-->

Rabu, 09 September 2026

Desa Adat Sesetan Kembali Gelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9),


DENPASAR, BALI KINI Desa Adat Sesetan kembali menggelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan secara massal. Pelaksanaan karya tersebut berlangsung di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9), dan diikuti ratusan krama, baik dari Desa Adat Sesetan maupun dari luar wilayah.


Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir sekaligus ngayah nyangging dalam pelaksanaan upacara mapandes atau matatah massal tersebut.
Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati areal bale peyadnyan untuk mengikuti rangkaian prosesi upacara matatah kinambulan. Mapandes massal kali ini diikuti sebanyak 138 peserta dengan melibatkan 21 orang sangging yang bertugas melaksanakan prosesi pengasahan gigi.


Selain Wali Kota Denpasar, pelaksanaan karya tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan Kadek Hermanto dan tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Sesetan.


Di sela-sela kegiatan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa ritual potong gigi atau mapandes merupakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya yang penting dilaksanakan bagi umat Hindu.

 “Mapandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia,” ujar Jaya Negara.


Ia menjelaskan, Sad Ripu terdiri atas kama, yakni sifat penuh nafsu indria; lobha, sifat loba dan serakah; krodha, sifat kejam dan pemarah; mada, sifat mabuk atau kemabukan; matsarya, sifat dengki dan iri hati; serta moha, sifat kebingungan atau kesulitan dalam menentukan sesuatu.


Menurutnya, pelaksanaan upacara mapandes tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam membentuk kehidupan manusia agar mampu mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara lebih baik.


Lebih jauh, Wali Kota Jaya Negara juga menyampaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp300 juta.


Sementara itu, Bendesa Adat Sesetan, I Made Sudarma, menyampaikan bahwa Desa Adat Sesetan telah memiliki program matatah atau mapandes massal yang dilaksanakan secara berkala.


“Program ini sudah ada sejak lama dan dirancang setiap dua tahun sekali sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama umat di Desa Adat Sesetan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan matatah massal tersebut bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pembiayaan pelaksanaan yadnya. Dengan dilaksanakan secara bersama-sama, masyarakat dapat menekan pengeluaran dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.

Menariknya, pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Adat Sesetan. Masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti rangkaian karya tersebut.


Untuk pelaksanaan mapandes, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu per peserta, sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp750 ribu.

Sedangkan untuk pelaksanaan Atma Wedana atau memukur, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp1 juta. Sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp3,5 juta.


“Ini merupakan bentuk upaya kami untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Kami memberikan kesempatan tidak hanya kepada warga Sesetan, tetapi juga masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan yang ingin mengikuti karya ini,” jelas I Made Sudarma.


Selain matatah massal, kata Made Sudarma, rangkaian Karya Atma Wedana kali ini juga diikuti sebanyak 142 sawa. Lebih lanjut, pihaknya mengemukakan, pelaksanaan mapandes massal ke depan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program Desa Adat Sesetan.


“Mapandes massal kali ini diikuti 138 orang peserta dari warga Desa Adat Sesetan dengan melibatkan 21 orang sangging. Upacara ini nantinya akan terus kami adakan secara rutin ke depannya,” katanya.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar Jaya Negara, atas kehadiran dan dukungan berupa stimulan dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Semoga upacara ini bisa terus kami laksanakan untuk masyarakat ke depannya,” tandasnya. (Ayu).

Pimpin Rakor, Wali Kota Jaya Negara Tekankan Penguatan Kinerja dan Capaian Program Prioritas


Denpasar, Bali KiniPemerintah Kota Denpasar melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Rabu (9/9). 


Rakor tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya selaku moderator, Kelompok Ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perumda di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.


Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menekankan pentingnya rakor sebagai ruang koordinasi dan evaluasi bersama untuk memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat berjalan secara optimal.

“Rakor ini menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang sudah kita laksanakan, apa yang sudah dicapai, dan apa yang masih perlu kita tingkatkan. Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.


Lebih lanjut, Jaya Negara menekankan agar seluruh jajaran perangkat daerah terus memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta memastikan setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan berorientasi pada hasil dan kebutuhan masyarakat.

Dalam rakor tersebut juga dilakukan pemaparan dan evaluasi terkait capaian makro pembangunan Kota Denpasar, termasuk perkembangan berbagai indikator pembangunan daerah. Selain itu, dibahas pula capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Denpasar.


Pembahasan juga mencakup perkembangan 33 program prioritas Pemerintah Kota Denpasar beserta capaian masing-masing program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program prioritas dapat terlaksana sesuai target, tepat sasaran, serta memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Wali Kota Jaya Negara juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD dan Perumda agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan, namun juga memperhatikan kualitas hasil dan manfaat yang dihasilkan.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana program dilaksanakan, tetapi bagaimana hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program harus terus dievaluasi, diperbaiki, dan disinergikan agar target pembangunan Kota Denpasar dapat tercapai,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, turut memberikan perhatian terhadap penguatan koordinasi antarperangkat daerah. Sinergi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat konsolidasi internal, melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut terhadap berbagai program pembangunan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot Denpasar untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


Rakor diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran Pemkot Denpasar dalam mengawal pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat, sekaligus memastikan 33 program prioritas dapat berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. (Eka)


DUA PENDAKI TERSESAT DI GUNUNG AGUNG DITEMUKAN SELAMAT


KARANGASEM  , BALI KINI -- Operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, membuahkan hasil. Kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi mengenai dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung pada Rabu, 9 September 2026 pukul 08.25 Wita. Keduanya diperkirakan mengalami kesulitan untuk kembali setelah berada di kawasan Gunung Agung sejak Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kedua pendaki. "Berdasarkan informasi posisi terakhir pendaki dan petunjuk yang ada di lapangan, kami mencurigai posisi pendaki berada di jalur menuju ke Telung Buana," jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Pada pukul 12.00 Wita, tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Selanjutnya, pada pukul 12.15 Wita, sebanyak lima orang pemandu lokal menyusul naik dari arah Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, untuk membantu proses pencarian.

Akhirnya pada pukul 13.30 Wita SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki. "Selama 4 jam pencarian, pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan," ungkapnya. Posisi tepatnya berada di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung. Tim menghadapi medan yang cukup ekstrem karena lokasi penemuan berada di kawasan yang curam dan berada di luar jalur pendakian. Selain itu, kondisi cuaca berupa hujan ringan dan kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Agar mempercepat proses evakuasi, pada pukul 15.45 Wita menyusul 5 personel bergerak menuju lokasi korban dan tim lainnya. Mereka membantu proses evakuasi sekaligus membawa tambahan logistik bagi tim di lapangan. Sementara itu, SRU 1 bersama kedua korban tetap melanjutkan perjalanan turun menuju Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh tim SAR gabungan bersama kedua korban berhasil tiba di area parkir Pura Pasar Agung. Kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, selanjutnya dijemput oleh rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.

Selama berlangsungnya upaya pencarian turut melibatkan umsur SAR Gabungan dari Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Mudi Go To Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian, memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri apabila menghadapi kondisi yang berisiko. Tak kalah pentingnya harus didampingi oleh pemandu lokal bagi para pendaki pemula. (ayu)

Jalan Dusun Dungkap-Batukandik Mulai Ditangani, Perkuat Akses Masyarakat Banjar Buluh


Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai melakukan peningkatan Jalan Dusun Dungkap menuju Desa Batukandik, khususnya akses menuju Banjar Buluh, Kecamatan Nusa Penida. Penanganan jalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas umum, termasuk sekolah.
Peningkatan jalan tersebut ditangani sepanjang 1,8 kilometer dan mulai dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp4,5 miliar ini bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung melalui Dana Pinjaman PT SMI Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, Rabu (9/9) menyebutkan, penanganan meliputi pengaspalan hotmix, pembangunan gorong-gorong, betonisasi bahu jalan serta pekerjaan pasangan batu. “Dengan peningkatan tersebut, akses masyarakat Banjar Buluh diharapkan menjadi lebih baik, aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” sebutnya. 
Pemerintah Kabupaten Klungkung, kata Jati Laksana terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan, terutama pada ruas yang menjadi akses penting bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dalam menunjang mobilitas masyarakat serta mempermudah akses menuju fasilitas pelayanan publik.
“Berdasarkan progres per 31 Agustus 2026, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian positif. Dari rencana sebesar 0,602 persen, realisasi telah mencapai 0,621 persen atau terdapat deviasi positif sebesar 0,019 persen,” jelasnya.(*)

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Jembrana , Bali Kini — Kompetisi sepak bola Liga Jembrana 2026, resmi dimulai dengan partai pembuka pada Rabu (9/9) di Stadion Pecangakan Jembrana yang mempertemukan PS Garuda Dauhwaru melawan Perseba Berangbang. Laga ini menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang akan berlangsung hingga 24 Oktober 2026.

​Turnamen tahun ini diikuti oleh 10 tim sepak bola terbaik dari seluruh wilayah Jembrana. Antusiasme peserta mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya yang diikuti sembilan klub.

​Ketua Panitia Liga Jembrana 2026, I Komang Adiyasa (Komet), menyampaikan bahwa gelaran ini merupakan edisi kedua yang diinisiasi oleh Askab PSSI Jembrana pasca-vakum akibat pandemi.

​"Event Liga Jembrana ini adalah yang kedua setelah sempat rehat karena situasi COVID kemarin, dan dilaksanakan oleh Askab Jembrana. Berkat semangat teman-teman pengurus klub, partisipasi meningkat dari sembilan klub menjadi 10 klub," ujar Komet.

​Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, KONI, serta jajaran sponsor yang menyokong kelancaran kompetisi ini.

​"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana atas support dana penyelenggaraan, serta Ketua KONI yang juga Bapak Wakil Bupati. Bersama-sama mereka memberikan support sehingga acara berjalan dengan baik. Ditambah dengan berbagai sponsor perusahaan, astungkara kompetisi ini berjalan lancar hingga babak final dan sukses dalam penyelenggaraan," tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menekankan pentingnya keberlanjutan turnamen untuk mematangkan mental dan kualitas atlet lokal.

​"Kami harapkan melalui event seperti ini bisa mulai membangkitkan olahraga daerah. Jika sepak bola dan Askab bisa, kami juga menitipkan pesan lewat KONI agar cabor-cabor lain diusahakan bisa menggelar event serupa. Semakin banyak turnamen yang diikuti, kami yakin atlet-atlet kita akan semakin matang dan membawa lebih banyak kebanggaan," ungkap Anom Saputra.
(Pro*)

Tutup Kertha Mandala Cup II 2026, Bupati Satria Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi dari Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menutup Turnamen Bola Voli Kertha Mandala Cup II Tahun 2026  di Lapangan Voli Kertha Mandala, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (8/9/2026). Penutupan turnamen ini ditandai dengan laga final yang mempertemukan tim Radar melawan Putra Manik Mas.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Selain sebagai sarana kompetisi, kejuaraan ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga serta ajang penting untuk menggali potensi atlet-atlet muda daerah.

"Turnamen ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan wadah silaturahmi sekaligus upaya kita bersama dalam melahirkan atlet voli berbakat yang nantinya mampu membanggakan Klungkung, baik di tingkat provinsi maupun nasional," ujar Bupati Satria.

Pihaknya berpesan kepada seluruh peserta untuk terus mengasah kemampuan dan menjadikan olahraga sebagai pemersatu masyarakat. "Jadikan olahraga voli sebagai ajang pemersatu. Tetap jaga sportivitas, semangat berlatih, dan ingat bahwa persaudaraan tetap nomor satu," pungkasnya.

Turnamen Kertha Mandala Cup II 2026 yang digelar di Desa Tusan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga sekitar yang memadati area lapangan hingga partai puncak.(*)


Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, DPN Peradah Indonesia Bagikan Masker Medis di Jakarta Hingga Lampung.

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, DPN Peradah Indonesia Bagikan Masker Medis di Jakarta Hingga Lampung.

Laporan Reporter: Asrinidevy 

Jakarta , Bali Kini — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian masker medis ke sejumlah Pura di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembagian masker ditujukan untuk membantu menyediakan perlindungan dasar bagi umat yang beraktivitas di sejumlah tempat ibadah.

DPN Peradah Indonesia dalam kegiatan ini menggandeng sejumlah Penyuluh Agama Hindu Pembimas Hindu DKI Jakarta. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPN Peradah Indonesia, Ricky Satriawan, serta melibatkan Departemen Sosial dan Masyarakat (Sosmas) DPN Peradah Indonesia dan DPP Peradah DKI Jakarta.

Ricky mengatakan kegiatan pembagian masker merupakan bentuk respons sosial organisasi terhadap situasi yang terjadi. Dia menegaskan hal ini sebagai langkah antisipasi dampak dari sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau di Jakarta. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap umat Hindu dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah adanya dampak sebaran abu vulkanik. Kami bersama teman-teman dari Peradah dan para Penyuluh Agama Hindu berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dapat dilakukan,” ujar Ricky di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana untuk mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan umat.

“Kami berharap masker yang dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Yang terpenting adalah masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengikuti informasi maupun imbauan dari pihak yang berwenang terkait situasi yang terjadi,” katanya.

Selain membagikan 5000 lembar masker di Jakarta, Ricky juga menyebut bahwa masker juga dikirim ke Lampung sejumlah dengan jumlah yang sama. Hal itu karena daerah tersebut turut terdampak signifikan dari erupsi tersebut. 

Ricky juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan para penyuluh agama menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para Penyuluh Agama Hindu Pembimas Hindu DKI Jakarta, Departemen Sosmas DPN Peradah Indonesia, serta DPP Peradah DKI Jakarta yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, DPN Peradah Indonesia berharap masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan. Peradah Indonesia juga mendorong pentingnya kepedulian serta kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi situasi yang berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat.

Pembagian masker medis di sejumlah Pura di Jakarta ini menjadi bagian dari kegiatan sosial yang dilakukan DPN Peradah Indonesia bersama unsur organisasi dan pihak terkait sebagai bentuk kepedulian kepada umat dan masyarakat.(As)

Selasa, 08 September 2026

Wali Kota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta Kepada Ahli Waris Ida Sira Mpu Nabe Dharma

KET. FOTO : Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada ahli waris Almarhum Ida Sira Mpu Nabe Dharma Sunu dari Griya Sira Mpu Pande, Desa Adat Tonja, Selasa (8/9).


DENPASAR , BALI KINI  - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada ahli waris Almarhum Ida Sira Mpu Nabe Dharma Sunu. Almarhum merupakan Sulinggih dari Griya Sira Mpu Pande, Desa Adat Tonja, Selasa (8/9) sore.

Total santunan yang diserahkan sebesar Rp42.000.000. Turut hadir mendampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Denpasar Adventus Edison Souhuwat, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar drh. I Gusti Ayu Ngurah Raini, serta perwakilan OPD terkait.

Pada kesempatan tersebut Jaya Negara menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap santunan ini dapat meringankan beban keluarga.

"Saya atas nama Pemerintah Kota Denpasar mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu merealisasikan Santunan Kematian ini. Semoga dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemberian santunan kepada pemuka agama merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Jaya Negara juga menegaskan komitmen Pemkot Denpasar agar seluruh pemuka agama mendapat hak yang sama dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini berlaku untuk pemuka agama Hindu, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu.

"Pemkot Denpasar bersama BPJS Ketenagakerjaan telah berkoordinasi untuk mengikutsertakan para pemuka agama, tidak hanya dari agama Hindu. Harapannya, jika terjadi kedukaan seperti ini, santunan dapat sedikit meringankan beban keluarga," kata Jaya Negara.(*)

Lepas Tiga Duta Klungkung ke MTQ Nasional di Jateng, Bupati Satria: Jaga Mental dan Kesehatan


KLukung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima audiensi kafilah perwakilan Kabupaten Klungkung yang akan bertanding dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional di Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Selasa (8/9). 

Bupati I Made Satria memberikan motivasi serta pembekalan moral kepada para peserta agar mampu tampil optimal dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Beliau menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental selama mengikuti rangkaian kompetisi.

"Persiapkan mental dengan baik dan tetap jaga kesehatan. Tampil percaya diri dan keluarkan kemampuan terbaik. Hasil akhir adalah bonus, yang terpenting adalah proses dan perjuangan kalian membawa nama Klungkung," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus mendukung setiap anak daerah yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk kegiatan keagamaan. Pihaknya memastikan bahwa pemerintah akan selalu memberikan perhatian dan pengawalan. 

"Pemerintah harus hadir untuk mendukung, mendampingi, dan memfasilitasi anak-anak kita yang berjuang membawa nama daerah di tingkat nasional. Ini bentuk tanggung jawab dan rasa bangga kami," tegasnya.(*)

Pimpin Monev Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Wabup Tjok Surya Tekankan Perkuat Sinergi Program dan Akuntabilitas Keuangan


Klungkung, Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin langsung pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintah Desa di Kecamatan Klungkung pada Selasa (8/9). Kegiatan yang menyasar Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, serta memastikan kualitas pelayanan publik, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan berjalan optimal di tingkat desa.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa tim kabupaten hadir untuk memberikan pendampingan dan pembinaan agar pemerintah desa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara tepat. Langkah ini dinilai krusial sebagai bahan evaluasi demi peningkatan kinerja ke depan.
"Melalui kegiatan ini saya melihat secara langsung perkembangan kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa pada aspek perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa, evaluasi serta pelaporan. Saya juga meminta agar pelaksanaan programnya nanti disinergikan dengan sebaik-baiknya antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujar Wabup Tjok Surya.

Selain aspek perencanaan, Wabup Tjok Surya juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan keuangan desa. Ia mengingatkan para perangkat desa agar senantiasa berpedoman pada koridor aturan yang berlaku dalam pemanfaatan dana desa.
"Kami minta para Kepala Desa dan perangkat desa dapat lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana desa, sehingga dana tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan desa. Mengingat banyaknya kasus terhadap penggunaan dana desa, tiang titip pesan agar tetap hati-hati dengan mengedepankan koordinasi dan kerjasama yang baik, sehingga tata kelola pemerintahan di desa berjalan lancar dan tertib," harapnya.

Pelaksanaan monev di dua desa tersebut turut didampingi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Klungkung, I Komang Widyasa Putra, serta Camat Klungkung, I Putu Arnawa.(*)


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved