-->

Rabu, 13 Mei 2026

Angka Stunting Karangasem 3,9 Persen, Dinkes Tekankan Penanganan Tak Cukup Hanya dari Sektor Kesehatan

Angka Stunting Karangasem 3,9 Persen, Dinkes Tekankan Penanganan Tak Cukup Hanya dari Sektor Kesehatan

Foto: sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat anggota posyandu rendang

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menggencarkan penanganan stunting dan gizi buruk meskipun capaian angka stunting daerah tersebut saat ini telah berada di bawah target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama menyebutkan, berdasarkan data MPBGN terakhir, angka stunting di Kabupaten Karangasem saat ini berada di angka 3,9 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik karena berada di bawah target nasional yang ditetapkan di bawah lima persen.

Namun demikian, pihaknya menegaskan persoalan stunting dan gizi buruk tetap menjadi perhatian serius karena kasus kurang gizi masih ditemukan di masyarakat.

“Stunting kita saat ini 3,9 persen, kemudian wasting 1,9 persen. Artinya kasus kurang gizi masih ada walaupun persentasenya kecil,” ujarnya saat kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis bersama TMMD TNI di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Ia menjelaskan intervensi spesifik seperti pelayanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam upaya penurunan stunting.

Sementara sisanya sangat dipengaruhi intervensi sensitif seperti sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pola hidup sehat masyarakat.

“Masalah utamanya harus dikendalikan. Kalau air tidak bagus maka risiko infeksi meningkat. Akibatnya makanan tidak bisa dicerna dengan baik dan ini mempengaruhi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan stunting di Karangasem dilakukan berdasarkan panduan dan standar penanganan yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari penanganan di rumah sakit hingga pendampingan lanjutan di masyarakat.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mengintegrasikan berbagai program mulai dari promosi kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk.

Dalam pelaksanaannya, penanganan juga melibatkan lintas sektor seperti pemerintah desa, puskesmas, hingga dukungan program TMMD TNI yang saat ini turut membantu pembangunan fasilitas pendukung seperti akses air bersih di wilayah desa.

Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Desa Pempatan sendiri menjadi bagian dari upaya terpadu tersebut, sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan stunting sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, angka stunting dan gizi buruk di daerah tersebut dapat terus ditekan dari tahun ke tahun. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved