Laporan Reporter : Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Hari Banyu Pinaruh adalah ritual penyucian diri umat Hindu di Bali yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati dengan melakukan melukat (mandi) di sumber air suci atau laut, Minggu (5/4). Pantai Sanur jadi tujuan utama umat warga Denpasar dengan ritual ini bermakna memohon pembersihan diri.
Beberapa tempat yang sering digunakan untuk melukat saat Banyu Pinaruh meliputi Pantai Padanggala dan Pantai Mertasari yang jadi lautan manusia saat Banyu Pinaruh ini. Pengunjung, termasuk keluarga, melakukan persembahyangan dan mandi untuk membersihkan diri.
Salah satu pengunjung asal Panjer datang bersama istri dan anak mengaku selain melaksanakan Banyu Pinaruh juga berwisata di Pantai Sanur. "Sarana yang kami bawa cuma canang sesari dan Canang Saraswati yang kita larung. Kami datang ke Pantai Sanur sejak pagi sekitar jam delapan tadi," ujar Yadi di Pantai Sanur.
Suasana Pantai Sanur yang cukup panas pagi ini menambah semangat warga menikmati mandi dilaut, termasuk Sudaji dan keluarga menggelar prosesi Banyu Pinaruh. Menurutnya, dalam melakukan Banyu Pinaruh, sarana upacara yang digunakan cukup sederhana, seperti canang sari hingga dupa. Sebab, bagi dia hal itu merupakan kewajiban yang dilakukan seusai persembahyangan Hari Raya Saraswati.
Suasana bagaikan lautan manusia di Pantai Sanur, tampak juga penyewaan pelampung ramai berjejer yang disukai pengunjung anak anak. Dengan 15 ribu rupiah penyewaan pelampung bentuk bebek maupun lainnya laris manis dibandingkan hari libur biasanya. Dagang lumpia pun tampak ada disetiap sudut pantai, juga ramai dikunjungi pengunjung. Biasanya habis mandi di laut terasa lapar.
Para pengelola kawasan Sanur menghimbau, kepada para pengunjung maupun para pedagang pun telah dihimbau agar tak membuang sampah atau meninggalkan sampah di Pantai. Bagi pedagang yang tahu ada sampah yang ditinggal pengunjung untuk segera mengambilnya, terutama sampah plastik agar diambil dan dikumpul ditempat sampah khusus.
Himbauan ini guna menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik yang kerap ditinggal pengunjung walau telah ada sejumlah tempat sampah yang tersedia. Sementara untuk sampah canang yang ada di pantai nantinya akan dikelola sebagai sampah organik, dimasukan ke Tebe Modern atau di buang ke TPS3R setempat untuk diolah sebagai kompos
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram