-->

Kamis, 26 Februari 2026

APINDO Gelar Talkshow Optimalisasi Air Bawah Tanah, Jawab Keresahan Pengusaha Hotel di Karangasem

APINDO Gelar Talkshow Optimalisasi Air Bawah Tanah, Jawab Keresahan Pengusaha Hotel di Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Keresahan para pengusaha hotel dan pelaku usaha lain di Karangasem terkait perizinan air bawah tanah (ABT) akhirnya mendapat respons konkret. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar talkshow bertema “Optimalisasi Air Bawah Tanah: Tantangan dan Solusi Dunia Usaha” yang menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Karangasem dan menjadi ruang dialog terbuka bagi pelaku usaha yang selama ini membutuhkan kepastian arah dalam pengurusan izin air tanah.

Ketua Panitia, I Gusti Agung Bagus Agung Krisna, Kamis (26/2) mengatakan, air bawah tanah merupakan sumber daya vital yang menopang sektor industri, pariwisata, pertanian, UMKM hingga sektor pendukung lainnya. Namun pemanfaatannya tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ketersediaan, penurunan kualitas dan kuantitas, hingga regulasi dan isu keberlanjutan lingkungan.

“Oleh karena itu, APINDO memandang perlu adanya forum diskusi untuk memberikan pemahaman dan solusi praktis bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk urgensi para pengusaha untuk taat dalam perizinan, khususnya izin ABT. APINDO berupaya mencarikan jalan keluar bagi pengusaha hotel, restoran, dan sektor lain yang menggunakan air tanah agar memperoleh kepastian prosedur dan regulasi.

Ia menegaskan, APINDO ingin menghadirkan ruang dialog yang konstruktif antara dunia usaha, pemerintah, dan para ahli guna mencari solusi yang realistis dan berkelanjutan. “Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus dijaga. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Diskusi ini menghadirkan lima narasumber kompeten, yakni Sekretaris PUPR Provinsi Bali I Ketut Ariantana, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali I Nyoman Budi Utama, Penyelidik Bumi Ahli Muda Disnaker ESDM Provinsi Bali I Kadek Sutika, Plt Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Balai Wilayah Sungai Penida–Bali Bima Ajnasmoro, serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karangasem I Komang Suarnatha.

Ketua PHRI I Wayan Kariasa menyampaikan, melalui talkshow ini diharapkan terbangun dialog yang seimbang antara kepentingan usaha dan kebijakan pemerintah. Ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas, skema yang adil bagi pengusaha, serta dorongan penggunaan teknologi ramah lingkungan guna menjaga eksistensi sumber daya air.

Peserta kegiatan terdiri dari anggota APINDO, pelaku usaha lintas sektor, instansi terkait, hingga UMKM binaan APINDO Karangasem. Kehadiran UMKM dinilai penting karena isu pengelolaan air bukan hanya menyangkut pelaku usaha besar, tetapi juga keberlangsungan usaha kecil dan menengah yang menjadi fondasi ekonomi daerah.

“Kami ingin diskusi ini tidak berhenti pada wacana, tetapi menghasilkan rekomendasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan air bawah tanah yang bijak, efisien, dan bertanggung jawab,” kata Agung Krisna.

Pendanaan kegiatan berasal dari kontribusi peserta serta dukungan DPK APINDO Karangasem, DPD APINDO Bali, anggota PHRI, klinik, rumah sakit, perbankan, kontraktor, kampus, pelaku usaha laundry, toko donatur, vendor, sponsor, serta kehadiran SETC (Sampoerna Entrepreneurship Training Center).

Ketua DPD APINDO Bali, I Nyoman Oka Antara, menegaskan APINDO siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang adil, proporsional, dan berkelanjutan. Targetnya jelas: daerah tumbuh, PAD meningkat, tenaga kerja terserap, dan lingkungan tetap lestari. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved