-->

Minggu, 06 September 2026

Mukbang Anti Narkoba di Nawa Kerti, BNNP Bali Masak Porsi 300 Orang untuk Edukasi Pelajar

Mukbang Anti Narkoba di Nawa Kerti, BNNP Bali Masak Porsi 300 Orang untuk Edukasi Pelajar

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengemas edukasi bahaya narkotika dengan cara berbeda. Bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) BNNP Bali dan jajaran, BNNP Bali menggelar Mukbang Anti Narkoba melalui kegiatan memasak dalam porsi besar yang menyasar pelajar di Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (5/9).

Kegiatan yang dikemas dalam konsep “MUKBANG TON” tersebut menjadi bagian dari upaya BNNP Bali menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada generasi muda melalui pendekatan soft power dan humanis.

Sebanyak 200 siswa dari SDN 2 Nawakerti dan SMPN 5 Abang menjadi sasaran kegiatan tersebut. Untuk kegiatan makan bersama, makanan yang dimasak disiapkan dalam porsi untuk sekitar 300 orang.

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan rangkaian kunjungan kerja Kepala BNN Provinsi Bali ke Kabupaten Karangasem yang dipusatkan di Desa Nawa Kerti, serta dirangkaikan dengan bakti sosial.

Jargon BNN, “War on Drugs for Humanity”, menjadi salah satu landasan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Perang melawan narkotika tidak hanya dimaknai sebagai upaya penegakan hukum, tetapi juga sebagai panggilan moral untuk menyelamatkan masa depan manusia, khususnya generasi muda.

Program tersebut juga menjadi implementasi program prioritas BNN dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yakni Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), yang digagas Kepala BNN RI Komjen Pol Dr (H.C) Suyudi Ario, S.I.K., S.H., M.Si.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Dr Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., mengatakan edukasi bahaya narkotika tidak harus dilakukan secara konvensional. Menurutnya, pesan pencegahan dapat disampaikan melalui kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung sekaligus memberikan manfaat.

“Acara ini dibuat bukan hanya edukasi dengan cara konvensional, namun dikemas dengan kegiatan yang dapat menyentuh masyarakat langsung dan memberikan kebermanfaatan, sehingga kehadiran negara dalam hal ini BNN dapat dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

Putu Putera Sadana menegaskan, keberhasilan perang melawan narkotika tidak semata-mata diukur dari banyaknya barang bukti yang berhasil disita. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang tidak kalah penting adalah berapa banyak generasi muda yang dapat diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika melalui pencegahan sejak dini.

“Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak barang bukti yang disita, melainkan dari seberapa banyak jiwa dan generasi muda yang berhasil diselamatkan melalui pencegahan dini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengapresiasi dipilihnya Desa Nawa Kerti sebagai lokasi kunjungan kerja dan bakti sosial BNNP Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dan BNN di tengah masyarakat.

Parwata menilai persoalan narkotika merupakan ancaman yang harus dihadapi bersama. Dampaknya tidak hanya menyentuh individu, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, hingga masa depan generasi muda.

Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN dan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh komponen masyarakat harus mengambil bagian.

“Pencegahan yang paling kuat dimulai dari keluarga yang peduli, desa yang peduli, dan masyarakat yang tidak membiarkan narkoba mendapatkan ruang di lingkungannya,” kata Parwata.

Pemkab Karangasem sendiri telah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Menurut Parwata, keberadaan perda tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Karangasem dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika secara terpadu dan berkelanjutan hingga tingkat desa.

Ia juga mengajak para orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. Anak, kata Parwata, perlu dibentengi bukan hanya dengan larangan, tetapi juga kasih sayang, komunikasi, pendidikan, kegiatan positif, serta keteladanan di lingkungan keluarga.

Kepada generasi muda Karangasem, Parwata berpesan agar tidak pernah mencoba narkoba.

“Jangan pernah mencoba narkoba. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dikorbankan karena narkotika,” tegasnya.

Melalui kegiatan Mukbang Anti Narkoba dan bakti sosial tersebut, sinergi antara BNNP Bali, BNN Kabupaten Karangasem, Pemkab Karangasem, aparat kewilayahan, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved