Laporan Reporter : Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Sempadan sungai di kawasan pertokoan Jalan Sulawesi, jadi perhatian khusus untuk dilakukan penataan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Mengingat saat kejadian banjir terdapat beberapa bangunan toko yang ada di pinggir Tukad Badung roboh diterjang arus sungai.
Saat rapat dengan kesemua pemilik ruko, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menegaskan akan menggeser sederetan ruko sejauh tiga meter dari sungai. Bahkan menurutnya, pembongkaran pun akan dilakukan secara mandiri. "Untuk Jalan Sulawesi dari hasil rapat, bersama 38 pemilik ruko yang siap membongkar sendiri dan mundur tiga meter," kata Jaya Negara,
Semua pemilik toko telah melakukan penandatanganan kesepakatan, pihaknya menargetkan penataan ini sudah bisa dilakukan mulai tahun 2026. "Tentu akan dilaksanakan tahun 2026, karena untuk fasilitas pendukung baru ada anggaran di 2026," imbuhnya.
Sebagai kompensasi, Pemkot akan membuatkan taman dan ditanami pepohonan di depannya. Untuk kompensasinya kami akan membuatkan taman di depannya, jalan yang bagusbserta nanti akan ditata. Agar memiliki value, bersamaan dengan penataan kawasan jalan Sulawesi yang dijadikan pusat kuliner malam," Planningnya.
Pemkot juga akan membuat beberapa kegiatan di tempat itu, pihaknya masih mengkaji terkait keberadaan Hotel Raya. Mengingat, hotel tersebut meskipun melanggar sempadan namun memiliki izin.
"Memang secara jujur kami masih mengkaji Hotel Raya. Karena Hotel Raya itu ada izinnya, padahal dia secara aturan melanggar sempadan. kami kaji biar tidak salah, karena sudah keluar izinnya lama sekali," demikian Jaya Negara.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram