-->

Selasa, 12 Mei 2026

20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

Harus jadi Kebanggaan Bali dan Menarik Perhatian Wisatawan Dunia


DENPASAR, Bali KIni - Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali itu akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) pagi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar menyampaikan jika Pesta Kesenian Bali (PKB) harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga mendapat perhatian internasional mengingat PKB sebagai ajang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali di mata dunia.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini juga didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Bali, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal.
Menurutnya, tema yang diusung kerap tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaannya dianggap kurang rapi, belum terintegrasi, serta stand pameran UMKM masih dikenakan biaya.

Karena itu, setelah menjabat sebagai gubernur, Koster melakukan penataan dan perancangan ulang pelaksanaan Pesta Kesenian Bali agar lebih tertib, terkonsep, terintegrasi, dan mampu mencerminkan kualitas seni budaya Bali secara lebih baik.

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan tata kelola Pesta Kesenian Bali harus menjadi perhatian khusus agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia menyoroti pentingnya penanganan kebersihan selama pelaksanaan PKB, baik oleh pengunjung maupun para pedagang. Pengunjung diminta tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

Selain kebersihan, Koster juga menekankan aspek keamanan selama pelaksanaan PKB. Menurutnya, sistem keamanan harus dijaga dengan baik agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri berbagai rangkaian kegiatan seni dan budaya. Untuk mendukung hal tersebut, pemasangan CCTV di sejumlah titik dinilai penting guna meningkatkan pengawasan dan keamanan pengunjung.

Koster juga meminta keamanan makanan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan seluruh makanan dan minuman yang dijual selama Pesta Kesenian Bali harus dipastikan aman serta tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.

Terkait pengelolaan parkir, Koster menilai kerja sama dengan desa adat di sekitar lokasi harus dibangun secara baik dan terintegrasi guna mendukung kelancaran serta kenyamanan pengunjung yang datang ke Pesta Kesenian Bali.

Koster menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian acara Pesta Kesenian Bali pada tahun ini sudah sangat padat dan dinilai mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan PKB dapat berjalan lancar dan sukses. Koster juga menegaskan berbagai kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada penyelenggaraan berikutnya.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.

*Harap Dibuka Presiden*

Koster menambahkan, konsistensi pelaksanaan PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Ia menyebut hanya Bali yang mampu melaksanakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya daerah.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” tutupnya.

*Usung Tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" Diikuti 20.929 Seniman dari 673 Sekaa* 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana dalam laporannya menyampaikan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna. Tema ini berfokus pada penyucian jiwa, nilai refleksi, dan pemuliaan diri melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan kesucian.

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci. Dalam perspektif kosmologi Bali, Atma Kertih dimaknai sebagai proses penyucian dan peneguhan kualitas batin manusia agar selaras dengan nilai-nilai kebenaran, kebijaksanaan, dan harmoni semesta,” ungkapnya.

Melalui tema ini, Pesta Kesenian Bali menegaskan peran seni dan budaya sebagai medium spiritual sekaligus ekspresi estetika yang menuntun manusia pada kesadaran diri yang luhur (sidha parisudha), yakni jiwa yang telah mencapai kemurnian melalui olah rasa, cipta, dan karsa. 

“Dengan demikian, karya-karya seni yang dihadirkan tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang refleksi kultural yang meneguhkan martabat manusia Bali dalam menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis kehidupan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” terangnya.

Event seni budaya terbesar di Bali ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dengan materi pokok yakni Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah) serta Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia).

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” imbuhnya.(*)

Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Wayan Koster

DENPASAR , BALI KINI - Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan  daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah modal dasar yang tidak dimiliki daerah lain dan harus terus dijaga kelestariannya. Budaya Bali yang hidup, alam yang asri, serta sikap ramah masyarakat merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan," ujar Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kadis Pariwisata Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan jika Pemerintah Provinsi Bali terus terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan melalui berbagai kebijakan strategis. 

Koster mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujar Koster sembari menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama karena alam Bali merupakan aset penting yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata. 

Lebih lanjut, Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Berbagai tradisi, adat istiadat, seni, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kunjungan Gubernur Siquijor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk hubungan baik antara kedua wilayah serta dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah.



*Pelajari Eksistensi Pariwisata Bali di Mata Dunia*



Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa menyampaikan kedatangannya di Bali dalam rangka untuk mempelajari bagaimana Pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat serta mampu mempertahankan eksistensinya sebagai tujuan wisata internasional.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali dalam mengembangkan pariwisata tidak terlepas dari kekuatan budaya, keindahan alam, serta dukungan masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor dalam mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.

Melalui kunjungan ini, Gubernur Siquijor berupaya mempelajari serta memperoleh masukan dan poin-poin strategis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, kedua gubernur saling bertukar data dan statistik mengenai sektor pariwisata serta perkembangan wilayah masing-masing. 

Sebagai informasi, Jake Vincent memimpin pemerintahan provinsi terkecil ketiga di Filipina. Sama seperti Bali, Siquijor sendiri merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan alamnya.(*)

BKKBN Provinsi Bali Dorong Kota Denpasar Miliki TPA Negeri, TP PKK Siap Berkolaborasi

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah pusat melalui Kemendukbangga/BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) terus mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Provinsi Bali mengarahkan Pemerintah Kota Denpasar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Negeri di Kota Denpasar.


Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (12/5).


Dalam audiensi tersebut, Sukardiasih mengatakan pemerintah pusat saat ini gencar mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi minimal satu Tempat Penitipan Anak (TPA) di setiap daerah. 

TPA bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keluarga berkualitas adalah dengan menyediakan pengasuhan terintegrasi (Holistik-Integratif) yang aman, nyaman, dan edukatif. TPA bertindak sebagai mitra orang tua untuk memenuhi hak tumbuh kembang anak, sekaligus memfasilitasi produktivitas ekonomi orang tua, terutama ibu bekerja.

Ia menjelaskan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada tahun 2026 fokus menjalankan program “Bangga Kencana” (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dengan pendekatan komprehensif guna menurunkan angka stunting.

“Program unggulan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan pendekatan gizi, air bersih dan sanitasi bagi 8.116 keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN Bali juga melaksanakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai edukasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah stunting, serta program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai tempat pengasuhan anak yang sehat.

Menurut Sukardiasih, program-program BKKBN Provinsi Bali tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar, termasuk program yang dijalankan TP PKK Kota Denpasar.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah merancang pembangunan TPA Negeri. Adapun lokasi yang direncanakan yakni di kawasan Lapangan SMPN 4 Denpasar dan eks Bank Mayapada.

“Untuk langkah selanjutnya kami berharap dinas terkait bisa mulai bergerak untuk proses pembangunan TPA tersebut,” ujarnya.


Antari Jaya Negara menegaskan TP PKK Kota Denpasar siap berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Bali dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Lebih lanjut dijelaskan, TP PKK Kota Denpasar selama ini juga memiliki program rutin Posyandu Paripurna yang memberikan pelayanan kepada lansia, ibu hamil dan balita di wilayah kelurahan. Sedangkan di desa, kegiatan serupa dilaksanakan melalui dukungan anggaran APBDes. Setelah kegiatan Posyandu Paripurna berakhir, masing-masing wilayah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri setiap bulan.


Selain itu, TP PKK Kota Denpasar juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis bagi masyarakat yang terindikasi stunting.
Tak hanya itu, TP PKK Kota Denpasar juga memiliki kegiatan “Menyapa dan Berbagi” dengan menyasar lansia, ibu hamil dan balita. Dalam kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan dan sosialisasi kesehatan, namun juga diberikan PMT untuk membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat(ayu).

Lantik Pejabat Tinggi dan PNS, Bupati Kembang Tekankan Integritas dan Responsivitas di Media Sosial

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dalam pelantikan ini, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana. Selain itu, sebanyak 15 CPNS formasi tahun 2024 secara resmi diambil sumpahnya menjadi PNS.

Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan peningkatan tanggung jawab secara penuh.

"Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Kembang memberikan pesan khusus bagi para ASN muda agar tetap rendah hati dan menjaga etika komunikasi di ruang publik.

"Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa 'naik kelas' dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik," tegasnya.

Selain itu, menyikapi kondisi kepegawaian di Jembrana, Bupati Kembang mengungkapkan bahwa tantangan ke depan cukup besar mengingat ada 158 pegawai yang memasuki masa pensiun tahun ini, termasuk 59 orang guru. Meskipun rencana awal formasi ASN akan disesuaikan dengan jumlah pensiun, Bupati Kembang mengambil kebijakan untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.

"Saya putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi yang benar-benar konkret dan mendukung program-program  pemerintah," pungkasnya.
(*)

Serahkan Bantuan Traktor, Bupati Kembang Pacu Modernisasi Pertanian di Jembrana

Jembrana , Bali Kinin– Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Jembrana terus dipercepat melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Pemerintah Pusat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada perwakilan subak se-Kabupaten Jembrana di Balai Benih Pembantu (BBP) Desa Pohsanten, Selasa (12/5/2026).

Bantuan traktor pusat difasilitasi daerah diserahkan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati.

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari APBN melalui usulan e-proposal Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit traktor roda dua untuk bantuan reguler serta 1 unit traktor roda empat yang merupakan aspirasi dan fasilitasi dari Polres Jembrana.


Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan tidak hanya menjadi pelengkap seremonial.


“Bantuan alat pertanian ini jangan hanya dianggap barang baru untuk dipajang atau difoto saat acara saja. Jangan sampai traktornya kinclong terus, tapi sawahnya tetap pakai cangkul manual,” tegasnya.


Menurutnya, bantuan alsintan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

Selain pemanfaatan, Bupati Kembang juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan alat. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah merupakan aset kelompok yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya.


“Saya titip pesan, alat ini dijaga bersama. Karena bantuan pemerintah itu bukan milik pribadi, tapi milik kelompok dan masyarakat. Kalau dirawat baik, manfaatnya bisa lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” ujarnya.


Pihaknya turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI serta Polres Jembrana yang dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.


Bupati Kembang berharap modernisasi pertanian mampu membawa petani Jembrana semakin maju dan sejahtera. Menurutnya, kesejahteraan petani menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.


“Saya berharap petani Jembrana semakin maju, modern, dan sejahtera. Karena kalau petani bahagia, kita semua ikut bahagia. Mau makan nasi enak juga kan asalnya dari sawah, bukan dari download aplikasi,” pungkasnya. ( * )

Senin, 11 Mei 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Bupati Satria Pantau Objek Pajak di Nusa Penida

Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus bergerak dalam memperkuat sektor pendapatan daerah melalui pengawasan intensif terhadap objek pajak potensial dan pengoptimalan objek pajak di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5) sore.

Dalam kunjungan lapangan ini, Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, serta Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan meninjau sejumlah titik usaha yang menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan pesisir Nusa Penida. Adapun tiga objek pajak utama yang dikunjungi meliputi Orca Beach Club, The MG Villa and Spa dan Maruti Beach Club

Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas pajak ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus menggali potensi pajak yang belum tergarap maksimal di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida.

Bupati I Made Satria menekankan bahwa pemantauan ini bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan langkah kolaboratif untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.

"Nusa Penida adalah magnet pariwisata Klungkung. Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha yang pesat di sini berbanding lurus dengan kontribusi terhadap daerah melalui pajak, yang nantinya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Klungkung. Pihaknya menyatakan siap mendukung dari sisi data dan teknis guna menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan dan optimal di Bali, khususnya di destinasi vital seperti Nusa Penida.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pemilik usaha akan pentingnya pelaporan pajak yang akurat demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Klungkung.

Tuntaskan Infrastruktur Nusa Penida, Bupati Satria Luncurkan Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh Senilai Rp 50,6 Miliar

Klungkung, Bali Kini - Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di Nusa Penida terus dikebut. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung secara resmi meluncurkan (launching) dimulainya paket pekerjaan Peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5/2026). 

Proyek strategis ini menyasar perbaikan jalan sepanjang 8 kilometer yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan wisatawan. Bupati I Made Satria menegaskan bahwa di bulan Mei ini, seluruh tahapan pekerjaan akan dipacu demi memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

"Kami mohon masyarakat untuk sedikit bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan jalan rusak yang ada di Nusa Penida," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan lokasi.

Lebih lanjut, Bupati berharap peningkatan kualitas jalan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih mulus, pertumbuhan dan kemajuan sektor pariwisata di Nusa Penida diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana mengatakan, Penyedia Jasa dari PT Aditya Sinar Pratama, Konsultan Pengawas CV Dinamika Desain dengan Nilai Kontrak: Rp 50.684.831.307,82 tertanggal 04 Mei 2026, Jangka Waktu: 240 Hari Kalender (Pelaksanaan) dan 360 Hari Kalender (Pemeliharaan)

“Proyek dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 50,6 Miliar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di Nusa Penida,” harapnya. 


Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD

Bangli - Bali Kini - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangli yang ke-822 kian terasa meriah dan penuh warna. Ribuan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten memeriahkan momen bersejarah tersebut melalui gelaran Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas yang digelar secara meriah. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ny. Sariasih Sedana Arta.

Kegiatan tersebut menjadi wadah yang luar biasa untuk menumbuhkan minat seni, kreativitas, serta karakter positif sejak usia dini. Dalam prosesi pembukaan, suasana menjadi sangat emosional dan menggembirakan ketika Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi oleh Ketua GOW, Ketua Persit, Sekretaris Daerah, Ketua Panitia HUT Bangli, Ketua DWP, Kadisdikpora kabupaten Bangli melakukan simbolis pelepasan balon ke angkasa. Aksi ini menjadi tanda resmi dimulainya pentas seni yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak gembira dari seluruh anak-anak yang hadir.

Panggung hiburan selanjutnya menjadi pusat perhatian dengan sederet penampilan yang memukau. Para generasi muda Bangli ini menunjukkan bakat luar biasa melalui berbagai sajian seni budaya dan modern, antara lain: Tari Pendet, Tari Gopala, Tari Puspanjali, yang memancarkan keanggunan budaya Bali.

Tidak hanya itu, semangat kebersamaan dan keceriaan juga ditampilkan melalui penampilan Tari Wirayuda yang gagah, paduan suara Lagu Anak, serta gerak lagu bertema persahabatan berjudul Rukun Sama Teman. Puncak penampilan yang memukau hadir dari aksi Drumband yang menunjukkan kedisiplinan, kerjasama tim, dan semangat juang yang tinggi dari para peserta didik.

Ny. Sariasih Sedana Arta dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme seluruh pihak. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai sarana stimulasi perkembangan motorik, seni, dan pembentukan karakter anak.

"Kita ingin anak-anak Bangli tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berbudaya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkarya," ujarnya.

Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita, sekaligus menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat Bangli dalam merayakan ulang tahun daerah yang penuh sejarah dan budaya ini.

HUT Kota Bangli ke-822, Mengusung Semangat Bhakti Ratna Radhaka, Pembangunan Dilandasi Nilai Luhur

Bangli, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli yang ke-822 di Alun-Alun Kota Bangli, Minggu (10/5/2026). Perayaan bersejarah ini berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat serta para ASN dan Non ASN dilingkungan Pemkab Bangli. 

Dalam peringatan tahun ini, Pemkab Bangli mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, sebuah ungkapan yang sarat makna filosofis dan menjadi pedoman utama langkah pembangunan ke depan. Tiga kata kunci tersebut memiliki arti mendalam: 'Bhakti' berarti pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah; 'Ratna' melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan; dan 'Radhaka' bermakna ketulusan hati serta semangat mengabdi yang penuh cinta terhadap tanah kelahiran.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat.

''Tema ini mengajarkan kita bahwa pembangunan sejati harus dilandasi oleh dedikasi, kejujuran, dan semangat demi kesejahteraan bersama. Mari kita asah setiap tugas yang diamanahkan hingga berkilau layaknya permata,” ujar Bupati Sedana Arta mengutip pesan Gubernur Bali.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa periode tahun 2025–2030 merupakan langkah awal dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). Keberhasilan pembangunan dalam lima tahun pertama ini akan menjadi pondasi kokoh yang diwariskan bagi generasi penerus Bali hingga satu abad ke depan. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat Bangli diajak untuk tetap kompak, bersatu, dan bergotong royong semangat, gilik saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya. Sinergitas lintas sektor juga diperkuat, antara lain kolaborasi Satpol PP, TNI, Polri, Pacalang, dan Desa Adat, demi menjaga kelestarian alam serta kearifan budaya Bali.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Anggota DPD RI Perwakilan Bali I Nyoman Sejiwa, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua beserta Anggota DPRD Kabupaten Bangli, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dan GOW Kabupaten Bangli, serta seluruh pimpinan Perangkat Daerah (PD) beserta seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Bangli.

Di sela-sela rangkaian upacara, Bupati Bangli secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 11 penerima mendapatkan bantuan tersebut, dengan rincian 4 penerima untuk perbaikan Pura, tempat suci, atau tempat ibadah, serta 7 penerima untuk perbaikan rumah warga. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan.

Momen puncak kemeriahan peringatan ditandai dengan penampilan kolosal bertajuk “Tetengger Agung”, yang dibawakan oleh ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli. Pertunjukan budaya ini merupakan gagasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bangli, yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli.

Tarian ini diangkat dari kisah Purana Pura Kehen, menceritakan sabda suci Ida Bhatara Guru Sri Aji Kunti Ketana di masa berdirinya Kota Bangli. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, pertunjukan ini menjadi penegasan komitmen “Bangli Era Baru” yang tetap kokoh berpijak pada akar budaya dan kesucian alam warisan leluhur.

Dalam keterangan pers usai apel, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan HUT ke-822 yang berjalan dengan cara berbeda namun penuh makna. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumbangan sukarela dari para pejabat daerah. 

 “Biasanya kita melibatkan pejabat untuk menyumbang secara sukarela, tapi hari ini tidak. Semua didekatkan kepada keterlibatan mandiri komponen masyarakat dan swasta. Ini sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar tidak menggelar seremonial besar-besaran menggunakan uang negara,” jelas Bupati Sedana Arta.

Meski diselenggarakan secara sederhana, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari deretan puluhan penjor berkualitas terbaik yang menghiasi sepanjang jalan utama kota. Rangkaian peringatan HUT Kota Bangli akan ditutup pada 17 Mei 2026 mendatang dengan panggung hiburan yang sepenuhnya menampilkan musisi dan seniman lokal Bali, tanpa mendatangkan artis dari luar daerah.

Menutup keterangannya, Bupati memaparkan arah kebijakan strategis pembangunan Bangli untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebagai tonggak sejarah baru di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Bangli telah menyiapkan hibah lahan seluas 5,5 hektar untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Langkah nyata lainnya adalah pengiriman sejumlah tenaga kesehatan untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, serta kesiapan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa yang mulai menerima mahasiswa baru pada September 2026 mendatang.

Sementara itu, pelayanan kesehatan akan ditingkatkan secara masif. RSUD Bangli dipersiapkan untuk mengoperasikan peralatan medis canggih baru, termasuk mesin CT Scan dan layanan kemoterapi. Kelengkapan alat tersebut akan didukung penuh oleh bantuan peralatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, guna memastikan masyarakat Bangli mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus menempuh jarak jauh ke daerah lain.

Dengan semangat Bhakti, Ratna, Radhaka, Kabupaten Bangli melangkah pasti menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga kesucian budaya serta alamnya.

Bupati Kembang Iringi Keberangkatan 58 Bhikkhu Thudong dari Bali Menuju Jawa

Jembrana , Bali Kini – Semangat perdamaian dan toleransi bergaung di ujung barat Pulau Dewata. Sebanyak 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk for Peace" resmi melanjutkan perjalanan mereka dari Bali menuju Pulau Jawa, Senin (11/5).

Pelepasan berlangsung khidmat di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk, sebelum para Bhikkhu menyeberangi Selat Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Perjalanan lintas pulau ini dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 7 Mei hingga berakhir pada 28 Mei 2026, dengan menempuh jarak kurang lebih 666 Kilometer.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung untuk menghantarkan para Bhikkhu hingga memasuki kapal Feri, menyatakan rasa hormatnya atas dedikasi para Bhikkhu. Ia menekankan bahwa pelaksanaan Thudong (berjalan kaki) adalah pengingat penting bagi masyarakat modern.

"Di tengah zaman yang serba cepat, masih ada yang memilih berjalan kaki dengan kesederhanaan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini menjadi pengingat kita semua agar tidak hanya sibuk mengejar kehidupan, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap damai," ujar Bupati Kembang.

Ia juga berharap perjalanan ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. "Astungkara, seluruh perjalanan spiritual ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh rasa kedamaian," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya, menjelaskan bahwa momen penyeberangan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Selat Bali tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan titik temu doa bagi dua pulau.

Para Bhikkhu akan membacakan mantra saat berada di antara Pulau Bali dan Jawa sebagai bentuk pemberkatan. Langkah pertama dimulai dari Bali dan akan terus berlanjut di Pulau Jawa sebagai satu rangkaian misi kemanusiaan. Meski melewati daerah dengan tradisi yang berbeda, misi utamanya tetap satu untuk menebarkan cinta kasih kepada semua kehidupan.

"Tidak harus secara fisik, namun doa, ucapan, dan pikiran jauh lebih dahsyat. Mari kita iringi perjalanan Idhe Bhikkhu untuk menggetarkan kedamaian dari Bali hingga ke Tanah Jawa," pungkas Sudiarta.
(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved