-->

Jumat, 06 Maret 2026

NELAYAN TAK KUNJUNGBKEMBALI DI PERAIRAN SELATAN NUSA PENIDA

Denpasar, Bali Kini - Seorang nelayan dari kelompok Pelindo Abua, dikabarkan belum kembali dari melaut di perairan selatan Nusa Penida, Jumat (6/3/2026). Menurut keterangan dari pelapor atas nama Wayan Suteja, perkiraan lokasi jatuhnya korban berada sejauh 3 Nm. 

Mulanya I Wayan Suta mulai melaut pagi tadi sekitar pukul 05.00 Wita. Jukungnya  ditemukan oleh kapal Rayfish Fins (Arjuna 2) kemudian ditarik ke arah Sanur. "Laporan kami terima pada pukul 16.20 Wita, menurut informasi ciri-ciri korban mengenakan pakaian motif army," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Dari kartu identitasnya, I Wayan Suta merupakan warga Sanur, beralamat di Jalan Warmadewa, Lingkungan Semawang. 

Menindaklanjuti laporan, diberangkatkan 3 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang bertugas di KN SAR Arjuna 229 dengan menggunakan RBB. Mereka bertolak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.40 Wita. Petugas siaga juga berkoordinasi dengan KUPP Nusa Penida, Kelompok Nelayan Pelindo Abu, dan Instansi terkait. 

Saat penyisiran kondisi angin dari arah timur dan kecepatan hingga 15 knots. Hingga pukul 19.00 Wita tim SAR gabungan tak kunjung menemukan korban. Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. (ay)

Sambangi Kediaman 2 Lansia di Tibu Tanggang, Wabup Ipat Serahkan Bantuan Kursi Roda

Jembrana, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, turun langsung menyerahkan bantuan alat bantu kesehatan berupa kursi roda kepada dua warga di Banjar Tibu Tanggang, Desa Penyaringan, Jumat (6/3).

Penyerahan bantuan ini menyasar dua lansia dengan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus diantaranya Ida Ayu Ngurah (76 th) yang mengalami keterbatasan mobilitas setelah menjalani prosedur amputasi kaki akibat penyumbatan pembuluh darah dan Ni Ketut Lipung (94 th) yang kehilangan kemampuan berjalan akibat cidera fisik setelah terjatuh.

 Wakil Bupati yang akrab disapa Ipat ini menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang, melainkan bentuk empati pemerintah terhadap kemandirian warganya. Ia menekankan pentingnya akses mobilitas bagi lansia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

"Bantuan ini kami tujukan bagi warga Jembrana yang sedang berjuang dengan keterbatasan fisik. Kami ingin memastikan bahwa meski dalam kondisi sakit atau lanjut usia, mereka tetap bisa beraktivitas dan merasakan kehadiran pemerintah," ucapnya.

Wabup Ipat berharap, dengan diberikannya alat bantu ini, masyarakat dapat kembali bersemangat untuk menjalankan keseharian terutama untuk melakukan aktivitas sehari-hari di rumah.

"Harapan kami, kursi roda ini dapat meringankan beban keluarga dan membangkitkan semangat para penerima untuk tetap produktif di lingkungan rumah," imbuh Wabup Ipat.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan telah melalui proses verifikasi yang ketat guna memastikan ketepatan sasaran dan menentukan jenis alat bantu yang paling sesuai dengan kondisi medis pemohon.

"Prosesnya dimulai dari usulan desa atau kelurahan yang masuk ke dinas kami. Setelah itu, tim teknis melakukan asesmen lapangan untuk menilai kelayakan. Hal ini penting agar alat yang diberikan benar-benar bermanfaat secara fungsional," jelasnya.

Dilain sisi, I Ketut Widana, yang merupakan keluarga dari Ni Ketut Lipung menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah memberikan bantuan kepada keluarga saya berupa kursi roda ini," ungkapnya.

Dengan adanya program pemberian alat bantu ini, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Jembrana dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan. (*)

Walikota Jaya Negara Sebut Jadi Wahana Kreativitas dan Penguatan Budaya Bali, Siapkan Waste Management Pengolahan Sampah Selama Festival Berlangsung.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3).

Diawali Pawai 16 Ogoh-Ogoh Terbaik STT, Kasanga Festival Denpasar Caka 1948 Resmi Dibuka.  

Denpasar, Bali Kini - Gelaran tahunan bertajuk Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 secara resmi dibuka. Pembukaan dilaksanakan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar yang ditandai dengan menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3) dan akan berlangsung hingga 8 Maret 2025 mendatang.

Setelah resmi dibuka, penampilan 16 karya ogoh-ogoh terbaik STT se-Kota Denpasar menjadi awal pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun 16 ogoh-ogoh yang tampil merupakan karya dari ST. Cantika, Br. Sedana Merta, ST. Yowana Sawitra, Br. Abiantimbul, ST. Eka Dharma, Br. Saih Peguyangan Kaja, ST. Sukarela, Br. Kepisah Pedungan, ST. Satya Dharma, Br. Pekandelan Sanur Kaja, ST. Yowana Kerta Yoga, Br. Panti Gede, ST. Dharma Cita, Br. Abiankapas Tengah. 

Selanjutnya, ST. Swastika, Br. Pekambingan, ST. Dharma Santika, Br. Tembawu Kelod, ST. Eka Cita, Br. Abiankapas Kaja, ST. Taruna Dharma Castra, Br. Tengah Sidakarya, ST. Swadharmita, Br. Ceramcam Kesiman, ST. Dwi Tunggal, Br. Antap Panjer, ST. Bineka, Br. Binoh Kelod, ST. Semadhi Dharma Putra, Br. Poh Gading dan ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa disela kegiatan mengaku bahagia lantaran dengan sinergitas lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar serta pihak terkait lainya ini dapat melaksanakan Kasanga Festival di Tahun 2026 ini. Tentunya hal ini dapat menjadi dasar dan tolak ukur pengembangan kretivitas, dalam usaha memperkuat budaya Bali. Kasanga Festival merupakan wahana  kreatifitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernafaskan Vasudhaiva Kutumbakam. 

“Kegiatan ini dilaksanakan agar kreator ogoh-ogoh di Kota Denpasar mempunyai ruang berkompetisi yang produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (Etika, Logika Dan Estetika). Sasaran kedepan dari Kasanga Festival ini memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Denpasar Yang Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, dan yang terbaru, Kasanga Fest hadir dengan sistem pengolahan sampah berbasis sumber,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, jika bersama dicermati, Kasanga Festival merupakan wahana strategis untuk dilaksanakan berkelanjutan. Hal ini lantaran kegiatan ini merupakan sarana interaksi dan komonikasi guna menumbuh kembangkan kreativitas di kalangan Yowana, Agama, Adat Dan Budaya Bali yang berkesinambungan. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir. 

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Kasanga Festival ini, bisa menjadi tuntunan membuat ketentraman, sebagai sarana meningkatkan aktifitas dan kreatifitas, Guna, Gina, Pragina dan Guna Kaya. Oleh sebab itu menjadi tanggungjawab kita sebagai warga masyarakat Denpasar, untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kasanga Festival ini,” ujar Jaya Negara sembari mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan serta mengikuti Kasanga Fest ini dengan tertib dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana saat diwawancarai menjelaskan, Kesanga Festival yang tetap berpedoman pada sepirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang. Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar yang pada seleksi sebelumnya diikuti sebanyak 223 peserta dari STT se-Kota Denpasar. Selain itu, terdapat pula sebanyak 10 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, sebanyak 43 karya ogoh-ogoh mini, sebanyak 33 peserta lomba seketsa dan sebanyak 35 peserta lomba tapel. Terdapat pula sebanyak 16 peserta lomba barong, sebanyak 6 peserta lomba baleganjur ogoh-ogoh serta sebanyak 43 stand UMKM yang dapat menjadi pilihan warga kota untuk berbelanja dan kulineran. 

“Sesuai dengan ide besar Pak Walikota dan Wakil Walikota melalui Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreatifitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” ujar Gung Angga.

Selain itu, kata Gung Angga, Kasanga Fest kali ini menghadirkan skema baru. Yang pertama adalah pengolahan sampah festival berbasis sumber dengan sistem waste management bekerjasama dengan komunitas. Kedua, format penilaian tahun ini dikemas dengan pawai atau peed, dan pada saat inaugurasi pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan perwakilan kecamatan yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai penyucian. 

“Kami berharap Kasanga Festival ini dapat menguatkan seni budaya Bali yang dikolaborasikan dengan teknologi. Dan tahun ini kami menghadirkan format baru, dimana Kasanga Fest juga ikut andil dalam mengurangi sampah dengan mengolah sendiri sampah festival dengan waste management,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pada perhelatan kali ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar akan diberikan pembinaan sebesar Rp. 30 Juta untuk masing-masing sekehe. Selanjutnya, mereka akan menampilkan pawai atau peed dengan sajian terbaik untuk memperebutkan Juara I dengan hadiah sebesar Rp. 50 Juta, Juara II dengan hadiah Rp. 40 Juta, Juara III dengan hadiah Rp. 30 Juta, Harapan I dengan hadiah Rp. 20 Juta, Harapan II dengan hadiah Rp. 15 Juta dan Harapan III dengan hadiah Rp. 10 Juta dengan masing-masing hadiah dipotong pajak. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Inpektur Daerah Kodam IX Udayana, Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD serta undangan lainya. (Ags).

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan, Koramil Kokonao dan Koramil Timika Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan


Timika , Bali Kini
- Berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Yos Sudarso, Timika, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Personel Koramil dan Persit turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara maupun warga sekitar yang melintas.

Pada kegiatan tersebut, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika membagikan sebanyak 300 paket takjil kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menerima takjil yang dibagikan oleh para prajurit TNI.

Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi salah satu bentuk kedekatan TNI dengan masyarakat serta upaya mempererat hubungan silaturahmi di wilayah binaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan suci Ramadan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama ( tim Lpt)

Dinas Sosial Laksanakan Pelatihan Membuat Makanan Frozen


 Tingkatkan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat


Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar melaksankan pelatihan membuat makanan bagi 100 orang perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk empat kecamatan, Kota Denpasar. Pelatihan yang berlangsung dua hari dari hari Kamis (5/3) sampai Jumat, (6/3) di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty yang didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika.


Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty dalam arahannya pada peserta pelatihan menyampaikan pelatihan yang berkerja sama dengan Sugatu Bali sebagai narasumber dan melibatkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Denpasar bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluara KPM. Adapun jenis makanan yang dilatih seperti pembuatan risoles, nugget talas dan siomay. “Jenis makanan-makanan yang dilatih kali ini Saya kira bisa langsung di buat dirumah dan jual di sekitar lingkungan rumah dulu,” harapnya. Disamping diberikan praktek cara membuat dari awal juga diberikan teori pemasaran termasuk juga cara pengkemasan secara sederhana. Semua ini menurut Laxmy Saraswati sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengentaskan masalah kemiskinan melalui peningkatan keterampilan KPM. Sehingga KPM tidak lagi tergantung sebagai penerima manfaat program PKH.


Untuk itu pelatihan yang diberikan dapat dipraktekan di masing-masing keluarga yang mengikuti palatihan karena materi pelatihan kali ini membuat makanan.  Laxmy Saraswati juga menambahkan dipilihnya produk makanan ini dalam pelatihan selain bahannya mudah didapat juga sebagai strategi sederhadana dalam memasarkan produk. Mengingat jenis makanan dilatih saat ini bisa dijual dalam kemasan dingin ( frozen) maupun siap saji. “Saya yakin bila ini dapat dilaksanakan di rumah KPM yang mengikuti pelatihan akan membantu sedikit tidaknya ekonomi keluarga,” ujarnya.


Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika menambahkan apa yang didapat dalam pelatihan harus diperaktikan dirumah lagi minimal dibuat untuk keluarga. Karena untuk menjadi berhasil teruma menjadi sebagai wirausaha makanan harus melalui prososes dan konsistan. Disamping itu Sudiatmika juga berharap melalui pendamping PKH Kota Denpasar membuat WA Grup bagi masing-masing kelompok yang mengikuti pelatihan. Selalin sebagai ajang komunikasi juga saling memotivasi bagi peserta pelatihan. “Saya harap para peserta membuat WA Grup dikoordinir pendamping PKH masing-masing. Selain sebagai alat komunikasi juga untuktukar pengalaman, “ harapnya.


Salah seorang narasumber Eka Sudarmawan dalam peparannya menyampaikan untuk melaksanakan suatu usaha harus konsisten dan jangan libur terus. Ini juga mempengaruhi proses penjualan pada konsumen. Disamping juga peserta harus mampu menhitung harga bahan yang digunakan sehingga produk yang dijual tidak merugi.


Salah seorang peserta Kadek Sri Muliantari dari Denpasar Utara menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat, mengingat jenis pelatihannya makanan yang sederhana dan disukai masyarakat. Ia mengaku akan langsung mempraktekan di rumah mungkin minimal bisa dititip di warung-warung.  (Gst-Kabid Linjamsos)

Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Tabanan


Tabanan , Bali Kini  — Menutup rangkaian perayaan Imlek 2026 dengan suasana penuh kebersamaan dan keharmonisan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jl. Melati No. 18, Tabanan, Selasa, (3/3). Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait serta umat dan masyarakat yang memadati area vihara.

Kehadiran Bupati Sanjaya disambut meriah dengan penampilan Barongsai Pusaka Cattra yang menambah semarak suasana. Kegiatan diawali dengan persembahyangan di altar vihara yang dipandu oleh Biokong sebagai wujud bhakti dan ungkapan syukur atas limpahan berkah serta doa bagi kedamaian bersama. Nuansa merah dan gemerlap lampion yang menghia

si kawasan vihara menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan optimisme menyongsong tahun yang baru.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan yang telah dianugerahi Harmony Award memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. “Baik Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani tidak akan bisa kita capai jika kita tidak rukun dan tidak harmonis,” ucapnya.

Perayaan Cap Go Meh yang sarat makna sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Langit dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga membawa nostalgia tersendiri bagi Sanjaya. Ia mengenang masa kecilnya di Kota Tabanan yang kerap menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh dalam suasana akrab, lengkap dengan ragam kuliner khas yang mempererat silaturahmi. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum silaturahmi dan rasa syukur yang harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan perayaan Imlek di Tabanan yang kini memasuki tahun ketiga dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka dan semarak, menjadi bukti nyata kemajuan pembauran budaya. Ornamen lampion yang menghiasi sudut-sudut kota merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi ekspresi budaya masyarakat Tionghoa. “Dulu saya katakan, ayo tampilkan budayanya. Kita pasang lampion, kita fasilitasi agar menjadi semarak. Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar. Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” tegasnya.

Sanjaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan atas kontribusi dan komitmen dalam menjaga kebersamaan lintas agama. Menurutnya, harmoni antara umat Hindu, Tionghoa, Kristen, dan Muslim di Tabanan merupakan implementasi nyata visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala. Dengan terpeliharanya harmoni secara sekala dan niskala, Tabanan diharapkan terus menjadi contoh nyata kerukunan dan persaudaraan bagi daerah lain di Bali maupun Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan. Ia juga menyampaikan harapan agar di Tahun Kuda ini, Bupati Sanjaya senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tabanan sebagai kabupaten yang harmonis, toleran, serta mampu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Menutup rangkaian acara dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Sanjaya bersama jajaran dan para umat menikmati sajian lontong Cap Go Meh yang menjadi ciri khas perayaan, sembari menyaksikan hiburan musik angklung dan berbagai penampilan seni lainnya. Sajian tersebut bukan sekadar kuliner, tetapi juga mengandung simbol doa dan harapan agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, selaras dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga di Tabanan (*)

Kamis, 05 Maret 2026

Reses Ketua DPRD Karangasem, Serap Aspirasi Adat dan Infrastruktur

 
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – Untuk menyerap aspirasi di masing-masing daerah pemilihan (Dapil), Ketua DPRD Karangasem bersama anggota kembali menggelar reses masa persidangan II. Sejumlah aspirasi diterima dan diharapkan dapat diperjuangkan kepada pihak eksekutif.

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, saat menggelar reses di Kecamatan Selat mengatakan, kegiatan menyerap aspirasi merupakan agenda rutin agar anggota DPRD dapat lebih banyak bertatap muka langsung dengan masyarakat sekaligus menampung usulan yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem.

“Reses sudah kita laksanakan sejak 1 sampai 3 Maret oleh seluruh anggota di masing-masing dapil,” ujarnya.

Dalam reses di Kecamatan Selat, aspirasi yang mencuat didominasi permintaan agar pemerintah daerah hadir saat masyarakat menggelar upacara yadnya, seperti ngaben massal, karya di dadia maupun desa adat, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Masyarakat sangat berharap kehadiran pemerintah saat menggelar upacara ngaben massal maupun upacara keagamaan lainnya,” jelasnya

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi di bidang infrastruktur, meliputi perbaikan jalan, irigasi pertanian, bantuan alat pertanian, hingga pemasangan lampu penerangan jalan. Mengingat sebagian besar masyarakat Kecamatan Selat berprofesi sebagai petani, dukungan infrastruktur pertanian dinilai sangat penting.

Hasil reses tersebut, lanjutnya, akan diparipurnakan dalam bentuk pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam pembahasan APBD 2026 untuk Tahun Anggaran 2027.

“Hasil reses nanti kita kumpulkan dalam bentuk pokir, setelah itu kita serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti,” tegasnya

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Selat, I Wayan Sudarma, menyampaikan aspirasi terkait rencana rehabilitasi pura serta pelaksanaan upacara di pura tersebut. Ia berharap usulan tersebut dapat benar-benar ditindaklanjuti pemerintah melalui Ketua DPRD.
“Saya berharap apa yang menjadi hasil reses ini benar-benar ditindaklanjuti,” ujarnya. (Ami)

Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Rapat Paripurna DPRD

Klungkung , Bali Kini - Kabupaten Klungkung, Masa Persidangan Il (kedua) Tahun Sidang 2026 dengan agenda Pembahasan 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung dan Penetapan Ranperda Kabupaten KIungkung tentang Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat yang pimpin oleh wakil Ketua I , I Wayan Baru ini bertempat di ruang rapat Sabha Nawa Natya Kantor DPRD Klungkung,  Kamis (5/3).

Tiga Ranperda yang di bahas diantaranya :
1. Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; 2. Ranperda tentang Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman; miwah
3. Ranperda tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat.

Diawali dengan Penjelasan Kepala Daerah mengenai 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna I, Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan Kepala Daerah mengenai 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung. Dan diakhiri dengan Rapat Paripurna I jawaban Kepala Daerah terhadap Pemandangan Umum Fraksi.

Turut hadir dalam rapat ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung,  para Asisten dan staf Ahli Bupati,  sertapara kepala OPD dilingkungan Pemkab Klungkung.

Bupati Klungkung Serahkan Bantuan Sarana Belajar untuk Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Ketut Sujana dan Anggota DPRD Klungkung dapil Banjarangkan I Wayan Widiana menyerahkan bantuan sarana belajar kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Klungkung, Kamis (5/3).
Bantuan yang diserahkan masing masing berupa 18 unit laptop, 1 unit konektor, 1 unit proyektor, dan 1 unit wireless router. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada beberapa sekolah penerima, di antaranya SDN 3 Nyalian, SDN 1 Bakas, SMPN 2 Banjarangkan, dan SMPN 4 Banjarangkan.

Program bantuan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan asesmen, tes, serta kegiatan pembelajaran di masing-masing sekolah, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melengkapi fasilitas pembelajaran agar proses belajar mengajar semakin berkualitas dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan saat ini. Saya berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga generasi penerus kita tidak lagi buta teknologi,” ujar Bupati Satria.

Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi dimanfaatkan secara bijak, terutama di era digitalisasi saat ini. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk hal-hal positif yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, bahkan tidak menunggu tahun, tetapi dalam hitungan bulan sudah berubah. Karena itu kita tidak boleh tertinggal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Satria juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Klungkung.
Ia mengajak para siswa untuk terus belajar setinggi-tingginya, meskipun nantinya sudah memasuki dunia kerja.
“Dengan teknologi, banyak hal yang sebelumnya tidak mungkin dapat menjadi mungkin. Mari kita manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baik dan sebijak-bijaknya agar benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Perkuat Silaturahmi Jaga Keharmonisan Dalam Keberagaman.

Ket foto : Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Kamis (5/3) petang. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Kamis (5/3) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar. Hal ini tentu meneguhkan Denpasar sebagai kota yang harmoni dalam keberagaman. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua MUI Kota Denpasar, H. Khoeron, Ketua DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, serta warga muslim Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian. 

Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki Masjid Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman dan bersalawat yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.

Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Arya Wibawa mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara. 

"Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar," ujar Arya Wibawa.

Sementara, Pembina Yayasan Al-Falah, Buana Indah, H. Oktan Hidayat dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta jajarannya Pemerintah Kota Denpasar dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah. Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga.

"Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan harmoni budaya lokal," ungkapnya. (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved