Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini – Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memeriahkan Pawai Ogoh-Ogoh tingkat Kabupaten Karangasem dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang digelar di Jalan Veteran menuju GOR Gunung Agung, Jumat (12/3/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Karangasem ini diikuti lebih dari 3.000 peserta yang terdiri dari anak-anak PAUD, guru, serta orang tua pendamping. Sebanyak 38 ogoh-ogoh ditampilkan dalam pawai yang berlangsung meriah dengan berbagai tema.
Bupati Karangasem bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah undangan turut hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Turut hadir pula Bunda PAUD Karangasem bersama jajaran IGTKI yang memberikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya sejak usia dini.
Penampilan para anak PAUD terlihat memukau saat menampilkan ogoh-ogoh yang dibuat melalui kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Setiap kelompok menampilkan fragmen tari serta atraksi kreatif di depan panggung utama, menambah semarak jalannya pawai.
Pawai dimulai dari titik kumpul di Jalur 11 (Jalan Veteran) dan berakhir di GOR Gunung Agung. Dalam pelaksanaannya, setiap lembaga PAUD diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan display di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan.
Kegiatan ini mengusung tema “Raksateng Kumara Ngerakse Budaya Ngelimbakang Karangasem AGUNG”, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya Bali sekaligus pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini.
Ketua IGTKI Kabupaten Karangasem, Dewa Ayu Anom Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut penting bagi anak-anak PAUD agar memahami makna ogoh-ogoh serta mengenal proses pembuatannya sejak dini.
“Penting bagi anak-anak PAUD untuk mengetahui makna ogoh-ogoh dan bagaimana proses pembuatannya. Dengan begitu mereka tidak hanya melihat, tetapi juga belajar memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa kegiatan pawai ogoh-ogoh ini merupakan bentuk inovasi dalam dunia pendidikan anak usia dini di Karangasem.
Menurutnya, selain menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi, kegiatan ini juga bertujuan mendidik generasi muda Karangasem agar mengenal dan melestarikan budaya sejak usia dini.
“Pembuatan ogoh-ogoh ini merupakan inovasi dari PAUD. Selain merayakan Hari Raya Nyepi, kegiatan ini juga mendidik generasi muda Karangasem tentang bagaimana melestarikan budaya mereka,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para orang tua yang turut hadir dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan orang tua yang turut serta hadir mendampingi anak-anak mereka. Ini menjadi bagian dari proses mengenalkan budaya ogoh-ogoh sekaligus mendidik anak-anak sejak dini,” tambahnya.
Ke depan, Bupati berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan tempat khusus sehingga pelaksanaannya dapat lebih tertata dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya Bali, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong kepada anak-anak, guru, serta orang tua dalam menyambut Hari Raya Nyepi.
Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram