede Sudiarsa (napi LP Kerobokan).


Tuntutan yang dibacakan Jaksa I Putu Sugiawan,SH secara virtual itu terkait kepemilikan ganja yang dimasukkan dalam karung beras yang beratnya lebih dari 43 kg. Dimana, kedua terdakwa ini yang menjadi pemesan ganja tersebut terhadap Siswoyo (berkas tuntutan terpisah).


Terdakwa sendiri diketahui sebagai pemasok ganja yang disalurkan kepada pengedar dan kurir di Bali. Hal itu sebagaimana terungkap dalam amar tuntutan jaksa dari drama penangkapannya oleh petugaa BNNP Bali. 


Awalnya ditangkap Putu Gede Sudiarsa alias Bagong, seorang napi Lapas Kerobokan. Dari pengabangan ini, Bagong menyebut nama seorang yang selama ini menjadi tangan terdakwa diluaran, yaitu seorang kurir, I Putu Yuda Pramana. 


Yuda sendiri diamankan saat membawa 6 kg ganja ketika tiba di Bali dari Banyuwangi. Saat itu, Yuda mengaku bahwa Ganja tersebut pesanan dari Bagong, napi di Lapas Kerobokan. 


Dari pengembangan ke dua terdakwa, Petugas berhasil mengamankan pemasoknya berikut  22 paket karung ganja dengan berat total 43,7 kg atau 43.771 gram.


Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Menuntut kepada masing-masing terdakwa dihukum selama 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp.3 miliar, subsideir 1 tahun," tuntut JPU.[ar/5]

Sabtu, 04 Desember 2021

DUA ORANG TERPELESET DAN JATUH KE JURANG SAAT HIKING DI DESA KEDEWATAAN


GIANYAR , Bali Kini - 
Dua orang terpeleset dan jatuh ke jurang saat melakukan  hiking di Desa Kedewataan Ubud, Gianyar, Sabtu (4/12/2021). Dari informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), diperkirakan lokasi kejadian berada di titik koordinat 08° 29'36.97"S -115°14'53.64"T . Mereka memulai dari Desa Lungsiakan, namun sesampainya di Desa Kedewatan sekitar pukul 16.00 Wita korban terjatuh.


"Informasi tadi kami terima pukul 17.40 Wita dari Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Gianyar, selanjutnya diberangkatkan 8 orang rescue dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran, " terang Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kepala Kantor Basarnas Bali. Diketahui identitas korban atas nama Lee (56/WNI) dan Lawren (56/WNA Inggris). 


Akhirnya proses evakuasi selesai dilakukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 18.45 Wita. "Keduanya dalam kondisi selamat, namun mengalami cedera, yang WNA ada luka lecet sementara korban lainnya diperkirakan patah tulang di tangan kirinya, " ungkapnya. Setelah terevakuasi, keduanya dibawa menuju RS Aricanti Ubud menggunakan Ambulance PMI Kabupaten Gianyar. 


Unsur SAR yang terlibat dalam Operasi SAR diantaranya Basarnas Bali, Samapta Polda Bali, Polres Gianyar, Polsek Ubud, Babinsa Desa Ubud, BPBD Gianyar, PMI Gianyar dan masyarakat setempat. (ay/4)

TIM SAR EVAKUASI KORBAN BUNUH DIRI DI TUKAD BANGKUNG


BADUNG , Bali Kini -
Warga yang melintasi di Jembatan Tukad Bangkung dibuat heboh, lantaran ada sesosok pria yang gantung diri di jembatan tersebut, Sabtu (4/12/2021). Jenasahnya ditemukan pagi-pagi buta menggelantung dengan tali terikat di tiang jembatan. 


Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi tragis itu sekitar pukul 10.00 Wita. "Info kami terima dari Bapak Panca, TRC BPBD Badung yang menginfokan 1 orang pria bunuh diri dan hingga proses evakuasi selesai, belum diketahui identitasnya, " terang Gede Darmada, S.E., M.A.P., selaku Kepala Kantor  Basarnas Bali. 


Sebanyak 7 orang personil diberangkatkan dari Kantor Basarnas Bali di Jimbaran menuju Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Tim SAR gabungan yang melaksanakan evakuasi dilengkapi dengan peralatan mountenering. Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 12.15 Wita dengan menurunkan 1 orang rescue menggunakan tali. "Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kendala di lapangan dan tim SAR gabungan telah mengangkat tubuh korban , " ungkapnya. Berselang kira-kira 50 menit jenasahnya sudah dibawa ke atas jembatan, selanjutnya  dibawa ke Puskesmas Petang dengan Ambulance PMI Kabupaten Badung.  


Dalam operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Samapta Polda Bali, INAFIS Polres  Badung, Polsek Petang dengan 20 orang personil, Banbinsa Desa Plaga dengan 1 orang personil, TRC BPBD Kabupaten Badung, SAI Rescue, PMI Kabupaten Badung, Puskesmas Petang, dan masyarakat setempat.[Ayu/4]

Jumat, 03 Desember 2021

Sinergitas TNI-Polri Dalam Atensi Penyaluran Bantuan di Wilayah.


Tabanan, Bali Kini -
Soliditas sinergi TNI-Polri dan Perangkat Daerah di wilayah sangat dibutuhkan guna menunjang keberhasilan pelaksanaan kegiatan guna mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat yang aman dan sejahtera.


Salah satu sinergiatas TNI-Polri dan Perangkat Daerah dapat dilihat saat pelaksanaan tugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dengan Perangkat Desa di wilayah Desa Binaan seperti yang dilaksanakan  Babinsa desa Selemadeg Ramil 1619-02/Selemadeg Sertu I Nyoman Sumerta bersama Bhabinkamtibmas Aipda Gusti Putu Astawa dan Perbekel Desa Selemadeg dan perangkat desa saat kegiatan pembagian BLT tahap terakhir tahun 2021 di Kantor Desa Selemadeg Kec Selemadeg.


Menurut Babinsa Kegiatan tersebut dalam rangka mengurangi beban masyarakat kurang mampu dimasa pandemi covid-19 dilaksanakan dengan membagikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) tahap terakhir pada tahun 2021 kepada warga yang berhak diwilayahnya dengan jumlah penerima sebanyak 35 orang dengan BLT yang diterimakan sejumlah 300 ribu rupiah.


Sedangkan Danramil 1619-02/Selemadeg Kapten Inf I Made Sudiarcana membenarkan hal tersebut bahwa  pihaknya sering menyampaikan kepada Babinsa jajarannya bahwa Soliditas TNI-Polri bersama perangkat diwilayah setempat sangat penting didalam pelaksanaan kegiatan dan aktifitas  guna mendukung keberhasilan tugas-tugas agar lebih optimal di wilayah desa binaan.


Lebih lanjut Danramil menegaskan bahwa Sinergitas TNI-Polri dan Perangkat Daerah di Wilayah merupakan wujud Soliditas, kekompakan dan kebersamaan  didalam melaksanakan tugas.


Disamping itu hal tersebut juga merupakan bagian dari suri tauladan kepada masyarakat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta budaya gotongroyong didalam mendukung pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang aman dan sejahtera. pungkas Danramil.[kd/3]

WNA Asal Perancis Meninggal Ketika Melakukan Perjalanan Sembahyang Ke Pura Pasar Agung Lempuyang


Karangasem, Bali Kini -
Dominique (73) WNA asal Prancis meninggal dunia dalam perjalanan menanjak ke puncak Gunung Lempuyang, tepatnya di tangga jalan menuju Pura Pasar Agung Lempuyang Dusun Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Jumat (03/12/2021). Ia mendaki bersama rombongan anggota keluarganya termasuk istrinya dengan maksud hendak melakukan persembahyangan. 


I Gusti Ngurah Eka Widnyana koordinator SAR Karangasem menerangkan jika dari pengakuan dari keluarga korban, korban mengalami sesak napas dan dibantu berjalan dengan menggunakan tongkat kayu. "Tidak lama kemudian target terpelset dan jatuh terbentur di bebatuan. Akibat terbetur ia mengalami luka dikepala, " Ungkap Eka. 


Disamping itu ada luka dibagian pelipis yang disebabkan karena korban memakai kacamata sehingga pada saat jatuh kaca matanya pecah dan melukai bagian sekitar luka pelipisnya. 


Sementara Kapolsek Abang, AKP I Kadek Suadnyana juga membenarkan peristiwa tersebut, dimana pihak kepolisian terima menerima laporan di jam 2 siang. "Begitu menerima laporan kami langsung ke lokasi. Terlihat kondisi korban masih sempat ada denyut nadi, kemudian lanjut dilakukan pertolongan, namun dalam perjalanan keburu meninggal, " Ungkap Suadnyana. 


Diketahui jika Dominique merupakan warganegara asal Perancis yang tinggal dikawasan Batur Kintamani Bangli. Istrinya bernama Ni Made Yasmini, berasal dari Banjar Dinas Taksu Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli.


Selanjutnya, jenazah Dominique sudah di evakuasi pihak terkait dan di bawa ke RSUD Karangasem. (Ami)

Kamis, 02 Desember 2021

Peristiwa Pembunuhan Oleh "Mata Elang" Mulai Disidangkan


Denpasar , Bali Kini -
Peristiwa berdarah yang sempat viral disaat awal Bali menerapkan PPKM, memasuki babak baru diperadilan negeri Denpasar. Dimana 7 debt collector "Mata Elang" diadili secara bersama melalui sidang online.


Dalam pembacaan JPU, menyebut pengeroyokan hingga berujung pembunuhan itu terjadi di Jalan Subur-Kalimutu, Monang Maning, Denpasar pada 23 Juli lalu.


Para terdakwa ini, Benny Bakarbessy, (41), Jos Bus Likumahwa, (30), Fendy Kainama, (31), Gerson Pattiwaelapia (33) I Gusti Bagus Christian Alevanto, (23), Dominggus Bakar Bessy (23), dan I Wayan Sadia (39). 


Dalam sidang virtual ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Putu Swadharma Diputra membagi dakwaan kepada para terdakwa tersebut ke dalam dua berkas. 


Berkas pertama untuk terdakwa I Wayan Sadia, yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap korban Gede Budiarsana (34). Perbuatan terdakwa ini sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP.


Sedangkan dalam berkas kedua untuk terdakwa Benny Bakarbessy, dan kelima koleganya, didakwa dengan pasal berlapis. Pada dakwaan pertama, Jaksa Swadharma mendakwa para terdakwa dengan pasal 2 ayat (1) UU Darurat no.12 tahun 1951 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait kepemilikan senjata tajam. 


Berikutnya, Benny dkk didakwa dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP; (dakwaan kedua), dan Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP (dakwaan ketiga), karena melakukan pengeroyokan terhadap Ketut Widiada alias Jero Dolah (37), yang merupakan kakak dari korban Budiarsana. 


Dihadapan majelis hakim diketuai I Putu Suyoga, diungkapkan JPU kasus ini berawal pada 23 Juli 2021 sekitar pukul 14.30 ketika saksi Ketut Widiada alias Jero dolah, dan korban Gede Budiarsana mendatangi kantor PT Beta Mandiri Muti Solution, di Jalan Gunung Patuha, Munang-Maning, Denpasar Barat.


Kedatangan saksi Widiada dan Budiarsana itu bermaksud untuk menanyakan sepeda motor Yamaha Lexi yang hendak ditarik karena menunggak pembayaran kredit selama satu tahun di Finance BAF. Dalam pembicaraan itu terjadi ketegangan antara saksi dengan keenam terdakwa. 


Situasi semakin panas ketika saksi Widiada hendak merekam kejadian menggunakan hand phone (HP) miliknya. Tapi, terdakwa Jos Bus merampasnya. Melihat itu korban Budiarsana mendorong kening terdakwa Jos Bus. 


"Tindakan tersebut dibalas oleh terdakwa Gerson dengan memukul pipi kiri Budiarsana menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak tiga kali," terang JPU.


Kemudian terdakwa Benny Bakar Bessy  masuk ke dalam kantor untuk mengambil beberapa pedang dan senjata tajam yang disimpannya di kantor tersebut lalu keluar sambil membawa pedang ditangan kanan serta mengacungkan pedang kearah saksi Widiada sambil berteriak,  "Habisi Bunuh Dia,  Habisi Bunuh Dia.!," Tulis dalam dakwaan.


Singkat cerita terjadi perkelahian yang tidak imbang. Saksi Widiada yang terjatuh ditindih terdakwa Benny. Sementara korban Budiarsana dikeroyok terdakwa Jos Bus, Gerson, dan Fendy Kainama.   


Saksi Widiada, kala itu dapat celah untuk kabur dan menaiki sebuah pikap yang lewat. “Korban Budiarsana yang lari berusaha naik ke bagian belakang mobil pikap yang melintas sambil bergelantungan. Karena korban tidak kuat bergelantungan, korban terjatuh,” tutur JPU.


Saat terjatuh, terdakwa yang mengejar korban Budiarsana kemudian mendekati korban lalu menebas korban dengan pedang berulang kali hingga korban lemas bersimbah darah di tengah jalan.


Akibat perbuatan terdakwa, korban Budiarsana mengalami luka terbuka di kedua tangan, lengan dan kepala belakang dimana akibat luka tersebut korban meninggal dunia.


Menanggapai isi dakwaan yang dibacakan JPU. Para terdakwa ini merasa keberatan dan sepakat akan mengajukan eksepsi atau keberatan pada agenda sidang lanjutan.[ar/5]

Selasa, 30 November 2021

Untuk Bisa Nikah Lagi, Pria ini Buat Surat Palsu Kematian Istri


Denpasar ,Bali Kini -
Demi bisa mempersunting wanita idaman lain (wil), pria paruh baya berusia 56 tahun, bernama Suraji nekat membuat surat palsu kematian istrinya.


Cara itu dilakukannya guna memanipulasi bahwa dirinya bersetatus duda dan mempersunting wanita lain pujaan hatinya. Akibatnya, ia pun harus berurusan dengan hukum dan kini telah dilimpahkan ke Kejari Badung untuk segera masuk persidangan.


Dalam kasus ini, Suraji tidaklah sendiri. Pihak kejaksaan Badung juga menyeret Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Petang, Badung, bernama Abdul Munir (43) lantaran dinilai telah bersengkokol dengan imbalan yang diberikan oleh Suraji.


Atas perbuatannya itu, Suraji dan Munir disangkakan dengan Pasal Pasal 263 KUHP atau Pasal 264 KUHP atau Pasal 264 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 8 tahun. 


"Keduanya dijerat dalam perkara pemalsuan surat, dan terancam pidana penjara paling lama 8 tahun," sebut Kepala Seksi Intelijen Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo.


Dijelaskan bahwa penyidik telah menyerahkan berkas perkara dan tersangka (tahap II) ke JPU pada Rabu. (24/11) lalu sekitar Pukul 13.00 WITA. Pelimpahan kedua tersangka ini diterima oleh JPU Putu Yumi Antari, dan Si Ayu Alit Sutari Dewi. 


Lanjut Bamax, tindak pidana yang dilakukan ke dua tersangka ini terjadi sekitar bulan agustus 2019 bertempat di Kantor Urusan Agama, Petang, Badung. Saat itu, tersangka Munir membuatkan surat pernyataan kematian dan surat keterangan kematian palsu atas nama Diah Suartini, yang merupakan istri sah dari tersangka Suraji. [ar/5]

Untuk 189,04 gram Sabu, Bule Rusia ini Dihukum 3 Tahun


Denpasar , Bali Kini -
Artem Gvozdulin (32) pria asal Rusia yang memesan sabu 189,04  gram langsung dari Ukraina, oleh Mejelis Hakim PN Denpasar dihukum tergolong ringan.


Bagaimana tidak, semula JPU dalam dakwaannya meyakinkan terdakwa yang terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara, justru dituntut hanya 5 tahun penjara.


Majelis hakim yang menyidangkan terdakwa secara virtual itu, menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagai pengguna Narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika.


Selain itu, majelis hakim secara meyakinkan bahwa terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan tertuang dalam 111 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. 


"Menghukum terdakwa pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp.800 juta yang dapat digantikan dengan penjara dua bulan," putus hakim.


Terdakwa yang berprofesi sebagai fotografer dan videografer di negara asal ini langsung menyatakan menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Anugrah Agung Saputra Faizal, memilih untuk pikir-pikir hingga 7 hari kedepan menanggapi.


Sebagaimana diberitakan, penangkapan terhadap terdakwa oleh petugas BNNP Bali pada 19 Mei 2021 pukul 10.50 WITA bertempat di Vila Kubu D'bukit Jimbaran, Jalan Pondok Mekar Unud, Jimbaran, Badung. 


Penangkapan tersebut berkat informasi dari Bea Cukai Ngurah Rai terkait sebuah paket kiriman berupa dus warna coklat dengan nomor resi EA 396 006 408 UA pengirim Shcherbak Vladyslav, Kvartal -101STR, 10V/32 Kremenchug City, Ukrine, Ykpahg, 39601, tip + 380933716880 dan penerima atas nama Gvozdulin Artem, Kubu D’Bukit Jimbaran, Jl. Pondok Mekar Unud, Jimbaran, Badung, South kuta, Indonesia, Bali. Paket tersebut dicurigai berisi Narkotika. 


Saat penggeledahan oleh petugas ditemukan empat potongan tanaman berwarna coklat keunguan dalam peket tersebut bertuliskan Mimosa Hostilis.


Dari penyidikan, terdakwa menyangkal dengan mengatakan dirinya tidak tahu paket tersebut berisi Narkotika dan juga tidak mengenal nama pengirim. Selanjutnya terdakwa bersama barang bukti di bawa ke kantor BNNP Bali untuk diproses lebih lanjut. 


"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, empat potongan tanaman berwarna coklat keunguan tersebut memang benar mengandung Narkotika berat bersih 189,04  gram jenis DMT," tulis dalam dakwaan.[ar/5]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved