-->

Rabu, 01 Juli 2026

TP PKK Denpasar Tampil Maksimal di Seluruh Lomba HKG PKK ke-54 Provinsi Bali

Ket. Foto : Sekretaris I TP PKK Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mendampingi Ketua TP. PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam kesempatan perlombaan rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, Rabu (1/7).

Denpasar , Bali Kini - Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar turut ambil bagian dalam seluruh cabang lomba pada rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, Rabu (1/7). Pembukaan perlombaan dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, dan dihadiri Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Sekretaris II TP. PKK Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari yang mendampingi kontingen Kota Denpasar.

Adapun cabang lomba yang diikuti meliputi Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan, serta Lomba Paduan Suara. Seluruh perlombaan diikuti perwakilan TP PKK dari sembilan kabupaten/kota se-Bali sebagai bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif. "Puncak peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali akan digelar pada 24 Juli 2026 di Ardha Candra dengan melibatkan sekitar 15.000 kader PKK dari seluruh Bali, sebelum mengikuti puncak peringatan tingkat nasional di Makassar," jelas Ny. Putri Koster. 

Lebih lanjut Ny. Putri Koster mengatakan, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi media untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan seni budaya Bali sesuai filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sementara Lomba Paduan Suara diharapkan mampu menumbuhkan keharmonisan, kekompakan, disiplin, dan karakter generasi muda yang berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun Lomba Memasak menjadi wadah mengasah kreativitas sekaligus mengedukasi pentingnya penyajian pangan lokal bergizi sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan percepatan terwujudnya Bali Zero Stunting.
Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. "Generasi muda diharapkan terus menjaga kesehatan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter," ujar Ny. Putri Koster.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh peserta yang mewakili Kota Denpasar. Pada ajang tersebut, Kota Denpasar diwakili oleh SMAN 4 Denpasar pada Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, SMKN 4 Denpasar pada Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan, serta tim perwakilan Kota Denpasar pada Lomba Paduan Suara.

Menurut Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, keikutsertaan dalam HKG PKK bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas kader dan generasi muda dalam mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga.

"Melalui ajang ini kami berharap para peserta dapat terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta saling bertukar pengalaman dengan peserta dari kabupaten/kota lain. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas sehingga nilai-nilai yang diperoleh dari setiap perlombaan dapat diterapkan dalam mendukung program pemberdayaan keluarga, pelestarian budaya, ketahanan pangan, serta peningkatan kesehatan masyarakat di Kota Denpasar," ujar Ayu Kristi Arya Wibawa.

Ayu Kristi berharap, semangat yang dibangun melalui HKG PKK ke-54 ini semakin memperkuat peran TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui kolaborasi serta semangat gotong royong. (Pur/humasdps)

Rayakan Kreativitas Generasi Muda Lewat Feel The Growth, D'Youth Fest 6.0 Siap Digelar 11-12 Juli

Ket. Foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri conferensi pers  D'Youth Fest 6.0 pada Rabu (1/7)

Jadi Festival Ramah Lingkungan, Dimeriahkan Hiburan Artis Lokal dan Nasional


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026. Mengusung tema "Feel The Growth", rangkaian festival yang telah berlangsung sejak Juni ini akan mencapai malam puncaknya pada 11–12 Juli 2026 dengan beragam kolaborasi lintas komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, hingga hiburan dari musisi lokal dan nasional. 


Festival ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus memperkuat identitas kreatif Kota Denpasar sebagai kota yang inklusif dan inovatif.



Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memberikan keterangan pada Rabu (1/7) mengatakan bahwa D'Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan utama pembangunan Kota Denpasar.


Lebih lanjut dijelaskan, tema besar Regrow yang diusung dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi yang sesungguhnya telah dimiliki masyarakat melalui pendekatan nguripang rasa. Konsep tersebut menekankan pentingnya membangun kembali rasa memiliki, kepedulian, serta keterhubungan masyarakat terhadap ruang, karya, budaya, dan ekosistem kreatif yang dimiliki. Dari proses tersebut diharapkan lahir pertumbuhan yang organik, berakar kuat, dan berkelanjutan.


Sementara itu, subtema Feel The Growth menjadi representasi dari fase ketika pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu dirasakan bersama oleh seluruh pelaku ekonomi kreatif, komunitas, maupun masyarakat. 

Melalui D'Youth Fest, semangat pertumbuhan diwujudkan dalam berbagai bentuk kolaborasi, keberanian berekspresi, serta terciptanya ruang yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif baru. Dengan demikian, pertumbuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang dipaksakan, melainkan hadir secara alami sebagai pengalaman kolektif yang memberi dampak nyata.


"D'Youth Fest merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya kreativitas, memperkuat kolaborasi antarkomunitas, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi kreatif agar semakin berkembang. Anak-anak muda Denpasar memiliki potensi luar biasa yang harus terus difasilitasi sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota di masa depan," ujar Arya Wibawa. 


Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryatiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra, menjelaskan bahwa malam puncak D'Youth Fest 6.0 akan menghadirkan berbagai atraksi unggulan yang memadukan seni tradisi, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik.


"Melalui D'Youth Fest kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Denpasar memiliki ruang yang sangat luas. Festival ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar. Tahun ini masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan yang lebih beragam dan kolaboratif," ujar Luh Putu Riyastiti.

Selain pertunjukan seni dan budaya, malam puncak D'Youth Fest juga akan dimeriahkan penampilan sederet musisi lokal dan nasional, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Festival ini juga menghadirkan sedikitnya 20 UMKM kuliner dan 5 food truck yang memberikan ruang promosi sekaligus memperkuat geliat ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival.

Secara keseluruhan, D'Youth Fest 6.0 menghadirkan rangkaian kegiatan kreatif yang berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026, meliputi Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak D'Youth Fest. 

Berbagai kegiatan tersebut melibatkan puluhan komunitas kreatif seperti HIPMI, HDII, Djamur, Inkdonesia Movement, ESI Denpasar, IAI, Cre, Agro, GBCI, Tekiber, Sanur Creative, Perseden, HIMSI, Eling Ring Pertiwi, Petani Muda Keren, Lowrider, dan Bali Screen Printing Community.


Melalui D'Youth Fest 6.0, Pemerintah Kota Denpasar berharap lahir semakin banyak ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, serta semangat kewirausahaan generasi muda.


"Festival ini sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan, menghadirkan karya yang berdampak, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan menuju Denpasar yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing," ujarnya.


Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan, selain menghadirkan ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah terintegrasi dilaksanakan selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.


“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari. (HumasDps/Eka)

HUT KE-80 BHAYANGKARI, POLRES KARANGASEM TEGASKAN KOMITMEN PELAYANAN PRIMA

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Karangasem pada Selasa (1/7/2026). Momentum peringatan tahun ini menjadi pengingat komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, menyampaikan bahwa Polri akan terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat diperlukan agar kinerja kepolisian semakin baik, sementara berbagai kekurangan yang masih ada akan terus dievaluasi dan diperbaiki.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi personel, Polres Karangasem juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah anggota berprestasi dari berbagai satuan fungsi, termasuk jajaran Reserse Kriminal, atas keberhasilan mengungkap sejumlah kasus dan capaian kinerja lainnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diawali dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mulai dari Turnamen Mobile Legends, Kapolres Badminton Cup, Kapolres Volleyball Cup, anjangsana, hingga kegiatan bakti sosial seperti bedah rumah.

Pada puncak peringatan, Polres Karangasem turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. (Ami)

HUT Emas PERUMDA Tirta Tohlangkir, Bupati Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Layanan Air Bersih


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Suasana penuh semangat dan rasa syukur mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PERUMDA Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem yang digelar pada Senin (29/6). Momentum emas perjalanan perusahaan daerah penyedia air minum tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, serta seluruh jajaran PERUMDA Tirta Tohlangkir.

Peringatan setengah abad perjalanan PERUMDA Tirta Tohlangkir menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selama lima dekade, perusahaan daerah ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Karangasem, mendukung kebutuhan rumah tangga, pelayanan publik, hingga pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran PERUMDA Tirta Tohlangkir yang selama ini terus berupaya menghadirkan pelayanan air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Karangasem. Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan daerah tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari kemampuannya menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal.

Bupati menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Karena itu, PERUMDA Tirta Tohlangkir memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air minum yang aman, layak, dan dapat diakses secara merata.

“Penyediaan air bersih adalah kebutuhan dasar sekaligus hak masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, saya berharap PERUMDA Tirta Tohlangkir terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Karangasem,” tegas Bupati.

Memasuki usia ke-50, Bupati mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan daerah akan semakin kompleks. Pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan air bersih, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut langkah-langkah strategis dan inovatif agar pelayanan tetap optimal.

Sejalan dengan semangat Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 yang mengusung tema “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa!”, Bupati mendorong PERUMDA Tirta Tohlangkir untuk terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelayanan maupun pengelolaan perusahaan. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat transparansi tata kelola, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan.

Selain transformasi digital, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga tiga aspek utama pelayanan air minum, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Ketiga aspek tersebut harus menjadi prioritas agar masyarakat memperoleh layanan air bersih yang memenuhi standar kesehatan, tersedia dalam jumlah yang cukup, serta dapat dinikmati secara berkesinambungan. Menurutnya, pelayanan prima hanya dapat terwujud apabila seluruh jajaran perusahaan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, serta membangun budaya kerja yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Momentum HUT ke-50 ini juga menjadi penguat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan PERUMDA Tirta Tohlangkir dalam mendukung pembangunan daerah. Ketersediaan layanan air bersih yang andal tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Karangasem.

Di usia emasnya, PERUMDA Tirta Tohlangkir diharapkan mampu terus berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di masa mendatang. Semangat inovasi, tata kelola yang transparan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan menjadi modal utama dalam mewujudkan perusahaan yang semakin maju dan terpercaya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Karangasem menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar PERUMDA Tirta Tohlangkir seraya berharap perusahaan daerah tersebut terus menjadi kebanggaan masyarakat Karangasem.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-50 PERUMDA Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem. Teruslah menjadi perusahaan daerah yang profesional, terpercaya, inovatif, dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Bersama-sama kita wujudkan Karangasem yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera melalui pelayanan publik yang berkualitas,” pungkas Bupati. (Ami)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Sanjaya Lantik Pimpinan Perumda Sanjayaning Singasana, Tekankan Peran Penggerak Ekonomi

Tabanan , Bali Kini  Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sehingga Perumda mampu dikelola secara profesional, sehat, dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tabanan tertanggal 15 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, I Gusti Made Arya Gunanta, S.E. resmi dilantik sebagai Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana, sementara Kadek Surya Prasetya Wiguna, S.E. dilantik sebagai Dewan Pengawas Independen Perumda Sanjayaning Singasana.

Acara pengambilan sumpah dan jabatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana, serta jajaran pegawai Perumda Sanjayaning Singasana.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan struktural, melainkan menjadi momentum memperkuat peran perusahaan daerah sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Menurutnya, keberadaan Perumda harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Ia menjelaskan, Perumda tidak boleh hanya dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan semata, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran perusahaan daerah juga harus mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi dengan didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan tata kelola yang profesional.

Hari ini bukan sekadar mengisi jabatan struktural. Perumda tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Perumda harus mampu menggerakkan sektor ekonomi dan dikelola oleh sumber daya manusia yang baik,ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa Perumda yang sehat adalah Perumda yang mampu menciptakan keuntungan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, manajemen perusahaan dituntut membangun sistem kerja yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil. Ia juga mendorong Perumda memiliki daya saing yang tinggi dengan membuka peluang bisnis baru, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), mendukung penyelenggaraan berbagai event dan festival, serta melakukan ekspansi usaha tidak hanya di tingkat Provinsi namun hingga ke tingkat nasional.

Menutup arahannya, Sanjaya mengajak seluruh jajaran Perumda Sanjayaning Singasana untuk menjadikan amanah tersebut sebagai motivasi dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Bangun semangat, etos kerja, dan budaya gotong royong. Saya percaya Perumda Sanjayaning Singasana akan mampu tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, profitable, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,pungkasnya. 

Kelompok Ternak Ubung Kaja Dapat Bantuan 11 Induk Sapi

Laporan Reporter: Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Dinas Pertanian Kota Denpasar menyalurkan bantuan 11 ekor induk sapi beserta 11 sak pakan konsentrat kepada Kelompok Beternak Sapi Gotong Royong di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (30/6). 
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat ketahanan pangan hewani sekaligus meningkatkan populasi ternak sapi di wilayah kota.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, mengatakan bantuan ini diharapkan menjadi stimulan bagi kelompok peternak untuk mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
"Bantuan induk sapi ini diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak sekaligus mendukung kesejahteraan peternak. Kami juga memberikan pakan konsentrat sebagai dukungan awal agar kondisi ternak tetap sehat dan produktif," ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga akan memberikan pendampingan teknis, melakukan pemantauan kesehatan ternak, serta pembinaan kepada kelompok penerima agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Suparmi juga mengimbau seluruh anggota kelompok untuk menjaga kesehatan ternak dengan menerapkan biosekuriti, memberikan pakan yang berkualitas, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung peningkatan populasi sapi secara berkelanjutan.
Program bantuan ternak ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat sektor peternakan berbasis kelompok masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan daerah, khususnya penyediaan protein hewani, semakin kuat sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak di Kota Denpasar.

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rakor Digitalisasi Bansos di 43 Daerah, 0

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Dukung Transformasi Penyaluran Program Perlindungan Sosial

Jakarta, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali dan 8 Kabupaten di Bali mengikuti Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI) ini di hadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. 

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian menjelaskan bahwa Kemendagri memperluas penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 43 kabupaten/kota. Langkah ini disiapkan sebagai fondasi menuju penerapan Government Technology (GovTech) secara nasional. ‎Dimana, piloting digitalisasi bantuan sosial ini sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi.

‎"Ini sebetulnya adalah ide dari beliau dalam rangka perluasan piloting digitalisasi bansos di 43 kabupaten kota," ujar Tito.

‎Menurutnya, perluasan program itu menjadi langkah awal dalam penyusunan peta jalan transformasi digital pemerintahan melalui GovTech. Keberhasilan implementasi di Banyuwangi menjadi dasar bagi pemerintah untuk mereplikasi sistem digitalisasi bantuan sosial ke daerah lain. Pemerintah menargetkan implementasi program digitalisasi perlindungan sosial di 43 kabupaten/kota sebagai tahap awal sebelum diperluas ke seluruh wilayah Indonesia.

‎"Dan ini adalah cikal bakal juga roadmap untuk menuju ke Government Technology, GovTech. Yang beberapa waktu lalu sudah dicobakan di Banyuwangi. Dan saya kira itu cukup sukses. Kesuksesan di Banyuwangi ini kemudian direplikasikan ke daerah-daerah lain," Imbuh Tito.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkomitmen bahwa Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh program digitalisasi bansos sebagai bagian dari transformasi digital nasional. Dimana, digitalisasi bukan hanya mengubah cara penyaluran bantuan, tetapi memastikan bantuan lebih tepat sasaran, transparan, cepat, dan akuntabel. Untuk itu Kota Denpasar siap menjadi daerah yang mendukung implementasi pemerintah digital.

“Kami memandang digitalisasi bansos sebagai fondasi menuju pelayanan publik yang lebih modern dan berbasis data," pungkasnya. (Ays/Prokopim.Dps).

Tekankan Pelayanan dengan Integritas, Sekda Denpasar Buka Sosialisasi Pencegahan Maladministrasi

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan publik yang berlandaskan integritas, kepastian, dan empati. Hal ini disampaikan saat membuka Sosialisasi bertema "Strategi Pencegahan Maladministrasi sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar" Yang dilaksanakan Bagian Organisasi Seketariat Pemerintah Kota Denpasar  di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (30/6).


Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali yang diwakili Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, I Nyoman Agus Santika, jajaran kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, para camat, kepala puskesmas, kepala sekolah, lurah, serta kepala desa se-Kota Denpasar.


Dalam sambutannya, Eddy Mulya mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat, mudah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga harus memberikan kepastian, keadilan, dan rasa percaya kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, seperti penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang, hingga lemahnya pengelolaan pengaduan, berpotensi menimbulkan maladministrasi. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui penguatan sistem pelayanan yang sesuai standar, responsif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

"Pencegahan maladministrasi dimulai dari komitmen untuk melayani dengan integritas, kepastian, dan empati. Memastikan setiap masyarakat yang datang percaya bahwa pemerintah hadir untuk melayani adalah tugas kita bersama. Pelayanan publik yang berkualitas bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari komitmen dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan," tegas Eddy Mulya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai instrumen penyelenggaraan pelayanan publik sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan misi pembangunan daerah, khususnya misi ketiga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan standar pelayanan, peningkatan partisipasi masyarakat, pembangunan budaya pelayanan, serta evaluasi kinerja secara berkelanjutan guna mendukung reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Saat ini, Pemerintah Kota Denpasar memiliki 101 unit penyelenggara pelayanan dengan total 1.256 jenis layanan. Untuk mencegah potensi maladministrasi, standar pelayanan terus diperkuat agar lebih jelas, terukur, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Partisipasi masyarakat juga ditingkatkan melalui forum konsultasi publik, survei kepuasan masyarakat, pengelolaan pengaduan, serta keterbukaan informasi layanan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Kota Denpasar secara konsisten meraih kategori Sangat Baik, dengan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 sebesar 92,29.

Selain itu, keberadaan aplikasi Denpasar Prama Sewaka sebagai platform layanan dan pengaduan terintegrasi semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan. Selama tahun 2025 hingga Triwulan I Tahun 2026, sebanyak 1.727 pengaduan masyarakat telah diterima dan seluruhnya berhasil ditindaklanjuti.


Eddy Mulya menambahkan, budaya pelayanan juga terus diperkuat melalui semangat Sewakadarma dengan motto "Melayani adalah Kewajiban". Nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang profesional, responsif, berintegritas, serta tidak diskriminatif. 


Pemerintah Kota Denpasar juga terus mengoptimalkan digitalisasi layanan, penyesuaian jam pelayanan pada periode tertentu, penyediaan layanan khusus, hingga layanan jemput bola agar pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat.


Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kota Denpasar berhasil meraih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dalam Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik oleh Ombudsman. Selain itu, pada evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik terhadap 17 lokus, Pemerintah Kota Denpasar memperoleh Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,80 dengan kategori Pelayanan Prima.


Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Denpasar, Luh Nyoman Endi Suari, mengatakan sosialisasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Ombudsman RI Perwakilan Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, memperkuat kepatuhan terhadap standar pelayanan, serta meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai bentuk-bentuk maladministrasi dan langkah-langkah pencegahannya.

Melalui kegiatan yang diikuti peserta secara luring maupun daring dari perangkat daerah, puskesmas, Perumda, desa, kelurahan, serta sekolah SD dan SMP se-Kota Denpasar ini diharapkan seluruh penyelenggara pelayanan publik semakin memahami potensi maladministrasi, mampu melakukan langkah-langkah pencegahan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Ayu/humas.dps)

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Bangli Pimpin Apel HARGANAS ke-33, Bacakan Amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga


BANGLI , BALI KINI - Pemerintah Kabupaten Bangli memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dengan menggelar apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bangli, Senin(29/6)26). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, yang pada kesempatan itu membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Apel diikuti oleh Wakil Bupati Bangli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, para pimpinan Perangkat Daerah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli.

Dalam amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dibacakan Bupati Bangli, disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Menteri menegaskan, di tengah dinamika global yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan berbagai tantangan baru atau dikenal dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga dituntut menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, moral, serta ketahanan mental generasi muda.

"Keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, sekaligus menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan," demikian kutipan amanat Menteri yang dibacakan Bupati Bangli.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki fase Bonus Demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kualitas sumber daya manusia dipersiapkan sejak dini melalui keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni peningkatan kesehatan keluarga melalui pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta pembangunan ketahanan mental agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan berintegritas.

Selain itu, amanat Menteri juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional, dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keseimbangan psikologis anak.

Di sisi lain, orang tua juga diimbau lebih bijak dalam mendampingi penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Pemanfaatan gawai harus diarahkan pada hal-hal yang produktif agar anak-anak tidak terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

Menteri juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, merupakan alarm penting yang harus dijawab dengan memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan anak.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33, seluruh masyarakat diajak untuk terus membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkarakter sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Usai pelaksanaan apel, Bupati Bangli SN Sedana Arta mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli agar terus bersinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi unggul, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi.

"Peringatan Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluarga yang kuat akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Bangli yang maju dan berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Sedana Arta.

Peringatan HARGANAS ke-33 di Kabupaten Bangli menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.

Susah Dapat Sekolah, Sejumlah Ortu Siswa Datangi Disdikpora Denpasar

Denpasar , Bali Kini  - Sejumlah orang tua siswa di Denpasar datangi Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Senin (29/6). Kedatangan mereka selain mengurus perpindahan sekolah, ada juga yang mengeluh terkait zona wilayah yang justru melewati jarak tempuh di tiga sekolah terdekat. 

Meskipun anak mereka telah diterima di SD Negeri, namun mereka protes karena sekolah yang didapat jauh dari rumah. Kebanyakan dari mereka lantaran pemilik KK luar Denpasar. Salah satunya, Ketut Ratminiasih mengaku anaknya mendapat SD di SDN 28 Dangin Puri, sementara ia tinggal di Peguyangan. 

"Saya KK Jawa, luar Bali tinggal di Peguyangan, tapi dapatnya di Dangin Puri, jauh sekali. Anak saya harus sekolah dengan jarak tempuh yang jauh," Ungkapnya. 

Anaknya mendaftar di SDN 8 Peguyangan, SDN 1 Peguyangan, dan SDN 3 Peguyangan. Dari tiga tempatnya mendaftar, semuanya tidak dapat dan mendapat di sekolah yang yang justru tidak didaftarkan oleh anaknya. 

Sejumlah keluhan yang sama juga dilontarkan oleh para orang tua siswa yang mendatangi posko pelayanan di Dikdispora Denpasar. Terkait hal itu, Kabid SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan SPMB SD di Kota Denpasar sudah mengacu kepada juknis yang telah ditentukan oleh pemerintah kota. 

"Sistem secara otomatis menempatkan berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah yang memungkinkan untuk kuotanya diisi," Terang Suriawan, dihadapan orang tua siswa yang memohon dalam pengaduan. 

Dijelaskannya bahwa juknis sudah mematok bahwa satu  rombongan belajar itu terdiri dari 32 orang calon siswa baru. Untuk urutan seleksinya, memprioritaskan KK Denpasar dengan urutan pertama yakni banjar pendukung di sekolah itu. 

"Prioritas kedua, cakupannya lebih luas, memprioritaskan di desa di mana sekolah itu berada. Dan prioritas tiga ini baru cakupannya lebih luas yakni KK Denpasar secara umum baik itu semua kecamatan, seleksinya berdasarkan umur," tambahnya.

Ia juga menyebut ada sekolah-sekolah tertentu yang memang beririsan, sehingga bisa saja pendaftar dari Kecamatan Kecamatan Denpasar Utara diterima di Kecamatan Denpasar Timur. Setelah KK Denpasar, jika ada sisa kuota, dilanjutkan dengan seleksi bagi yang ber KK Provinsi Bali. 

Dan, terakhir barulah untuk KK luar Bali jika masih ada kuota. Suriawan menambahkan, orang tua siswa yang datang kebanyakan anak mereka tidak diterima di tiga pilihan sekolahnya, tetapi ditempatkan di sekolah yang memungkinkan kuotanya terisi. 

"Mendaftar sekolah di wilayah Pemogan, tapi sekolah itu sudah penuh, maka sistem akan mengarahkan ke sekolah terdekat yang masih ada kuota. Bisa saja ke Serangan atau Dangin Puri Kauh," ungkapnya. 

Dari data sebanyak 9.431 siswa mendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SD di Kota Denpasar. Pengumuman kelulusan dilakukan hari ini, Senin, 29 Juni 2029. Dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 93 orang dipastikan gugur. Hal ini jika dilihat dari daya tampung yang tersedia untuk SPMB SD tahun 2026 ini sebanyak 9.248 siswa.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved