Denpasar , Bali Kini - Pelaksanaan program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Denpasar telah siap. Hanya tinggal menunggu pelatihan untuk melakukan uji coba. Jika sudah berjalan dimungkinkan terkendala banyaknya warga yang tidak memiliki Ponsel Pintar.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengungkapkan Denpasar sudah melakukan sosialisasi termasuk penyiapan fasilitator desa. "Agen juga sudah. Sekarang proses IKD dari Dinas Capil untuk desil 1 sampai 5," kata Laxmy.
Kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu pelatihan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang difasilitasi Pemprov Bali. "Dinas Sosial Denpasar, belum berani uji coba karena belum ada pelatihan, rencana minggu depan pelatihannya," Akunya.
Laxmy menambahkan, untuk aktivasi IKD, juga akan didampingi masing-masing agen, dengan penggunaan IKD akan menjadi lebih transparan dan warga tak bisa berbohong. "Sekarang wajib IKD, jadi bisa saja yang sebelumnya desil 5 berubah jadi desil 6 karena lebih transparan," Jelasnya.
Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti warga meninggal tapi tak mengurus akta kematian, pindah, dan ada juga yang tak memiliki ponsel pintar. Dari data Dukcapil, untuk di 43 desa/kelurahan ada sebanyak 38.437 penduduk yang masuk desil 1 sampai 5.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, menyebut, dari jumlah itu sebanyak 441 orang terdata telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, baru 1.332 penduduk atau 7 persen yang telah melakukan aktivasi IKD. Sehingga jika dikurangi data penduduk yang telah meninggal, ada 35.129 penduduk yang akan dikejar untuk aktivasi IKD.
"Baru satu desa yakni Peguyangan Kangin yang penduduknya masuk desil 1 sampai 5 sudah 100 persen melakukan aktivasi IKD," Jelas Dewa Gde Juli, Rabu (06/05).
Dalam aktivasi IKD ini, pihaknya mengalami beberapa kendala seperti ada penduduk yang tak tinggal di alamat yang tertera. Diketahui sebanyak 153 orang tidak tinggal di alamat yang tercantum. Sementara ada data sebanyak 941 penduduk yang tidak memiliki ponsel pintar, bagi warga yang belum memiliki ponsel pintar, akan dibantu oleh petugas.
Selain itu, pihaknya juga melakukan aktivasi IKD untuk 85 orang agen pendamping dari Dinas Sosial Denpasar.
Untuk memperluas jangkauan aktivasi IKD, Dukcapil Denpasar menerapkan strategi integrasi layanan. Saat ini, setiap warga yang melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) akan langsung dipandu untuk mengaktivasi IKD di tempat. "Selanjutnya akan berkoordinasi dengan desa/kelurahan untuk mempercepat target aktivasi IKD," Tutup Dewa Gde Juli.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram