-->

Kamis, 19 Februari 2026

Uji Coba Mesin EBT di TPS3R Pemecutan Kaja Denpasar

Uji Coba Mesin EBT di TPS3R Pemecutan Kaja Denpasar

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Untuk mempercepat pencacahan sampah organik, TPS3R Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja Denpasar melakukan uji coba mesin EBT (Energi Baru Terbarukan) untuk mencacah sampah organik. Uji coba tersebut dimulai sejak Selasa, 17 Februari 2026 hingga kini, Rabu (18/2).
Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA Ngurah Arwatha memaparkan, mesin EBT ini lebih cepat dalam mencacah sampah ketimbang menggunakan pencacah biasa. Dalam sehari, saat uji coba ini mampu mencacah sebanyak 5 ton sampah. "Jumlah ini sesuai dengan kapasitas mesin tersebut yakni 5 ton.Kalau mesin gibrik-nya agak lambatan, paling kisaran satu hari itu 3 sampai 4 ton-an," Terang Jik Arwatha. 
Mesin EBT yang diujicobakan ini merupakan kolaborasi dengan salah satu komunitas peduli lingkungan. "Hasil yang kemarin kita uji coba langsung lumayan itu, artinya proses pencacahannya cepat sekali itu untuk ukuran kita skala desa 5 ton per hari. Cuma masih kendalanya tadi residunya. Tapi tadi ada opsi residunya akan diolah oleh komunitasnya itu," ungkapnya.
Dalam sehari, sampah yang masuk ke TPS3R tersebut sebanyak 24,5 ton, sementara untuk timbulan sampah di Desa Pemecutan Kaja kurang lebih 50 ton.  Dan ketersediaan TPS3R hanya ada satu dengan satu mesin gibrig. Dengan adanya uji coba mesin EBT, dalam sehari total bisa mengolah 9 ton. "Kalau memang nanti kita merasa cocok (dengan mesin EBT) mungkin kita komunikasikan dengan kota. Siapa tahu kota yang mengadakan kita menerima hibah," Akunya.
Ada 10 orang pekerja yang dilibatkan dalam operasional di TPS3R, untuk pengangkutan sampah dilakukan di lima titik termasuk di TPS3R dan warga diimbau untuk memilah sampah. "Kami ada TPS3R dan ada empat titik lagi di beberapa Banjar untuk pengumpulan sampah. Kita memang harapkan semua terpilah. Kalau tidak terpilah, kita tidak terima," Jelasnya.
Terkait dengan kompos hasil pencacahan, pihaknya menggandeng PKK melalui arisan PKK. Nantinya kompos tersebut akan dikemas dan dibagikan secara gratis kepada anggota PKK untuk bercocok tanam. Sementara sisa sampah yang tak bisa dikelola di desa dibuang ke TPA Suwung, dalam sehari, pihaknya membuang 6 truk sampah ke TPA Suwung dengan menggunakan 3 armada dan dua kali pembuangan.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved