Laporan Reporter: Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Adanya kebijakan baru terkait pembuangan sampah yang per 1 April TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik. Memicu kesadaran masyarakat memilah sampah makin meningkat. Saat ini sudah 84 persen rumah tangga di Denpasar melakukan pemilahan.
Hal ini diungkap Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa usai upacara Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar, Senin (13/4). Dikatakan persentase pemilahan sampah oleh masyarakat cenderung meningkat. "Dulu masyarakat melakukan pemilahan sampah mendekati 20 hingga 25 persen. Mulai per 1 April ini persentasennya meningkat," ujarya.
Menurutnya, antusias masyarakat melakukan pemilahan sampah juga meningkat. Berdasarkan data dari aplikasi Denpasar Prama Sewaka (DPS) menyatakan 35.384 rumah tangga atau setara dengan 84 persen sudah melakukan pemilahan sampah di sumber. Data tersebut per tanggal 12 April 2026 yang terus dilakukan update setiap harinya.
Momen peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini bisa menjadi semangat untuk menjaga semangat bersama membangun Kota Denpasar serta menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi. Termasuk soal sampah yang akhir akhir ini menjadi masalah bersama kita.
"Ini semangat yang ingin kita wariskan, dulu mungkin kita berjuang dengan penjajah atau bangsa asing sekarang kami ingin menjaga semangat Kota Denpasar khususnya untuk bersama-sama membangun kota, kaitannya dengan permasalahan sampah yang kita hadapi akhir-akhir ini. Kalau kita bergotong royong dengan semangat kebersamaan kita bisa menghadapi permasalahan termasuk soal sampah ini," ungakp Arya Wibawa.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram