-->

Rabu, 13 Mei 2026

Bunda Rai Hidupkan Makna Bergerak dan Berbagi di Pupuan dan Selemadeg Barat


Tabanan , Bali Kini  Bukan sekadar program rutin, aksi sosial Bergerak dan Berbagi” kembali hadir dengan sentuhan lebih dalam dan menyeluruh. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu, (13/5), dengan rangkaian kegiatan yang menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat.

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, serta kader PKK setempat tampak aktif menyapa warga. Kehadirannya tak hanya membawa bantuan, tetapi juga energi positif yang menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan sebagai Bunda PAUD dengan penuh kehangatan. Ia menyerahkan PMT kepada 100 siswa PAUD serta bantuan APE luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta. Bunda Rai berinteraksi langsung dengan anak-anak, memastikan mereka merasa diperhatikan dan nyaman.

Bunda Rai juga menyampaikan, bahwa perhatian terhadap anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga turut menekankan pentingnya penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat” sebagai fondasi karakter sejak dini.

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 10 ibu hamil dengan KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Tak hanya simbolis, Bunda Rai memastikan seluruh bantuan tersalurkan langsung kepada penerima. Ia juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 9 alat bantu dengar dan 2 tripod, serta meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian sembako.

Memasuki siang hari, kegiatan dilanjutkan ke Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Diserahkan juga bantuan tambahan berupa 1 tripod, 2 kursi roda, dan 2 walker. Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

Tak berhenti pada bantuan sosial, Bunda Rai juga menguatkan edukasi lingkungan dengan menyerahkan 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

 

Saat itu Bunda Rai menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK dalam menjangkau seluruh wilayah di Tabanan. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan. Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga. Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambah Bunda Rai.

Selain itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 SPM yang kini mencakup layanan lebih luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu. Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan

Di sela-kegiatan di Pupuan, Kepala TK Dharma Bakti, Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, Ny. Ni Ketut Astutiyani, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong. Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat, Ny. Dwi Wahani. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya

Angka Stunting Karangasem 3,9 Persen, Dinkes Tekankan Penanganan Tak Cukup Hanya dari Sektor Kesehatan

Foto: sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat anggota posyandu rendang

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menggencarkan penanganan stunting dan gizi buruk meskipun capaian angka stunting daerah tersebut saat ini telah berada di bawah target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama menyebutkan, berdasarkan data MPBGN terakhir, angka stunting di Kabupaten Karangasem saat ini berada di angka 3,9 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik karena berada di bawah target nasional yang ditetapkan di bawah lima persen.

Namun demikian, pihaknya menegaskan persoalan stunting dan gizi buruk tetap menjadi perhatian serius karena kasus kurang gizi masih ditemukan di masyarakat.

“Stunting kita saat ini 3,9 persen, kemudian wasting 1,9 persen. Artinya kasus kurang gizi masih ada walaupun persentasenya kecil,” ujarnya saat kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis bersama TMMD TNI di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Ia menjelaskan intervensi spesifik seperti pelayanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam upaya penurunan stunting.

Sementara sisanya sangat dipengaruhi intervensi sensitif seperti sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pola hidup sehat masyarakat.

“Masalah utamanya harus dikendalikan. Kalau air tidak bagus maka risiko infeksi meningkat. Akibatnya makanan tidak bisa dicerna dengan baik dan ini mempengaruhi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan stunting di Karangasem dilakukan berdasarkan panduan dan standar penanganan yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari penanganan di rumah sakit hingga pendampingan lanjutan di masyarakat.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mengintegrasikan berbagai program mulai dari promosi kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk.

Dalam pelaksanaannya, penanganan juga melibatkan lintas sektor seperti pemerintah desa, puskesmas, hingga dukungan program TMMD TNI yang saat ini turut membantu pembangunan fasilitas pendukung seperti akses air bersih di wilayah desa.

Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Desa Pempatan sendiri menjadi bagian dari upaya terpadu tersebut, sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan stunting sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, angka stunting dan gizi buruk di daerah tersebut dapat terus ditekan dari tahun ke tahun. (Ami)

Selasa, 12 Mei 2026

BANGLI FASHION PARADE 2026.

Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali ke Panggung Casual Modern

Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangli sukses menyelenggarakan perhelatan akbar "Bangli Fashion Parade & Competition 2026". Acara yang dipusatkan di Alun-alun Bangli ini menjadi ajang unjuk kreativitas bagi para desainer muda dan pelajar dalam mengolah Kain Tenun Ikat Tradisional Bali menjadi busana casual yang modis dan berdaya saing.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli SN Sedana Arta yang sekaligus menjadi Pembina Dekranasda Kabupaten Bangli beserta Ibu Ny. Sariasih Sedana Arta yang menjadi Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, didampingi oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar beserta Ny. Suciati Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli beserta Ibu, jajaran Forkopimda, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Turut hadir pula jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Bangli lainnya yang menjadi motor penggerak pelestarian kain tenun khas daerah.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan saja, melainkan upaya nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan memastikan warisan budaya kain tenun tetap relevan di mata generasi muda. Kompetisi tahun ini diikuti oleh berbagai perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ternama di Bali. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional yang terdiri dari:
• Juri I: Drs. Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, M.Sn.
• Juri II: Anak Agung Sagung Istri Karina Prabasari, S.H., M.Kn.
• Juri III: Kadek Tresnajaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan pesan dan harapannya terkait penyelenggaraan kegiatan ini. “Tenun ikat bukan sekadar kain, melainkan identitas dan kekayaan budaya Bangli yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan. Melalui parade dan kompetisi ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga menggunakan kain tradisional, tetapi juga berani berkreasi mengolahnya menjadi busana yang cocok dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas inilah kunci agar tenun ikat kita tidak punah tertelan zaman, melainkan semakin dicintai masyarakat luas dan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujar Sariasih Sedana Arta. Ia juga menambahkan bahwa Dekranasda akan terus mendorong pelatihan dan pembinaan bagi pengrajin serta desainer muda agar kualitas dan variasi produk tenun Bangli semakin meningkat.

Berdasarkan Berita Acara hasil lomba yang ditandatangani pada Senin, 11 Mei 2026, dewan juri telah menetapkan 6 pemenang terbaik dengan nilai yang sangat kompetitif. Yakni : Juara l di raih oleh SMK N 1 Bangli dengan nilai 280, juara ll diraih oleh SMA N 1 Bangli, juara lll diraih oleh SMK N 3 Bangli. Sementara di posisi Juara harapan l ada Mediteranian Bali-Bangli, Juara Harapan ll SMA N 2 Bangli dan Juara Harapan lll SMA N 1 Susut.

Acara ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan oleh Ketua Dekranasda beserta jajaran pimpinan daerah kepada para pemenang, diiringi harapan agar kain tenun ikat Bangli dapat menembus pasar nasional hingga internasional melalui sentuhan desain-desain modern yang lahir dari kompetisi ini.

20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

Harus jadi Kebanggaan Bali dan Menarik Perhatian Wisatawan Dunia


DENPASAR, Bali KIni - Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali itu akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) pagi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar menyampaikan jika Pesta Kesenian Bali (PKB) harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga mendapat perhatian internasional mengingat PKB sebagai ajang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali di mata dunia.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini juga didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Bali, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal.
Menurutnya, tema yang diusung kerap tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaannya dianggap kurang rapi, belum terintegrasi, serta stand pameran UMKM masih dikenakan biaya.

Karena itu, setelah menjabat sebagai gubernur, Koster melakukan penataan dan perancangan ulang pelaksanaan Pesta Kesenian Bali agar lebih tertib, terkonsep, terintegrasi, dan mampu mencerminkan kualitas seni budaya Bali secara lebih baik.

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan tata kelola Pesta Kesenian Bali harus menjadi perhatian khusus agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia menyoroti pentingnya penanganan kebersihan selama pelaksanaan PKB, baik oleh pengunjung maupun para pedagang. Pengunjung diminta tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

Selain kebersihan, Koster juga menekankan aspek keamanan selama pelaksanaan PKB. Menurutnya, sistem keamanan harus dijaga dengan baik agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri berbagai rangkaian kegiatan seni dan budaya. Untuk mendukung hal tersebut, pemasangan CCTV di sejumlah titik dinilai penting guna meningkatkan pengawasan dan keamanan pengunjung.

Koster juga meminta keamanan makanan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan seluruh makanan dan minuman yang dijual selama Pesta Kesenian Bali harus dipastikan aman serta tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.

Terkait pengelolaan parkir, Koster menilai kerja sama dengan desa adat di sekitar lokasi harus dibangun secara baik dan terintegrasi guna mendukung kelancaran serta kenyamanan pengunjung yang datang ke Pesta Kesenian Bali.

Koster menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian acara Pesta Kesenian Bali pada tahun ini sudah sangat padat dan dinilai mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan PKB dapat berjalan lancar dan sukses. Koster juga menegaskan berbagai kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada penyelenggaraan berikutnya.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.

*Harap Dibuka Presiden*

Koster menambahkan, konsistensi pelaksanaan PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Ia menyebut hanya Bali yang mampu melaksanakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya daerah.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” tutupnya.

*Usung Tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" Diikuti 20.929 Seniman dari 673 Sekaa* 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana dalam laporannya menyampaikan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna. Tema ini berfokus pada penyucian jiwa, nilai refleksi, dan pemuliaan diri melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan kesucian.

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci. Dalam perspektif kosmologi Bali, Atma Kertih dimaknai sebagai proses penyucian dan peneguhan kualitas batin manusia agar selaras dengan nilai-nilai kebenaran, kebijaksanaan, dan harmoni semesta,” ungkapnya.

Melalui tema ini, Pesta Kesenian Bali menegaskan peran seni dan budaya sebagai medium spiritual sekaligus ekspresi estetika yang menuntun manusia pada kesadaran diri yang luhur (sidha parisudha), yakni jiwa yang telah mencapai kemurnian melalui olah rasa, cipta, dan karsa. 

“Dengan demikian, karya-karya seni yang dihadirkan tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang refleksi kultural yang meneguhkan martabat manusia Bali dalam menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis kehidupan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” terangnya.

Event seni budaya terbesar di Bali ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dengan materi pokok yakni Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah) serta Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia).

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” imbuhnya.(*)

Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Wayan Koster

DENPASAR , BALI KINI - Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan  daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah modal dasar yang tidak dimiliki daerah lain dan harus terus dijaga kelestariannya. Budaya Bali yang hidup, alam yang asri, serta sikap ramah masyarakat merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan," ujar Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kadis Pariwisata Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan jika Pemerintah Provinsi Bali terus terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan melalui berbagai kebijakan strategis. 

Koster mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujar Koster sembari menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama karena alam Bali merupakan aset penting yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata. 

Lebih lanjut, Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Berbagai tradisi, adat istiadat, seni, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kunjungan Gubernur Siquijor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk hubungan baik antara kedua wilayah serta dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah.



*Pelajari Eksistensi Pariwisata Bali di Mata Dunia*



Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa menyampaikan kedatangannya di Bali dalam rangka untuk mempelajari bagaimana Pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat serta mampu mempertahankan eksistensinya sebagai tujuan wisata internasional.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali dalam mengembangkan pariwisata tidak terlepas dari kekuatan budaya, keindahan alam, serta dukungan masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor dalam mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.

Melalui kunjungan ini, Gubernur Siquijor berupaya mempelajari serta memperoleh masukan dan poin-poin strategis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, kedua gubernur saling bertukar data dan statistik mengenai sektor pariwisata serta perkembangan wilayah masing-masing. 

Sebagai informasi, Jake Vincent memimpin pemerintahan provinsi terkecil ketiga di Filipina. Sama seperti Bali, Siquijor sendiri merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan alamnya.(*)

BKKBN Provinsi Bali Dorong Kota Denpasar Miliki TPA Negeri, TP PKK Siap Berkolaborasi

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah pusat melalui Kemendukbangga/BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) terus mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Provinsi Bali mengarahkan Pemerintah Kota Denpasar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Negeri di Kota Denpasar.


Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (12/5).


Dalam audiensi tersebut, Sukardiasih mengatakan pemerintah pusat saat ini gencar mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi minimal satu Tempat Penitipan Anak (TPA) di setiap daerah. 

TPA bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keluarga berkualitas adalah dengan menyediakan pengasuhan terintegrasi (Holistik-Integratif) yang aman, nyaman, dan edukatif. TPA bertindak sebagai mitra orang tua untuk memenuhi hak tumbuh kembang anak, sekaligus memfasilitasi produktivitas ekonomi orang tua, terutama ibu bekerja.

Ia menjelaskan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada tahun 2026 fokus menjalankan program “Bangga Kencana” (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dengan pendekatan komprehensif guna menurunkan angka stunting.

“Program unggulan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan pendekatan gizi, air bersih dan sanitasi bagi 8.116 keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN Bali juga melaksanakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai edukasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah stunting, serta program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai tempat pengasuhan anak yang sehat.

Menurut Sukardiasih, program-program BKKBN Provinsi Bali tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar, termasuk program yang dijalankan TP PKK Kota Denpasar.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah merancang pembangunan TPA Negeri. Adapun lokasi yang direncanakan yakni di kawasan Lapangan SMPN 4 Denpasar dan eks Bank Mayapada.

“Untuk langkah selanjutnya kami berharap dinas terkait bisa mulai bergerak untuk proses pembangunan TPA tersebut,” ujarnya.


Antari Jaya Negara menegaskan TP PKK Kota Denpasar siap berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Bali dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Lebih lanjut dijelaskan, TP PKK Kota Denpasar selama ini juga memiliki program rutin Posyandu Paripurna yang memberikan pelayanan kepada lansia, ibu hamil dan balita di wilayah kelurahan. Sedangkan di desa, kegiatan serupa dilaksanakan melalui dukungan anggaran APBDes. Setelah kegiatan Posyandu Paripurna berakhir, masing-masing wilayah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri setiap bulan.


Selain itu, TP PKK Kota Denpasar juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis bagi masyarakat yang terindikasi stunting.
Tak hanya itu, TP PKK Kota Denpasar juga memiliki kegiatan “Menyapa dan Berbagi” dengan menyasar lansia, ibu hamil dan balita. Dalam kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan dan sosialisasi kesehatan, namun juga diberikan PMT untuk membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat(ayu).

Lantik Pejabat Tinggi dan PNS, Bupati Kembang Tekankan Integritas dan Responsivitas di Media Sosial

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dalam pelantikan ini, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana. Selain itu, sebanyak 15 CPNS formasi tahun 2024 secara resmi diambil sumpahnya menjadi PNS.

Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan peningkatan tanggung jawab secara penuh.

"Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Kembang memberikan pesan khusus bagi para ASN muda agar tetap rendah hati dan menjaga etika komunikasi di ruang publik.

"Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa 'naik kelas' dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik," tegasnya.

Selain itu, menyikapi kondisi kepegawaian di Jembrana, Bupati Kembang mengungkapkan bahwa tantangan ke depan cukup besar mengingat ada 158 pegawai yang memasuki masa pensiun tahun ini, termasuk 59 orang guru. Meskipun rencana awal formasi ASN akan disesuaikan dengan jumlah pensiun, Bupati Kembang mengambil kebijakan untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.

"Saya putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi yang benar-benar konkret dan mendukung program-program  pemerintah," pungkasnya.
(*)

Serahkan Bantuan Traktor, Bupati Kembang Pacu Modernisasi Pertanian di Jembrana

Jembrana , Bali Kinin– Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Jembrana terus dipercepat melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Pemerintah Pusat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada perwakilan subak se-Kabupaten Jembrana di Balai Benih Pembantu (BBP) Desa Pohsanten, Selasa (12/5/2026).

Bantuan traktor pusat difasilitasi daerah diserahkan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati.

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari APBN melalui usulan e-proposal Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit traktor roda dua untuk bantuan reguler serta 1 unit traktor roda empat yang merupakan aspirasi dan fasilitasi dari Polres Jembrana.


Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan tidak hanya menjadi pelengkap seremonial.


“Bantuan alat pertanian ini jangan hanya dianggap barang baru untuk dipajang atau difoto saat acara saja. Jangan sampai traktornya kinclong terus, tapi sawahnya tetap pakai cangkul manual,” tegasnya.


Menurutnya, bantuan alsintan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

Selain pemanfaatan, Bupati Kembang juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan alat. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah merupakan aset kelompok yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya.


“Saya titip pesan, alat ini dijaga bersama. Karena bantuan pemerintah itu bukan milik pribadi, tapi milik kelompok dan masyarakat. Kalau dirawat baik, manfaatnya bisa lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” ujarnya.


Pihaknya turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI serta Polres Jembrana yang dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.


Bupati Kembang berharap modernisasi pertanian mampu membawa petani Jembrana semakin maju dan sejahtera. Menurutnya, kesejahteraan petani menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.


“Saya berharap petani Jembrana semakin maju, modern, dan sejahtera. Karena kalau petani bahagia, kita semua ikut bahagia. Mau makan nasi enak juga kan asalnya dari sawah, bukan dari download aplikasi,” pungkasnya. ( * )

Senin, 11 Mei 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Bupati Satria Pantau Objek Pajak di Nusa Penida

Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus bergerak dalam memperkuat sektor pendapatan daerah melalui pengawasan intensif terhadap objek pajak potensial dan pengoptimalan objek pajak di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5) sore.

Dalam kunjungan lapangan ini, Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, serta Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan meninjau sejumlah titik usaha yang menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan pesisir Nusa Penida. Adapun tiga objek pajak utama yang dikunjungi meliputi Orca Beach Club, The MG Villa and Spa dan Maruti Beach Club

Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas pajak ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus menggali potensi pajak yang belum tergarap maksimal di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida.

Bupati I Made Satria menekankan bahwa pemantauan ini bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan langkah kolaboratif untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.

"Nusa Penida adalah magnet pariwisata Klungkung. Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha yang pesat di sini berbanding lurus dengan kontribusi terhadap daerah melalui pajak, yang nantinya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Klungkung. Pihaknya menyatakan siap mendukung dari sisi data dan teknis guna menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan dan optimal di Bali, khususnya di destinasi vital seperti Nusa Penida.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pemilik usaha akan pentingnya pelaporan pajak yang akurat demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Klungkung.

Tuntaskan Infrastruktur Nusa Penida, Bupati Satria Luncurkan Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh Senilai Rp 50,6 Miliar

Klungkung, Bali Kini - Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di Nusa Penida terus dikebut. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung secara resmi meluncurkan (launching) dimulainya paket pekerjaan Peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/5/2026). 

Proyek strategis ini menyasar perbaikan jalan sepanjang 8 kilometer yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan wisatawan. Bupati I Made Satria menegaskan bahwa di bulan Mei ini, seluruh tahapan pekerjaan akan dipacu demi memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

"Kami mohon masyarakat untuk sedikit bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan jalan rusak yang ada di Nusa Penida," ujar Bupati Satria di sela-sela peninjauan lokasi.

Lebih lanjut, Bupati berharap peningkatan kualitas jalan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih mulus, pertumbuhan dan kemajuan sektor pariwisata di Nusa Penida diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana mengatakan, Penyedia Jasa dari PT Aditya Sinar Pratama, Konsultan Pengawas CV Dinamika Desain dengan Nilai Kontrak: Rp 50.684.831.307,82 tertanggal 04 Mei 2026, Jangka Waktu: 240 Hari Kalender (Pelaksanaan) dan 360 Hari Kalender (Pemeliharaan)

“Proyek dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 50,6 Miliar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di Nusa Penida,” harapnya. 


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved