-->

Kamis, 28 Mei 2026

Wali Kota Jaya Negara “Ngayah” Nyangging di Pura Dalem Pengaotan, Rangkaian Karya Pedudusan Agung Desa Adat Bekul

Ket foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat  “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5). 


Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama krama adat menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual masyarakat Bali.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara tampak membaur bersama masyarakat melaksanakan prosesi nyangging sebagai bagian dari semangat ngayah dan gotong royong dalam menyukseskan yadnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau pelinggih yang ada di Pura Dalem Pengaotan


Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan karya besar seperti Pedudusan Agung bukan hanya sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” ujar Jaya Negara.


Sementara itu, Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta mengatakan, karya tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung yang turut melengkapi pelaksanaan Panca Yadnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Upacara Pitra Yadnya telah dilaksanakan sekitar 10 hari lalu. Sedangkan pada Kamis (28/5) ini digelar Upacara Manusa Yadnya berupa metatah dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang serta Upacara Menek Kelih yang diikuti 8 peserta, sehingga total keseluruhan mencapai 68 orang.

“Selain itu juga dilaksanakan Sri Yadnya berupa pewintenan Jro Mangku dan Sri Pujangga. Saat panyineban karya nantinya akan dilaksanakan Pedudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Merawa Ratna,” ujarnya.


Tidak hanya itu, rangkaian karya juga melaksanakan upacara pekelem di Ulun Danu Batur dan Puncak Gunung Agung sebagai bagian dari rentetan upacara yadnya.

Made Yuliarta menambahkan, Pura Dalem Pengaotan diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga dari empat banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul sebagai banjar pengarep atau inti, serta Banjar Pala Giri sebagai banjar pendatang.


Menurutnya, Pedudusan Agung merupakan karya besar yang wajib dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi masyarakat adat dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemampuan pendanaan.

“Kalau karya rutin dilaksanakan setiap 15 tahun berupa Pedudusan Alit. Sedangkan Pedudusan Agung ini merupakan tingkatan karya yang lebih utama dan wajib dilaksanakan masyarakat apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan karya kali ini, pihak desa adat menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar yang bersumber dari swadaya masyarakat sebesar Rp3,5 miliar serta dukungan bantuan Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk rangkaian karya di empat pura, termasuk pelaksanaan Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.


Ia berharap, pelaksanaan karya tersebut mampu memberikan kerahayuan secara sekala dan niskala bagi masyarakat.
“Harapan kami tentunya masyarakat selalu mendapat lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diberikan kesehatan dan kerahayuan. Dari sisi sekala, yadnya ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan rasa kebersamaan seluruh krama adat,” pungkasnya.(ayu)

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Ulun Suan.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5). Upacara tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan ngodak pelawatan tuntas dilaksanakan. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, I Wayan Duaja dan AA Putu Gede Anugraha Mertha, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma, serta undangan lainya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama. 

Panitia Karya, AA Ketut Adi Artha mengatakan bahwa Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan ini dilaksanakan setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan.  

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian upacara diawali pada 16 April lalu dengan prosesi munggel pelawatan yang dilanjutkan dengan ngodakin. Setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Ngeratep dan Pasupati. Setelahnya, akan dilaksanakan proses Mesuci pada malam harinya. Sedangkan sesolahan Calonarang akan dilaksanakan pada 27 Agustus mendatang. 

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama pengempon Pura Dalem Ulun Suan kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon. 

"Semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan," ujarnya. 

Walikota Denpasar,  I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upakara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (Ags).

Kebun Raya Bali Berkolaborasi pada Program Penanaman 1.000 Pohon di Nuanu Creative City



TABANAN, , BALI KINI -  Kebun Raya Eka Karya Bali berkolaborasi pada program
“Penanaman 1000 Pohon” yang diselenggarakan oleh Nuanu Creative City, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, Kebun Raya Eka Karya Bali memberikan kontribusi nyata
melalui penyumbangan sebanyak 100 tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap
pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan Bali.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kolaboratif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem, memperbaiki kualitas lingkungan,
serta menciptakan ruang hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Hadhiyyah N. Cahyono selaku East Deputy of Horticulture Kebun Raya mengatakan upaya
pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan
kolaborasi dari berbagai pihak sehingga program penanaman pohon ini diharapkan
mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap
keberlangsungan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
“Melalui kontribusi 100 tanaman pada kegiatan ini, Kebun Raya Eka Karya Bali berharap
dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,”
ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi
antara institusi konservasi, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan
perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Sebagai lembaga konservasi tumbuhan di
Bali, Kebun Raya Eka Karya Bali terus berkomitmen menjalankan perannya melalui lima
pilar utama, yaitu konservasi, edukasi, penelitian, wisata alam, dan jasa lingkungan.
Branch Manager Kebun Raya Eka Karya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra dalam
sambutannya mengatakan partisipasi dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata
dari pilar konservasi dan jasa lingkungan yang selama ini menjadi fokus pengembangan
Kebun Raya Eka Karya Bali.
“Dalam kegiatan penanaman 1000 pohon, Kebun Raya Eka Karya Bali menyumbangkan
tiga jenis tanaman yaitu tanaman Dysoxylum densiflorum (Majegau), Antidesma bunius
(Buni) dan Magnolia champaca (Cempaka) ,” ungkapnya.
Ia menambahkan Majegau merupakan tumbuhan dari famili Meliaceae yang tersebar
dari bagian Selatan Cina, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Bali
dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Filipina. Di Bali tanaman Majegau memiliki
peran penting sebagai sarana Upacara Agama Hindu dan digunakan sebagai obat
tradisional.
Secara manfaat medis, tumbuhan majegau memiliki kandungan antibakteri dan
sitotoksik. Antidesma bunius (Buni) tergolong dalam famili Phyllanthaceae yang berasal
dari kawasan beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini dimanfaatkan untuk beberapa
penyakit dan kondisi medis, meliputi rematik, pneumonia, gangguan pencernaan dan
metabolisme, serta membasmi cacing gelang dan cacing kremi. Daun Buni memiliki
kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang dapat membantu aktivitas
antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan dapat membantu sintesis kolagen.
Magnolia champaca atau dikenal sebagai cempaka kuning merupakan tumbuhan yang
termasuk ke dalam famili Magnoliaceae yang berasal dari India dan terdistribusi luas di
seluruh Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa dan Cina barat daya. Tumbuhan cempaka
kuning ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan tradisional karena
mengandung antioksidan, antibakteri, antimalaria dan pengobatan berbagai macam
penyakit. Sedangkan di Bali sendiri bunga cempaka dimanfaatkan sebagai sarana
persembahyangan dan upacara adat.
“Melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon tentunya Nuanu dan Kebun Raya Eka Karya
Bali berharap inisiatif ini dapat menjadi warisan ekologis yang memberikan manfaat
nyata dan berkelanjutan bagi keseimbangan alam di Nuanu Creative City,” ujarnya.
Penanaman Majegau , Buni, dan Cempaka di kawasan ini diyakini tidak hanya akan
memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga turut menjaga
kelestarian nilai luhur budaya dan tradisi masyarakat Bali secara jangka panjang.
Kolaborasi ini juga tentunya diharapkan mampu menginspirasi berbagai pihak untuk
terus peduli terhadap lingkungan, sekaligus membuktikan bahwa pesatnya
pembangunan pariwisata dan sektor kreatif dapat selalu berjalan selaras dengan komitmen pelestarian alam.(*)



 

Rabu, 27 Mei 2026

Semangat Toleransi, Kapolres Karangasem yang Beragama Hindu Salurkan Hewan Kurban di Hari Idul Adha

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Karangasem menjadi gambaran nyata indahnya toleransi antarumat beragama. Kapolres Karangasem AKBP Made Santika yang beragama Hindu turut menunjukkan kepedulian dengan melaksanakan penyaluran hewan kurban di Masjid Marhaban milik Polres Karangasem, Jumat (27/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polres Karangasem menyerahkan satu ekor sapi berbobot 300 kg dan 4 ekor kambing untuk kurban yang nantinya dibagikan kepada sekitar 70 kepala keluarga (KK) jemaah Masjid Marhaban, khususnya masyarakat kurang mampu.

Kapolres Karangasem menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga nilai kemanusiaan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan agama.

“Idul Adha adalah tentang pengorbanan, keikhlasan, dan cinta kasih kepada sesama. Semoga apa yang diberikan dapat membantu masyarakat dan mempererat rasa persaudaraan antarumat beragama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pengurus masjid dan warga sekitar karena dinilai menjadi contoh nyata harmoninya kehidupan beragama di Karangasem. Di tengah keberagaman masyarakat Bali, aksi sosial yang dilakukan Kapolres Karangasem menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui penyaluran hewan kurban ini, Polres Karangasem berharap hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah perbedaan keyakinan. (Ami)

Selasa, 26 Mei 2026

Petani Rosela Hadapi Tantangan Berlapis dari Masalah Inovasi hingga Strategi Pasar


TABANAN, BALI KINI — Pengembangan budidaya tanaman rosela di tingkat petani masih membentur tembok tebal. Masalah kerentanan terhadap cuaca ekstrem, minimnya teknologi pemupukan, hingga keterbatasan akses pasar global menjadi potret buram yang harus segera diurai dari hulu ke hilir.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wijaya Kusuma, Baturiti, Tabanan, Ni Luh Gede Santi Dewi, mengungkapkan bahwa petani rosela saat ini dihadapkan pada situasi yang tidak menentu. Komoditas ini sejatinya memiliki potensi ekonomi tinggi, namun risiko kegagalan panen akibat anomali cuaca masih sangat membayangi.

"Kami sangat membutuhkan inovasi dalam budidaya rosela. Salah satu yang sempat kami coba dan berhasil adalah sistem tumpangsari rosela dengan tanaman sayur seperti bayam dan sayur hijau lainnya. Permasalahan pelik muncul ketika cuaca mulai tidak bersahabat," ujar Santi Dewi di sela-sela kegiatan pelatihan serangkaian International Community Service di Tabanan, Selasa (26/5/2026).

Program pengabdian masyarakat internasional tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa (Unwar) Bali dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

Santi Dewi menjelaskan, tanaman rosela menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit dan penurunan kualitas hasil panen saat iklim tidak menentu. Kehadiran para akademisi dan peneliti, khususnya dari Prodi Agroteknologi Unwar, sangat dinantikan untuk membawa formula baru yang aplikatif di lapangan.

Keterbatasan pengetahuan teknis mengenai pemeliharaan tanaman juga menjadi ganjalan serius di luar masalah adaptasi cuaca. Petani di pedesaan masih kerap meraba-raba terkait efisiensi pemupukan yang ideal.

"Permasalahan kami lainnya adalah inovasi dalam melakukan pemupukan, serta bagaimana teknik membuat kompos dengan cepat dan mudah menggunakan bahan baku lokal yang ada di sekitar kami," imbuhnya.

Tantangan bagi KWT Mekar Wijaya Kusuma tidak berhenti pada urusan dapur produksi di kebun. Tantangan baru yang tidak kalah rumit sudah menghadang di depan mata saat panen berhasil melimpah, yakni kepastian serapan pasar.

Santi Dewi mengakui, tata niaga rosela selama ini masih bersifat konvensional dan terbatas. Petani kerap menjadi pihak yang paling dirugikan saat harga tidak stabil akibat ketiadaan jaringan distribusi yang mandiri.

"Memang pada sisi lain, kami juga sangat membutuhkan strategi pemasaran yang modern. Inovasi budidaya saja tidak akan cukup kalau kami tidak tahu harus menjual produk olahan rosela ini ke mana dengan harga yang adil," tutur Santi Dewi.

Para petani di Baturiti berharap ada peta jalan (roadmap) yang konkret melalui kolaborasi lintas negara antara Universitas Warmadewa dan Universiti Teknologi MARA ini. Transfer teknologi dan ilmu pengetahuan dari meja perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pemutus rantai persoalan berlapis yang selama ini mengikat produktivitas petani rosela di Bali.

Keluhan dan harapan para petani tersebut mendapat respons positif dari pihak akademisi. Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa, Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., menyatakan bahwa seluruh persoalan yang dihadapi oleh KWT Mekar Wijaya Kusuma menjadi fokus utama dalam program kemitraan ini.

"Kami di Prodi Agroteknologi Unwar sangat memahami kecemasan petani, terutama terkait fluktuasi cuaca yang mengganggu sistem tumpangsari rosela. Kami sedang menyiapkan formula teknologi adaptif, termasuk introduksi mikroorganisme pengurai untuk pembuatan kompos kilat agar petani bisa mandiri dalam menyediakan nutrisi tanaman yang tangguh," kata I Gusti Bagus Udayana.

Pihaknya menambahkan, kerja sama internasional dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia ini sengaja dirancang untuk mempercepat transfer teknologi tersebut. Penanganan dari sisi hulu saja tidak akan menyelesaikan masalah tanpa adanya perbaikan di sisi hilir.

Gayung bersambut, perwakilan Fakulti Sains Gunaan Universiti Teknologi MARA, Siti Khairiyah Mohd Hatta, memberikan paparan ilmiah yang memperkuat langkah para petani. Menurutnya, kombinasi antara rosela dan bayam brazil merupakan strategi pertanian yang sangat menjanjikan karena menggabungkan keberlanjutan lingkungan, efisiensi lahan, dan manfaat ekonomi. 

"Kombinasi rosela dan bayam brazil ini sangat sesuai karena kedua tanaman memiliki struktur pertumbuhan dan kebutuhan sumber daya yang berbeda. Rosela tumbuh secara vertikal ke atas, sedangkan bayam brazil tumbuh secara horizontal sebagai penutup tanah sehingga penggunaan ruang menjadi jauh lebih efisien ," papar Siti Khairiyah. 

Siti Khairiyah juga memaparkan solusi konkret atas kekhawatiran petani mengenai persaingan nutrisi dan air akibat cuaca yang tidak menentu. Ketika rosela yang berakar dalam dan bayam brazil yang berakar dangkal berada di satu lahan, tantangan perebutan nutrisi bisa diatasi dengan penambahan kompos organik serta pengaturan jarak tanam yang ideal. 

"Mengenai perbedaan kebutuhan air, di mana rosela lebih tahan kering sedangkan bayam brazil memerlukan air yang kerap, petani bisa menerapkan sistem penyiraman tetes (water drip) serta penggunaan sungkupan untuk menjaga kelembapan tanah. Langkah ini sekaligus meminimalkan risiko kegagalan tanaman saat cuaca buruk ," tambahnya

FPST Unwar, UiTM Malaysia, dan Pampanga Filipina Rancang Pemberdayaan Berbasis Rosella

TABANAN, BALI KINI  – Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar) Bali, bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Pampanga State Agricultural University Filipina, resmi merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi komoditas rosella. Langkah strategis lintas negara ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar di Kabupaten Tabanan, Selasa (26/5/2026).
Program kolaborasi internasional ini mengusung tema “Community Empowerment through Cultivation and Rosella Product Innovation: Collaboration with Local Communities for Sustainable Development”. Fokus utamanya adalah menghulu-hilirkan potensi tanaman rosella agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi kemandirian komunitas lokal.

Dekan FPST Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., menegaskan bahwa tantangan pembangunan berkelanjutan saat ini memerlukan penguatan kapasitas masyarakat yang tumbuh dari aktivitas nyata, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui kultivasi yang terarah serta hilirisasi inovasi produk berbasis rosella, luaran akademis diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas meja.
"Kita semua memahami bahwa pemberdayaan masyarakat memerlukan kolaborasi lintas pihak: kampus sebagai sumber ilmu dan teknologi, pemerintah sebagai fasilitator kebijakan, dunia usaha sebagai penggerak rantai nilai, serta masyarakat sebagai pelaku utama," ujar Luh Suriati saat membuka acara.

Suriati menambahkan, tanaman rosella dipilih karena sifatnya yang adaptif, memiliki peluang pasar yang luas, dan dapat dikembangkan secara bertahap oleh kelompok tani. Inovasi produk turunannya—seperti minuman fungsional dan olahan pangan—akan mendorong terciptanya nilai tambah yang berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
"Di sinilah pemberdayaan menjadi nyata: ilmu bertransformasi menjadi usaha, dan usaha bertransformasi menjadi kesejahteraan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan akademisi dari Pampanga State Agricultural University Filipina, Princes B. Torres, MSc., RAgr., mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat berskala internasional merupakan kerja kolektif yang menuntut komitmen besar lintas sektor. Kolaborasi ini memastikan bahwa tanggung jawab sosial universitas benar-benar berjalan secara menyeluruh sebagai jembatan pengetahuan bagi petani.

Menurut Torres, salah satu langkah konkret dalam program pendampingan ini adalah dengan menekan tingginya penggunaan pupuk kimia melalui introduksi pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.
"Para petani diberi dukungan nyata berupa *starter kit* yang berisi panduan pengomposan, pemilihan pupuk, serta teknik pengendalian hama. Kami membawa hasil riset universitas ke lapangan, seperti penggunaan agen pengendali hayati dan formula komposisi pengomposan yang lebih efektif untuk langsung diaplikasikan oleh petani di lahan mereka," papar Torres.

Torres juga menguraikan bahwa pemberdayaan ini dirancang secara integratif dari hulu hingga hilir. Kampus tidak hanya melakukan transfer teknologi budidaya dan pengolahan untuk menciptakan nilai tambah produk—seperti mengolah komoditas lokal menjadi produk siap jual—tetapi juga mengawal aspek hilirisasinya.

"Kami juga membantu mempromosikan produk hasil komunitas ini melalui pemanfaatan media digital, YouTube, televisi, hingga radio demi memastikan akses pasar yang nyata. Tujuannya agar masyarakat mampu mengadaptasi teknologi baru secara mandiri dan memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang," tambahnya.

Langkah sinergis lintas negara ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, Irina Rosmala Dewi, menyatakan bahwa sektor pertanian saat ini tidak bisa lagi dikelola secara konvensional di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem, penyusutan lahan produktif, dan lonjakan populasi.

Menurut Irina, kerja fisik yang berat di sektor pertanian kini membutuhkan sentuhan inovasi sains dan teknologi sebagai sebuah kebutuhan mutlak untuk menjaga ketahanan pangan global.

"Kita butuh semangat modernisasi pertanian (precision farming), mulai dari penggunaan sensor tanah berbasis kecerdasan buatan (AI), penyemprotan presisi, hingga sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi. Inilah yang akan mengubah wajah pertanian kita menjadi efisien dan berkelanjutan," kata Irina.

Ia mengingatkan agar kolaborasi riset antara akademisi Indonesia, Malaysia, dan Filipina ini memberikan solusi nyata di lapangan demi memastikan ketersediaan pangan bagi generasi masa depan. Pihaknya berharap forum internasional ini melahirkan implementasi konkret yang langsung menyentuh tanah hilir.

"Saya sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa ini. Ini bukti kepedulian terhadap masa depan pertanian masih sangat menyala. Namun, jangan biarkan apa yang sudah baik ini hanya berhenti di atas kertas atau menjadi pajangan. Bawa ilmu ini ke sawah, ke ladang, dan ke perkebunan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," pungkas Irina.

Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

DENPASAR , BALI KINI - Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan di Bali. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan secara adil dan transparan.

“Data penerima harus dibenahi dengan baik supaya bantuan sosial tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” tegas Koster yang mengikuti zoom meeting dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Bali di Jakarta.

Program digitalisasi bantuan sosial di Bali merupakan bagian dari transformasi digital nasional yang didorong pemerintah pusat. Koster menyebut Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dijadikan percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam proses dan mekanisme penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.

“Bali satu-satunya provinsi yang dijadikan sebagai percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital terkait dengan proses dan mekanisme bantuan sosial khususnya penyaluran program PKH dan bantuan pangan,” ujar Koster.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 8.416 agen digitalisasi bantuan sosial telah disiapkan di seluruh wilayah Bali. Para agen ini nantinya bertugas membantu masyarakat dalam proses pengajuan bantuan sosial, mulai dari PKH hingga berbagai bantuan sosial lainnya.

“Di Bali ada sebanyak 8.416 agen. Mereka ini yang akan membantu masyarakat untuk mengajukan permohonan PKH maupun bantuan-bantuan sosial yang lainnya,” jelasnya.

Koster menambahkan, transformasi digital yang saat ini diterapkan pada sektor bantuan sosial, ke depan akan terus dikembangkan secara lebih luas dan komprehensif dalam tata kelola pemerintahan di Bali.

“Ke depan akan kita kembangkan jadi penyelenggaraan berbasis digital secara lebih komprehensif, tidak terbatas hanya pada bantuan sosial,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh agen yang mengikuti bimbingan teknis mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail, terukur, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Karena itu kita harus memastikan agen dapat memahami tugasnya dengan detail, terukur serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan warga yang ada di wilayahnya. Karena sudah pasti warga yang akan mendapat bantuan ini kebanyakan berada di desa,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Untuk menyukseskan program tersebut, Koster kembali menegaskan agar data penerima bantuan harus akurat. Hal itu menjadi penting untuk menuntaskan masalah kemiskinan terutama di Bali. Koster menilai validitas data menjadi faktor paling mendasar agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah.

“Kolaborasi diperlukan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.


*Terima Kasih Gubernur Koster atas Komitmennya*


Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Kementerian PPN/Bappenas adalah Tirta Sutedjo menyampaikan terimakasih atas komitmen dan dukungan penuh Gubernur Bali dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Bali adalah salah satu Provinsi yang melaksanakan uji coba dengan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota sehingga keberhasilan di Provinsi Bali akan menjadi contoh dalam uji coba secara nasional.

“Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kami, namun atas dukungan Gubernur Bali beserta jajaran serta agen di lapangan acara bisa berjalan lancar. Melalui momentum ini, kami berharap kesejahteraan di provinsi Bali bisa kita upayakan bersama untuk ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Tirta, masyarakat miskin dan rentan yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah diharapkan melalui skema on demand yang diuji cobakan dapat meregistrasi bantuan sosial secara mandiri.

“Provinsi Bali juga diarahkan untuk mengintegrasikan program bantuan sosial dengan perlindungan dan jaminan sosial lainnya khususnya program kesehatan, program Indonesia Pintar serta program peningkatan pendapatan dalam kerangka program kerja prioritas nasional yang telah diarahkan oleh Presiden. Sehingga kesejahteraan berkelanjutan bisa terwujud untuk seluruh masyarakat Bali,”tutupnya.

Terima Delegasi Militer Inggris (RCDS), Pemprov Bali Paparkan Strategi Pariwisata Berkelanjutan dan Ketangguhan Ekonomi

Denpasar , Bali Kini  – Pemerintah Provinsi Bali secara resmi menerima kunjungan kehormatan delegasi strategis internasional asal Inggris, Royal College of Defence Studies (RCDS), di Ruang Rapat Media Center Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (21/5/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung Wakil Komandan RCDS, Air Vice Marshal Tamara Jennings, bersama perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta tersebut bertujuan mendalami strategi ketahanan regional, stabilitas ekonomi, serta model pengelolaan pariwisata berbasis budaya di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, menegaskan bahwa forum berskala internasional ini memiliki makna strategis sebagai wadah pertukaran gagasan terkait kebijakan makro (grand strategy).

Sekda menyampaikan bahwa ketangguhan Bali tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga diperkuat oleh modal sosial budaya, semangat gotong royong, serta filosofi Tri Hita Karana, yakni keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, S.St.Par., M.M., memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tingkat pengangguran dan kemiskinan di Bali juga menjadi yang terendah di Indonesia.
Sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama perekonomian Bali dengan kunjungan sebanyak 6,94 juta wisatawan mancanegara dan 9,61 juta wisatawan domestik sepanjang tahun 2025. Selain itu, Bali kembali meraih berbagai penghargaan internasional sebagai destinasi wisata terbaik dunia.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti kemacetan, persoalan sampah, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah. Untuk itu, Bali terus menjalankan visi pembangunan jangka panjang “100 Tahun Bali Era Baru” melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Pemerintah Provinsi Bali juga menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pariwisata berkualitas melalui penegakan aturan bagi wisatawan asing, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Bali Selatan, serta percepatan program energi bersih dan pengelolaan lingkungan.

Kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif yang berlangsung produktif. Pemerintah Provinsi Bali berharap forum pertukaran perspektif ini dapat memperkuat hubungan bilateral, membuka ruang kolaborasi lintas negara, serta menginspirasi berbagai wilayah dunia mengenai bagaimana destinasi berbasis budaya mampu membangun ketahanan ekonomi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.

Konsistensi Edukasi Publik Lewat Sosmed, Humas Polres Karangasem Raih Predikat Terbaik 1


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Denpasar, Bali Kini – Kerja keras emang nggak pernah mengkhianati hasil! Lewat performa yang super aktif di dunia maya, Humas Polres Karangasem baru aja borong prestasi keren. Mereka sukses meraih Penghargaan Kapolda Bali sebagai Terbaik 1 (Satu) berkat dedikasi dan semangatnya dalam laporan viralitas di media sosial selama periode Januari sampai April 2026.

Piagam penghargaan yang bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., dalam acara Rakernis Humas Polda Bali 2026 yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (26/5).

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., kepada perwakilan Humas Polres Karangasem dalam rangkaian acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polda Bali Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Gedung Presisi Polda Bali pada Selasa (26/5/2026).

Selama periode empat bulan pertama di tahun 2026, Humas Polres Karangasem berhasil mencatatkan total 142.996 postingan di media sosial. Angka ini mencerminkan semangat tinggi dan konsistensi tiada henti dari personel Humas dalam mengedukasi serta menyebarkan informasi positif kepada masyarakat.

Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen yang ditunjukkan oleh Humas Polres Karangasem. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh jajaran Humas Polres di Bali untuk terus berinovasi dan kreatif dalam mengemas narasi kamtibmas di era digital.

Sementara itu, pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa Humas Polres Karangasem tidak hanya sekadar bekerja, melainkan mengabdi dengan hati demi mewujudkan Polri yang Presisi dan dekat dengan masyarakat di dunia maya. (Ami/rls)

Cek Kurban Bantuan Presiden Diserahkan ke Masjid Nurul Jannah Tiying Jangkrik

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  — Bantuan sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya secara sah diserahkan kepada jemaah Masjid Nurul Jannah, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, pada Selasa (26/5/2026) untuk perayaan Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi kurban dengan bobot sekitar 750 kilogram tersebut sebelumnya dipilih pemerintah daerah setelah dinilai memenuhi kriteria bantuan hewan kurban Presiden. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Asisten II Setda Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mewakili pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Arimbawa didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, serta Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Karangasem, Komang Asmuni.

Kedatangan sapi kurban bantuan Presiden itu disambut antusias warga dan jemaah masjid. Sejumlah ibu-ibu jemaah menyambut rombongan dengan tabuhan rebana.

Sapi kurban kemudian diserahkan secara simbolis kepada kepala takmir Masjid Nurul Jannah untuk selanjutnya dikurbankan dan dagingnya dibagikan kepada 82 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat.

Kasi Bimas Islam Kemenag Karangasem, Komang Asmuni, mengatakan penentuan lokasi penerima bantuan sapi kurban Presiden dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan dari pemerintah pusat.

“Persyaratan dari Presiden diutamakan untuk tempat-tempat yang jumlah hewan kurbannya masih sedikit, sehingga bantuan ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujar Asmuni.

Ia berharap bantuan sapi kurban Presiden tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan umat saat perayaan Hari Raya Iduladha di Karangasem. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved