Denpasar , Bali Kini - Dinas Kesehatan Kota Denpasar mencatat 10 kasus Influenza A sepanjang Januari hingga September 2026. Seluruh pasien yang terkonfirmasi positif dilaporkan telah sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Untuk saat ini, Dinas Kesehatan Kota Denpasar hanya sebatas melakukan pemantauan.
Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr.AA Ayu Chandrawati, pemantauan Influenza A dilakukan melalui surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dan Influenza Like Illness (ILI). “Jadii jumlah kasus Influenza A di Kota Denpasar periode Januari sampai September 2026 tercatat sebanyak 10 kasus,” kata dr.Chandrawati,
Dalam pelaksanaan surveilans SARI, RSUD Wangaya ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel pemeriksaan SARI di Bali. Sementara pemeriksaan sentinel ILI dilakukan di UPTD Puskesmas I Kecamatan Denpasar Selatan.
Penunjukan kedua fasilitas kesehatan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI sejak Oktober 2020. Setiap kasus SARI yang ditemukan di RSUD Wangaya maupun kasus ILI di Puskesmas I Denpasar Selatan dilakukan pengambilan spesimen untuk selanjutnya diperiksa menggunakan metode PCR.
Spesimen tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium Rujukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pelaporan kasus ILI dan SARI dilakukan melalui sistem pelaporan yang telah ditetapkan, termasuk Bitly dan aplikasi NAR.
Berdasarkan data Januari hingga September 2026, RSUD Wangaya mencatat 82 kasus SARI. Seluruh kasus tersebut menjalani pengambilan spesimen dan pemeriksaan PCR.
Dari 82 spesimen yang diperiksa, sebanyak 75 hasil pemeriksaan telah diterima, sedangkan tujuh spesimen masih menunggu hasil.
Dari 75 spesimen tersebut, enam dinyatakan positif Influenza A dan 69 lainnya negatif. Sementara itu, surveilans ILI di UPTD Puskesmas I Kecamatan Denpasar Selatan mencatat 30 kasus pada periode yang sama. Dari 30 spesimen yang dikirim ke BBLK Surabaya, 28 hasil pemeriksaan telah keluar dan dua spesimen masih menunggu hasil.
Dari 28 spesimen yang telah diperiksa, empat dinyatakan positif Influenza A, sedangkan 24 lainnya negatif.
Dengan demikian, total kasus Influenza A yang terkonfirmasi melalui surveilans SARI dan ILI di Kota Denpasar mencapai 10 kasus.
Chandrawati menegaskan, seluruh pasien yang dinyatakan positif Influenza A, baik yang teridentifikasi melalui surveilans SARI di RSUD Wangaya maupun surveilans ILI di Puskesmas I Denpasar Selatan, telah dinyatakan sembuh.
“Seluruh pasien yang dinyatakan positif Influenza A, baik yang ditemukan melalui surveilans SARI di RSUD Wangaya maupun surveilans ILI di Puskesmas I Denpasar Selatan, telah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Secara umum, Influenza A dapat menimbulkan sejumlah gejala, antara lain demam yang muncul secara tiba-tiba, batuk yang umumnya berupa batuk kering, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, serta rasa lemas atau malaise.
Pihaknya menghimbau masyarakat yang mengalami batuk, pilek, atau gejala influenza untuk menggunakan masker, terutama ketika berada di ruang publik atau saat berinteraksi dengan orang lain.
Masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. "Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku," Tegasnya.
Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, istirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain juga dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan. Sirkulasi udara di dalam ruangan perlu diperhatikan dengan membuka jendela serta menghindari ruangan tertutup yang padat.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Denpasar terus memperkuat pemantauan terhadap tren kasus ILI dan SARI melalui jejaring surveilans serta fasilitas pelayanan kesehatan. Apabila ditemukan peningkatan kasus yang tidak biasa, akan dilakukan analisis epidemiologi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Puskesmas dan rumah sakit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan, khususnya mereka yang termasuk kelompok berisiko. “Informasi mengenai Influenza A kepada masyarakat juga perlu disampaikan secara jelas, agar masyarakat memahami langkah pencegahan tanpa menimbulkan kepanikan,” demikian dr.Chandrawati.(jro)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram