Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini— Proyek revitalisasi kawasan wisata Candidasa berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan. Gangguan dirasakan di sepanjang kawasan Hotel Puri Bagus hingga wilayah Karma Royal Buana dengan total panjang proyek mencapai 5,5 kilometer.
Aktivitas pekerjaan fisik yang disertai kebisingan membuat sejumlah tamu hotel merasa tidak nyaman, bahkan memilih memperpendek masa tinggal mereka.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, mengakui bahwa proyek revitalisasi tersebut secara keseluruhan memang berdampak pada sektor pariwisata, khususnya terhadap tingkat kunjungan wisatawan.
“Secara keseluruhan pasti berdampak di bidang pariwisata, utamanya kunjungan. Dengan adanya proyek dari PUPR Provinsi dan Pemerintah Pusat, penurunan wisatawan tidak bisa dihindari,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa proyek revitalisasi kawasan Candidasa telah beberapa kali disosialisasikan kepada para pelaku pariwisata. Revitalisasi ini dirancang sebagai program jangka panjang dengan durasi pengerjaan sekitar tiga tahun.
“Ke depan, setelah revitalisasi selesai, kondisinya akan sangat berbeda dan jauh lebih baik. Perencanaan kurang lebih tiga tahun ini sudah disosialisasikan,” jelasnya.
Dampak dari menurunnya kunjungan wisatawan turut berimbas pada penerimaan pajak daerah. Namun terkait kemungkinan adanya dispensasi pajak bagi pelaku usaha yang terdampak, Eddy menyebut hal tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Terkait pajak, itu kewenangan BPKAD. Kami tidak dalam posisi menentukan ada atau tidaknya dispensasi,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kendala utama selama proses pengerjaan adalah suara bising, yang membuat tamu hotel tidak betah. Sejumlah hotel di kawasan terdampak bahkan telah melakukan audiensi dengan Bupati Karangasem untuk menyampaikan keluhan mereka.
Proyek revitalisasi kawasan Candidasa diperkirakan akan rampung dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem tetap berperan membantu BPKAD, khususnya dalam pengawasan perizinan usaha di kawasan proyek.
“Kami tetap membantu BPKAD dalam hal pengawasan perizinan. Itu bagian dari tugas kami,” tutup Eddy. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram