-->

Selasa, 12 Mei 2026

Lantik Pejabat Tinggi dan PNS, Bupati Kembang Tekankan Integritas dan Responsivitas di Media Sosial

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dalam pelantikan ini, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana. Selain itu, sebanyak 15 CPNS formasi tahun 2024 secara resmi diambil sumpahnya menjadi PNS.

Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan peningkatan tanggung jawab secara penuh.

"Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Kembang memberikan pesan khusus bagi para ASN muda agar tetap rendah hati dan menjaga etika komunikasi di ruang publik.

"Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa 'naik kelas' dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik," tegasnya.

Selain itu, menyikapi kondisi kepegawaian di Jembrana, Bupati Kembang mengungkapkan bahwa tantangan ke depan cukup besar mengingat ada 158 pegawai yang memasuki masa pensiun tahun ini, termasuk 59 orang guru. Meskipun rencana awal formasi ASN akan disesuaikan dengan jumlah pensiun, Bupati Kembang mengambil kebijakan untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.

"Saya putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi yang benar-benar konkret dan mendukung program-program  pemerintah," pungkasnya.
(*)

Serahkan Bantuan Traktor, Bupati Kembang Pacu Modernisasi Pertanian di Jembrana

Jembrana , Bali Kinin– Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Jembrana terus dipercepat melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Pemerintah Pusat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada perwakilan subak se-Kabupaten Jembrana di Balai Benih Pembantu (BBP) Desa Pohsanten, Selasa (12/5/2026).

Bantuan traktor pusat difasilitasi daerah diserahkan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati.

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari APBN melalui usulan e-proposal Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit traktor roda dua untuk bantuan reguler serta 1 unit traktor roda empat yang merupakan aspirasi dan fasilitasi dari Polres Jembrana.


Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan tidak hanya menjadi pelengkap seremonial.


“Bantuan alat pertanian ini jangan hanya dianggap barang baru untuk dipajang atau difoto saat acara saja. Jangan sampai traktornya kinclong terus, tapi sawahnya tetap pakai cangkul manual,” tegasnya.


Menurutnya, bantuan alsintan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

Selain pemanfaatan, Bupati Kembang juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan alat. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah merupakan aset kelompok yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya.


“Saya titip pesan, alat ini dijaga bersama. Karena bantuan pemerintah itu bukan milik pribadi, tapi milik kelompok dan masyarakat. Kalau dirawat baik, manfaatnya bisa lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” ujarnya.


Pihaknya turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI serta Polres Jembrana yang dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.


Bupati Kembang berharap modernisasi pertanian mampu membawa petani Jembrana semakin maju dan sejahtera. Menurutnya, kesejahteraan petani menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.


“Saya berharap petani Jembrana semakin maju, modern, dan sejahtera. Karena kalau petani bahagia, kita semua ikut bahagia. Mau makan nasi enak juga kan asalnya dari sawah, bukan dari download aplikasi,” pungkasnya. ( * )

Senin, 11 Mei 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Bupati Satria Pantau Objek Pajak di Nusa Penida

Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus bergerak dalam memperkuat sektor pendapatan daerah melalui pengawasan intensif terhadap objek pajak potensial dan pengoptimalan objek pajak di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5) sore.

Dalam kunjungan lapangan ini, Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, serta Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan meninjau sejumlah titik usaha yang menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan pesisir Nusa Penida. Adapun tiga objek pajak utama yang dikunjungi meliputi Orca Beach Club, The MG Villa and Spa dan Maruti Beach Club

Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas pajak ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus menggali potensi pajak yang belum tergarap maksimal di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida.

Bupati I Made Satria menekankan bahwa pemantauan ini bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan langkah kolaboratif untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.

"Nusa Penida adalah magnet pariwisata Klungkung. Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha yang pesat di sini berbanding lurus dengan kontribusi terhadap daerah melalui pajak, yang nantinya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Klungkung. Pihaknya menyatakan siap mendukung dari sisi data dan teknis guna menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan dan optimal di Bali, khususnya di destinasi vital seperti Nusa Penida.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pemilik usaha akan pentingnya pelaporan pajak yang akurat demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Klungkung.

Tuntaskan Infrastruktur Nusa Penida, Bupati Satria Luncurkan Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh Senilai Rp 50,6 Miliar

Klungkung, Bali Kini - Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di Nusa Penida terus dikebut. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung secara resmi meluncurkan (launching) dimulainya paket pekerjaan Peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5/2026). 

Proyek strategis ini menyasar perbaikan jalan sepanjang 8 kilometer yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan wisatawan. Bupati I Made Satria menegaskan bahwa di bulan Mei ini, seluruh tahapan pekerjaan akan dipacu demi memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

"Kami mohon masyarakat untuk sedikit bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan jalan rusak yang ada di Nusa Penida," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan lokasi.

Lebih lanjut, Bupati berharap peningkatan kualitas jalan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih mulus, pertumbuhan dan kemajuan sektor pariwisata di Nusa Penida diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana mengatakan, Penyedia Jasa dari PT Aditya Sinar Pratama, Konsultan Pengawas CV Dinamika Desain dengan Nilai Kontrak: Rp 50.684.831.307,82 tertanggal 04 Mei 2026, Jangka Waktu: 240 Hari Kalender (Pelaksanaan) dan 360 Hari Kalender (Pemeliharaan)

“Proyek dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 50,6 Miliar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di Nusa Penida,” harapnya. 


Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD

Bangli - Bali Kini - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangli yang ke-822 kian terasa meriah dan penuh warna. Ribuan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kabupaten memeriahkan momen bersejarah tersebut melalui gelaran Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas yang digelar secara meriah. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ny. Sariasih Sedana Arta.

Kegiatan tersebut menjadi wadah yang luar biasa untuk menumbuhkan minat seni, kreativitas, serta karakter positif sejak usia dini. Dalam prosesi pembukaan, suasana menjadi sangat emosional dan menggembirakan ketika Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi oleh Ketua GOW, Ketua Persit, Sekretaris Daerah, Ketua Panitia HUT Bangli, Ketua DWP, Kadisdikpora kabupaten Bangli melakukan simbolis pelepasan balon ke angkasa. Aksi ini menjadi tanda resmi dimulainya pentas seni yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak gembira dari seluruh anak-anak yang hadir.

Panggung hiburan selanjutnya menjadi pusat perhatian dengan sederet penampilan yang memukau. Para generasi muda Bangli ini menunjukkan bakat luar biasa melalui berbagai sajian seni budaya dan modern, antara lain: Tari Pendet, Tari Gopala, Tari Puspanjali, yang memancarkan keanggunan budaya Bali.

Tidak hanya itu, semangat kebersamaan dan keceriaan juga ditampilkan melalui penampilan Tari Wirayuda yang gagah, paduan suara Lagu Anak, serta gerak lagu bertema persahabatan berjudul Rukun Sama Teman. Puncak penampilan yang memukau hadir dari aksi Drumband yang menunjukkan kedisiplinan, kerjasama tim, dan semangat juang yang tinggi dari para peserta didik.

Ny. Sariasih Sedana Arta dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme seluruh pihak. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai sarana stimulasi perkembangan motorik, seni, dan pembentukan karakter anak.

"Kita ingin anak-anak Bangli tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berbudaya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkarya," ujarnya.

Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita, sekaligus menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat Bangli dalam merayakan ulang tahun daerah yang penuh sejarah dan budaya ini.

HUT Kota Bangli ke-822, Mengusung Semangat Bhakti Ratna Radhaka, Pembangunan Dilandasi Nilai Luhur

Bangli, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli yang ke-822 di Alun-Alun Kota Bangli, Minggu (10/5/2026). Perayaan bersejarah ini berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat serta para ASN dan Non ASN dilingkungan Pemkab Bangli. 

Dalam peringatan tahun ini, Pemkab Bangli mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka”, sebuah ungkapan yang sarat makna filosofis dan menjadi pedoman utama langkah pembangunan ke depan. Tiga kata kunci tersebut memiliki arti mendalam: 'Bhakti' berarti pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah; 'Ratna' melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan; dan 'Radhaka' bermakna ketulusan hati serta semangat mengabdi yang penuh cinta terhadap tanah kelahiran.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat.

''Tema ini mengajarkan kita bahwa pembangunan sejati harus dilandasi oleh dedikasi, kejujuran, dan semangat demi kesejahteraan bersama. Mari kita asah setiap tugas yang diamanahkan hingga berkilau layaknya permata,” ujar Bupati Sedana Arta mengutip pesan Gubernur Bali.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa periode tahun 2025–2030 merupakan langkah awal dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). Keberhasilan pembangunan dalam lima tahun pertama ini akan menjadi pondasi kokoh yang diwariskan bagi generasi penerus Bali hingga satu abad ke depan. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat Bangli diajak untuk tetap kompak, bersatu, dan bergotong royong semangat, gilik saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya. Sinergitas lintas sektor juga diperkuat, antara lain kolaborasi Satpol PP, TNI, Polri, Pacalang, dan Desa Adat, demi menjaga kelestarian alam serta kearifan budaya Bali.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Anggota DPD RI Perwakilan Bali I Nyoman Sejiwa, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua beserta Anggota DPRD Kabupaten Bangli, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dan GOW Kabupaten Bangli, serta seluruh pimpinan Perangkat Daerah (PD) beserta seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Bangli.

Di sela-sela rangkaian upacara, Bupati Bangli secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 11 penerima mendapatkan bantuan tersebut, dengan rincian 4 penerima untuk perbaikan Pura, tempat suci, atau tempat ibadah, serta 7 penerima untuk perbaikan rumah warga. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan.

Momen puncak kemeriahan peringatan ditandai dengan penampilan kolosal bertajuk “Tetengger Agung”, yang dibawakan oleh ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli. Pertunjukan budaya ini merupakan gagasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bangli, yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli.

Tarian ini diangkat dari kisah Purana Pura Kehen, menceritakan sabda suci Ida Bhatara Guru Sri Aji Kunti Ketana di masa berdirinya Kota Bangli. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, pertunjukan ini menjadi penegasan komitmen “Bangli Era Baru” yang tetap kokoh berpijak pada akar budaya dan kesucian alam warisan leluhur.

Dalam keterangan pers usai apel, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan HUT ke-822 yang berjalan dengan cara berbeda namun penuh makna. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumbangan sukarela dari para pejabat daerah. 

 “Biasanya kita melibatkan pejabat untuk menyumbang secara sukarela, tapi hari ini tidak. Semua didekatkan kepada keterlibatan mandiri komponen masyarakat dan swasta. Ini sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar tidak menggelar seremonial besar-besaran menggunakan uang negara,” jelas Bupati Sedana Arta.

Meski diselenggarakan secara sederhana, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari deretan puluhan penjor berkualitas terbaik yang menghiasi sepanjang jalan utama kota. Rangkaian peringatan HUT Kota Bangli akan ditutup pada 17 Mei 2026 mendatang dengan panggung hiburan yang sepenuhnya menampilkan musisi dan seniman lokal Bali, tanpa mendatangkan artis dari luar daerah.

Menutup keterangannya, Bupati memaparkan arah kebijakan strategis pembangunan Bangli untuk tahun 2026 yang ditetapkan sebagai tonggak sejarah baru di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Bangli telah menyiapkan hibah lahan seluas 5,5 hektar untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Langkah nyata lainnya adalah pengiriman sejumlah tenaga kesehatan untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, serta kesiapan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa yang mulai menerima mahasiswa baru pada September 2026 mendatang.

Sementara itu, pelayanan kesehatan akan ditingkatkan secara masif. RSUD Bangli dipersiapkan untuk mengoperasikan peralatan medis canggih baru, termasuk mesin CT Scan dan layanan kemoterapi. Kelengkapan alat tersebut akan didukung penuh oleh bantuan peralatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, guna memastikan masyarakat Bangli mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus menempuh jarak jauh ke daerah lain.

Dengan semangat Bhakti, Ratna, Radhaka, Kabupaten Bangli melangkah pasti menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga kesucian budaya serta alamnya.

Bupati Kembang Iringi Keberangkatan 58 Bhikkhu Thudong dari Bali Menuju Jawa

Jembrana , Bali Kini – Semangat perdamaian dan toleransi bergaung di ujung barat Pulau Dewata. Sebanyak 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang tergabung dalam perjalanan spiritual "Indonesia Walk for Peace" resmi melanjutkan perjalanan mereka dari Bali menuju Pulau Jawa, Senin (11/5).

Pelepasan berlangsung khidmat di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk, sebelum para Bhikkhu menyeberangi Selat Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Perjalanan lintas pulau ini dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 7 Mei hingga berakhir pada 28 Mei 2026, dengan menempuh jarak kurang lebih 666 Kilometer.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung untuk menghantarkan para Bhikkhu hingga memasuki kapal Feri, menyatakan rasa hormatnya atas dedikasi para Bhikkhu. Ia menekankan bahwa pelaksanaan Thudong (berjalan kaki) adalah pengingat penting bagi masyarakat modern.

"Di tengah zaman yang serba cepat, masih ada yang memilih berjalan kaki dengan kesederhanaan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini menjadi pengingat kita semua agar tidak hanya sibuk mengejar kehidupan, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap damai," ujar Bupati Kembang.

Ia juga berharap perjalanan ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. "Astungkara, seluruh perjalanan spiritual ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh rasa kedamaian," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya, menjelaskan bahwa momen penyeberangan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Selat Bali tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan titik temu doa bagi dua pulau.

Para Bhikkhu akan membacakan mantra saat berada di antara Pulau Bali dan Jawa sebagai bentuk pemberkatan. Langkah pertama dimulai dari Bali dan akan terus berlanjut di Pulau Jawa sebagai satu rangkaian misi kemanusiaan. Meski melewati daerah dengan tradisi yang berbeda, misi utamanya tetap satu untuk menebarkan cinta kasih kepada semua kehidupan.

"Tidak harus secara fisik, namun doa, ucapan, dan pikiran jauh lebih dahsyat. Mari kita iringi perjalanan Idhe Bhikkhu untuk menggetarkan kedamaian dari Bali hingga ke Tanah Jawa," pungkas Sudiarta.
(*)

Jelang Idul Kurban, Kesehatan Sapi di Karangasem Dipantau Ketat, Vaksinasi Capai 14.400

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamias 

Karangasem,  Bali Kini - Menjelang Idul Adha, kesehatan hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Karangasem mulai dipersiapkan secara masif guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Karangasem saat ini mencapai 78.415 ekor.

Dari jumlah tersebut, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku terus digencarkan oleh petugas kesehatan hewan. Hingga saat ini capaian vaksinasi PMK di Karangasem telah mencapai sekitar 14.400 dosis dan menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Bali.

“Puskeswan kami sudah bergerak secara rutin setiap hari untuk melaksanakan vaksinasi guna mencegah penyakit, utamanya PMK. Pemantauan kesehatan juga dilakukan pada pasar hewan kaitannya dengan jual beli hewan menjelang Hari Raya Idul Kurban,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Selain vaksinasi, pengawasan terhadap sapi betina produktif juga terus diperketat. Hal tersebut dilakukan sesuai peraturan daerah yang melarang pemotongan sapi betina produktif demi menjaga keberlangsungan populasi dan ketahanan ternak di Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, sapi betina produktif memiliki peran penting dalam pengembangbiakan sehingga keberadaannya harus dilindungi agar populasi sapi tetap stabil dan peternak tidak mengalami kerugian jangka panjang.

Masyarakat dan peternak juga diimbau untuk menjaga sanitasi kandang serta rutin memperhatikan kebersihan lingkungan ternak guna meminimalisir penyebaran penyakit. Selain itu, peternak diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya agar dapat segera ditangani. (Ami)

Unwar Resmi Buka Prodi S1 Fisioterapi


Denpasar – Bali Kini - Rektor Universitas Warmadewa menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Fisioterapi yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII di Ruang Rapat Pimpinan Universitas Warmadewa, Senin (11/05/2026). Dengan diterimanya SK tersebut, Universitas Warmadewa juga secara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) untuk Program Studi S1 Fisioterapi.

Penyerahan SK tersebut turut disaksikan oleh Wakil Rektor BARPM Unwar, Dekan FKIK Unwar, Ketua Program Studi Fisioterapi Unwar, serta dosen fisioterapi Universitas Warmadewa. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan SK Nomenklatur Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Warmadewa.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Unwar dr. Tanjung Subrata, M.Repro, AIFO-K menjelaskan bahwa Prodi S1 Fisioterapi Unwar hadir dengan konsep dan keunggulan yang berbeda dibandingkan program studi sejenis di Bali. Ia mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar karena Prodi Fisioterapi Unwar merupakan program studi fisioterapi kelima di Bali sekaligus yang paling muda.
Menurutnya, keunggulan utama yang diusung adalah konsep anti-aging dan fitness fisioterapi yang saat ini berkembang pesat di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran. “Dari awal kami menyampaikan bahwa yang akan dikedepankan adalah keunggulannya,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat tujuh poin utama yang menjadi penguatan kurikulum, yakni anti-aging physiotherapy, fitness assessment, resistance training, corrective exercise, functional training, therapeutic exercise programs, serta pengembangan keterampilan kebugaran berbasis fisioterapi.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal sebagai sarjana fisioterapi, tetapi juga mendapatkan keterampilan tambahan di bidang kebugaran profesional berbasis evidence based. Ia menilai industri fitness di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan formal di bidang kebugaran. “Selama ini yang ada hanya pelatihan singkat dan sertifikasi personal trainer. Padahal tanggung jawab seorang trainer sangat besar,” ungkapnya.
Karena itu, Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa diyakini mampu menjadi salah satu pelopor pendidikan formal berbasis fitness dan kebugaran di Indonesia dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan dasar ilmu kesehatan yang kuat. Selain memahami latihan kebugaran, lulusan Prodi S1 Fisioterapi nantinya juga dibekali kemampuan dasar kesehatan dan pertolongan pertama untuk menangani kondisi darurat saat aktivitas kebugaran berlangsung.

Sementara itu, Dekan FKIK Unwar dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua., menyampaikan bahwa pembukaan Prodi S1 Fisioterapi menjadi langkah penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Menurutnya, kehadiran Prodi Fisioterapi akhirnya melengkapi identitas FKIK yang selama hampir 18 tahun belum memiliki program studi yang secara khusus merepresentasikan bidang ilmu kesehatan.
“Pembukaan Prodi baru ini menjawab nama dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setelah hampir 18 tahun, akhirnya FKIK memiliki program studi yang benar-benar mencerminkan bidang ilmu kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga fisioterapi akan terus meningkat karena layanan fisioterapi menjadi bagian penting dan wajib tersedia di rumah sakit. Selain itu, peluang lulusan fisioterapi di sektor wellness dan kebugaran juga dinilai sangat besar, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata dunia. “Kedepannya saya yakin pusat-pusat wellness juga akan sangat memerlukan lulusan fisioterapi,” tambahnya.

Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terbitnya izin pembukaan Prodi S1 Fisioterapi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Atas nama Rektor Universitas Warmadewa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas izin yang telah dikeluarkan kementerian terhadap usulan Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa,” ujarnya.
Dengan hadirnya Prodi S1 Fisioterapi, FKIK Universitas Warmadewa kini membawahi tiga program studi, yakni Program Studi Kedokteran, Program Profesi Dokter, dan Program Studi Fisioterapi.

Rektor menjelaskan bahwa Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa dirancang memiliki karakteristik khusus yang selaras dengan identitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Program studi ini nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mengembangkan konsep fisioterapi berbasis healing dan yoga.
“Prodi Fisioterapi ini nantinya menyediakan sarana healing dan yoga sebagai bagian dari kelengkapan pembelajaran. Ini akan menjadi kekhasan dari Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa,” jelasnya. Selain itu, Prodi Fisioterapi juga diproyeksikan menjadi program studi berstandar internasional dengan berbagai moda pembelajaran berbasis healing dan yoga yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan bersertifikat internasional.
Sebagai penunjang pembelajaran, Prodi ini juga akan dilengkapi fasilitas gym, terapi, dan massage therapy sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.
Menutup pernyataannya, Rektor berharap Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa dapat berkembang menjadi ikon baru Universitas Warmadewa di bidang pendidikan kesehatan dan wisata kesehatan berbasis budaya Bali.
“Sekali lagi selamat dan sukses, semoga Prodi Fisioterapi ini ke depan menjadi ikon Universitas Warmadewa,” pungkasnya.(Rls/*)

Sabtu, 09 Mei 2026

Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Kabupaten Jembrana : Bupati Kembang Tekankan Kekompakan dan Jaga Akar Budaya

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Jembrana yang digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan persaudaraan (pasemetonan) serta evaluasi program kerja organisasi ke depan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Bupati Jembrana menyampaikan rasa bangganya dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Pasek. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar pasemetonan Pasek.
"Jangan bangga kalau kita Semeton Pasek adalah pesemetonan terbesar di Jembrana, yang terpenting adalah kualitas pesemetonan ini, bagaimana bisa lebih saling menguatkan, saling tolong menolong" ujar Bupati Kembang. 

​Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya peran MGPSSR dalam menghadapi tantangan zaman, terutama bagi generasi muda. Ia berpesan agar anak muda Bali tetap modern namun tidak tercerabut dari akar budayanya. Ia juga mengapresiasi kontribusi semeton Pasek di Jembrana yang telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pemerintahan, sebagai modal membangun daerah.
​Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MGPSSR Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang sekaligus membuka secara resmi gelaran Loka Sabha tersebut. Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas organisasi untuk mencapai visi dan program yang telah dicanangkan.
​Ia memberikan motivasi yang kuat mengenai arti sebuah persatuan dalam perjuangan organisasi.
"Kita harus bersatu. Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan kita telah berhasil. Namun, jika tidak bersatu, maka setengah perjuangan kita sudah gagal," tegas Giri Prasta.

​Loka Sabha Madya VIII ini kembali terpilih I Made Sudiada sebagai ketua MGPSSR Kabupaten Jembrana yang diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan kepengurusan yang solid untuk membawa MGPSSR Kabupaten Jembrana semakin bermanfaat bagi masyarakat luas dan tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur menyama braya.
​Hadir dalam acara tersebut para Sulinggih, Penglingsir, tokoh-tokoh Pasek, jajaran pengurus MGPSSR tingkat provinsi dan kabupaten, serta semeton Pasek se-Kabupaten Jembrana.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved