-->

Senin, 26 Januari 2026

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Upacara Giri Pati Agung di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu

DENPASAR, BALI KINI- Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung, Pegat Sot, serta Caru Panca Durga Ida Bethara Tangkas yang digelar oleh Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat, Kertalangu, Kesiman, Sabtu (24/1).


Turut hadir dalam acara itu, Penglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Umum Pratisantana Sira Arya Kanuruhan I Wayan Gredeg, perwakilan DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, serta seluruh perwakilan Pratisantana Arya Kanuruhan dari berbagai wilayah di Bali.


Rangkaian upacara dipuput oleh dua orang sulinggih Rsi Wayahan, yakni Ida Pedanda Bodoh. Upacara diawali dengan Pacanangan Ida Bethara Tangkas yang dilaksanakan di Pura Kawitan Tangkas Pagan, kemudian dilanjutkan menuju Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu. Setelah itu, rangkaian upacara dilengkapi dengan prosesi Ngulapin di Genah Pecak Kasedayan Tangkas Dimade sebagai bagian dari penyempurnaan yadnya.


Ketua Umum Pratisantana Sira Arya Kanuruhan, I Wayan Gredeg, yang didampingi Bendahara Umum Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar, Komang Nurjaya Maharta, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini memiliki tujuan utama sebagai upaya penyucian dan penetralan atas peristiwa-peristiwa masa lalu yang diyakini masih memiliki pengaruh secara niskala.


“Upacara ini bukan semata-mata karena adanya kutukan. Namun lebih sebagai bentuk yadnya untuk menetralkan segala hal yang mungkin pernah terjadi akibat salah ucap, salah tindakan, atau peristiwa masa lampau. Tujuannya agar semuanya kembali netral, baik bagi leluhur, alam semesta, maupun gumi atau dunia,” jelas I Wayan Gredeg.


Ia menambahkan, upacara ini dilaksanakan demi terciptanya keharmonisan seluruh unsur kehidupan di bumi. Bagi Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar, pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung ini merupakan yang pertama kali, sementara sebelumnya upacara serupa pernah digelar oleh Arya Wangbang Pinatih pada tahun 2015 di lokasi yang sama.


Lebih lanjut dijelaskan, pemilihan Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu sebagai lokasi upacara memiliki keterkaitan erat dengan sejarah leluhur Arya Kanuruhan. Di wilayah Kertalangu ini terdapat jejak kerajaan pada masa lalu, mulai dari raja di Dalem Samplangan, Dalem Segening, hingga masa pemerintahan Arya Wangbang Pinatih dan Arya Tangkas dari Puri Agung.


“Tempat ini juga merupakan lokasi wafatnya anak raja pada masa lampau akibat kesalahpahaman dalam membaca sandi atau pesan kerajaan dari Puri Klungkung. Karena peristiwa itulah, secara niskala diyakini meninggalkan jejak yang perlu disucikan melalui upacara yadnya,” ungkapnya.


Disebutkan pula bahwa Arya Kanuruhan memiliki tiga garis keturunan utama, yakni Blangsinga, Tangkas, dan Pegatepan. Dari ketiga garis tersebut, Arya Tangkas ditugaskan menjadi raja di wilayah Kertalangu. Hal inilah yang menjadi dasar kuat pelaksanaan upacara di lokasi tersebut, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat ikatan persaudaraan seluruh Pratisantana Arya Kanuruhan se-Bali.


Kehadiran Ida Dalem Semara Putra dimaknai sebagai bentuk penyaksian secara niskala atas hubungan sejarah antara Puri Klungkung dan keturunan Tangkas. Dikisahkan bahwa pada masa lalu, anak raja yang diberikan kepada Tangkas mengalami peristiwa tragis, di mana pengorbanan tersebut dilakukan sebagai bentuk penebusan rasa bersalah sang istri raja yang saat itu tengah mengandung. Anak tersebut kemudian diberi nama Pangeran Tangkas Puri Agung Pagan, yang hingga kini menjadi bagian penting dalam sejarah dan spiritualitas keturunan Tangkas.


“Harapan kami, seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan ini dapat berjalan sesuai dengan sastra dan tattwa yadnya, tanpa kekurangan apa pun, serta membawa kebaikan bagi seluruh umat,” tutup Komang Nurjaya Maharta.


Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung ini dapat memberikan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat, khususnya masyarakat Kota Denpasar.


“Semoga melalui pelaksanaan yadnya ini, keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa terjaga, serta memberikan kerahayuan bagi kita semua. Rahajeng rahayu,” pungkasnya. (Ayu)

Tak Hanya Bedah Rumah, Bupati Kembang Apresiasi Bumdes Bersama LKD Serahkan Bantuan Bedah Warung

JEMBRANA , BALI KINI – Upaya penguatan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. 

Tidak hanya fokus pada program bedah rumah, Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdes Bersama) Tunas Mekar Sejahtera Jaya dan Lembaga Keuangan Desa (LKD) Kecamatan Melaya kini menyalurkan bantuan bedah warung kepada salah satu warga di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.

Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir pada kegiatan peletakan batu pertama program bedah warung kepada Dodi Biantoro warga Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Senin (26/1).


"Melalui bantuan ini, penerima diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat bawah," ungkap Bupati Kembang

Bupati Kembang menyebut bahwa program bedah warung yang diberikan oleh Bumdes Bersama LKD Kecamatan Melaya ini turut menguatkan dari program unggulan Pemkab Jembrana dalam penguatan sektor UMKM di Jembrana.

Menurut Kembang, program bantuan produktif seperti warung jauh lebih berkelanjutan karena tidak hanya membantu sesaat, tetapi memberi peluang ekonomi jangka panjang.

“Kedepan, lebih banyak lagi warung-warung yang bisa kita sasar untuk program Bedah Warung ini, Sekali lagi, kita ingin para pelaku UMKM kecil di Jembrana bisa naik kelas, sehingga nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Triana selaku Bumdes Bersama Tunas Mekar Sejahtera Jaya LKD Kecamatan Melaya menjelaskan, bantuan warung merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat. 

Program ini melengkapi kegiatan sebelumnya, yakni bedah rumah bagi warga kurang mampu, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek tempat tinggal, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga.

"Untuk tahun 2026 ini, kita menyerahkan bantuan bedah warung sebanyak 1 unit dengan anggaran sebesar Rp. 30 juta dan 4 unit bedah rumah bagi warga yang kurang mampu tersebar di beberapa desa  di Kecamatan Melaya," tutupnya. (*)

Bangli Lestarikan Warisan Budaya dengan Pembangunan Rumah Jabatan Bupati Berkonsep Sikut Satak

Bangli , Bali Kini -  Kabupaten Bangli menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya dengan memulai pembangunan rumah jabatan bupati yang mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali, Sikut Satak. Inisiatif ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghargai dan melestarikan budaya Bali. "Dengan menggunakan Sikut Satak, kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh bagi pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang," ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh Sekda Bangli, Tokoh Puri Bangli, Ketua MDA Bangli, Seniman ukir kayu dan paras, serta sejumlah pejabat terkait lainnya di Ruang Rapat Bupati Bangli, Sabtu (24/1/26).

Rumah jabatan yang dibangun di atas lahan seluas 50 are ini menelan anggaran lebih dari 29 miliar rupiah. Desainnya akan mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli, lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya. 

Pemerintah Kabupaten Bangli juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan. Iptu I Wayan Dwipayana, dari Kanit Tipikor Polres Bangli, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau proses ini untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan tidak ada penyimpangan.

Dalam rapat FGD kali ini para pihak yang hadir baik dari tokoh puri, MDA, seniman ukir kayu dan paras pada intinya menyetujui hal tersebut. Namun perlu di garis bawahi bahwa dari pihak yg hadir tersebut menekankan agar sikut satak yang akan di buat tersebut, baik itu panilnya atau sejenis hiasan/ ornamen ukiran bun-bunan (suluran) agar benar-benar bermotif khas Bangli.  

Pembangunan rumah jabatan bupati ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melestarikan warisan budaya melalui arsitektur dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan langkah ini, Bangli tidak hanya membangun sebuah bangunan, tetapi juga merajut kembali nilai-nilai budaya yang luhur ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Komisi IV DPRD Karangasem Sidak Disdik, Kekurangan Ratusan Guru PPPK dan 42 Kepala Sekolah Jadi Sorotan

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
KARANGASEM, Bali Kini  – Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem yang dipimpin Wayan Sudira melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem,Senin (26/1/2026). Sidak tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana.

Dalam sidak itu, Komisi IV menyoroti persoalan serius kekurangan guru PPPK di tingkat SD dan SMP, serta kekosongan kepala sekolah yang jumlahnya mencapai 42 orang di seluruh Karangasem. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 5 Amlapura.

Wayan Sudira menegaskan, persoalan utama bukan hanya kekurangan guru, tetapi juga minimnya minat guru untuk menjadi kepala sekolah, khususnya di tingkat SD.

“Masalahnya banyak guru tidak mau melamar jadi kepala sekolah. Mekanismenya harus melamar, dan segala macam persyaratan harus terpenuhi, sementara selisih gaji dan tunjangannya hanya sekitar Rp160 ribu dibanding guru biasa. Ini yang membuat banyak guru enggan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, setiap tahun sekitar 100 guru di Karangasem memasuki masa pensiun, sementara kewenangan pengangkatan guru dan kepala sekolah bukan berada di pemerintah daerah.

“Kalau dibiarkan  sekolah bisa terus kekurangan guru. Padahal undang-undang jelas mewajibkan kita mencerdaskan anak bangsa. Ini kondisi yang sangat urgent,” katanya.

Wayan Sudira menambahkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan berencana menyampaikan persoalan ini langsung ke Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri untuk mencari solusi konkret.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, memaparkan total kekurangan guru di Karangasem mencapai 586 orang. Rinciannya, 373 guru SD, 20 guru TK, dan sisanya di tingkat SMP.

“Faktor utamanya pensiun setiap tahun. Usulan pengangkatan guru sudah selalu kami update, tetapi kewenangannya bukan di daerah,” jelasnya.

Terkait kekosongan kepala sekolah, ia menyebutkan terdapat enam kepala SMP dan puluhan kepala SD yang belum terisi, sehingga total kekosongan mencapai 42 kepala sekolah.

Meski demikian, Budiadnyana memastikan operasional sekolah tetap berjalan karena masih ditangani oleh pelaksana tugas (Plt), termasuk dalam pengelolaan Dana BOS.

“Selama masih ada Plt, Dana BOS tetap bisa berjalan. Namun mekanisme pengangkatan kepala sekolah baru cukup ketat, ditambah persyaratan tertentu dan penerapan aplikasi, sehingga jumlah pelamar masih minim,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Karangasem menegaskan akan terus mengawal persoalan ini karena menyangkut langsung kualitas pendidikan dan masa depan siswa di Karangasem. (Ami)

Minggu, 25 Januari 2026

Gadis SMA Asal Manggis yang Hilang 50 Hari Akhirnya Ditemukan di Denpasar

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini — Seorang gadis remaja berstatus pelajar SMA asal Desa Pagubugan, Manggis yang dilaporkan hilang sejak 6 Desember 2025 akhirnya ditemukan pada Minggu, 25 Januari 2026, setelah menghilang selama sekitar 50 hari. Remaja tersebut ditemukan di wilayah Denpasar dan telah dijemput serta dipulangkan ke rumah orang tuanya.

Kabar ditemukannya remaja tersebut dibenarkan oleh  Camat Manggis Putu Eka Putra Tirtana. Menurut keterangan Kepala Dusun Pagubugan, Desa Manggis, Kabupaten Karangasem, I Kadek Sumardana mengatakan korban sudah kembali ke rumah dalam kondisi baik.

“Benar, sudah pulang dan baru saja kami antar ke rumahnya. Terkait kronologi kejadian saya tidak berani menjelaskan, karena kasus ini sudah kami serahkan dan bawa ke pihak kepolisian,” ujar Kadek Sumardana saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, gadis tersebut dilaporkan hilang saat masih bersekolah pada 6 Desember 2025. Selama masa pencarian, pihak keluarga dan aparat desa sempat melakukan upaya penelusuran, namun keberadaan korban baru diketahui setelah sekitar satu setengah bulan.

Saat ini, kasus hilangnya remaja tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk menelusuri penyebab dan aktivitas korban selama berada di luar rumah.

Pihak keluarga memastikan kondisi korban dalam keadaan sehat dan aman setelah kembali ke rumah orang tuanya. (Ami)

Warga Tengading Gotong Royong Tutup Jalan Tergerus Banjir, BPBD Karangasem Turunkan TRC

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Sekitar 40 warga Banjar Dinas Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, melaksanakan gotong royong mitigasi bencana pascabanjir pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menutup lubang pada ruas jalan yang tergerus aliran air sungai akibat hujan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops PB) BPBD Karangasem, gotong royong sudah dimulai warga sejak pukul 07.00 Wita. Warga secara swadaya menyiapkan sekitar 50 karung untuk menutup bagian jalan yang bolong agar akses warga tetap bisa dilalui.

BPBD Karangasem melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) turut melakukan penanganan di lokasi. Sebanyak tiga personel TRC dikerahkan untuk membantu gotong royong sekaligus mendistribusikan karung di bawah koordinasi I Komang Wisna. Penanganan berlangsung dari pukul 08.10 hingga 10.00 Wita.

“Penutupan yang dilakukan bersifat sementara agar mobilitas warga tidak terganggu. Jalan saat ini sudah bisa kembali dilalui,” demikian laporan singkat Pusdalops BPBD Karangasem.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Karangasem juga menyerahkan bantuan sebanyak 185 karung guna mendukung penanganan darurat di lokasi. Kerja sama antara masyarakat dan BPBD diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses jalan dan aliran sungai.

Upaya perbaikan lanjutan dijadwalkan akan kembali dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, dengan fokus pada penguatan penutupan agar lebih aman dan tahan lama. Penundaan lanjutan pekerjaan dilakukan karena pada hari ini warga melaksanakan kegiatan keagamaan, yakni tangkil ke Pura dalam rangka Piodalan Usaba Dalam Puri, serta rangkaian kegiatan adat di rumah dan di setra.

(Ami)

Sabtu, 24 Januari 2026

Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Hutan Desa Adat Kembang Merta, Warga Desak Izin Dicabut

Tabanan, Bali Kini - Kamis  22  Januari  2026  – Dugaan pelanggaran hukum di Kawasan Hutan Desa Adat Kembang Merta, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, kian menguat. Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (22/1/2026), guna menelusuri indikasi pembabatan hutan dan pendirian bangunan ilegal yang berpotensi masuk ranah tindak pidana lingkungan.

Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali juga memetakan potensi pelanggaran pidana yang dapat menjerat pelaku pembabatan hutan, pemilik bangunan, hingga pihak pemberi izin.

Kawasan tersebut merupakan hutan lindung sekaligus zona mitigasi bencana yang pernah mengalami longsor mematikan. Namun di lapangan ditemukan indikasi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang, berpotensi melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta aturan kehutanan dan tata ruang.

Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H, menegaskan bahwa aktivitas di kawasan tersebut berpotensi melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Pasal 98 dan 99 UU PPLH mengatur pidana penjara hingga 10 tahun dan denda sampai Rp10 miliar bagi pelaku perusakan lingkungan, termasuk jika menyebabkan kerusakan serius atau korban jiwa,” tegas I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H., yang juga wakil komisi I DPRD Bali.

Selain itu, aktivitas pembukaan lahan dan pembangunan di kawasan hutan tanpa izin juga berpotensi melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, khususnya Pasal 50 dan Pasal 78, dengan ancaman pidana penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H, menegaskan bahwa pelanggaran tata ruang tidak bisa lagi diselesaikan dengan teguran.

“UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang secara jelas mengatur sanksi pidana bagi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukan, dengan ancaman penjara hingga 3 tahun dan denda maksimal Rp500 juta. Ini bukan pelanggaran ringan,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Pansus Dr. Somvir menambahkan bahwa bila pelanggaran dilakukan oleh badan usaha, maka berlaku pertanggungjawaban pidana korporasi.

“Bukan hanya pelaksana di lapangan, tetapi juga direksi, pemilik modal, dan pihak yang memberi perintah dapat dimintai pertanggungjawaban pidana,” katanya.

Anggota Pansus Ni Putu Yuli Artini, S.E. Dr. Ketut Rochineng, S.H., M.H, dan Wayan Bawa menekankan pentingnya langkah konkret. Pansus secara resmi merekomendasikan penyegelan permanen terhadap seluruh bangunan dan aktivitas di kawasan hutan tersebut hingga proses hukum selesai.

“Segel permanen adalah bentuk penghentian total aktivitas untuk mencegah kerusakan lanjutan dan potensi korban jiwa,” tegas mereka.
Dari tingkat kabupaten, Ketut Arsanayasa, anggota DPRD Kabupaten Tabanan Komisi I, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pansus dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Tabanan dan Satpol PP Provinsi Bali  menindaklanjuti rekomendasi Pansus sesuai kewenangan, termasuk penyegelan permanen  proyek di Kawasan Hutan Desa Adat Kembang Merta, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan,Bali.

PETA PASAL PIDANA YANG BERPOTENSI DITERAPKAN

UU No. 32 Tahun 2009 (PPLH)
Pasal 98: Penjara 3–10 tahun, denda Rp3–10 miliar
Pasal 99: Penjara 1–3 tahun, denda Rp1–3 miliar
UU No. 41 Tahun 1999 (Kehutanan)
Pasal 50 jo Pasal 78: Penjara hingga 10 tahun, denda hingga Rp5 miliar
UU No. 26 Tahun 2007 (Penataan Ruang)
Penjara hingga 3 tahun, denda maksimal Rp500 juta
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi
Menjerat badan usaha, pengurus, dan pemberi perintah
Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan yang terbit pada 21 Januari 2025 lalu. Tujuannya mengembalikan kawasan hutan yang telah disalahgunakan ke fungsi aslinya. 

Sidak di pimpin Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H.di dampingi Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., Wakil Sekretaris Pansus Dr. Somvir, anggota pansus, Ni Putu Yuli Artini, S.E, Dr.Ketut Rochineng, S.H.,M.H , Wayan Bawa ,DPRD Kab.Tabanan komisi I Ketut Arsanayasa, Satpol PP Kab.Tabanan, Satpol PP Bali , OPD terkait serta melibatkan Satpol PP Kabupaten Tabanan, Satpol PP Provinsi Bali, dan OPD terkait.( rls )

Jumat, 23 Januari 2026

Puncak HUT SMP PGRI 2 DenpasarHarapkan Momentum Jadi Tonggak Sekolah Untuk Didik Generasi Berkualitas

Denpasar : Bali Kini - Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Puncak HUT Ke- 50 SMP PGRI 2 Denpasar, yang dirangkaikan dengan kegiatan GRISDA Festival, pada Jumat (23/1) pagi. 

Pj. Sekda IGN. Eddy Mulya yang juga menjabat Ketua PGRI Provinsi Bali ini dalam kesempatan tersebut didampingi Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA. Gede Wiratama, Kepala Sekolah SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, jajaran Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Provinsi Bali, YPLP PGRI Kota Denpasar, serta undangan terkait lainnya. 

Saat membacakan sambutan Walikota Denpasar, Pj. Sekda IGN. Eddy Mulya menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat HUT Ke- 50 kepada Keluarga Besar SMP PGRI 2 Denpasar dan apresiasi setinggi - tingginya kepada YPLP PGRI Provinsi Bali dan Kota Denpasar. 

"50 tahun bukanlah waktu yang singkat. SMP PGRI 2 Denpasar telah hadir ditengah-tengah masyarakat, mengabdi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan alumni penerus bangsa yang cemerlang," katanya.

Puncak HUT Ke-50 SMP PGRI 2 Denpasar kali ini, lanjutnya memiliki arti yang tepat merangkum perjalanan sekolah ini sebagai pondasi kokoh menatap masa depan yang cerah. Siswa-siswi yang dididik di sekolah ini kami harap dapat diarahkan bersaing di era global tanpa melupakan jati diri kearifan lokal. 

"Apresiasi juga kami arahkan kepada seluruh guru dan tenaga pengajar SMP PGRI 2 Denpasar atas dedikasi tanpa lelah mendidik siswa -siswinya. Para siswa pun kami harapkan dapat menjadikan momentum HUT Ke- 50 ini sebagai inspirasi dalam belajar karena masa depan cerah bukan hadiah tapi hasil kerja keras," imbuhnya lagi. 

Eddy Mulya juga berpesan, agar momentum ini juga dapat dijadikan sebagai tonggak maju melangkah unggul dan semoga sekolah ini terus berkembang maju mendidik melahirkan generasi penerus yang berkualitas. 

Sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali, Pj. Sekda Eddy Mulya juga menambahkan, Kota Denpasar telah menjadi contoh pengembangan sekolah PGRI baik di Provinsi Bali bahkan di Indonesia.  
"Seluruh YPLP PGRI baik Provinsi Bali dan Kota Denpasar terus menjaga kemitraan dengan sekolah negeri dimana kemitraan sejajar terus dipertahankan dalam membangun, maju bersama dalam meningkatkan daya unggul masing-masing, berdampingan dengan baik dan cara kerja ini terus dipertahankan, " ujarnya. 

Sementara Kepsek SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni dalam sambutannya mengungkapkan perjalanan 50 Tahun SMP PGRI 2 Denpasar dalam mencerdaskan masyarakat telah dimulai oleh para pendiri terdahulu. Tema yang diangkat dalam HUT Ke-50 yakni Golden Journey, Bright Future adalah rasa syukur atas semua yang telah dilalui dan ditempuh sejalan dengan semangat melangkah kedepan. 

"Siswa kami disini tidak hanya diarahkan untuk unggul secara akademik dan non akademik, namun juga dididik untuk selalu menanamkan nilai karakter kedispinan," ujarnya.

Kedepan lanjut Ayu Sri, pihaknya akan  akan terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jaman disertai penanaman karakter siswa

"Terimakasih kami haturkan juga kepada seluruh pihak yang mendukung kami dalam melaksanakan tugas tanggungjawab mencerdaskan bangsa dan terus tumbuh unggul serta berkarakter," ucapnya. (esa-wahdodi)

Bersama Bapak Angkat Kebersihan dan Elemen Desa AdatWalikota Jaya Negara Hijaukan Pura Beji Penatih

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam pelaksanaan kegiatan kebersihan dan penghijauan di Pura Beji Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat (23/1)

Denpasar, Bali Kini - Komitmen menjaga kesucian lingkungan sekaligus kelestarian alam kembali ditunjukkan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Bersama bapak angkat kebersihan Kelurahan Penatih serta seluruh elemen Desa Adat Penatih, Walikota Jaya Negara melaksanakan aksi kebersihan dan penghijauan di kawasan Pura Beji Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat (23/1).

Kegiatan ini melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar selaku bapak angkat kebersihan Kelurahan Penatih, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, serta unsur Desa Adat dan masyarakat setempat. Seluruh peserta berbaur membersihkan area pura sekaligus melaksanakan aksi penghijauan dengan penanaman sebanyak 50 pohon di sekitar kawasan Pura Beji.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Denpasar, I Ketut Budha, Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Bendesa Adat Penatih I Wayan Ekayana, serta perangkat kelurahan dan desa adat setempat.

Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang terbangun antara bapak angkat kebersihan, DLHK, Desa Adat Penatih, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan pura, namun juga menjadi wujud nyata implementasi nilai gotong royong dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada bapak angkat kebersihan, DLHK, unsur Desa Adat Penatih, serta masyarakat yang bersama-sama melaksanakan aksi kebersihan dan penghijauan di kawasan Pura Beji Desa Adat Penatih. Ini merupakan upaya bersama menjaga kesucian pura sekaligus kelestarian lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Lurah Penatih I Wayan Murda turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta keterlibatan bapak angkat kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar yang telah berkolaborasi bersama desa adat dan masyarakat. 

"Kami berharap kegiatan kebersihan dan penghijauan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan guna mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan lestari, khususnya di kawasan suci serta ruang publik di Kelurahan Penatih," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, penghijauan kali ini dilakukan dengan penanaman sebanyak 50 pohon bantuan DLHK Kota Denpasar yang terdiri atas pohon Ketapang Kencana, Juwet, Badung, Mundeh, dan pohon Gatep. (Pur)

Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Utara Tahun 2027,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Utara Tahun Anggaran 2026 yang ditandai dengan pemukulan Gong di Harris Hotel and Conventions, Denpasar, Jumat (23/1).



Tekankan Akselerasi Peningkatan Infrastruktur, Utilitas Umum Hingga Pembangunan SDM.

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Utara Tahun Anggaran 2027 yang ditandai dengan pemukulan Gong di Harris Hotel and Conventions, Denpasar, Jumat (23/1). Kegiatan yang mengusung tema Peningkatan kualitas daya saing SDM serta inovasi pelayanan publik yang berbasis budaya melalui transformasi digital menuju Denpasar Maju ini diharapkan mampu menjaring partisipasi seluruh elemen dalam mendukung pembangunan di Kota Denapsar, khususnya di wilayah Kecamatan Denpasar Utara. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Kecamatan Denpasar Utara, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Satjana, Kadis Damkar dan Penyelematan Kota Denpasar, I Made Tirana, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, Perwakilan Kapolsek Denpasar Utara, Perwakilan Danramil, Perbekel/Lurah se-Kecamatan Denpasar Utara, serta undangan lainya. 

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menjelaskan, guna pencapaian pembangunan yang maksimal, diperlukan perencanaan pembangunan. Dimana, Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah pembahasan usulan guna menciptakan terobosan dan program prioritas. 

"Berbagai peramasalahan dan tantangan harus ditanggulangi dengan pengembangan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya secara efisien," ujarnya. 

Dikatakan Arya Wibawa, saat ini, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks. Beragam permasalahan, mulai dari infrastruktur perkotaan, utilitas umum, pembangunan SDM hingga penanganan sampah harus terus dioptimalkan. Sehinga pihaknya menekankan agar OPD senantiasa bergerak cepat dan tepat dalam menyikapi tantangan pembangunan masa kini. 

Lebih lanjut dijelaskan, musyawarah pembangunan desa/kelurahan menghasilkan program yang menjadi bahan acuan dalam menyusun program pembangunan kecamatan. Tentunya setiap program pembangunan yang diusulkan agar diseleksi sebagai penajaman prioritas guna memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. 

"Tentunya kami berharap melalui Musrenbang ini dapat menjadi wahana diskusi yang konstruktif dalam rangka menetapkan dan memantapkan program prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju," ujarnya.

“Saat ini, sampah tetap menjadi prioritas utama, selain juga peningkatan infrastruktur, utilitas dan pembangunan SDM terus dioptimalkan, kami berherap semua pihak hingga lapisan terbawah dapat bergerak cepat dan menjawab setiap tantangan pembangunan,” ujarnya. 

Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta menjelaskan, Musrenbang ini merupakan sebuah forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan guna membahas dan menyepakati program pembangunan prioritas di wilayah Kecamatan Denpasar Utara. Pembangunan desa/kelurahan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Sehingga keterlibatan masyarakat baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan sangatlah penting. Hal ini guna menggugah rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. 

Dikatakannya, pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan mampu memberikan dorongan kepada lembaga yang ada ditingkat desa/kelurahan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Sehingga peningkatan kesejahteraan dengan pengelolaan SDM secara efisien menuju masyarakat bahagia dapat tercapai. 

"Tentunya melalui peran serta masyarakat akan mampu dilakukan penghimpunan serta analisa terhadap setiap program yang menjadi usulan untuk bisa ditetapkan menjadi program prioritas pembangunan," ujarnya

Dikatakannya, dalam Musrenbang Kecamatan Denpasar Utara Tahun 2027 ini terdapat 147 usulan program yang ditujukan kepada tujuh OPD. Yakni kepada Dinas Perhubungan Kota Denpasar sebanyak 15 usulan, kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar sebanyak 122 usulan, kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar sebanyak 5 usulan, kepada Dinas Pertanian Kota Denpasar sebanyak 2 usulan, kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kota Denpasar sebanyak 1 usulan, kepada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kota Denpasar sebanyak 1 usulan dan kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar sebanyak 1 usulan.

"Tentunya peningkatan infrastruktur, penanganan sampah, utilitas umum, dan pembangunan SDM jadi prioritas sebagai upaua mensiptakan akselerasi wujudkan kesejahteraan rakyat menuju Denpasar Maju," ujarnya. (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved