-->

Kamis, 04 Juni 2026

Kasus DBD di Karangasem Bertambah, Dinkes Gencarkan Fogging di Wilayah Terdampak

Kasus DBD di Karangasem Bertambah, Dinkes Gencarkan Fogging di Wilayah Terdampak


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem kembali mengalami peningkatan. Sejumlah kasus dilaporkan terjadi di wilayah Kota Amlapura, Kecamatan Karangasem, serta beberapa desa di Kecamatan Manggis, Kamis (4/6/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem terus menggencarkan kegiatan fogging atau pengasapan di wilayah yang ditemukan kasus DBD dan berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu kegiatan fogging dilakukan di Desa Susuan, Kelurahan Karangasem. Pengasapan dilaksanakan setelah ditemukan satu warga setempat yang terjangkit DBD. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan menerjunkan petugas dengan tiga unit alat fogging untuk melakukan pengasapan mulai dari titik nol kasus hingga radius tertentu.

Pengawas Fogging Dinas Kesehatan Karangasem, I Ketut Pasek Adi Dwipayana, mengatakan fogging dilakukan sebagai upaya memutus rantai penularan DBD di wilayah yang ditemukan kasus.

“Fogging dilakukan di sekitar lokasi kasus untuk membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus dengue. Namun upaya ini harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat agar hasilnya lebih efektif,” ujar Pasek Adi Dwipayana.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Karangasem, saat ini cukup banyak pasien DBD yang menjalani perawatan di RSUD Karangasem maupun sejumlah rumah sakit swasta di Karangasem.

Data Dinas Kesehatan Karangasem mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 telah terjadi sebanyak 136 kasus DBD. Sementara data kasus selama Mei 2026 masih dalam proses rekapitulasi dan belum terhimpun secara keseluruhan.

Pasek Adi Dwipayana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, masyarakat juga disarankan melakukan abatisasi pada tempat-tempat penampungan air.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Kabupaten Karangasem dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan peningkatan kasus yang lebih luas.  (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved