Karangasem, Bali Kini – Jalan penghubung Banjar Galih–Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, yang juga berfungsi sebagai jalur evakuasi Gunung Agung, hingga kini masih terputus dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Wayan Tantra, salah seorang warga Banjar Untalan, mengatakan jalan tersebut telah putus hampir 15 tahun lamanya. Jalan itu merupakan milik Kabupaten namun sejak rusak akibat terjangan lahar, belum pernah dilakukan perbaikan permanen.
“Empat hari lalu hujan deras, langsung banjir. Jalan sama sekali tidak bisa dilewati selama 3 sampai 4 jam,” ujar Wayan Tantra.
Akibat kondisi tersebut, satu banjar dengan sekitar 95 kepala keluarga sempat terisolasi. Warga terpaksa menunggu air surut agar bisa melintas, karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (13/1/2026) kondisi jalan terlihat porak-poranda. Struktur jalan rusak parah dan tidak memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas dengan aman. Saat hujan turun, aliran air membawa material kembali menutup badan jalan.
Wayan Tantra menambahkan, sejak jalan tersebut putus, tidak pernah ada perbaikan berarti. Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan sebagai solusi permanen agar akses transportasi dan jalur evakuasi dapat kembali difungsikan.
“Kami berharap ada jembatan untuk akses sehari-hari, utamanya saat hujan, apalagi ini merupakan jalur evakuasi kalau Gunung Agung kembali aktif,” tegasnya.
Jalan putus tersebut berlokasi di Banjar Untalan, Kecamatan Bebandem. Hingga kini, warga masih harus bergantung pada kondisi cuaca dan menunggu berjam-jam setiap kali hujan deras turun. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram