Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini– Kasus rabies di Kabupaten Karangasem kembali menelan korban jiwa. Seorang Anak berusia 8 tahun asal Desa Labasari, Kecamatan Abang, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (7/1/2026) setelah terpapar rabies akibat gigitan anjing yang tidak segera ditangani secara medis.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban memiliki riwayat digigit anak anjing (konyong) sekitar dua bulan lalu, namun tidak pernah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan luka maupun suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Korban hanya dirawat sendiri di rumah. Tidak ada penanganan medis sejak awal. Ini yang menjadi faktor utama,” tegas Putra Pertama saat ditemui di ruang kerjanya.
Beberapa minggu sebelum meninggal, kondisi korban mulai memburuk. Gejala khas rabies seperti takut air (hidrofobia) dan sensitif terhadap cahaya mulai muncul. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Abang dan dirujuk ke RSUD Karangasem, namun nyawanya tidak tertolong meski telah mendapat perawatan intensif.
Pasca kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Karangasem langsung melakukan penelusuran lapangan untuk memastikan tidak ada warga lain yang juga tergigit anjing yang sama.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 8.000 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Karangasem. Angka tertinggi terjadi pada Juli dengan 850 kasus, disusul Juni 808 kasus dan Agustus 762 kasus. Pada Desember 2025 saja, tercatat 659 kasus gigitan.
“Rata-rata ada 22 sampai 25 kasus gigitan per hari. Ini masih sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kasus HPR positif rabies mengalami peningkatan, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan. Sepanjang 2025, tercatat tiga warga meninggal akibat rabies di Kecamatan Kubu, Manggis, dan Desa Seraya. Sementara pada awal Januari 2026 ini, satu korban jiwa kembali tercatat.
Di tengah tingginya kasus, ketersediaan VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) untuk manusia diakui masih terbatas. Namun, Dinas Kesehatan Karangasem baru menerima dukungan 1.000 dosis VAR dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Putra Pertama kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gigitan anjing, sekecil apa pun lukanya.
“Kalau tergigit HPR, jangan tunggu gejala. Langsung ke Rabies Centre di Puskesmas atau faskes terdekat. Rabies itu fatal, tapi bisa dicegah,” tegasnya. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram