Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Gede Mulyawan Arya atau De Gadjah, turut ngayah dengan mengikuti tradisi Geret Pandan yang digelar masyarakat Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (3/7/2026).
De Gadjah turun langsung ke arena untuk ngayah bersama peserta lainnya. Dengan penuh semangat, ia mengikuti prosesi “Megeret Pandan” sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Geret Pandan merupakan ritual sakral masyarakat Desa Adat Tenganan Dauh Tukad sebagai simbol penghormatan kepada Dewa Indra. Selain menjadi tradisi adat, ritual ini juga dimaknai sebagai simbol keberanian, kebersamaan, dan proses pendewasaan menurut adat setempat.
Dalam pelaksanaannya, dua peserta bertarung menggunakan senjata daun pandan berduri yang digoreskan ke punggung lawan hingga menimbulkan luka. Meski berlangsung penuh semangat dan emosi, ritual ini tidak dilandasi rasa permusuhan. Sebaliknya, semangat persaudaraan tetap dijunjung tinggi sebagai nilai utama yang diwariskan oleh leluhur.
De Gadjah mengatakan keikutsertaannya dalam Geret Pandan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Bali. Menurutnya, tradisi tidak cukup hanya diketahui melalui cerita, tetapi juga perlu dirasakan secara langsung agar makna dan nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami.
I Gede Mulyawan Arya (De Gadjah), Ketua DPD Partai Gerindra Bali
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan tradisi ini. Saya ikut turun supaya bisa ikut melaksanakan dan merasakan langsung tradisi ini, bukan hanya mendengar dari cerita. Harapan kami, Geret Pandan semakin dikenal hingga ke kancah internasional. Yang menarik dari tradisi ini, peserta bisa merasakan emosi saat saling menggeret, tetapi tidak ada dendam. Ada aura emosi, namun semuanya tetap dijalankan dengan kepala dingin dan penuh persaudaraan.”
Sementara itu, Kelian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Wayan Tisna, mengapresiasi kehadiran dan keterlibatan De Gadjah dalam tradisi Geret Pandan. Menurutnya, De Gadjah tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi secara konsisten ikut ngayah dan mendukung pelestarian tradisi setiap tahunnya.
Wayan Tisna, Kelian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, mengatakan “Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak De Gadjah dalam melestarikan tradisi Geret Pandan. Beliau sangat humble dan luar biasa. Setiap tahun selalu hadir mendukung, bahkan ikut ngayah turun langsung mengikuti Geret Pandan bersama masyarakat. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk menjaga kelestarian tradisi leluhur.”tandasnya. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram