-->

Senin, 16 Februari 2026

Wawali Arya Wibawa Mendem Pedagingan di Pura Segara Giri Wisesa Sidekarya

Ket Foto:Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya bertepatan Rahina Tilem Kawolu, Senin (16/2). 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya bertepatan Rahina Tilem Kawolu, Senin (16/2). 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, OPD terkait, Bendesa Adat serta masyarakat setempat. 

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa  menyambut baik pelaksanaan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya. 

"Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam," ujarnya. 

Ditambahkan Arya Wibawa, sinergi yang baik ini menjadi penting guna mendukung pelaksanaan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya. 

"Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya," ujar Arya Wibawa. 

Sementara Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka saat ditemui menjelaskan bahwa Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya  dilaksanakan pasca pembenahan Pelinggih Pura yang telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. 

"Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan Karya Yadnya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua, " ungkapnya. (Eka)

Sekaa Liang Rayakan HUT ke-4 Lewat Aksi Donor Darah di Car Free Day Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Suasana Car Free Day di jantung Kota Karangasem, Minggu (15/2/2026), tak hanya dipenuhi warga yang berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Di tengah keramaian itu, organisasi sosial kemasyarakatan Sekaa Liang (Seniman Karangasem Liang) menggelar aksi donor darah dalam rangka hari ulang tahunnya yang ke-4.

Mengusung tema “Setetes Darah dari Sekaa Liang untuk Karangasem Agung”, kegiatan ini mendapat sambutan antusias masyarakat. Banyak warga yang awalnya datang untuk berolahraga akhirnya ikut berpartisipasi setelah mengetahui adanya aksi kemanusiaan tersebut.

Kegiatan donor darah terselenggara berkat kerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Karangasem. Tim medis tampak sigap melayani para pendonor, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pengambilan darah.

Momentum Car Free Day dinilai tepat karena mampu menjangkau lebih banyak warga. Aksi sosial pun berjalan lancar dan tertib sejak pagi hari.

Ketua Sekaa Liang, I Wayan Muliastra, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Karangasem beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem atas dukungan dan support yang diberikan sehingga kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-4 Sekaa Liang ini dapat berjalan dengan lancar. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat dan membantu masyarakat Karangasem,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama. Menurutnya, kemajuan Karangasem tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan rasa persaudaraan antarwarga.

Sekaa Liang berdiri empat tahun lalu. Awalnya merupakan komunitas “sekaa demen” atau sekaa liang—wadah kebersamaan para seniman dan masyarakat Karangasem yang memiliki semangat membantu sesama.

Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi organisasi sosial nirlaba yang lebih terstruktur. Selain donor darah, mereka rutin menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu.

Berkantor sekretariat di Jalan Banteng, Dukuh, Karangasem, Sekaa Liang terus memperluas jangkauan kegiatan sosial di bawah kepemimpinan I Wayan Muliastra.

Kegiatan semakin semarak dengan hiburan dari penyanyi ibu kota Widya serta artis Sekaa Liang Keweh Astrawan dan rekan-rekan. Acara ditutup penuh kebersamaan, menegaskan bahwa di tengah riuhnya Car Free Day, nilai kemanusiaan tetap menjadi denyut utama masyarakat Karangasem. (Ami)

Wamendagri Bima Arya Kunjungi Nusa Penida, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Konsep Green Island Nusa Penida

Klungkung , Bali Kini- Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya, Minggu (15/2). Kunjungan kerja selama dua hari tersebut bertujuan untuk melakukan penyelarasan program serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan Nusa Penida.

Kehadiran Wamendagri yang juga mantan Wali Kota Bogor ini disambut langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, Camat Nusa Penida, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.

Pada hari pertama, Wamendagri Bima Arya bersama istri meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Nusa Penida, di antaranya Pantai Kelingking, Broken Beach (Pasih Uug) di Desa Bunga Mekar, serta Crystal Bay dan fasilitas SWRO Penida di Desa Sakti. Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Pasar Mentigi, RSUD Gema Santi, SWRO Ceningan, serta Jembatan Kuning yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan.

Dalam pemaparannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa Pemkab Klungkung tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar melalui dukungan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan Air Minum. Ia berharap kunjungan Wamendagri dapat menghadirkan dukungan konkret dari pemerintah pusat, mengingat Nusa Penida merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan tantangan geografis yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami sangat berharap dukungan untuk perbaikan akses jalan induk menuju destinasi wisata di Nusa Penida. Selain itu, kebutuhan air bersih juga akan semakin meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata,” ujar Bupati Satria.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengaku terkesan dengan keindahan alam Nusa Penida yang dinilainya memiliki potensi besar sebagai magnet wisatawan. Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya ditunjang infrastruktur yang memadai.

“Saya insyaallah akan membantu mendampingi Pemkab Klungkung untuk mencari sumber pendanaan alternatif dari berbagai opsi. Ini harus cepat agar momentum meningkatnya kunjungan wisatawan bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bima Arya menyebut Nusa Penida sebagai hidden paradise yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan pembangunan optimal. Ia mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang terintegrasi dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar arah pembangunan semakin terstruktur dan berkelanjutan.

“Mumpung momentum antusiasme wisatawan cukup tinggi, kita harus bergerak cepat. Saya akan dampingi dalam penyusunan konsep Green Island yang kemudian diturunkan ke RDTR. Soal penganggaran juga akan kita lihat kembali, termasuk kemungkinan mengundang kementerian terkait untuk mendengarkan paparan ini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rencana untuk mengusulkan Nusa Penida kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, agar dapat dipertimbangkan masuk dalam Program Destinasi Super Prioritas.
“Kita pilih beberapa titik dan bangun ekosistemnya secara menyeluruh, bukan hanya promosinya. Kemendagri memiliki dana insentif fiskal sekitar Rp5 triliun. Nanti akan kita lihat kemungkinan dukungannya, termasuk untuk penanganan kemiskinan dan stunting,” pungkasnya.

-Jimbawan

HUT WHDI ke-38 Kabupaten Bangli: Perkuat Peran Perempuan Demi Mewujudkan Indonesia Emas

​BANGLI , BALI KINI  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang ke-38, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar acara perayaan di Ruang Rapat Bupati Bangli, Jumat (13/2/2026).

​Mengusung tema "Melalui HUT WHDI Kabupaten Bangli yang ke-38, Kita Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas", acara ini menjadi momentum refleksi bagi peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa.
​Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar dalam sambutannya menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar kesetaraan, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Perempuan dianggap sebagai tiang utama dalam keluarga yang bertanggung jawab memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota rumah tangga.
​"Perempuan Hindu di Bangli harus mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan dharma. Keluarga yang sehat dan sejahtera adalah kunci utama kita menuju visi Indonesia Emas 2045," ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota WHDI.
Semntara dalam Arahannya Penasehat WHDI Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota WHDI Bangli. Organisasi ini bukan sekedar wadah berkumpul, melainkan wadah perjuangan perempuan Hindu untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat. 
​Di usia yang semakin matang ini, saya ingin menekankan tiga poin penting bagi seluruh anggota WHDI Bangli, yang ​Pertaman Wanita sebagai Tiang Keluarga: Di tengah arus modernisasi, peran kita sebagai ibu dan istri sangatlah krusial. Jadilah sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara menjalankan dharma agama (spiritual) dan dharma negara (sosial), sembari tetap menjaga nilai-nilai luhur adat dan budaya Bali. Yang ​kedua Peningkatan Kapasitas (Upskilling): Saya berharap WHDI tidak hanya fokus pada kegiatan rutin upakara, tetapi juga mulai merambah pada pemberdayaan ekonomi kreatif dan literasi digital. Wanita Bangli harus cerdas, mandiri secara ekonomi, dan melek teknologi. ​Dan yang ketiga Sinergi dengan Program Pemerintah: Sebagai mitra pemerintah, saya mengajak WHDI untuk terus aktif dalam isu-isu sosial, seperti penurunan angka stunting, pelestarian lingkungan, dan perlindungan anak serta perempuan di Kabupaten Bangli.
​Mari kita jadikan momentum HUT ini untuk ngrombo (bergotong-royong) membangun Bangli. Jangan ada sekat di antara kita, jadikan WHDI sebagai rumah yang nyaman untuk bertukar pikiran dan saling menguatkan. 
​"Seorang wanita yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah pondasi bagi Bangli yang maju dan harmonis", ungkapnya. 
​Selamat Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia. Teruslah berkarya, teruslah mengabdi demi kejayaan umat dan daerah kita tercinta. 
​Perayaan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Semangat yang diusung sangat jelas: perempuan Bangli siap menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM unggul yang sehat secara jasmani dan rohani. 

​Melalui peringatan ke-38 ini, WHDI Bangli berharap seluruh anggotanya semakin solid dan inovatif dalam menjalankan program kerja yang berdampingan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Buka Musda IX MUI, Wabup Jembrana Ajak Ulama Perkuat Toleransi dan Pembangunan Daerah"

Jembrana , Bali Kini  – Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna yang akrab disapa Ipat, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jembrana masa khidmat 2025-2030, Sabtu (14/2). Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna MAN 1 Jembrana dihadiri Forkopimda Jembrana dan jajaran pengurus serta anggota MUI Kabupaten Jembrana.

Wabup Ipat menegaskan dinamika dan perkembangan masyarakat yang majemuk saat ini menuntut peningkatan peran, fungsi dan tanggung jawab organisasi dalam kehidupan demokrasi secara konstitusional. Organisasi kemasyarakatan, menurutnya, menjadi sarana partisipasi masyarakat dalam mewujudkan cita-cita nasional, menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 
Selain itu , untuk mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Roda organisasi, khususnya MUI Kabupaten Jembrana, saya yakini telah berjalan berlandaskan AD/ART serta mampu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi. Ini penting dalam rangka bersama para pemangku kepentingan membangun di berbagai aspek kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para peserta MUSDA IX yang disebutnya sebagai anggota-anggota pilihan, yang mampu berpikir luas dan berorientasi pada kepentingan bersama. Terutama dalam menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban yang selama ini telah berjalan kondusif di Jembrana.

Menurut Ipat, peran aktif ulama sangat strategis dalam memelihara keharmonisan serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus MUI Kabupaten Jembrana yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi MUI dalam mewujudkan masyarakat Jembrana yang maju, harmoni dan bermartabat,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia MUSDA IX MUI Kabupaten Jembrana, Agus Setiawan, mengatakan bahwa forum musyawarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama di tengah masyarakat. Melalui MUSDA IX ini diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa MUI Kabupaten Jembrana semakin solid, adaptif, serta terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni di Bumi Makepung.

“Secara kelembagaan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah karena telah memberikan kesempatan menggelar Musda MUI IX hari ini. Seperti tema Kami ingin menguatkan peran ulama dalam Penguatan Komitmen Ulama dalam menjaga persatuan umat dan kemitraan dengan pemerintah dalam mewujudkan Jembrana yang Aman, Damai dan Harmoni,” ujarnya. (*)

Jaga Stabilitas Harga Di Bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana "Gempur" Inflansi Lewat Pasar Murah

Jembrana, Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Melalui sinergi dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Jembrana menyelenggarakan Gelar Pangan Murah yang berpusat di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, pada Minggu (15/2).

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang jatuh dalam waktu berdekatan.
Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditi utama disediakan dengan harga di bawah pasar untuk meringankan beban ekonomi warga. Seperti beras dijual mulai harga Rp 58.000 per 5 Kg, gula pasir mulai Rp Rp 17.200/Kg dan minyak goreng mulai Rp 15.500/liter. Selain kebutuhan pokok tersebut, pasar murah ini juga menyediakan berbagai bumbu dapur, kue kering, hingga produk pangan olahan hasil UMKM lokal Jembrana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang meninjau langsung lokasi kegiatan menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah secara menyeluruh.

"Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana," ujar I Made Budiasa.

Lebih lanjut, Budiasa menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas volatile food. Meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas seperti cabai rawit, telur, dan ayam ras, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

"Harapan kita, melalui kerja sama dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang mendadak. Kita ingin harga sembako tetap stabil di Jembrana," tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Loloan Barat dan sekitarnya. Sejak pagi, masyarakat telah memadati stan pangan untuk mendapatkan stok kebutuhan dapur. Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pengeluaran menjelang hari raya. (*)

Teruskan Warisan Pekak Jegog, Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung Jepang Setelah Sepuluh Tahun

Jembrana , Bali Kini - Kesenian khas Kabupaten Jembrana, Jegog, kembali melangkah ke panggung internasional. Grup kesenian legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang hari ini untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa nama harum Bali dan Indonesia di kancah global.

Rombongan yang dipimpin oleh Putu Bobi Agus Darma selaku koordinator, dilepas langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , minggu siang ( 15/8).

Tim kesenian ini memberangkatkan total 26 personil yang terdiri dari seniman musik dan penari. Keberangkatan ini menandai babak baru bagi kejayaan Jegog di Negeri Sakura, di bawah pimpinan I Gede Oka, putra dari sang maestro almarhum Pekak Jegog.
Sembilan Pementasan di Tiga Provinsi Utama


Selama 14 hari di Jepang, tim Suar Agung dijadwalkan tampil dalam agenda yang padat, meliputi:
 Tiga Pementasan Besar di panggung utama. Enam Pementasan Skala Menengah yang tersebar di berbagai wilayah terfokus di tiga provinsi besar, yakni Fukuoka, Tokyo, dan Nagoya.

“Ini undangan dari pihak Jepang . Saat ini tim pertama untuk proses tuning instrumen sudah berada di lokasi. Hari ini, rombongan kedua sebanyak 21 orang menyusul untuk melengkapi tim. Kami membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jembrana kepada masyarakat Jepang,” ujar Putu Bobi Agus Darma sebelum keberangkatan.


Misi budaya ini memiliki makna historis yang mendalam. Sejak tahun 1980-an hingga 2016, Jegog Suar Agung memiliki agenda rutin tampil di Jepang, bahkan hingga dua kali setahun. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti dan baru tahun ini berhasil diinisiasi kembali sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik Jepang terhadap seniman Jembrana.

“Kami mengawali kembali apa yang dulu menjadi rutinitas almarhum Pekak Jegog ( I Ketut Suwentra) . Harapan kami, pementasan ini tidak hanya sekadar tampil, tapi menjadi agenda rutin tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jembrana, baik dari segi citra budaya maupun dampak ekonomi kreatif,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah Daerah
Pihak keluarga besar Suar Agung juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana atas dukungan penuh yang diberikan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Jembrana atas dukungan, support, dan doanya. Kami bertekad menjaga nama baik daerah dan memastikan misi budaya ini berjalan sukses sesuai harapan masyarakat Jembrana,” tutup Putu Bobi.

Sementara Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan usai melepas rombongan kesenian , mengharapkan keberangkatan ini menjadi momentum kebangkitan seniman lokal untuk terus berkarya di level internasional dan memperkuat posisi Jembrana sebagai "Kota Jegog" di mata dunia.

" Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana merasa bangga melihat grup Suar Agung kembali mengawali tradisi misi budaya ke Jepang .Ini adalah langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi seni kita," ujar Kembang Hartawan .

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan dukungan terhadap pelestarian Jegog Jembrana. Dukungan dalam bentuk fasilitasi kesenian tampil secara reguler di anjungan cerdas rambut siwi Jembrana . 

" astungkare kedepan jegog akan siapkan panggung reguler disana. Ini dukungan apresiasi kita , memberi ruang tiap seniman untuk terus berkarya dan memiliki panggung tetap," pungkasnya. ( * )

Minggu, 15 Februari 2026

Wawali Arya Wibawa Buka Senam AW S3, Perkuat Kebersamaan di Momentum Imlek dan HUT ke-238 Kota Denpasar.

 - Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577  dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali menggelar kegiatan Senam Andrie Wongso – Sehat, Semangat, Senang (AW S3) dengan mengusung tema “Satu Langkah Banyak Warna Merajut Kebersamaan” di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (15/2).


Kegiatan senam bersama ini dibuk Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Prianta, Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, serta Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka. Acara turut dimeriahkan dengan pementasan Barong Sai serta kegiatan donor darah. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi kepada INTI Bali atas inisiasi perayaan Imlek yang dirangkaikan dengan HUT ke-238 Kota Denpasar. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat Denpasar dalam merajut kebinekaan dan memperkuat toleransi.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa Kota Denpasar mampu merawat keberagaman dalam kebersamaan. Selain menyehatkan melalui senam bersama, juga menghadirkan aksi sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina INTI Bali sekaligus Ketua Umum IKBS Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan bahwa dalam momentum Imlek 2577 ini, INTI Bali mendapat kesempatan dari Pemerintah Kota Denpasar untuk turut bersama-sama merayakan HUT ke-238 Kota Denpasar.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman. “Inilah Indonesia, berbagai suku dan agama bersatu untuk kebajikan. Senam untuk sehat itu penting, karena dalam badan yang sehat kita dapat membangun negara yang kuat,” jelasnya.

Selain senam bersama dan pementasan Barong Sai, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan. Kegiatan sosial turut dilaksanakan melalui donor darah dari berbagai komponen masyarakat, pemeriksaan medis oleh Bakti Rahayu dan Kasih Ibu, termasuk layanan pengobatan tradisional dan herbal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada para veteran, jero mangku, juru parkir, anak-anak autis, orang tua serta guru-guru Tionghoa senior yang telah lanjut usia. Panitia juga mengunjungi sejumlah lansia yang tidak memungkinkan hadir secara langsung dengan mendatangi mereka dari rumah ke rumah.

“Itu merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kami kepada orang tua, para pejuang, serta masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan harapan agar semangat merajut kebinekaan terus diperkuat. Perbedaan adalah keniscayaan, namun tidak boleh dijadikan pertentangan, melainkan menjadi kekuatan persatuan. Di tengah dinamika global dan derasnya arus media sosial yang kerap memicu perpecahan, Denpasar diharapkan tetap menjadi kota toleransi yang sejati.

"Dengan masyarakat yang santun, berbudaya, dan berbudi pekerti luhur, Kota Denpasar terus menjaga harmoni sesuai dengan motto Vasudewa Kutumbakam, yang bermakna kita semua bersaudara," ujarnya. ( Ayu )

Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria secara resmi membuka acara Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang diselenggarakan di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (15/2). Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda Bumi Serombotan untuk menyuarakan aspirasi serta pemenuhan hak-hak anak.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa Duta Anak bukan sekadar gelar seremonial, melainkan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program perlindungan anak dan penguatan karakter bangsa.

Lebih lanjut Duta Anak terpilih diharapkan tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Klungkung di tingkat Provinsi Bali maupun Nasional. “Duta Anak Klungkung Tahun 2026 yang terpilih selamat berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026,” ucap Bupati Satria. 

Sementara, Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana melaporakan acara ini adalah sebagai wadah dan bentuk partisipasi anak dalam rangka pemenuhan hak-hak anak sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Acara Grand Final ini diikuti oleh 25 finalis terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat. Para finalis mempresentasikan berbagai isu strategis, mulai dari kesehatan mental remaja, pelestarian budaya lokal, hingga pencegahan pernikahan dini 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved