-->

Selasa, 13 Januari 2026

Lebih 300 Pasien Terlantar Ditangani RSUD Wangaya, Umumnya Asal NTT

Lebih 300 Pasien Terlantar Ditangani RSUD Wangaya, Umumnya Asal NTT

Laporan Reporter: Jero Ari
Denpasar , Bali Kini  - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya menangani tiga pasien terlantar pada awal tahun 2026 ini. Dua diantaranya sudah diserahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar dan satu  pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan di kuburan Islam,  Selasa (13/01).
Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, Anak Agung Ayu Dewi Purnami, SST saat ditemui mengatakan, dari tiga pasien tersebut dua diantaranya yakni JU (55) dan AH (54) sudah masuk kemari sejak Desember 2025 dan satu lagi SA (51) baru masuk per Januari 2026. 
Lebih lanjut dikatakannya, untuk dua pasien yang masa pemulihan sudah diserahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar. AH yang sudah diketahui identitas dan keluarganya akan dipulangkan ke Jakarta dan sudah dikonfirmasi kepada keluarga siap akan menerima dan mengirimkan tiket. 
Sementara JU belum diketahui keberadaan keluarganya sehingga akan dititip sementara ke yayasan. Mengenai pembiayaan ketiga pasien ini, Agung Purnami mengatakan, dua pasien yang dalam masa penyembuhan memiliki BPJS Kesehatan aktif. 
Dengan itu semua biaya pelayanan sudah dicover oleh BPJS. "Hanya untuk yang pasien meninggal tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga ditanggung negara," akunya. 
Sementara, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar A.A Ayu Diah Kurniawati mengatakan, pasien yang meninggal indentitasnya tidak diketahui walau telah meminta bantuan Disdukcapil Denpasar guna mencari datanya. 
"Atas bantuan Disdukcapil yang sudah cek iris mata, tidak juga diketahui identitasnya, sehingga kita putuskan untuk sementara kita makamkan dulu di pemakaman Islam," ujarnya. 
Dikatakannya, untuk pasien yang akhirnya meninggal tersebut sebelumnya ditemukan di jalanan oleh Pusdalop yang selanjutnya dirujuk ke RSUD Wangaya. Pasien meninggal karena mengalami hernia.
Dua pasien yang dalam masa pemulihan, yakni JU mendapat perawatan karena patah tulang yang diderita. Sementara AH menghidap penyakit TBC dan Diabetes. Dinas sosial akan memfasilitasi terkait pemulangan orang terlantar ini yang sebelumnya sudah bisa diajak berkomunikasi ini. Diungkapnya untuk tahun 2025 keberadaan pasien terlantar di Denpasar yang bekerjasama dengan RSUD Wangaya dan Dinsos Denpasar lebih kurang 300 an pasien yang ditangani, dan untuk di tahun 2026 baru ada tiga orang. Data 2025, sejumlah pasien terlantar yang di pulangkan banyak asal Kupang NTT, NTB hingga Medan serta sampai Aceh

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved