Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
KARANGASEM, Bali Kini — Wabah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang merebak di Kabupaten Jembrana menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran ke wilayah lain di Bali, termasuk Kabupaten Karangasem.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di wilayah Karangasem.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, mengatakan pihaknya berharap penyakit tersebut tidak pernah terjadi di Karangasem.
“Sampai saat ini kami belum menemukan adanya kasus LSD di Kabupaten Karangasem. Harapan kami tentu penyakit ini tidak masuk ke wilayah Karangasem,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, dinas pertanian, pangan dan perikanan melalui bidang kesehatan hewan telah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui penyemprotan untuk menekan penyebaran media pembawa penyakit, dengan melakukan penyemprotan disinfektan Di beberapa lokasi, termasuk mencegah lalat yang berpotensi menjadi vektor penularan LSD.
Selain itu, pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan para peternak di Karangasem agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara menyeluruh.
“Rekan-rekan kami di lapangan sudah melakukan antisipasi, termasuk penyemprotan dan koordinasi dengan peternak, agar jika ada potensi bisa segera diatasi secara umum,” tambahnya.
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem mengimbau para peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala mencurigakan pada ternak, guna mencegah penyebaran penyakit sejak dini. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram