Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini - Kapal cepat Putri Island 02 GT 34 Bendera Indonesia mengalami keretakan atau pecah body di bagian haluan depan setelah dihantam ombak besar di perairan utara Selat Lombok, Senin (2/3/2006).
Kapal yang dinakhodai Fahrur Rozi tersebut bertolak dari Pelabuhan Pemenang pada pukul 11.45 Wita dengan tujuan Padangbai. Saat kejadian, kapal mengangkut 108 penumpang yang terdiri dari 106 WNA dan 2 WNI, serta 6 orang awak kapal.
Sekitar lima mil dari Pelabuhan Pemenang, kapal tiba-tiba dihantam gelombang tinggi. Benturan ombak menyebabkan keretakan di atas main deck, tepat di bawah kaca ruang kemudi atau bagian haluan depan kapal. Setiap gelombang menghantam, air laut sempat masuk ke dalam kapal dan menggenangi area dalam.
Air yang masuk sempat mengenai ruang kabel dan memicu gangguan pada sistem navigasi serta kemudi. Namun situasi masih dapat dikendalikan karena pompa air (bill pump) berfungsi dengan baik sehingga air laut berhasil dipompa keluar.
Menanggapi beredarnya video viral yang menyebut kapal tersebut karam atau tenggelam, Pelaksana Harian KSOP Padangbai, I Nengah Sudiartha, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Kami tegaskan kapal tidak tenggelam. Memang terjadi keretakan akibat dihantam ombak sekitar lima mil dari Pelabuhan Pemenang, namun kondisi kapal tetap terapung dan terkendali,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, pihak KSOP Padangbai langsung menginstruksikan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk merapat dan memberikan bantuan. Selain itu, kapal Karuniya Perkasa 01 diberangkatkan untuk melakukan evakuasi.
“Pukul 14.00 Wita kapal bantuan tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi seluruh penumpang dari Putri Island 02. Setelah proses evakuasi selesai, kedua kapal berjalan beriringan menuju Pelabuhan Padangbai,” jelasnya.
Kedua kapal tiba di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 15.45 Wita. Seluruh penumpang dipastikan selamat.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Selain itu, tidak ada laporan kerugian material dari pihak penumpang,” tambahnya.
KSOP Padangbai mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram