-->

Senin, 11 Mei 2026

Jelang Idul Kurban, Kesehatan Sapi di Karangasem Dipantau Ketat, Vaksinasi Capai 14.400

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamias 

Karangasem,  Bali Kini - Menjelang Idul Adha, kesehatan hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Karangasem mulai dipersiapkan secara masif guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Karangasem saat ini mencapai 78.415 ekor.

Dari jumlah tersebut, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku terus digencarkan oleh petugas kesehatan hewan. Hingga saat ini capaian vaksinasi PMK di Karangasem telah mencapai sekitar 14.400 dosis dan menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Bali.

“Puskeswan kami sudah bergerak secara rutin setiap hari untuk melaksanakan vaksinasi guna mencegah penyakit, utamanya PMK. Pemantauan kesehatan juga dilakukan pada pasar hewan kaitannya dengan jual beli hewan menjelang Hari Raya Idul Kurban,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Selain vaksinasi, pengawasan terhadap sapi betina produktif juga terus diperketat. Hal tersebut dilakukan sesuai peraturan daerah yang melarang pemotongan sapi betina produktif demi menjaga keberlangsungan populasi dan ketahanan ternak di Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, sapi betina produktif memiliki peran penting dalam pengembangbiakan sehingga keberadaannya harus dilindungi agar populasi sapi tetap stabil dan peternak tidak mengalami kerugian jangka panjang.

Masyarakat dan peternak juga diimbau untuk menjaga sanitasi kandang serta rutin memperhatikan kebersihan lingkungan ternak guna meminimalisir penyebaran penyakit. Selain itu, peternak diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya agar dapat segera ditangani. (Ami)

Unwar Resmi Buka Prodi S1 Fisioterapi


Denpasar – Bali Kini - Rektor Universitas Warmadewa menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Fisioterapi yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII di Ruang Rapat Pimpinan Universitas Warmadewa, Senin (11/05/2026). Dengan diterimanya SK tersebut, Universitas Warmadewa juga secara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) untuk Program Studi S1 Fisioterapi.

Penyerahan SK tersebut turut disaksikan oleh Wakil Rektor BARPM Unwar, Dekan FKIK Unwar, Ketua Program Studi Fisioterapi Unwar, serta dosen fisioterapi Universitas Warmadewa. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan SK Nomenklatur Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Warmadewa.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Unwar dr. Tanjung Subrata, M.Repro, AIFO-K menjelaskan bahwa Prodi S1 Fisioterapi Unwar hadir dengan konsep dan keunggulan yang berbeda dibandingkan program studi sejenis di Bali. Ia mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar karena Prodi Fisioterapi Unwar merupakan program studi fisioterapi kelima di Bali sekaligus yang paling muda.
Menurutnya, keunggulan utama yang diusung adalah konsep anti-aging dan fitness fisioterapi yang saat ini berkembang pesat di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran. “Dari awal kami menyampaikan bahwa yang akan dikedepankan adalah keunggulannya,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat tujuh poin utama yang menjadi penguatan kurikulum, yakni anti-aging physiotherapy, fitness assessment, resistance training, corrective exercise, functional training, therapeutic exercise programs, serta pengembangan keterampilan kebugaran berbasis fisioterapi.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal sebagai sarjana fisioterapi, tetapi juga mendapatkan keterampilan tambahan di bidang kebugaran profesional berbasis evidence based. Ia menilai industri fitness di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan formal di bidang kebugaran. “Selama ini yang ada hanya pelatihan singkat dan sertifikasi personal trainer. Padahal tanggung jawab seorang trainer sangat besar,” ungkapnya.
Karena itu, Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa diyakini mampu menjadi salah satu pelopor pendidikan formal berbasis fitness dan kebugaran di Indonesia dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan dasar ilmu kesehatan yang kuat. Selain memahami latihan kebugaran, lulusan Prodi S1 Fisioterapi nantinya juga dibekali kemampuan dasar kesehatan dan pertolongan pertama untuk menangani kondisi darurat saat aktivitas kebugaran berlangsung.

Sementara itu, Dekan FKIK Unwar dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua., menyampaikan bahwa pembukaan Prodi S1 Fisioterapi menjadi langkah penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Menurutnya, kehadiran Prodi Fisioterapi akhirnya melengkapi identitas FKIK yang selama hampir 18 tahun belum memiliki program studi yang secara khusus merepresentasikan bidang ilmu kesehatan.
“Pembukaan Prodi baru ini menjawab nama dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setelah hampir 18 tahun, akhirnya FKIK memiliki program studi yang benar-benar mencerminkan bidang ilmu kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga fisioterapi akan terus meningkat karena layanan fisioterapi menjadi bagian penting dan wajib tersedia di rumah sakit. Selain itu, peluang lulusan fisioterapi di sektor wellness dan kebugaran juga dinilai sangat besar, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata dunia. “Kedepannya saya yakin pusat-pusat wellness juga akan sangat memerlukan lulusan fisioterapi,” tambahnya.

Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terbitnya izin pembukaan Prodi S1 Fisioterapi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Atas nama Rektor Universitas Warmadewa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas izin yang telah dikeluarkan kementerian terhadap usulan Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa,” ujarnya.
Dengan hadirnya Prodi S1 Fisioterapi, FKIK Universitas Warmadewa kini membawahi tiga program studi, yakni Program Studi Kedokteran, Program Profesi Dokter, dan Program Studi Fisioterapi.

Rektor menjelaskan bahwa Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa dirancang memiliki karakteristik khusus yang selaras dengan identitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Program studi ini nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mengembangkan konsep fisioterapi berbasis healing dan yoga.
“Prodi Fisioterapi ini nantinya menyediakan sarana healing dan yoga sebagai bagian dari kelengkapan pembelajaran. Ini akan menjadi kekhasan dari Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa,” jelasnya. Selain itu, Prodi Fisioterapi juga diproyeksikan menjadi program studi berstandar internasional dengan berbagai moda pembelajaran berbasis healing dan yoga yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan bersertifikat internasional.
Sebagai penunjang pembelajaran, Prodi ini juga akan dilengkapi fasilitas gym, terapi, dan massage therapy sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.
Menutup pernyataannya, Rektor berharap Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa dapat berkembang menjadi ikon baru Universitas Warmadewa di bidang pendidikan kesehatan dan wisata kesehatan berbasis budaya Bali.
“Sekali lagi selamat dan sukses, semoga Prodi Fisioterapi ini ke depan menjadi ikon Universitas Warmadewa,” pungkasnya.(Rls/*)

Sabtu, 09 Mei 2026

Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Kabupaten Jembrana : Bupati Kembang Tekankan Kekompakan dan Jaga Akar Budaya

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Jembrana yang digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan persaudaraan (pasemetonan) serta evaluasi program kerja organisasi ke depan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Bupati Jembrana menyampaikan rasa bangganya dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Pasek. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar pasemetonan Pasek.
"Jangan bangga kalau kita Semeton Pasek adalah pesemetonan terbesar di Jembrana, yang terpenting adalah kualitas pesemetonan ini, bagaimana bisa lebih saling menguatkan, saling tolong menolong" ujar Bupati Kembang. 

​Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya peran MGPSSR dalam menghadapi tantangan zaman, terutama bagi generasi muda. Ia berpesan agar anak muda Bali tetap modern namun tidak tercerabut dari akar budayanya. Ia juga mengapresiasi kontribusi semeton Pasek di Jembrana yang telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pemerintahan, sebagai modal membangun daerah.
​Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MGPSSR Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang sekaligus membuka secara resmi gelaran Loka Sabha tersebut. Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas organisasi untuk mencapai visi dan program yang telah dicanangkan.
​Ia memberikan motivasi yang kuat mengenai arti sebuah persatuan dalam perjuangan organisasi.
"Kita harus bersatu. Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan kita telah berhasil. Namun, jika tidak bersatu, maka setengah perjuangan kita sudah gagal," tegas Giri Prasta.

​Loka Sabha Madya VIII ini kembali terpilih I Made Sudiada sebagai ketua MGPSSR Kabupaten Jembrana yang diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan kepengurusan yang solid untuk membawa MGPSSR Kabupaten Jembrana semakin bermanfaat bagi masyarakat luas dan tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur menyama braya.
​Hadir dalam acara tersebut para Sulinggih, Penglingsir, tokoh-tokoh Pasek, jajaran pengurus MGPSSR tingkat provinsi dan kabupaten, serta semeton Pasek se-Kabupaten Jembrana.(*)

Bupati Klungkung Hadiri Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Trah Arya Kuthawaringin

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri upacara Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin (Patra Arya Kuthawaringin) Masa Bhakti 2025-2030 yang digelar di Bale Paseban Jeroan Gede Bindu, Abiansemal, Badung, pada Sabtu (9/5/2026).

Acara yang berlangsung khidmat merupakan momentum penting bagi penguatan struktur organisasi pasemetonan dalam menjalankan pengabdian selama lima tahun ke depan. Kehadiran Bupati I Made Satria menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian nilai-nilai tradisi dan persaudaraan (pasemetonan) di Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan baru. Beliau berharap agar para pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan semangat Ksatria Satya Kesama Mahottama.

"Semoga dengan pengukuhan ini, Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin semakin solid dan terus berkontribusi positif, tidak hanya bagi internal keluarga besar trah, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan daerah di Bali," ujar Bupati Satria di sela-sela acara.

Upacara pengukuhan ini dipusatkan di Desa Adat Bindu, Mekar Bhuwana, yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dan krama trah dari berbagai daerah. Suasana kekeluargaan nampak kental menyelimuti prosesi pengukuhan yang tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui kepengurusan periode 2025-2030 ini, diharapkan program-program kerja organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan anggota serta mampu mempererat tali silaturahmi antar-pasemetonan di seluruh Bali.(*)


Bunda Rai Perkuat Sinergi Dengan PKK Provinsi Bali Lewat Program Berbelanja dan Berbagi di Klungkung

Tabanan , Bali Kini  – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program TP PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5). Kehadiran Bunda Rai bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali menjadi bentuk nyata sinergi antardaerah dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan para Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait Pemkab Klungkung, serta undangan terkait lainnya.

 

Dalam kegiatan pasar rakyat tersebut, TP PKK Kabupaten Klungkung menghadirkan 99 produsen pedagang UMKM yang terdiri atas 22 produsen IKM, 9 produsen pangan segar, 12 produsen olahan, dan 56 produsen kuliner. Beragam produk unggulan khas Klungkung dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat dan para tamu yang hadir.

 

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjelaskan bahwa program Berbelanja dan Berbagi, lahir sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara TP PKK Provinsi dengan kabupaten/kota di Bali. Awal mula program berbelanja dan berbagi ini agar para pengurus bisa sering bertemu dan bersilaturahmi sambil berkeliling Bali. Kami ingin menyapa para petani, perajin dan UMKM, sekaligus menghubungkan mereka dengan para pembeli dari kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan, program tersebut tidak hanya mendorong perputaran ekonomi rakyat, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pembagian paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan itu, masing-masing kabupaten/kota membeli 10 tas belanja untuk dibagikan, sementara Kabupaten Klungkung menyediakan 20 tas belanja bagi penerima manfaat.

 

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan berupa 100 paket bantuan berisi beras, 2 krat telur, dan 1 liter minyak tandusan khas Klungkung. Bantuan tambahan juga diberikan melalui dukungan Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 botol minyak tandusan guna mendukung potensi lokal daerah. Di mana masing-masing penerima manfaat akan menerima 3 tas bantuan.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas kesempatan dan ruang yang diberikan kepada para produsen untuk menampilkan produk mereka. Kehadiran seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ini, sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten/Kota diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menjaga warisan budaya lokal, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bali.

 

Kehadiran Bunda Rai dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap program-program strategis TP PKK Provinsi Bali. Bersama jajaran, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya turut berpartisipasi dalam kegiatan berbelanja produk UMKM lokal sekaligus berbagi bantuan kepada 100 orang masyarakat penerima manfaat yang dihadirkan saat itu.

 

Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku UMKM di daerah. Program ini sangat baik dan positif, karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami di Kabupaten Tabanan tentu mendukung penuh dan siap terus bersinergi dalam setiap program unggulan yang dilaksanakan TP PKK Provinsi Bali,” ujar Srikandi Tabanan pagi itu. (*)

Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri sekaligus melepas Jalan Sehat Bersama serangkaian HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman, Sabtu (9/5). 

Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman,

Bersama Majukan LPD, Kuatkan Desa Adat Menuju Kesejahteraan Krama. 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus melepas Jalan Sehat Bersama serangkaian HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman, di Kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman, Sabtu (9/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi serta menjadi momentum untuk terus bergerak mewujudkan kesehatan masyarakat lewat olahraga. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Sekcam Denpasar Timur, IB Upawana Manuaba, Perbekel/Lurah se-Desa Kesiman, Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, serta undangan lainya. 

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna didampingi Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana mengatakan bahwa HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman mengusung tema Dreste Danam Suvita yang bermakna melalui adat, seni dan budaya kita wujudkan LPD yang berkarakter agar menjadi kebanggaan Desa adat demi kesejahteraan masyarakat.

"Tentunya melalui peringatan HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman ini kami berharap dapat LPD terus tumbuh untuk menjadj kebanggan desa dalam mewujudkan kesejahteraan," ujarnya. 

Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana menambahkan, berbagai kegiatan turut dilaksanakan menjelang pelaksanaan puncak HUT. Mulai dari memberikan santunan kepada 23 orang anak Yatim Piatu Se-Desa Adat Kesiman, memberikan beasiswa kepada 19 orang siswa SD, SMP, SMA di Wilayah Desa Adat Kesiman dan memberikan 30 paket sembako kepada para pemangku se-Desa Adat Kesiman. 

Selain itu, dalam rangkaian HUT ke-35 LPD Kesiman juga turut dilaksanakan ngaturang busana pemangku kepada Mangku Gede Kahyangan Tiga yakni Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem. Tak hanya itu, LPD Deaa Adat Kesiman juga turut memberikan bantuan kepada Panti Sosial "Tresna Werda Wana Sraya" di Biaung serta melakukan kegiatan Sembahyang bersama dalam rangka "Ida Betara Turun Kabeh" ke Pura Batur dan Besakih. 

"Selain kegiatan Pra-HUT, kami juga mengadakan beberapa Lomba/Wimbakara yakni, Lomba Mekidung, Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD dan Lomba TIK TOK PKK dengan tema meregristasi/menginstal Mobile Banking M-Pise LPD. Dan pada Puncak HUT kali ini turut digelar donor darah, pengundian hadiah jalan sehat, dan pengundian hadiah tabungan," ujarnya. 

Artana menambahkan, LPD Kesiman merupakan salah satu LPD dengan aset nomor 7 se-Provinsi Bali pada Tahun 2025. Bahkan, capaiannya mampu membukukan laba tertinggi dalam tiga tahun terakhir yakni mencapao Rp. 14 M di seluruh Provinsi Bali.

"Kepada para relasi dan rekanan yang sudah membantu penyelenggaraan HUT ke-35 LPD Kesiman ini kami ucapkan terima kasih dan juga jika ada hal-hal yang tidak berkenan dalam penyambutan kami mohon dimaafkan," ujarnya. 

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyebutkan bahwa Momentum HUT ke-35 ini menjadi ajang memperkuat sinergi dalam menjaga eksistensi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar ekonomi kerakyatan berbasis adat dan budaya Bali. Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kiprah LPD Desa Adat Kesiman yang dinilai mampu tumbuh dan berkembang secara konsisten selama 35 tahun dalam mendukung perekonomian masyarakat adat. 

“LPD bukan hanya lembaga keuangan, namun juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi desa adat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan memajukan LPD agar semakin kuat, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi krama desa,” ujar Arya Wibawa. 

Ia menegaskan, kemajuan LPD akan berdampak langsung terhadap penguatan desa adat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sehingga keberadaan desa adat dan LPD merupakan dua elemen yang saling mendukung dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Bali. 

“Mari kita terus bersatu, memperkuat desa adat, memperkuat LPD, sehingga tujuan besar untuk menyejahterakan rakyat dapat terwujud bersama. Pemerintah Kota Denpasar tentu akan terus hadir mendukung berbagai program positif yang dijalankan desa adat demi kemajuan masyarakat,” katanya. (Ags).

Jumat, 08 Mei 2026

Bupati Jembrana Lepas 90 Calon Jamaah Haji, Pemkab Tingkatkan Fasilitas Akomodasi di Surabaya

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Jembrana secara resmi melepas keberangkatan 90 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Jembrana tahun 1447 H / 2026 M bertempat di halaman Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jumat (8/5). Dalam pelepasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen meningkatkan pelayanan bagi jamaah dengan menambah fasilitas bantuan akomodasi selama perjalanan menuju embarkasi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah tidak hanya memfasilitasi transportasi bus menuju Surabaya, tetapi juga menambah bantuan biaya menginap satu malam di hotel saat tiba di Surabaya sebelum jamaah memasuki asrama haji.

​"Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi bentuk perhatian dan kebersamaan pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami ingin para jamaah berangkat dengan perasaan tenang, nyaman, dan bahagia sehingga bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah," ujar Bupati di hadapan para jamaah dan keluarga yang memadati lokasi acara.
Bupati Kembang Hartawan dinobati sebagai Duta Sahabat Haji atas Apresiasi dan Kontribusi Nyata Kepada Jemaah Haji Jembrana oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Dan Umrah Provinsi Bali. 

​Bupati juga menitipkan pesan agar para jamaah senantiasa menjaga kesehatan serta menjaga nama baik Kabupaten Jembrana selama berada di Tanah Suci. Beliau berharap jamaah asal Jembrana dikenal sebagai jamaah yang ramah, tertib, dan penuh toleransi.
"Saya titip doa untuk Kabupaten Jembrana. Doakan agar masyarakat kita sehat, ekonomi semakin baik, generasi muda sukses, serta daerah kita tetap aman dan harmonis," imbuhnya.
​Berdasarkan laporan teknis, jamaah haji Kabupaten Jembrana tahun ini merupakan bagian dari kuota Provinsi Bali yang berjumlah total 698 orang. Sebanyak 90 orang jamaah asal Jembrana tersebut terdiri dari 46 pria dan 44 wanita dengan rincian per kecamatan sebagai berikut:
• ​Kecamatan Negara: 38 orang
• ​Kecamatan Melaya: 27 orang
• ​Kecamatan Jembrana: 12 orang
• ​Kecamatan Mendoyo: 11 orang
• ​Kecamatan Pekutatan: 2 orang
​Tercatat, jamaah termuda atas nama Junda Fajlurrohman Izzudin (27 tahun) dan jamaah tertua atas nama Sakdan (84 tahun), keduanya berasal dari Kecamatan Melaya. Secara profesi, jamaah tahun ini didominasi oleh PNS (23 orang), disusul sektor swasta (22 orang), dan Ibu Rumah Tangga (17 orang).
​Rombongan jamaah haji Jembrana yang tergabung dalam Rombongan 6, 7, dan 8 Kloter 70 SUB ini dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 07.05 WIB. Guna memastikan kelancaran, Pemkab Jembrana telah menyiapkan 3 unit bus pengantar yang seluruh biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​Meningkatnya jumlah antrean haji di Jembrana yang kini mencapai 2.684 orang dengan masa tunggu hingga 29 tahun disebut Bupati sebagai indikator positif meningkatnya kesadaran religius sekaligus perkembangan ekonomi masyarakat Jembrana yang semakin membaik.

Wawali Kota Arya Wibawa Lepas 261 Calon Jamaah Haji Kota Denpasar

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas secara resmi rombongan calon Jamaah Haji dari Kota Denpasar Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Terminal Ubung Denpasar, Jumat (8/5) sore.

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas secara resmi rombongan calon Jamaah Haji dari Kota Denpasar Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Terminal Ubung Denpasar, Jumat (8/5) sore. Pelepasan ini merupakan tahapan serangkaian pelaksanaan ibadah Haji Tahun 2026.

Di mana nantinya seluruh calon jamaah haji akan menuju Embarkasi Sukolilo di Surabaya. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Agama Kemenhaj Kota Denpasar, Anwar Hidayat; Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmaja, perwakilan Polresta Kota Denpasar, serta calon Jemaah Haji Kota Denpasar Tahun 1447H/2026 M.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat ditemui di sela-sela kegiatan berpesan supaya calon Jamaah Haji senantiasa menjaga kesehatan saat mengikuti tahapan ibadah Haji.

Menurut Arya Wibawa, ibadah Haji merupakan ibadah fisik atau jasmani, maka selayaknya para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan, dengan selalu berolahraga dan menjaga pola makan. Selain itu, ibadah Haji juga merupakan ibadah rohani atau jiwa, sehingga jamaah harus mampu memahami tata cara manasik haji dengan benar. “Ikuti bimbingan manasik yang dilakukan di tanah air maupun yang akan dilakukan di perjalanan dan di tanah suci. Ingatlah untuk saling menjaga, mengedepankan rasa menyame braya nanti di sana, serta saling mengingatkan dan tidak lupa juga untuk selalu berdoa agar bapak ibu sekalian dapat melaksanakan ibadah Haji dengan lancar, serta dapat kembali pulang ke tanah air dengan selamat dan menjadi Haji Mabrur,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Denpasar, Anwar Hidayat menyatakan, jemaah Haji Kota Denpasar yang berhak melunasi dan berangkat pada musim Haji 1447 H/2026 M sebanyak 261 orang, laki-laki 120 dan perempuan 138, 1 orang PHD dan 2 orang pembimbing KBIHU. Jemaah termuda usia 13 tahun dan tertua 83 tahun.

Di mana, jemaah Haji Kota Denpasar tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 70 dan 71 Embarkasi Surabaya yang akan terbang ke Arab Saudi pada 10 Mei dan terbang kembali ke tanah air pada 19 Juni 2026. “Tentunya  penyelenggaran ibadah Haji sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah dan melibatkan banyak pihak. Oleh sebab itu, sejak awal Kantor Kementerian Haji dan Umrah  Kota Denpasar telah melakukan persiapan, di antaranya melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Kantor Imigrasi, Dinas Kesehatan hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ungkapnya. (Ays).

Walikota Jaya Negara Sebut Sebagai Kerjasama Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster serangkaian sosialisasi bagi pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5).

Sektor Horeka dan DTW di Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri,


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak dalam optimalisasi penanganan sampah di berbagai sektor. Kali ini, melalui Dinas Pariwisata, turut mengumpulkan pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). Dalam kesempatan tersebut, pengusaha sektor Horeka dan DTW siap berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber untuk pariwisata berkelanjutan. 

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan LH, Kementerian LH, Antonius Sarjanto, Pimpinan OPD, Stakeholder serta undangan lainya. 

General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita dalam sambutanya menekankan bahwa Sektor Horeka dan DTW memikiki komitmen dalam penanganan sampah. Terlebih, sebagai elemen penting pariwisata, sektor Horeka dan DTW rata-rata telah memiliki standarisasi pengolahan limbah, meski harus terus dioptimalkan. 

Gung Surya mengatakan bahwa, sektor Horeka dan DTW memiliki standarisasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sertifkkasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang keduanya berdasar pada isu lingkungan, termasuk pengolahan sampah. 

"Tentunya kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber, dan kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan," ujarnya. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan pengusaha atau pimpinan sektor Horeka dan DTW dalam penanganan persampahan. Hal ini tentu menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. 

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini sektor Horeka dan DTW menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar. Karenanya, penting untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan, khususnya persampahan. 

Jaya Negara menambahkan, saat ini Pemkot Denpasar terus menggenjot pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor. Karenannya, usaha ini memerlukan komitmen serta dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berlangsung optimal. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama pimpinan di sektor Horeka dan DTW, kedepan kami di Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan sekama seperti CHSE, dan semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan," ujarnya. 

Sementara, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut. la menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama, terutama karena sekitar 41 persen persoalan sampah bersumber dari sektor pariwisata Horeka.

Menurutnya, langkah dan pemetaan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pengelolaan sampah sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. la mengaku terus memantau secara ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar. 

"Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat, dan kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah diatas 80 persen," ujarnya.

Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar lantaran menjadi ibukota Provinsi Bali dengan sektor hotel dan restoran masih menjadi tulang punggung perekonomian. la juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overload dan menimbulkan polusi lingkungan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri. 

"Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Saya sudah tidak takut, saya harus berani. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan," tegasnya.

Karena itu, Gubernur Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. la menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha. 

Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor Horeka dan DTW, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Walikota Jaya Negara beserta Wakil Walikota Arya Wibawa turut meninjau stand inovasi dan kreatovitas siswa di Kota Denpasar yang mengikuti kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026. (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved