-->

Minggu, 22 Februari 2026

Satu Tahun Memimpin, Gus Par–Guru Pandu Percepat Laju Karangasem AGUNG

Satu Tahun Memimpin, Gus Par–Guru Pandu Percepat Laju Karangasem AGUNG

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

​Karangasem, Bali Kini - Genap satu tahun sudah pasangan Bupati I Gusti Putu Parwata, SE (Gus Par) dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, SH., MH (Guru Pandu) menakhodai Kabupaten Karangasem sejak dilantik serentak oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025 lalu. 

​Refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan bertajuk "Satu Tahun Karangasem AGUNG" ini dipaparkan secara transparan kepada publik di Taman Jagat Karana, Sabtu (21/2). Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban pemerintah, tetapi juga pesta rakyat yang menghadirkan hiburan artis kenamaan Bali serta atraksi seni tradisional yang memukau ribuan warga.

Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu berlandaskan visi “Nangun Satkerthi Loka Bali Menuju Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi)” yang dijabarkan dalam tiga misi, 17 Program Prioritas Agung, serta delapan bidang prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2025–2029 sebagai arah kebijakan pembangunan daerah. Memasuki satu tahun pemerintahan, berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor pembangunan.

*​Infrastruktur: Membangun dari Pinggiran dan Terus Berjuang*

​Dalam setahun terakhir, wajah infrastruktur Karangasem mengalami perubahan signifikan. Fokus pada aksesibilitas, Gus Par – Guru Pandu telah berhasil melaksanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 68,5 kilometer yang tersebar di berbagai kecamatan untuk memperlancar aksesibilitas ekonomi. Pembangunan ini didukung oleh alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai lebih dari Rp150 miliar, yang tidak hanya menyasar jalan, namun juga menyentuh sektor vital lainnya seperti perbaikan sarana prasarana pendidikan serta optimalisasi infrastruktur dasar termasuk jaringan air bersih dan drainase perkotaan.

Tak hanya jalan, keselamatan warga menjadi prioritas dengan pemasangan marka jalan dan tambahan 18 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan ekonomi dan pariwisata.

​Mengenai keluhan masyarakat terhadap sejumlah ruas jalan yang rusak namun belum tersentuh perbaikan, Bupati I Gusti Putu Parwata memberikan penjelasan jujur dan optimis. Ia mengakui masih banyak infrastruktur yang belum bisa ditangani langsung karena statusnya merupakan Jalan Provinsi atau Jalan Nasional.

​"Kami mendengar dan merasakan langsung keluhan warga soal jalan rusak. Meski statusnya kewenangan pusat atau provinsi, pemerintah kabupaten tidak tinggal diam. Kami terus menjemput bola, berkoordinasi intensif, dan memperjuangkan agar ruas-ruas jalan tersebut segera mendapatkan penanganan dari pemerintah atasan. Intinya, kita perjuangkan semua demi kenyamanan masyarakat Karangasem," tegas Bupati Gus Par.

*Pemenuhan Kebutuhan Dasar Akses Air Bersih*

Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Karangasem menjadi perhatian serius melalui Perumda Tirta Tohlangkir. Modernisasi sistem pompa, pembangunan reservoar, revitalisasi jaringan distribusi dan transmisi, serta perluasan jaringan pipa sepanjang ±9 kilometer kini mampu menjangkau wilayah rawan air, khususnya Kecamatan Kubu hingga desa-desa yang sebelumnya sulit terlayani. Bersama Bank BPD Bali, Pemkab Karangasem juga merealisasikan bantuan pipanisasi air bersih senilai Rp712 juta serta menyerahkan SK Bupati kepada 9 Banjar Adat sebagai penguatan legalitas lembaga adat.

Kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dan Wakil Bupati I Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) menegaskan komitmen pembangunan yang seimbang antara infrastruktur modern dan pelestarian adat sejalan visi Karangasem AGUNG. Program ini akan terus dikawal agar manfaatnya dirasakan hingga generasi mendatang.

*​Kesehatan dan Pendidikan: Memanusiakan Manusia*

​Sektor kesehatan mencatat sejarah melalui peluncuran Ambulans AGUNG, layanan respons cepat darurat yang kini menjadi andalan warga. Keberhasilan mencapai Universal Health Coverage (UHC) bagi 200.278 jiwa dan penurunan angka stunting hingga ke posisi 3,47% menjadi bukti tangan dingin pasangan ini dalam mengelola kesehatan masyarakat. 

Tak ketinggalan rehabilitasi puskesmas dan pustu, pemeriksaan kesehatan gratis bagi puluhan ribu warga, penanganan TBC, pelayanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, serta penguatan fasilitas rumah sakit seperti ruang NICU, ruang cytotoxic. RSUD Karangasem pun kini semakin canggih dengan kehadiran alat CT Scan 64 Slice bantuan Kemenkes RI. 

Pemerintah juga melakukan pembenahan manajemen RSUD, peningkatan disiplin tenaga kesehatan, serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kebutuhan 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana 13 SPPG telah beroperasi hingga akhir 2025.

Bidang pendidikan difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan sarana prasarana sekolah melalui revitalisasi berbagai fasilitas sekolah, terutama yang terdampak bencana dan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan. 

Revitalisasi pembangunan mencangkup ruang guru, rehabilitasi ruang kelas dan laboratorium, pengadaan 1.530 unit mebel sekolah, hingga pembangunan ruang kelas baru.

Pemerintah Kabupaten Karangasem juga mendukung penuh program nasional Merdeka Belajar dan program Presiden, memastikan bahwa guru dan siswa mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali yang telah memasuki tahap peletakan batu pertama pada 23 Desember 2025.
*​Ekonomi Kerakyatan: Dari  Nelayan, Petani hingga UMKM*

​Gus Par – Guru Pandu benar-benar menyentuh sektor akar rumput. Di pesisir, puluhan nelayan mendapat bantuan jukung fiber glass dan mesin tempel. Di ladang, para petani kini tersenyum dengan hadirnya jalan usaha tani, hingga rehabilitasi 14 jaringan irigasi. Sementara sektor peternakan diperkuat melalui pengadaan 60 ekor bibit sapi.

Karangasem juga terus memperkuat sektor pertanian. Salak Sibetan, komoditas kebanggaan Karangasem kembali mengharumkan nama daerah dengan mendapatkan penghargaan GHIAS. Pemerintah hadir mendampingi petani, termasuk melalui panen raya dan program-program pemberdayaan.

Dukungan terhadap UMKM diwujudkan melalui kegiatan Karangasem Akhir Pekan, promosi melalui videotron, operasi pasar murah, pelatihan industri kecil menengah, dan percepatan pembentukan 78 Koperasi Desa Merah Putih.

*​Penguatan Lingkungan Hidup dan Ketangguhan Bencana*

​Menjawab tantangan lingkungan, Gus Par melakukan langkah progresif dengan meninggalkan metode pembakaran sampah (insinerator) dan beralih ke teknologi Mesin Gibrig dan Teba Modern. Karangasem kini menjadi pionir dalam mengolah residu plastik menjadi bahan campuran aspal dan paving block.

Selain itu, Optimalisasi TPA dilakukan melalui proses pengayakan sampah untuk menghasilkan tanah urug dan kompos, yang bertujuan mereduksi volume tumpukan lama sehingga lahan dapat kembali menampung residu hasil pengolahan serta pencacahan sampah baru secara berkelanjutan. Pemerintah juga menyediakan armada angkut sampah, kontainer, hingga mesin pengolah sampah guna mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Sementara itu, penanganan berbagai kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, disertai penguatan sarana prasarana kebencanaan.

Salah satu bukti kesigapan ditunjukan pada 23 Desember 2025, Bupati Gus Par menyalurkan Bantuan Tidak Terencana (BTT) senilai Rp335,1 juta kepada warga terdampak bencana. Proses birokrasi yang sebelumnya memakan waktu hingga empat bulan kini dipangkas menjadi maksimal tiga minggu, sebagai wujud nyata kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan.


*​Pariwisata dan Pelayanan Publik*

​Sektor pariwisata kembali bergairah lewat ajang Tulamben Festival dan Travel Mart. Di sisi administrasi, pelayanan publik semakin kilat dengan terbitnya puluhan ribu dokumen kependudukan (akta kelahiran, kematian, hingga perkawinan) yang kini jauh lebih mudah dan transparan.

*Perhatian pada Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial*

Pemerintah daerah memfasilitasi 1.214 pencari kerja, menyelenggarakan pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi, serta menyalurkan bantuan sosial, bedah rumah, dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial. Sekaligus diperkuat dengan keberpihakan sosial melalui fasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan buruh pasar dan pekerja sektor informal di puluhan pasar rakyat, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan pengentasan kemiskinan.

*Pelestarian Adat, Agama, Seni, dan Budaya*

Komitmen menjaga identitas Karangasem diwujudkan melalui rehabilitasi dan penataan pura, dukungan terhadap pelaksanaan upacara keagamaan, serta pelestarian seni, tradisi, dan budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali yang harmonis dan berkelanjutan.

​Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan merupakan fondasi penting menuju pembangunan berkelanjutan.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat Karangasem. Ke depan, kami akan terus mempercepat pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen daerah.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimis Karangasem akan terus bergerak maju menuju daerah yang aman, unggul, dan sejahtera sesuai visi Karangasem AGUNG,” katanya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen melanjutkan program prioritas secara terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat, demi terwujudnya Karangasem yang AGUNG Gemah Ripah Loh Jinawi. (ami/rls)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved