-->

Senin, 09 Maret 2026

Komitmen Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kota Denpasar

Ket. Foto : Wali Kota Jaya Negara Beri Arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bagi Satuan Pendidikan 

Denpasar,Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bagi Satuan Pendidikan di Kota Denpasar di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (6/3). 

Sosialisasi ini diikuti unsur PGRI Provinsi Bali dan Kota Denpasar, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta se- Kota Denpasar serta instansi terkait lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali, Forkopimda dan perwakilan OPD Pemerintah Kota Denpasar. 

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam arahannya menyampaikan bahwa melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber bagi satuan pendidikan di Kota Denpasar ini, Pemkot Denpasar ingin mengetahui komitmen satuan pendidikan terkait program pengelolaan sampah berbasis sumber yang telah dijalankan oleh Pemkot Denpasar bersama seluruh unsur lainnya. 

"Kami yakin para satuan pendidikan dan tenaga pendidik di Kota Denpasar telah lama menjalankan program pengelolaan sampah berbasis sumber baik itu disekolah masing-masing dan juga menjadi garda terdepan di lingkungannya," katanya.

Jaya Negara kemudian menyampaikan, hal ini juga terkait dengan arahan Menteri LH Hanif Faisol dalam kunjungannya ke Kota Denpasar kemarin, dimana Pemkot Denpasar diharapkan segera mempertajam langkah konkret pengelolaan sampah berbasis sumber dan juga sebagai langkah antisipasi kondisi di TPA Suwung. 

"Langkah paling pritoritas tentu saja mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dilingkup rumah tangga dan di sekolah. Pemkot Denpasar juga telah melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada seluruh elemen dan juga pembagian komposter," ungkapnya 

Terkait peran serta satuan pendidikan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber ini telah ditajamkan melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025  Tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber berisi Pemilahan Sampah di Sumber, mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomis untuk ditabung di Bank Sampah, melakukan pengolahan sampah organik dengan berbagai metode dan  mengurangi kemasan sekali pakai terutama plastik. 

Juga mendorong peran serta satuan pendidikan melalui melibatkan seluruh warga sekolah, mengembangkan program sekolah peduli lingkungan, menerapkan pemilahan sampah di sekolah, membentuk kebiasaan siswa.

 Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik tapi juga menjadi tempat membangun kebiasaan hidup berkelanjutan dan jika siswa sejak dini siswa tela terbiasa memilah dan mengelola sampah kita akan mempersiapkan generasi peduli lingkungan dan masa depan Kota Denpasar. 


"Sosialisasi diharapkan tidak sampai disini tapi berkelanjutan. Mulai dari saat ini kami Pemkot Denpasar mohon dukungan satuan pendidikan di Kota Denpasar. Karena jika gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dilakukan serentak seluruh lapisan dan elemen di masyarakat pasti penanganan sampah di Kota Denpasar akan terealisasi denDenpasar, " ujar Wali Kota Jaya Negara. 

Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali mengatakan sesuai arahan Wali Kota Denpasar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber bagi satuan pendidikan di Kota Denpasar untuk memberi motivasi dan dukungan kepada satuan pendidikan disemua jenjang pendidikan di Kota Denpasar untuk menjadi percontohan dan garda terdepan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar. 

"Kami sampaikan juga kegiatan pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi program prioritas Pemkot Denpasar. Semuanya didukung oleh komitmen unsur PGRI dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta se- Kota Denpasar," jelasnya.

Sekda Eddy Mulya menambahkan Pemkot akan menggodok sistem kompetisi sekolah percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber serangkaian Hari Guru di Bulan November mendatang. 


Sementara Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya ditemui usai acara menyatakan komitmen siap mendukung program pemerintah Kota Denpasar dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. 

"Kami segera akan menindaklanjuti dengan mengintesifkan sosialisi program pengelolaan sampah berbasis sumber ini untuk menajamkan kontribusi dan peran serta teman - teman di satuan pendidikan yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Denpasar," ungkapnya. ( esa)

Sekda Eddy Mulya Buka Musrenbang RKPD Kota Denpasar Tahun 2027

Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2027, di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (6/3).

Denpasar, Bali Kini - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2027, dibuka resmi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya ditandai dengan pemukulan gong, di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (6/3).

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna dan beberapa anggota DPRD Kota Denpasar. Turut hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra beserta unsur perwakilan Forkopinda Kota Denpasar.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat membaca sambutan Walikota Denpasar secara tertulis mengatakan, daya saing Denpasar kedepannya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. 

Hal itu di antaranya adalah pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang optimal, serta aparatur yang profesional dan berintegritas menjadi fondasi utama dalam menjawab tuntutan pembangunan perkotaan yang semakin dinamis.

Berangkat dari kondisi dan tantangan tersebut, pembangunan Kota Denpasar tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan kapasitas dan profesionalisme aparatur.

Transformasi tata kelola perkotaan, melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan manajemen mobilitas perkotaan, penataan drainase dan lingkungan, serta pengelolaan sampah melalui pembangunan psel sebagai solusi berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Reformasi birokrasi dan pemanfaatan inovasi serta teknologi, untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel. Dan penguatan daya saing daerah dan jati diri budaya, melalui pengembangan sektor sosial dan ketenagakerjaan,pemeliharaan
stabilitas daerah, serta peneguhan nilai-nilai
budaya bali sebagai karakter pembangunan
kota.

Adapun keempat fokus pembangunan tersebut dirumuskan dalam tema pembangunan Kota 
Denpasar tahun 2027, yaitu “Peningkatan Kualitas SDM dan Transformasi Tata kelola Perkotaan Berbasis Budaya Menuju 
Denpasar Maju.”
 
Tema ini sendiri dijabarkan ke dalam delapan prioritas pembangunan, yaitu pendidikan dan kesehatan, pembangunan berkelanjutan, ekonomi daerah dan daya saing wilayah, stabilitas daerah, sosial dan ketenagakerjaan, reformasi birokrasi, inovasi dan teknologi serta jati diri dan budaya Bali.

"Delapan prioritas pembangunan ini menjadi arah kebijakan yang harus kita kawal bersama agar pembangunan Kota Denpasar tahun 2027 berjalan secara terpadu, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ungkap Arya Wibawa. 

Lebih jauh Arya Wibawa menyampaikan, pembangunan daerah hanya akan berhasil
apabila didukung oleh sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, yang terbangun sejak tahap perencanaan.


"Musyawarah perencanaan pembangunan yang kita laksanakan hari ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan visi pembangunan Kota 
Denpasar. Melalui forum ini, kita mempertajam prioritas dengan memilah program yang benar-benar strategis, menentukan skala prioritas secara tepat, serta memastikan setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. dengan demikian, perencanaan pembangunan
yang kita susun dapat menjadi lebih responsif dan implementatif," katanya.

Arya Wibawa juga mengharapkan partisipasi aktif dan konstruktif dari seluruh peserta, agar
setiap masukan yang disampaikan dapat
memperkaya dan menyempurnakan RKPD Kota Denpasar tahun 2027. 

"Pada akhirnya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan pembangunan ini. semoga ikhtiar kita bersama menjadi langkah nyata menuju denpasar yang semakin berkualitas, tertata, dan berdaya saing," ungkapnya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana dalam laporannya mengatakan, tahapan penyusunan perencanaan yang telah dilaksanakan dimulai dari Musrenbang di Tingkat Desa/Kelurahan pada bulan September s/d Desember 2025; dilanjutkan dengan Musrenbang Tingkat Kecamatan dari tanggal 19 s/d 23 Januari 2026.


Pada tanggal 30 Januari 2026 dilaksanakan Forum Konsultasi Publik, pada tanggal 4 s/d 25 Pebruari 2026 telah dilaksanakan Forum Perangkat Daerah dan selanjutnya hari ini tanggal 06 s/d 13 Maret 2026 merupakan tahapan3 pelaksanaan Musrenbang RKPD.

"Adapun Jumlah usulan kegiatan yang telah
disampaikan oleh seluruh Perangkat Daerah Kota Denpasar untuk Tahun 2027, adalah sebanyak Program 135 yang dituangkan kedalam 256 kegiatan dan 634 sub kegiatan, dengan total nilai usulan sebesar Rp.4.273.822.678.165,00 (Empat Triliun Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Seratus Enam Puluh Lima Rupiah)," paparnya. (ays).

Wawali Arya Wibawa Tinjau Kesiapan Nominasi 16 Besar Kasanga Festival di Denpasar Barat

Denpasar , Bali Kini – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa kembali mengunjungi Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang masuk dalam nominasi 16 besar Kasanga Festival Denpasar Icaka Warsa 1948 Tahun 2026.

 Kunjungan kali ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Denpasar Barat dengan meninjau pembuatan Ogoh-Ogoh ST. Yowana Sawitra di Banjar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod serta Ogoh-Ogoh ST. Swastika di Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Kamis (5/3) malam.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, A.A. Gede Agung dan Suyoga, A.A. Istri Paramita Dewi. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar A.A. Putu Gde Wibawa, serta Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Wayan Duaja. Tampak hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar Putu Ayu Yuni Sugiantari serta Kabag Umum Setda Kota Denpasar I Nyoman Denny Widya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan para peserta yang masuk nominasi 16 besar Kasanga Festival 2026. Selain itu, kunjungan ini juga sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi para anggota STT agar mampu menampilkan karya terbaik saat pawai nantinya.

Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Kesanga Festival tahun ini memiliki mekanisme yang sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Konsep pelaksanaannya menyerupai karnaval atau pembukaan Pesta Kesenian Bali, di mana peserta akan mulai berjalan dari depan Jaya Sabha menuju kawasan Catur Muka dan berakhir ke arah selatan.
“Dalam penampilan nanti akan ada tiga titik juri yang melakukan penilaian. Mekanisme ini harus benar-benar dipahami oleh para peserta agar dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut Arya Wibawa juga memastikan bahwa seluruh peserta telah menerima uang pembinaan dari Pemerintah Kota Denpasar sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni budaya Ogoh-Ogoh.

Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara agar seluruh peserta turut menjaga kebersihan selama pelaksanaan pawai. Menurutnya, pola pelaksanaan Kasanga Festival tahun ini diharapkan dapat mencontoh pelaksanaan Denpasar Festival yang berhasil menjaga kawasan tetap bersih selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap Kasanga Festival dapat dilaksanakan dengan tertib dan minim sampah. Bahkan kalau bisa sampai nol sampah. Seluruh peserta yang masuk 16 besar sudah berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan festival ini dengan tetap menjaga kebersihan,” jelasnya

Selain itu, Arya Wibawa juga mengingatkan para peserta agar memperhatikan proses mobilisasi atau loading Ogoh-Ogoh dengan baik, mengingat kondisi cuaca yang saat ini cukup tidak menentu. Dengan persiapan yang matang diharapkan seluruh rangkaian pawai Kasanga Festival dapat berjalan lancar serta menampilkan karya terbaik dari para Sekaa Teruna Teruni Kota Denpasar. (Ayu)

Walikota Jaya Negara Hadiri Aksi Bersih-Bersih dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kesiman Kertalangu

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara menghadiri Aksi bersih-bersih sekaligus Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan pembagian bag composter di seputaran Pura Mertasari, Desa Kesiman Kertalangu, pada Jumat (6/3).

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara menghadiri Aksi bersih-bersih sekaligus Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan pembagian bag composter di seputaran Pura Mertasari, Desa Kesiman Kertalangu, pada Jumat (6/3).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam gotong royong membersihkan lingkungan sekitar. 


Dalam kesempatan itu, Jaya Negara  menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Ia berharap setelah pelaksanaan di areal Pura, kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masing-masing wilayah.


“Aksi ini tidak hanya hari ini saja, namun harus berkelanjutan. Setelah dari sini, agar dapat dilanjutkan di wilayah masing-masing. Diharapkan para Perbekel dan Lurah bisa menggerakkan aksi serupa di wilayahnya masing masing,” tegasnya.


Jaya Negara juga mengapresiasi partisipasi aktif komunitas lingkungan, serta masyarakat yang konsisten mendukung gerakan pengurangan sampah berbasis sumber. Semangat gotong royong dan kepedulian kolektif dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Denpasar.

Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi DLHK bersama Desa dan Kelurahan. Selain membagikan compost bag, petugas juga memberikan edukasi langsung mengenai cara penggunaan, jenis bahan yang dapat diolah, hingga tips penempatan komposter di rumah.


“Tidak hanya dibagikan gratis, masyarakat juga kami dampingi cara pemakaiannya. Harapannya, langkah kecil ini mampu meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah dari sumbernya dan berdampak pada pengurangan beban di tempat pengolahan akhir,” ujarnya.


Sementara itu, Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menyampaikan apresiasinya atas dipusatkannya kegiatan bersih-bersih di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa karena menjadi bagian dari gerakan bersih lingkungan serentak disetiap Kecamatan  dan Desa Kesiman Kertalangu dipercaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan di Kota Denpasar.

"Kami di Desa Kesiman Kertalangu  berkomitmen untuk terus meningkatkan aksi gerakan bersih ini. Tidak hanya hari ini saja, namun harapannya juga menjadi bagian dari rutinitas warga disini," katanya. 


Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat tinggi dengan melibatkan masyarakat desa adat yang ada di wilayah Kesiman Kertalangu, desa dinas, serta mendapat dukungan penuh dari OPD Kota Denpasar. (Eka)

Payas Dirga dan Tenun Loloan Resmi Ditetapkan Sebagai WBTB Nasional

Jembrana , Bali Kini - Kekayaan budaya Kabupaten Jembrana kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dua karya budaya khas Bumi Makepung, yakni busana pengantin Payas Dirga dan Kain Tenun Loloan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penetapan ini tertuang dalam sertifikat resmi dengan nomor registrasi 034/WB/KB.00.01/2025 untuk Payas Dirga dan 035/WB/KB.00.01/2025 untuk Kain Tenun Loloan. Dengan tambahan dua karya ini, hingga tahun 2025 total sebanyak 10 budaya asal Jembrana telah tercatat sebagai warisan budaya nasional yang dilindungi.

Payas Dirga merupakan busana pengantin tradisional yang sarat akan sejarah. Lahir dari pernikahan agung putra Raja Jembrana VII pada tahun 1940, busana ini menjadi simbol harmonisasi budaya. Unsur Jawa, Cina, Melayu, dan Bugis berpadu apik, mencerminkan kejayaan jalur perdagangan laut masa lalu. Keunikannya terletak pada penggunaan bunga mendori yang kini mulai langka serta aksesoris gelung tanduk yang khas.

Sementara itu, Kain Tenun Loloan menjadi representasi kuat identitas suku Bugis-Melayu di Kecamatan Negara. Diturunkan secara turun-temurun, tenun ikat ini memiliki aturan adat yang ketat, di mana pengrajin dilarang menggunakan motif hewan atau manusia. Sebagai gantinya, motif tumbuh-tumbuhan dan geometris menjadi pilihan, yang melambangkan kepribadian masyarakat Loloan yang tegas, santun, serta taat beragama.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses yang panjang.

"Kami terus menginventarisasi potensi yang ada. Ketika sudah masuk dalam data Ceraken Kebudayaan Bali, kami kaji mana yang memungkinkan untuk diusulkan. Prosesnya cukup ketat karena selain karya fisik, narasumber yang kompeten juga harus tersedia untuk memberikan penjelasan mendalam," ujarnya.

Ia menambahkan, meski proses ini dilakukan secara mandiri (non-budget) dan tidak teralokasi khusus dalam DPA, pihaknya tetap berkomitmen penuh. Disparbud Jembrana juga menggandeng tim eksternal dari Balai Pelestarian Kebudayaan untuk membantu penyusunan naskah akademik dan pencarian narasumber ahli.

"Kita juga melibatkan tim eksternal, namanya Balai Pelestarian Kebudayaan. Ini juga membantu mencarikan narasumber untuk membuatkan naskah akademik, karena kemampuan kita juga akan terbatas," jelas Sapta Negara.

Tidak berhenti di sini, untuk tahun 2026, Pemkab Jembrana kembali mengusulkan sejumlah potensi budaya lokal dalam daftar usulan WBTB berikutnya. Yakni, Jaje Bendu, Arja Sewagati, Arisan Dedara, Angklung Reyong dan Bahasa Melayu Loloan.

Diharapkan dengan penetapan ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga identitas budaya semakin meningkat, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Jembrana. (* )

Bupati Jembrana Tekankan Konsep Asta Kosala Kosali dalam Program Bedah Rumah BUMDes Bersama

JEMBRANA, BALI KINI -  Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan pentingnya menjaga identitas budaya Bali dalam setiap pembangunan infrastruktur kerakyatan. Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung harus tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai dengan konsep asta kosala kosali. 
Hal ini disampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan bedah rumah dan bedah warung oleh BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya LKD Kecamatan Melaya di Desa Ekasari, Minggu (8/3).

Dalam arahannya, Bupati Kembang mengingatkan agar pengerjaan bedah rumah tidak hanya mengejar kelaikan fisik, tetapi juga wajib menerapkan konsep Asta Kosala Kosali. Konsep tata laksana arsitektur tradisional Bali ini dinilai krusial untuk menjamin keharmonisan antara penghuni dengan lingkungannya.
"Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung harus tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai nilai-nilai budaya kita. Asta Kosala Kosali bukan sekadar aturan arsitektur, tapi cara kita memastikan rumah tersebut memberikan rasa aman, nyaman, dan vibrasi positif bagi penghuninya," ujar Bupati Kembang Hartawan.

Penerapan konsep ini diharapkan dapat menjadi standar dalam program bantuan sosial ke depan, sehingga pemenuhan hunian warga kurang mampu yang juga program unggulan  di Jembrana tetap berjalan selaras dengan tatanan spiritual dan estetika lokal, terutama dari sisi tata letak. 
" utamakan tata letak terlebih dahulu. Sehingga dengan bantuan bedah rumahnyang diserahkan , kita juga berharap pelan pelan warga yang sudha dibantu mampu meningkatkan tarqf ekonominya , sehingga kedepan bisa memperbaiki hubuannya kembali tanpa membongkar konsep bangunan yang sudah pas, " terang Bupati Jembrana. 


Program bantuan yang bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya ini mencakup:
 4 Unit Bedah Rumah dengan alokasi masing-masing Rp35.000.000. Selain itu juga diserahkan  satu Unit Bedah Warung dengan alokasi Rp30.000.000.

Bupati Kembang mengapresiasi langkah BUMDes Bersama Melaya yang telah berhasil menyisihkan laba usaha untuk kepentingan sosial. Menurutnya, sinergi antara penguatan ekonomi melalui UMKM (bedah warung) dan penguatan papan (bedah rumah) adalah kunci keberhasilan pembangunan di tingkat desa.

Wayan Ardana, perwakilan BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya, menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan Bupati terkait standar pembangunan berbasis kearifan lokal. "Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi warga kurang mampu di wilayah Melaya dan ke depannya akan lebih memperhatikan detail teknis sesuai konsep arsitektur Bali yang diamanatkan," pungkasnya. ( * )

Sinergi Lintas Sektoral Jembrana: Pastikan Nyepi dan Idul Fitri 2026 Aman, Nyaman, dan Toleran

NEGARA, JEMBRANA .BALI KINI – Menghadapi momentum langka berdekatan selisih waktu antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Polres Jembrana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral pada Sabtu (07/03/2026). Bertempat di Aula Polres Jembrana, pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memetakan strategi keamanan dan pelayanan publik terpadu.
Rakor ini secara spesifik membahas langkah preventif terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul akibat tingginya mobilitas masyarakat. Beberapa poin strategis yang dihasilkan meliputi:
 
 Manajemen Arus Mudik: Antisipasi kemacetan di akses menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan rekayasa lalu lintas dan himbauan mudik lebih awal.

 Stabilitas Ekonomi: Pengawasan ketat terhadap pasokan BBM, LPG, serta pemantauan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) untuk mencegah lonjakan harga.

Keamanan Lingkungan: Peningkatan patroli di pemukiman yang ditinggal pemudik guna mencegah aksi pencurian dan kebakaran.

Mitigasi Bencana: Kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi dan gangguan pasokan listrik selama rangkaian ibadah berlangsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang mewakili Bupati Jembrana, menegaskan bahwa kerukunan di Jembrana bukan sekadar slogan, melainkan modal sosial yang sudah mendarah daging.
" Momen beriringannya dua hari besar ini adalah cerminan indah keberagaman kita. Jembrana adalah role model kerukunan di Bali. Ini bukan soal siapa yang merayakan lebih dulu, tapi bagaimana kita saling menjaga kenyamanan ibadah satu sama lain," ujar Sekda Budiasa.
Dalam mendukung kelancaran agenda tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menyatakan kesiapan penuh dari sisi pengamanan. Polres Jembrana telah menyiagakan 245 personel gabungan ditambah 48 personel cadangan di luar operasi rutin.

Kapolres juga memberikan imbauan praktis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar Bali diharapkan Mudik Lebih Awal, untuk  menghindari puncak kepadatan di pelabuhan.

"Kami harapkan masyarakat untuk mengikuti arahan dan rekayasa dari petugas, seperti mudik lebih awal dan membeli tiket sebelum sampai pelabuhan untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan," pungkasnya. ( * )

Minggu, 08 Maret 2026

Soroti Ketidakpastian Global, Pemuda Hindu Yakin Presiden Mampu Hadapi Kondisi Krisis Akibat Perang*

Laporan Reporter : Asrinidevy devy
Jakarta, Bali Kini  — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menyoroti situasi geopolitik global yang tengah memanas dan berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII DPN Peradah Indonesia di Rawamangun, Jakarta, Jumat 6 /3/26.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Ratu Isyana Bagoes Oka. Turut hadir, Direktur Bimbingan Masyarakat Hindu, Kemenag RI, I Nengah Duija beserta pimpinan ormas Hindu dan pemuda lintas agama.

“Hari ini kita dihadapkan dengan kondisi geopolitik dunia yang saat ini sedang memanas. Bisa kita saksikan di media massa maupun media sosial, konflik dan perang kawasan yang terjadi di Timur Tengah telah memberi sinyal mengkhawatirkan,” ujar Yoga. 

Menurutnya, tantangan global tersebut menuntut kesiapan semua elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional. Yoga menilai hal itu akan berdampak langsung pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.

“Tentu suka tidak suka situasi ini akan berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia,” lanjutnya.

Kendati demikian, Yoga meyakini pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu menangani krisis akibat ketidakpastian geopolitik dunia. Pemuda hindu kelahiran Jawa Tengah itu menyoroti kebijakan diplomasi Presiden menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Namun kami yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Yoga.

“Kita melihat bagaimana beliau terus membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara. Bagi kami, langkah diplomasi tersebut menjadi modal yang sangat kuat untuk membawa Indonesia melewati masa-masa penuh tantangan akibat situasi global saat ini,” tambahnya.

Yoga juga menyebut sejumlah program strategis seperti ketahanan pangan hingga stimulus ekonomi sebagai langkah menjamin kesiapan nasional. Program-program tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yoga menegaskan bahwa Peradah akan senantiasa mendukung program strategi situ.


“Selain itu, berbagai program strategis juga digenjot oleh pemerintah untuk menjamin ketahanan ekonomi nasional. Untuk itu, kami juga ingin menegaskan komitmen bahwa pemuda Hindu siap mendukung berbagai program strategis prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, serta berbagai program lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta ketahanan nasional,” tegas Yoga.

Dia kemudian menyinggung berbagai kritik hingga cemooh yang bermunculan menyoroti program strategis tersebut. Menurutnya hal itu merupakan dinamika wajar dalam demokrasi. Yoga mendorong program tersebut tetap berjalan dengan tujuan kepentingan rakyat banyak.

“Memang kita mendengar banyak kritik, koreksi, bahkan cemooh terhadap program-program tersebut. Bagi kami hal itu biasa dalam dinamika berdemokrasi. Akan tetapi, selama program itu ditujukan untuk kepentingan rakyat kecil, maka program tersebut harus terus dijalankan. Tentu saja evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran,” pungkasnya.

Sabtu, 07 Maret 2026

Satreskrim Polres Karangasem Amankan Pelaku Penipuan Modus Paket COD, Korban Mencapai Belasan Orang

Mantan Karyawan Ekspedisi Jadi Pelaku Penipuan Paket COD Di Karangasem, Berhasil Ditangkap Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karangasem berhasil mengamankan seorang terduga pelaku penipuan dengan modus pengiriman paket Cash On Delivery (COD) yang sempat meresahkan masyarakat. Pelaku ditangkap oleh tim opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem pada Kamis (5/3/2026) dan saat ini masih menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, jumlah korban dalam kasus ini diduga mencapai belasan orang yang tersebar di 3 Kecamatan di Kabupaten Karangasem. Rinciannya, 7 korban berasal dari Karangasem, 7 korban dari Manggis, dan 1 korban dari Bebandem.

Para korban menerima paket yang tidak pernah mereka pesan, namun tetap diminta melakukan pembayaran karena paket tersebut berstatus COD. Nilai pembayaran yang ditagihkan kepada korban berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp400 ribu.

Setelah paket dibuka, isi barang yang diterima korban tidak sesuai dengan nilai pembayaran, yakni hanya berupa barang murah seperti minuman soda.

Pelaku ditangkap di Seraya dan merupakan mantan karyawan salah satu perusahaan ekspedisi. Pelaku memanfaatkan data lama berupa nama dan alamat pelanggan yang diperoleh saat masih bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan data tersebut, pelaku membuat resi pengiriman palsu sehingga paket dapat dikirim kepada korban dengan sistem pembayaran COD.

Kasus ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Karangasem.

Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut saat ini berada di bawah Satreskrim Polres Karangasem.

“Untuk kasusnya sementara ditangani oleh Satreskrim Polres mengingat TKP-nya ada di wilayah Polsek Kota dan Polsek Manggis. Yang mengamankan terduga juga dari Satreskrim Polres,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026)

Sementara itu, melalui unggahan resmi di media sosial, Polres Karangasem juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan paket COD yang belakangan marak terjadi.

Masyarakat diminta memastikan terlebih dahulu bahwa paket yang diterima benar-benar dipesan oleh diri sendiri atau anggota keluarga sebelum melakukan pembayaran. Apabila menerima paket mencurigakan yang tidak pernah dipesan, masyarakat disarankan menolak paket tersebut guna menghindari menjadi korban penipuan.

Selain itu, masyarakat yang mengetahui atau mengalami kejadian serupa diimbau segera melaporkannya kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut. (Ami)

Strategi BI Mendorong Perluasan Inflasi Berbasis Rupiah Digital

Laporan Reporter: Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Dari acara bincang santai dengan media, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menegaskan soal semakin gencarnya melakukan sosialisasi serta edukasi dalam arah kebijakan moneter dan inflasi berbasis rupiah digital. 
Acara yang berlangsung di gedung BI Bali Jalan Tantular Denpasar, dirinya menyebutkan berbagai program tentang bagaimana BI mendorong perluasan QRIS hingga ke pelosok daerah dan menyentuh UMKM. Dimana apa yang disosialisasikan, kini telah mulai menyentuh sekuruh lapisan masyarakat. 
"Dari sejak tahun 2025, kita serentah telah mensosialisasikan sistem pembayaran rupiah digital atau QRIS. Dengan 'Program Jelajah Nusantara' sistem ini berhasil menyentuh keberbagai daerah," Ungkap Erwin Soeriadimadja kepada awak media. 
Bahkan untuk di Bali, lanjut Erwin, juga ada program yang diberinama Banjar Digital. Melalui program ini diharapkan bisa mensosialisasikan terkait transaksi digital. Sehingga kedepannya, bentuk pembayaran  apapun seperti iuran air desa, listrik atau 'Punia' yang dipungut sebagai iuran, pembayarannya bisa melalui sistem digital. 
"Melalui program banjar digital dalam mensosialisasi terkait transaksi digital. Bahkan program ini diberikan hadiah dengan dilombakan,"bebernya memastikan. 
Dengan giat tersebut, pihak BI masih tetap bertransformasi menjadi bank sentral digital untuk yang terdepan. Hal ini sebagaimana pantauan di lapangan, kini sudah banyak usaha kecil di plosok desa yang mulai menggunakan sistem pembayaran digital. 
Banyak hal diuntungkan oleh pembeli dalam melakukan transaksi digital. Karena melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah yang tertera. Dibandingkan bila membayar uang langsung, membutuhkan uang pecahan receh. Bahkan terkadang masih banyak toko modern yang memberikan kembalian uang receh dengan pengganti dalam bentuk permen.
Menariknya lagi, terpantau di lapangan dibeberapa Pura memberlakukan sistem QRIS untuk umat yang ingin berpunia. Sebagaimana terpantau di Pura Narmada Tanah Kilap, Denpasar Selatan.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved