-->

Iklan

Perlu Kompak Perjuangkan Kepentingan Bali

BaliKini.Net
Rabu, 13 Februari 2019, 18.34 WIB Last Updated 2019-02-13T11:34:35Z
Gde Pasek Suardika

DENPASAR, Balikini.Net - Untuk memperjuangkan kepentingan Bali di tingkat legeslatif diperlukan kekompakan dan koordinasi yang intens antara anggota dewan dengan masyarakat, Kalau tidak perjuangan akan sia-sia. Pasalnya pihak di legeslatif di DPR RI semua memperjuangkan kepentinganya masing-masing.
Pernyataan itu dilontarkan salah satu anggota DPD Bali di Gde Pasek Suardika dalam diskusi politik di warung Kubu Kopi, Denpasar, Selasa (12/2). Pasek menilai ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam memperjuangkan aspirasi Bali di tingkat pusat yakni koordinasi harus nyambung antara wakil Bali di DPR dan pemerintah daerah. Dia mencontohkan ketika kita membicarakan masalah RUU Otsus Bali, RUU itu sudah sampai naik Prolognas, ternyata setelah akan dibahas, di Bali sendiri justru ada perubahan. Jadi bubar, kata Pasek. Dalam diskusi politik terkait pilres dan pileg tersebut hadir calon anggota DPRI Gde Pasek Suardika, Ni Luh Putu Jelantik dan I Gusti Agung Putri Astrid, MA serta pengamat politik Wiratmaja.

Hal senada juga dilontarkan anggota DPR RI dari Bali, Agung Putri Astri. Politisi dari PDI Perjuangan ini menyebutkan sejatinya tidak semua anggota DPR RI memahami Bali, karena itu mereka terkadang agak apriori dengan perjuangan kita yang ingin memajukan Bali. Untuk itu memang diperlukan adanya perjuangan yang cukup keras, agar suara Bali bisa digemakan di dewan. Astri yang duduk di komisi 8 ini mengaku kalau dirinya sudah cukup maksimal dalam memperjuangkan kepentingan Bali pusat.

Di bagian lain Ni Luh Putu Jelantik pengusaha yang kini bakal melenggang ke DPR RI melalui kendaraan Partai Nasdem ini menegaskan komitmen dirinya maju ke legeslatif, hanya untuk mengangkat derajat Bali menjadi lebih tinggi. Hal yang bersentuhan dengan indistri kecil adalah point pertama yang ingin diperjuangkan. Pasalnya selama ini dirinya sangat memahami kondisi itu.
Orang sering kali melihat kalau Bali ini dilihat dari permukaannya saja, tetapi jarang memasuki daerah Bali secara mendalam. Bagaimana orang Bali yang ada di pegunungan-pegunungan. Hak-hak merekalah yang harus kita perhatikan dan diperjuangkan, jelas Ni Luh Putu Jelantik ini.

Di bagian lain pengamat politik Wiratmaja menilai memang untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan Bali di pusat membutuhkan kekompakan. Tetapi, kata Wiratmaja politik itu sangat sulit ditebak. Kalau anggota dewannya menginginkan memperjuangkan A, jika kemudian muncul perintah dari ketua partainya B, mereka tidak bisa berbuat banyak. Jadi semuanya masih sangat tergantung dari ketua partainya di pusat. Jadi ini yang terkadang tidak nyambung, katanya.
(r4)

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU