-->

Sabtu, 05 September 2026

Bersepeda Bersama Komunitas, Bupati Sanjaya Tinjau Pembangunan Penataan Area Kota Singasana


Tabanan , Bali Kini  – Kegiatan bersepeda bersama komunitas dimanfaatkan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan Tabanan, Jumat (4/9). Berangkat dari Kantor Bupati Tabanan, Bupati Sanjaya bersama komunitas menyusuri sejumlah kawasan, mulai dari Kantor Bupati Tabanan, menuju Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana, sebelum kembali ke Kantor Bupati Tabanan. 

Didampingi Sekda, para Asisten dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Sanjaya melihat langsung progres pembangunan Taman Tugu Singasana yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas kurang lebih 10 are. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian Sanjaya terhadap pembangunan ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan, bahwa pembangunan Tugu Singasana dirancang tidak sekadar sebagai sebuah bangunan, namun memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan Kabupaten Tabanan dari masa lalu, masa kini hingga masa yang akan datang. Tugu tersebut akan dilengkapi dengan tiga ruang yang masing-masing membawa narasi perjalanan Tabanan.


“Kita bangun Singasana ini untuk untuk masyarakat Tabanan, dimana di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang. Dimana di ruang yang pertama ini nanti akan ada relief yang menceritakan bagaimana sejarah Tabanan masa lalu, relief yang menceritakan bagaimana Tabanan masa kini dan relief yang terakhir bagaimana menceritakan bagaimana visi misi Tabanan 100 tahun ke depan” ujar Politisi asal Dauh Pala Tabanan.


Lebih lanjut, Dikatakannya pembangunan Tugu Singasana juga mengandung filosofi Aman, Unggul dan Madani yang diwujudkan melalui tiga tingkatan bangunan. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 10 meter, sehingga total mencapai 30 meter, ditambah satu meter pada bagian atas yang dimaknai sebagai hubungan dengan alam semesta. Filosofi tersebut kemudian menghasilkan angka 31 yang dimaknai melalui 3+1 menjadi angka 4 sebagai simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Selain memiliki filosofi pembangunan, lokasi Taman Tugu Singasana juga dikatakan memiliki nilai sejarah yang kuat. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Tangsi yang menjadi gudang senjata Belanda pada masa perjuangan dan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. “Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun Tugu untuk bagaimana kita mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan, menuju kemajuan untuk membangun daerah kita ini,” imbuh Sanjaya.


 


Saat ini, progres pembangunan Taman Tugu Singasana telah mencapai sekitar 30 persen. Bupati Sanjaya menyampaikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan Tugu Singasana, Patung Catur Muka, Penataan Lapangan Alit Saputra termasuk Taman Bunda PAUD serta penataan Taman Perjuangan Singasana. Pihaknya akan melihat progresnya secara rinci dan berkala agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keberadaan Bangunan ini nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang publik sekaligus media untuk mengenang sejarah, menggambarkan kondisi Tabanan saat ini, serta menyampaikan visi pembangunan daerah bagi generasi Tabanan di masa mendatang. 


Sementara itu, pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, menjelaskan bahwa relief yang tengah dikerjakan menggambarkan perjuangan rakyat Bali melawan Belanda. Konsep relief tersebut dimulai dari pesisir hingga menuju Margarana, yang menjadi bagian dari narasi sejarah perjuangan yang diangkat dalam Taman Tugu Singasana. Pengerjaan relief tersebut ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. Kemudian dari pihak CV. Ari Mustika yang menggarap penataan Taman Bunda PAUD di lapangan Alit Saputra mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 11 persen dan selesai kira-kira pada bulan Desember mendatang.

Dukung UMKM Karangasem dan Perkuat Sinergi PKK se-Bali, Bunda Rai Hadir di Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali



Tabanan , Bali Kini  – Semangat berbagi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mempertemukan gerak PKK se-Bali. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, bersama jajaran dan Kepala Perangkat Daerah terkait, hadir dan berpartisipasi langsung dalam Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-7 Tahun 2026 PKK Provinsi Bali yang digelar di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandrabuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9). Pasar Rakyat turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, beserta jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem. 

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus menjadi wujud konsistensi Tabanan dalam memperkuat sinergi dan mendukung program-program TP PKK Provinsi Bali yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dimana Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya menjelaskan, “Berbelanja dan Berbagi” ini merupakan salah satu aksi sosial yang dirancang TP PKK Provinsi Bali, di samping berbagai juga adalah kegiatan sosialisasi. 

 

Konsep Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Hasil bumi, produk UMKM dan IKM serta berbagai produk pertanian yang dibeli dalam kegiatan tersebut selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui giat ini, setiap Kabupaten/Kota dapat menghadirkan petani dan pedagang lokal, sehingga masyarakat memperoleh produk dengan harga dari petani, sementara para pelaku usaha mendapatkan ruang berjualan tanpa biaya.

 

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Karangasem menghadirkan 124 pelaku usaha, terdiri atas 19 pelaku IKM yang menampilkan berbagai produk tenun khas seperti gringsing, endek dan songket, 66 pedagang kuliner dengan sajian khas seperti belayag, nasi sela dan pepesan telengis, serta 39 pedagang hasil pertanian dan olahan pangan. Potensi unggulan Karangasem seperti salak Bali turut menjadi bagian dari kekayaan lokal yang diperkenalkan dalam pasar rakyat tersebut.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan TP PKK Provinsi Bali serta seluruh TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali yang turut berpartisipasi. “Atas nama masyarakat Karangasem, kami mengucapkan terima kasih setulusnya atas bantuan dan perhatian yang diberikan, terutama kepada masyarakat kami yang membutuhkan. Semoga kita selalu kompak dan terus menebarkan kebaikan,” ungkapnya.

 

Bagi Bunda Rai, keterlibatan TP PKK Kabupaten Tabanan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus bergerak bersama dalam setiap program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali. Ia menilai, “Berbelanja dan Berbagi” menghadirkan keseimbangan antara pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial, karena produk masyarakat ikut dipasarkan sekaligus hasil belanja dikembalikan dalam bentuk bantuan bagi warga yang membutuhkan.

 

Dalam aksi sosial ke-7 ini, sebanyak 100 Orang penerima manfaat mendapatkan bantuan. Kabupaten Karangasem menyerahkan 20 tas belanja, sementara delapan Kabupaten lainnya, termasuk Tabanan, turut menyerahkan masing-masing 10 tas belanja. TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan 20 tas belanja yang dilengkapi paket sembako berupa beras, telur, minyak kelapa, sayur-mayur dan bahan olahan makanan yang berguna bagi masyarakat.

 

Bunda Rai juga memberikan apresiasi atas keberlanjutan program yang dinilainya mampu mempertemukan berbagai potensi daerah dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Berbelanja dan Berbagi ini. Ini merupakan langkah yang sangat baik, karena tidak hanya menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menguatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat secara merata,” tuturnya. 

 

Melalui aksi ini, Bunda Rai juga menegaskan komitmen Tabanan untuk terus memperkuat kolaborasi bersama TP PKK Provinsi Bali dan seluruh kabupaten/kota. Semangat “Berbelanja dan Berbagi” pun menjadi ruang bersama untuk mengangkat potensi lokal, memperkuat pelaku UMKM dan IKM, sekaligus memastikan gerakan pemberdayaan dan kepedulian sosial benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kamis, 21 Mei 2026

Bunda Rai Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Tabanan


Tabanan , Bali Kinin– Komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini terus digaungkan di Kabupaten Tabanan. Kamis (21/5), Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka langsung kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dilaksanakan di Kantor Camat Marga. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menyukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Camat Marga beserta jajaran, Bunda PAUD Kecamatan Marga hingga Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marga. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menempatkan percepatan implementasi wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas nasional.

 

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan, bahwa program wajib belajar 13 tahun, termasuk di dalamnya wajib belajar 1 tahun prasekolah, merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter sejak usia dini. Ia menilai masa prasekolah sebagai fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

 

Dengan penuh semangat, sosok yang dikenal sebagai Srikandi Tabanan itu mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan prasekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan baik dan kesiapan sosial anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

 

Program wajib belajar 1 tahun prasekolah ini luar biasa bagi saya. Ini langkah nyata untuk mempersiapkan generasi emas sebelum masuk sekolah dasar. Usia dini adalah masa keemasan, sehingga anak-anak harus diberikan pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD sebagai penggerak dan motivator di tengah masyarakat. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya menjadi simbol, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, satuan PAUD dan para orang tua agar semakin sadar akan pentingnya pendidikan prasekolah.

 

Tugas kita sebagai Bunda PAUD adalah mendorong dan memberikan semangat kepada para orang tua agar anak-anaknya mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD. Di usia emas ini, anak-anak harus dibiasakan dengan kebiasaan baik untuk membentuk kemampuan sosial dan kesiapan belajar mereka,” imbuh Bunda Rai.

 

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk bergerak bersama memperkuat kolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. Dikatakannya juga, keberadaan 133 Bunda PAUD Desa di Tabanan adalah kekuatan besar dalam menyukseskan program tersebut secara berjenjang.

 

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar para orang tua dapat menjadi contoh dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebelum mengajak masyarakat lainnya melakukan hal yang sama. Menurutnya, kesadaran keluarga menjadi pondasi utama dalam keberhasilan program wajib belajar 1 tahun prasekolah.

 

Jangan sampai ada lagi anak yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan layanan PAUD terlebih dahulu. Investasi terbaik bagi anak bangsa dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Mari bergerak bersama, saling mendukung dan menjadi penguat bagi keluarga di lingkungan masing-masing agar semakin sadar pentingnya pendidikan anak prasekolah,” tegas Bunda Rai.

 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan berbagai materi penguatan dari para narasumber, di antaranya disiplin positif dalam mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman, strategi implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah, penggunaan Portal Pijar Bunda PAUD, penguatan 7 KAIH hingga strategi rencana tindak lanjut penguatan wajib belajar 13 tahun (*)1

Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Tabanan , Bali Kinin– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis, (21/5). Kehadiran gedung baru dengan fasilitas pelatihan dan praktik industri yang representatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Tabanan dan mampu bersaing di industri pariwisata dan perkapalan internasional.

 

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ACC Fest 2026, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen LPK American Cruise College atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul dan kompeten. Ia menilai, kehadiran gedung representatif tersebut menjadi bukti nyata dukungan dunia pendidikan dan pelatihan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan. 

 

Bupati Sanjaya yang saat itu turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Direktur American Cruise College, pimpinan partner hotel dan asosiasi, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dan Singaraja, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, menyampaikan pembangunan di Tabanan harus berjalan dalam satu garis perjuangan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap manajemen LPK American Cruise College atas segala upaya selama ini dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi unggul. Kehadiran gedung ini dengan fasilitas representatif menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya menyiapkan SDM yang siap bertarung di industri pariwisata dan perkapalan internasional,” ujar Sanjaya.

 

Keberadaan lembaga pelatihan kerja berkualitas dikatakannya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui pendidikan dan pelatihan yang baik, pihaknya berharap generasi muda Tabanan akan memiliki peluang kerja lebih luas, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Saya melihat generasi muda yang berangkat ke kapal pesiar ini sebagai pejuang devisa bagi Kabupaten Tabanan. Yang mereka dapat bukan hanya dollar atau pendapatan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika pulang ke daerah, mereka akan ikut membangun masyarakat, membesarkan UMKM dan berkontribusi untuk kemajuan Tabanan,” tegasnya.

 

Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran ACC Café & Resto yang dinilai turut membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tabanan. Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi tempat menempa ilmu pengetahuan, dedikasi dan keterampilan generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

 

Direktur LPK American Cruise College, Putu Deddy Paryana di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah dan seluruh undangan yang hadir dan turut mensukseskan kegiatan ini. Ia juga berharap keberadaan gedung baru dan ACC Café & Resto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kompetensi dan semangat berkompetisi generasi muda, khususnya di bidang hospitality, service dan kreativitas pelajar maupun mahasiswa. (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur


Tabanan , Bali Kini – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April. 

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. 


Bupati Sanjaya Hadiri Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan


Tabanan , Bali Kini
  — Suasana penuh kehangatan dan penghormatan mewarnai Acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1619/Tabanan dari Letnan Kolonel Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., kepada Letnan Kolonel Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Delod Peken, Tabanan, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Cokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya..

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Letkol Inf. Trijuang Danarjati selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan sejak Juni 2025. Menurutnya, sosok Dandim lama telah menunjukkan pengabdian yang tulus, ramah, dan penuh semangat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah. “Ini merupakan sebuah prestasi, saya atas nama Bupati Tabanan dan masyarakat Tabanan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi perjuangan yang sama-sama saya ajak membangun Tabanan Era Baru yang aman unggul dan madani.”ujar Sanjaya.

Kepada Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., Sanjaya turut menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap koordinasi serta komunikasi antar unsur Forkopimda dapat terus diperkuat. “Mari kita bangun koordinasi dan komunikasi ini dengan baik, karena pada hakikatnya kita sama-sama mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing,” tegasnya. Pihaknya juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan semangat gotong royong seluruh elemen pemerintahan dan institusi negara.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan komitmennya dalam mendukung sinergi bersama Forkopimda dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga memperkenalkan potensi alam, budaya, dan karakteristik masyarakat Tabanan sebagai daerah agraris yang kaya sumber daya. “Tidak mungkin pembangunan berhasil dikerjakan sendiri sebagai aparatur negara. Kita harus bergotong royong mewujudkan visi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkas Sanjaya.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan yang baru, Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang merupakan putra asli Magelang, Jawa Tengah, menyampaikan kesiapan dirinya untuk bersinergi bersama seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga memohon dukungan, arahan, serta bimbingan dalam menjalankan amanah dan tugas sebagai Dandim 1619/Tabanan guna mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tabanan. 

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf. Trijuang Danarjati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh masyarakat Tabanan atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Dandim 1619/Tabanan. Pihaknya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Menurutnya, Tabanan merupakan daerah yang memiliki ciri khas dan kesan tersendiri baginya. Di akhir sambutannya, ia memohon doa restu untuk melanjutkan penugasan berikutnya di Jakarta.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved