-->

Senin, 11 Mei 2026

Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD

Bangli - Bali Kini - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangli yang ke-822 kian terasa meriah dan penuh warna. Ribuan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten memeriahkan momen bersejarah tersebut melalui gelaran Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas yang digelar secara meriah. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ny. Sariasih Sedana Arta.

Kegiatan tersebut menjadi wadah yang luar biasa untuk menumbuhkan minat seni, kreativitas, serta karakter positif sejak usia dini. Dalam prosesi pembukaan, suasana menjadi sangat emosional dan menggembirakan ketika Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi oleh Ketua GOW, Ketua Persit, Sekretaris Daerah, Ketua Panitia HUT Bangli, Ketua DWP, Kadisdikpora kabupaten Bangli melakukan simbolis pelepasan balon ke angkasa. Aksi ini menjadi tanda resmi dimulainya pentas seni yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak gembira dari seluruh anak-anak yang hadir.

Panggung hiburan selanjutnya menjadi pusat perhatian dengan sederet penampilan yang memukau. Para generasi muda Bangli ini menunjukkan bakat luar biasa melalui berbagai sajian seni budaya dan modern, antara lain: Tari Pendet, Tari Gopala, Tari Puspanjali, yang memancarkan keanggunan budaya Bali.

Tidak hanya itu, semangat kebersamaan dan keceriaan juga ditampilkan melalui penampilan Tari Wirayuda yang gagah, paduan suara Lagu Anak, serta gerak lagu bertema persahabatan berjudul Rukun Sama Teman. Puncak penampilan yang memukau hadir dari aksi Drumband yang menunjukkan kedisiplinan, kerjasama tim, dan semangat juang yang tinggi dari para peserta didik.

Ny. Sariasih Sedana Arta dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme seluruh pihak. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai sarana stimulasi perkembangan motorik, seni, dan pembentukan karakter anak.

"Kita ingin anak-anak Bangli tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berbudaya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkarya," ujarnya.

Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita, sekaligus menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat Bangli dalam merayakan ulang tahun daerah yang penuh sejarah dan budaya ini.

HUT Kota Bangli ke-822, Mengusung Semangat Bhakti Ratna Radhaka, Pembangunan Dilandasi Nilai Luhur

Bangli, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli yang ke-822 di Alun-Alun Kota Bangli, Minggu (10/5/2026). Perayaan bersejarah ini berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat serta para ASN dan Non ASN dilingkungan Pemkab Bangli. 

Dalam peringatan tahun ini, Pemkab Bangli mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, sebuah ungkapan yang sarat makna filosofis dan menjadi pedoman utama langkah pembangunan ke depan. Tiga kata kunci tersebut memiliki arti mendalam: 'Bhakti' berarti pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah; 'Ratna' melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan; dan 'Radhaka' bermakna ketulusan hati serta semangat mengabdi yang penuh cinta terhadap tanah kelahiran.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat.

''Tema ini mengajarkan kita bahwa pembangunan sejati harus dilandasi oleh dedikasi, kejujuran, dan semangat demi kesejahteraan bersama. Mari kita asah setiap tugas yang diamanahkan hingga berkilau layaknya permata,” ujar Bupati Sedana Arta mengutip pesan Gubernur Bali.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa periode tahun 2025–2030 merupakan langkah awal dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). Keberhasilan pembangunan dalam lima tahun pertama ini akan menjadi pondasi kokoh yang diwariskan bagi generasi penerus Bali hingga satu abad ke depan. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat Bangli diajak untuk tetap kompak, bersatu, dan bergotong royong semangat, gilik saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya. Sinergitas lintas sektor juga diperkuat, antara lain kolaborasi Satpol PP, TNI, Polri, Pacalang, dan Desa Adat, demi menjaga kelestarian alam serta kearifan budaya Bali.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Anggota DPD RI Perwakilan Bali I Nyoman Sejiwa, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua beserta Anggota DPRD Kabupaten Bangli, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dan GOW Kabupaten Bangli, serta seluruh pimpinan Perangkat Daerah (PD) beserta seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Bangli.

Di sela-sela rangkaian upacara, Bupati Bangli secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 11 penerima mendapatkan bantuan tersebut, dengan rincian 4 penerima untuk perbaikan Pura, tempat suci, atau tempat ibadah, serta 7 penerima untuk perbaikan rumah warga. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan.

Momen puncak kemeriahan peringatan ditandai dengan penampilan kolosal bertajuk “Tetengger Agung”, yang dibawakan oleh ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli. Pertunjukan budaya ini merupakan gagasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bangli, yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli.

Tarian ini diangkat dari kisah Purana Pura Kehen, menceritakan sabda suci Ida Bhatara Guru Sri Aji Kunti Ketana di masa berdirinya Kota Bangli. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, pertunjukan ini menjadi penegasan komitmen “Bangli Era Baru” yang tetap kokoh berpijak pada akar budaya dan kesucian alam warisan leluhur.

Dalam keterangan pers usai apel, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan HUT ke-822 yang berjalan dengan cara berbeda namun penuh makna. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumbangan sukarela dari para pejabat daerah. 

 “Biasanya kita melibatkan pejabat untuk menyumbang secara sukarela, tapi hari ini tidak. Semua didekatkan kepada keterlibatan mandiri komponen masyarakat dan swasta. Ini sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar tidak menggelar seremonial besar-besaran menggunakan uang negara,” jelas Bupati Sedana Arta.

Meski diselenggarakan secara sederhana, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari deretan puluhan penjor berkualitas terbaik yang menghiasi sepanjang jalan utama kota. Rangkaian peringatan HUT Kota Bangli akan ditutup pada 17 Mei 2026 mendatang dengan panggung hiburan yang sepenuhnya menampilkan musisi dan seniman lokal Bali, tanpa mendatangkan artis dari luar daerah.

Menutup keterangannya, Bupati memaparkan arah kebijakan strategis pembangunan Bangli untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebagai tonggak sejarah baru di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Bangli telah menyiapkan hibah lahan seluas 5,5 hektar untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Langkah nyata lainnya adalah pengiriman sejumlah tenaga kesehatan untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, serta kesiapan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa yang mulai menerima mahasiswa baru pada September 2026 mendatang.

Sementara itu, pelayanan kesehatan akan ditingkatkan secara masif. RSUD Bangli dipersiapkan untuk mengoperasikan peralatan medis canggih baru, termasuk mesin CT Scan dan layanan kemoterapi. Kelengkapan alat tersebut akan didukung penuh oleh bantuan peralatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, guna memastikan masyarakat Bangli mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus menempuh jarak jauh ke daerah lain.

Dengan semangat Bhakti, Ratna, Radhaka, Kabupaten Bangli melangkah pasti menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga kesucian budaya serta alamnya.

Bupati Kembang Iringi Keberangkatan 58 Bhikkhu Thudong dari Bali Menuju Jawa

Jembrana , Bali Kini – Semangat perdamaian dan toleransi bergaung di ujung barat Pulau Dewata. Sebanyak 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk for Peace" resmi melanjutkan perjalanan mereka dari Bali menuju Pulau Jawa, Senin (11/5).

Pelepasan berlangsung khidmat di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk, sebelum para Bhikkhu menyeberangi Selat Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Perjalanan lintas pulau ini dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 7 Mei hingga berakhir pada 28 Mei 2026, dengan menempuh jarak kurang lebih 666 Kilometer.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung untuk menghantarkan para Bhikkhu hingga memasuki kapal Feri, menyatakan rasa hormatnya atas dedikasi para Bhikkhu. Ia menekankan bahwa pelaksanaan Thudong (berjalan kaki) adalah pengingat penting bagi masyarakat modern.

"Di tengah zaman yang serba cepat, masih ada yang memilih berjalan kaki dengan kesederhanaan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini menjadi pengingat kita semua agar tidak hanya sibuk mengejar kehidupan, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap damai," ujar Bupati Kembang.

Ia juga berharap perjalanan ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. "Astungkara, seluruh perjalanan spiritual ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh rasa kedamaian," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya, menjelaskan bahwa momen penyeberangan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Selat Bali tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan titik temu doa bagi dua pulau.

Para Bhikkhu akan membacakan mantra saat berada di antara Pulau Bali dan Jawa sebagai bentuk pemberkatan. Langkah pertama dimulai dari Bali dan akan terus berlanjut di Pulau Jawa sebagai satu rangkaian misi kemanusiaan. Meski melewati daerah dengan tradisi yang berbeda, misi utamanya tetap satu untuk menebarkan cinta kasih kepada semua kehidupan.

"Tidak harus secara fisik, namun doa, ucapan, dan pikiran jauh lebih dahsyat. Mari kita iringi perjalanan Idhe Bhikkhu untuk menggetarkan kedamaian dari Bali hingga ke Tanah Jawa," pungkas Sudiarta.
(*)

Jelang Idul Kurban, Kesehatan Sapi di Karangasem Dipantau Ketat, Vaksinasi Capai 14.400

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamias 

Karangasem,  Bali Kini - Menjelang Idul Adha, kesehatan hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Karangasem mulai dipersiapkan secara masif guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Karangasem saat ini mencapai 78.415 ekor.

Dari jumlah tersebut, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku terus digencarkan oleh petugas kesehatan hewan. Hingga saat ini capaian vaksinasi PMK di Karangasem telah mencapai sekitar 14.400 dosis dan menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Bali.

“Puskeswan kami sudah bergerak secara rutin setiap hari untuk melaksanakan vaksinasi guna mencegah penyakit, utamanya PMK. Pemantauan kesehatan juga dilakukan pada pasar hewan kaitannya dengan jual beli hewan menjelang Hari Raya Idul Kurban,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Selain vaksinasi, pengawasan terhadap sapi betina produktif juga terus diperketat. Hal tersebut dilakukan sesuai peraturan daerah yang melarang pemotongan sapi betina produktif demi menjaga keberlangsungan populasi dan ketahanan ternak di Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, sapi betina produktif memiliki peran penting dalam pengembangbiakan sehingga keberadaannya harus dilindungi agar populasi sapi tetap stabil dan peternak tidak mengalami kerugian jangka panjang.

Masyarakat dan peternak juga diimbau untuk menjaga sanitasi kandang serta rutin memperhatikan kebersihan lingkungan ternak guna meminimalisir penyebaran penyakit. Selain itu, peternak diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya agar dapat segera ditangani. (Ami)

Unwar Resmi Buka Prodi S1 Fisioterapi


Denpasar – Bali Kini - Rektor Universitas Warmadewa menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Fisioterapi yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII di Ruang Rapat Pimpinan Universitas Warmadewa, Senin (11/05/2026). Dengan diterimanya SK tersebut, Universitas Warmadewa juga secara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) untuk Program Studi S1 Fisioterapi.

Penyerahan SK tersebut turut disaksikan oleh Wakil Rektor BARPM Unwar, Dekan FKIK Unwar, Ketua Program Studi Fisioterapi Unwar, serta dosen fisioterapi Universitas Warmadewa. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan SK Nomenklatur Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Warmadewa.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Unwar dr. Tanjung Subrata, M.Repro, AIFO-K menjelaskan bahwa Prodi S1 Fisioterapi Unwar hadir dengan konsep dan keunggulan yang berbeda dibandingkan program studi sejenis di Bali. Ia mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar karena Prodi Fisioterapi Unwar merupakan program studi fisioterapi kelima di Bali sekaligus yang paling muda.
Menurutnya, keunggulan utama yang diusung adalah konsep anti-aging dan fitness fisioterapi yang saat ini berkembang pesat di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran. “Dari awal kami menyampaikan bahwa yang akan dikedepankan adalah keunggulannya,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat tujuh poin utama yang menjadi penguatan kurikulum, yakni anti-aging physiotherapy, fitness assessment, resistance training, corrective exercise, functional training, therapeutic exercise programs, serta pengembangan keterampilan kebugaran berbasis fisioterapi.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal sebagai sarjana fisioterapi, tetapi juga mendapatkan keterampilan tambahan di bidang kebugaran profesional berbasis evidence based. Ia menilai industri fitness di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan formal di bidang kebugaran. “Selama ini yang ada hanya pelatihan singkat dan sertifikasi personal trainer. Padahal tanggung jawab seorang trainer sangat besar,” ungkapnya.
Karena itu, Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa diyakini mampu menjadi salah satu pelopor pendidikan formal berbasis fitness dan kebugaran di Indonesia dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan dasar ilmu kesehatan yang kuat. Selain memahami latihan kebugaran, lulusan Prodi S1 Fisioterapi nantinya juga dibekali kemampuan dasar kesehatan dan pertolongan pertama untuk menangani kondisi darurat saat aktivitas kebugaran berlangsung.

Sementara itu, Dekan FKIK Unwar dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua., menyampaikan bahwa pembukaan Prodi S1 Fisioterapi menjadi langkah penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Menurutnya, kehadiran Prodi Fisioterapi akhirnya melengkapi identitas FKIK yang selama hampir 18 tahun belum memiliki program studi yang secara khusus merepresentasikan bidang ilmu kesehatan.
“Pembukaan Prodi baru ini menjawab nama dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setelah hampir 18 tahun, akhirnya FKIK memiliki program studi yang benar-benar mencerminkan bidang ilmu kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga fisioterapi akan terus meningkat karena layanan fisioterapi menjadi bagian penting dan wajib tersedia di rumah sakit. Selain itu, peluang lulusan fisioterapi di sektor wellness dan kebugaran juga dinilai sangat besar, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata dunia. “Kedepannya saya yakin pusat-pusat wellness juga akan sangat memerlukan lulusan fisioterapi,” tambahnya.

Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terbitnya izin pembukaan Prodi S1 Fisioterapi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Atas nama Rektor Universitas Warmadewa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas izin yang telah dikeluarkan kementerian terhadap usulan Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa,” ujarnya.
Dengan hadirnya Prodi S1 Fisioterapi, FKIK Universitas Warmadewa kini membawahi tiga program studi, yakni Program Studi Kedokteran, Program Profesi Dokter, dan Program Studi Fisioterapi.

Rektor menjelaskan bahwa Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa dirancang memiliki karakteristik khusus yang selaras dengan identitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Program studi ini nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mengembangkan konsep fisioterapi berbasis healing dan yoga.
“Prodi Fisioterapi ini nantinya menyediakan sarana healing dan yoga sebagai bagian dari kelengkapan pembelajaran. Ini akan menjadi kekhasan dari Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa,” jelasnya. Selain itu, Prodi Fisioterapi juga diproyeksikan menjadi program studi berstandar internasional dengan berbagai moda pembelajaran berbasis healing dan yoga yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan bersertifikat internasional.
Sebagai penunjang pembelajaran, Prodi ini juga akan dilengkapi fasilitas gym, terapi, dan massage therapy sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.
Menutup pernyataannya, Rektor berharap Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa dapat berkembang menjadi ikon baru Universitas Warmadewa di bidang pendidikan kesehatan dan wisata kesehatan berbasis budaya Bali.
“Sekali lagi selamat dan sukses, semoga Prodi Fisioterapi ini ke depan menjadi ikon Universitas Warmadewa,” pungkasnya.(Rls/*)

Sabtu, 09 Mei 2026

Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Kabupaten Jembrana : Bupati Kembang Tekankan Kekompakan dan Jaga Akar Budaya

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Jembrana yang digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan persaudaraan (pasemetonan) serta evaluasi program kerja organisasi ke depan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Bupati Jembrana menyampaikan rasa bangganya dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Pasek. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar pasemetonan Pasek.
"Jangan bangga kalau kita Semeton Pasek adalah pesemetonan terbesar di Jembrana, yang terpenting adalah kualitas pesemetonan ini, bagaimana bisa lebih saling menguatkan, saling tolong menolong" ujar Bupati Kembang. 

​Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya peran MGPSSR dalam menghadapi tantangan zaman, terutama bagi generasi muda. Ia berpesan agar anak muda Bali tetap modern namun tidak tercerabut dari akar budayanya. Ia juga mengapresiasi kontribusi semeton Pasek di Jembrana yang telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pemerintahan, sebagai modal membangun daerah.
​Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MGPSSR Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang sekaligus membuka secara resmi gelaran Loka Sabha tersebut. Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas organisasi untuk mencapai visi dan program yang telah dicanangkan.
​Ia memberikan motivasi yang kuat mengenai arti sebuah persatuan dalam perjuangan organisasi.
"Kita harus bersatu. Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan kita telah berhasil. Namun, jika tidak bersatu, maka setengah perjuangan kita sudah gagal," tegas Giri Prasta.

​Loka Sabha Madya VIII ini kembali terpilih I Made Sudiada sebagai ketua MGPSSR Kabupaten Jembrana yang diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan kepengurusan yang solid untuk membawa MGPSSR Kabupaten Jembrana semakin bermanfaat bagi masyarakat luas dan tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur menyama braya.
​Hadir dalam acara tersebut para Sulinggih, Penglingsir, tokoh-tokoh Pasek, jajaran pengurus MGPSSR tingkat provinsi dan kabupaten, serta semeton Pasek se-Kabupaten Jembrana.(*)

Bupati Klungkung Hadiri Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Trah Arya Kuthawaringin

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri upacara Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin (Patra Arya Kuthawaringin) Masa Bhakti 2025-2030 yang digelar di Bale Paseban Jeroan Gede Bindu, Abiansemal, Badung, pada Sabtu (9/5/2026).

Acara yang berlangsung khidmat merupakan momentum penting bagi penguatan struktur organisasi pasemetonan dalam menjalankan pengabdian selama lima tahun ke depan. Kehadiran Bupati I Made Satria menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian nilai-nilai tradisi dan persaudaraan (pasemetonan) di Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan baru. Beliau berharap agar para pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan semangat Ksatria Satya Kesama Mahottama.

"Semoga dengan pengukuhan ini, Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin semakin solid dan terus berkontribusi positif, tidak hanya bagi internal keluarga besar trah, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan daerah di Bali," ujar Bupati Satria di sela-sela acara.

Upacara pengukuhan ini dipusatkan di Desa Adat Bindu, Mekar Bhuwana, yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dan krama trah dari berbagai daerah. Suasana kekeluargaan nampak kental menyelimuti prosesi pengukuhan yang tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui kepengurusan periode 2025-2030 ini, diharapkan program-program kerja organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan anggota serta mampu mempererat tali silaturahmi antar-pasemetonan di seluruh Bali.(*)


Bunda Rai Perkuat Sinergi Dengan PKK Provinsi Bali Lewat Program Berbelanja dan Berbagi di Klungkung

Tabanan , Bali Kini  – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program TP PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5). Kehadiran Bunda Rai bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali menjadi bentuk nyata sinergi antardaerah dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan para Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait Pemkab Klungkung, serta undangan terkait lainnya.

 

Dalam kegiatan pasar rakyat tersebut, TP PKK Kabupaten Klungkung menghadirkan 99 produsen pedagang UMKM yang terdiri atas 22 produsen IKM, 9 produsen pangan segar, 12 produsen olahan, dan 56 produsen kuliner. Beragam produk unggulan khas Klungkung dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat dan para tamu yang hadir.

 

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjelaskan bahwa program Berbelanja dan Berbagi, lahir sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara TP PKK Provinsi dengan kabupaten/kota di Bali. Awal mula program berbelanja dan berbagi ini agar para pengurus bisa sering bertemu dan bersilaturahmi sambil berkeliling Bali. Kami ingin menyapa para petani, perajin dan UMKM, sekaligus menghubungkan mereka dengan para pembeli dari kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan, program tersebut tidak hanya mendorong perputaran ekonomi rakyat, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pembagian paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan itu, masing-masing kabupaten/kota membeli 10 tas belanja untuk dibagikan, sementara Kabupaten Klungkung menyediakan 20 tas belanja bagi penerima manfaat.

 

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan berupa 100 paket bantuan berisi beras, 2 krat telur, dan 1 liter minyak tandusan khas Klungkung. Bantuan tambahan juga diberikan melalui dukungan Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 botol minyak tandusan guna mendukung potensi lokal daerah. Di mana masing-masing penerima manfaat akan menerima 3 tas bantuan.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas kesempatan dan ruang yang diberikan kepada para produsen untuk menampilkan produk mereka. Kehadiran seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ini, sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten/Kota diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menjaga warisan budaya lokal, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bali.

 

Kehadiran Bunda Rai dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap program-program strategis TP PKK Provinsi Bali. Bersama jajaran, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya turut berpartisipasi dalam kegiatan berbelanja produk UMKM lokal sekaligus berbagi bantuan kepada 100 orang masyarakat penerima manfaat yang dihadirkan saat itu.

 

Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku UMKM di daerah. Program ini sangat baik dan positif, karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami di Kabupaten Tabanan tentu mendukung penuh dan siap terus bersinergi dalam setiap program unggulan yang dilaksanakan TP PKK Provinsi Bali,” ujar Srikandi Tabanan pagi itu. (*)

Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri sekaligus melepas Jalan Sehat Bersama serangkaian HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman, Sabtu (9/5). 

Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman,

Bersama Majukan LPD, Kuatkan Desa Adat Menuju Kesejahteraan Krama. 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus melepas Jalan Sehat Bersama serangkaian HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman, di Kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman, Sabtu (9/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi serta menjadi momentum untuk terus bergerak mewujudkan kesehatan masyarakat lewat olahraga. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Sekcam Denpasar Timur, IB Upawana Manuaba, Perbekel/Lurah se-Desa Kesiman, Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, serta undangan lainya. 

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna didampingi Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana mengatakan bahwa HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman mengusung tema Dreste Danam Suvita yang bermakna melalui adat, seni dan budaya kita wujudkan LPD yang berkarakter agar menjadi kebanggaan Desa adat demi kesejahteraan masyarakat.

"Tentunya melalui peringatan HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman ini kami berharap dapat LPD terus tumbuh untuk menjadj kebanggan desa dalam mewujudkan kesejahteraan," ujarnya. 

Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana menambahkan, berbagai kegiatan turut dilaksanakan menjelang pelaksanaan puncak HUT. Mulai dari memberikan santunan kepada 23 orang anak Yatim Piatu Se-Desa Adat Kesiman, memberikan beasiswa kepada 19 orang siswa SD, SMP, SMA di Wilayah Desa Adat Kesiman dan memberikan 30 paket sembako kepada para pemangku se-Desa Adat Kesiman. 

Selain itu, dalam rangkaian HUT ke-35 LPD Kesiman juga turut dilaksanakan ngaturang busana pemangku kepada Mangku Gede Kahyangan Tiga yakni Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem. Tak hanya itu, LPD Deaa Adat Kesiman juga turut memberikan bantuan kepada Panti Sosial "Tresna Werda Wana Sraya" di Biaung serta melakukan kegiatan Sembahyang bersama dalam rangka "Ida Betara Turun Kabeh" ke Pura Batur dan Besakih. 

"Selain kegiatan Pra-HUT, kami juga mengadakan beberapa Lomba/Wimbakara yakni, Lomba Mekidung, Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD dan Lomba TIK TOK PKK dengan tema meregristasi/menginstal Mobile Banking M-Pise LPD. Dan pada Puncak HUT kali ini turut digelar donor darah, pengundian hadiah jalan sehat, dan pengundian hadiah tabungan," ujarnya. 

Artana menambahkan, LPD Kesiman merupakan salah satu LPD dengan aset nomor 7 se-Provinsi Bali pada Tahun 2025. Bahkan, capaiannya mampu membukukan laba tertinggi dalam tiga tahun terakhir yakni mencapao Rp. 14 M di seluruh Provinsi Bali.

"Kepada para relasi dan rekanan yang sudah membantu penyelenggaraan HUT ke-35 LPD Kesiman ini kami ucapkan terima kasih dan juga jika ada hal-hal yang tidak berkenan dalam penyambutan kami mohon dimaafkan," ujarnya. 

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyebutkan bahwa Momentum HUT ke-35 ini menjadi ajang memperkuat sinergi dalam menjaga eksistensi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar ekonomi kerakyatan berbasis adat dan budaya Bali. Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kiprah LPD Desa Adat Kesiman yang dinilai mampu tumbuh dan berkembang secara konsisten selama 35 tahun dalam mendukung perekonomian masyarakat adat. 

“LPD bukan hanya lembaga keuangan, namun juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi desa adat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan memajukan LPD agar semakin kuat, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi krama desa,” ujar Arya Wibawa. 

Ia menegaskan, kemajuan LPD akan berdampak langsung terhadap penguatan desa adat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sehingga keberadaan desa adat dan LPD merupakan dua elemen yang saling mendukung dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Bali. 

“Mari kita terus bersatu, memperkuat desa adat, memperkuat LPD, sehingga tujuan besar untuk menyejahterakan rakyat dapat terwujud bersama. Pemerintah Kota Denpasar tentu akan terus hadir mendukung berbagai program positif yang dijalankan desa adat demi kemajuan masyarakat,” katanya. (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved