-->

Sabtu, 30 Mei 2026

Long Weekend Iduladha, Taman Tirtagangga Jadi Tujuan Liburan Edukasi Siswa

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Libur panjang Iduladha dimanfaatkan banyak sekolah untuk menggelar kegiatan wisata edukasi. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Taman Tirtagangga yang berlokasi di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Ketua Pengelola Taman Tirtagangga, Anak Agung Made Kosalya, mengatakan bahwa libur panjang kali ini tidak memberikan peningkatan signifikan terhadap kunjungan wisatawan domestik. Namun, kunjungan wisatawan mancanegara masih mendominasi jumlah pengunjung yang datang ke objek wisata bersejarah tersebut.

Menurutnya, rata-rata jumlah kunjungan selama Mei 2026 mencapai sekitar 1.400 pengunjung. Di tengah dominasi wisatawan asing, Taman Tirtagangga juga menjadi pilihan banyak sekolah untuk mengisi masa liburan dengan kegiatan belajar di luar kelas.

“Banyak rombongan pelajar yang datang dari luar Karangasem. Mereka memanfaatkan kunjungan ke Tirtagangga sebagai sarana edukasi sejarah sekaligus rekreasi,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026)

Sejauh ini, tercatat tujuh sekolah telah melakukan pemesanan atau booking terlebih dahulu untuk mengadakan kegiatan di kawasan Taman Tirtagangga. Selain itu, belasan sekolah lainnya datang secara langsung tanpa reservasi untuk mengunjungi taman air peninggalan sejarah tersebut.

Rata-rata setiap sekolah membawa sekitar 150 siswa dalam satu kunjungan. Selain menikmati keindahan taman dan kolam air yang menjadi ikon Tirtagangga, para siswa juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah serta nilai budaya yang melekat pada kawasan wisata tersebut.

Pengelola berharap kunjungan wisata edukasi seperti ini terus meningkat karena tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, tetapi juga membantu memperkenalkan warisan budaya dan sejarah Karangasem kepada generasi muda.

Dengan perpaduan nilai sejarah, budaya, dan keindahan alam yang dimiliki, Taman Tirtagangga tetap menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan maupun rombongan pelajar yang berkunjung ke Kabupaten Karangasem selama masa liburan. (Ami)

Jumat, 29 Mei 2026

TIGA PENDAKI GUNUNG BATUKARU YANG TERSESAT BERHASIL DITEMUKAN

TABANAN  , BALI KINI - Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. Ketiganya dilaporkan tersesat pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita ketika hendak turun dari Gunung Batukaru.

Tiga pendaki masing masing Mario Luca WNI asal Karangasem (L/17), Taisiya Chernosvitova, WNA asal Rusia (L/18) dan Nazar Krasnoruski WNA asal Rusia (L/18). Ketiganya merupakan pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah Internasional di Denpasar.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan yang memimpin jalannya Operasi SAR menerangkan, ketiga pendaki awalnya berangkat pada Kamis pagi, (28/5/2026) sekira pukul 09.00 Wita melalui jalur pendakian Pura Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ketiganya mulai turun sekitar pukul 15.00 Wita namun hingga pukul 20.00 Wita pendaki mengalami disorientasi dan tersesat.

"Kemarin salah satu pendaki sempat menghubungi pihak keluarga dan mengatakan dirinya tersesat. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas," imbuhnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) mengerahkan tujuh orang personel Pos SAR Buleleng dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lokasi.

"Tadi pukul 09.00 Wita Tim SAR gabungan mulai melaksanakan pendakian dari Posko Desa Karyasari untuk mencari korban, Pukul 11.00 Wita pendaki berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada koordinat (8°20'39.50"S - 115° 5'2.70"E)  di ketinggian 1899 Mdpl," lanjut Donny.

Ia menambahkan, saat ditemukan ketiga pendaki dalam kondisi stabil, semua pendaki kemudian dievakuasi turunmenuju posko.

"Pukul 14.05 Wita ketiga pendaki sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju posko Desa Karyasari, ketiganya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," tutup Donny.

Operasi pencarian dan pertolongan turut melibatkan unsur SAR gabungan diantaranya, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, Camat Pupuan, Babinsa Desa Karyasari, Pemandu Lokal dan Masyarakat setempat.

Bocah 12 Tahun Terseret Arus di Pantai Yeh Gangga, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Tabanan , Bali Kini — Operasi SAR terhadap seorang warga yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Korban diketahui bernama I Komang Sastra (12), warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada Kamis (28/5/2026) pukul 20.15 Wita , dari Putu Krisna selaku personel BPBD Tabanan. Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 Wita , saat korban bersama seorang temannya pergi ke Pantai Yeh Gangga untuk berenang. Setibanya di lokasi, keduanya bermain air di kawasan pantai. Namun, saat sedang berenang, korban tiba-tiba dihantam ombak besar dari arah laut dan terseret arus. Teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menarik tangan korban. Akan tetapi, derasnya arus membuat usaha tersebut tidak berhasil. Demi menyelamatkan diri, teman korban kemudian berenang menuju bibir pantai dan meminta bantuan kepada warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 20.30 Wita , Tim Rescue  Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan empat personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR. Setibanya di lokasi, mereka segera berkoordinasi dengan unsur SAR terkait serta pihak keluarga korban guna menentukan langkah pencarian. "Sekitar pukul 22.05 Wita, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran ke arah barat dari titik lokasi korban tenggelam sejauh kurang lebih 1,5 kilometer," jelas I Nyoman Sidakarya, selalu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Penyisiran sepanjang bibir pantai berlangsung hingga pukul 23.35 Wita. Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada malam hari, korban masih belum ditemukan.

Hari ini, Jumat (29/5/2026), upaya pencarian kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan "Hari ke dua operasi SAR kami tim SAR gabungan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian, dengan mengerahkan SRU laut dan darat," ungkapnya. Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak 4 personel, Samapta Polres Tabanan 6 personel, Polair Polres Tabanan 8 personel, Polsek Kota Tabanan 6 personel, Babinsa Sudimara 1 personel, BPBD Tabanan 10 personel, Camat Tabanan 3 personel, PMI Tabanan 3 personel, serta keluarga dan masyarakat setempat. (ayu)

Bangli Sabet Penghargaan Penggerak Infrastruktur, Pelayanan, dan Pariwisata di Bali Tribun Awards 2026. Bu

DENPASAR ,BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Bangli kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Kabupaten yang dikenal dengan keindahan alam Kintamani ini sukses menyabet penghargaan sebagai Penggerak Pembangunan Infrastruktur, Pelayanan, dan Pariwisata dalam ajang bergengsi Bali Tribun Awards 2026.

Acara penganugerahan yang berlangsung meriah ini digelar pada Jumat (29/5/2026) bertempat di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Kota Denpasar. Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, yang hadir mewakili segenap jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bangli.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Bangli dalam melakukan akselerasi pembangunan di berbagai sektor vital. Dalam beberapa tahun terakhir, Bangli dinilai sangat progresif, khususnya dalam hal, Pembangunan Infrastruktur, Pemerataan akses jalan dan penyediaan fasilitas publik yang semakin memadai.

Sektor Pariwisata yakni Penataan kawasan wisata khususnya Kintamani yang kini tampil semakin estetik, tertib, dan mendunia.

Nilai Budaya yakni Peningkatan pelayanan publik dan pengembangan pariwisata yang tetap menjaga keseimbangan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat sesuai filosofi Tri Hita Karana.

"Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran OPD di Pemkab Bangli serta dukungan penuh dari masyarakat. Ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Bangli," ujar Wayan Diar di sela-sela acara.

Acara Bali Tribun Awards 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, kepala daerah, serta pelaku industri se-Bali yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Pulau Dewata.

Tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Kementerian UMKM, pejabat BUMN dan BUMD, serta CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.

Selain itu, sejumlah pimpinan daerah se-Bali juga turut hadir langsung, di antaranya Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kabupaten Bangli sukses membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk tampil di depan dalam hal inovasi pelayanan dan pembangunan daerah.

Di akhir sesi, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas award yang diberikan kepada kami. Ini akan menjadi motivasi untuk terus bergerak mempercepat pembangunan di Kabupaten Bangli,” pungkasnya.

Denpasar Fashion Street Siap Digelar Pada 6 Juni Mendatang,

Angkat Kreativitas Desainer Hasilkan Kreasi Busana Berbahan Kain Perca. 

DENPASAR, BALI KINI - Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 dan memberikan ruang kreativitas bagi desainer, Dekranasda Kota Denpasar bersama Disperindag Kota Denpasar kembali menggelar Denpasar Fashion Street (DFS). Ajang fashion tahunan yang memasuki penyelenggaraan kali ketiga ini akan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 mendatang di Kawasan Patung Dewi Melanting, Pelataran Pasar Badung, Denpasar. 

Sebagai bagian dari persiapan, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengumpulkan para desainer yang terlibat untuk melihat langsung hasil rancangan busana di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (29/5).

Pada penyelenggaraan tahun ini, DFS melibatkan 10 desainer lokal dengan masing-masing menampilkan 10 rancangan busana terbaik mereka. Beragam karya yang ditampilkan mengusung kreativitas tinggi dengan sentuhan inovatif berbahan kain perca yang dikreasikan menjadi busana, tas, aksesori hingga berbagai ornamen fashion lainnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa hasil karya para desainer muda Denpasar sangat luar biasa dan menunjukkan perkembangan industri fashion kreatif yang semakin menjanjikan.

“Hasil karya para desainer sangat luar biasa. Kreativitas yang ditampilkan mampu mengolah kain perca menjadi busana yang elegan, unik dan bernilai tinggi. Ini membuktikan bahwa desainer Kota Denpasar memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan tetap mengedepankan inovasi serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sagung Antari.

Lebih lanjut dikatakannya, Denpasar Fashion Street menjadi ruang strategis bagi para desainer lokal untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkuat Denpasar sebagai kota kreatif berbasis industri fashion.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka peluang lebih luas bagi para desainer muda untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat. Dengan begitu, produk fashion lokal dapat semakin dikenal dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun event,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan bahwa sebelum ditampilkan pada ajang DFS, seluruh rancangan para desainer telah melalui beberapa kali proses pembahasan dan kurasi bersama desainer senior.

“Sebelum ditampilkan, kami sudah beberapa kali melaksanakan rapat bersama para desainer senior untuk memberikan arahan terkait busana yang akan dipresentasikan. Yang spesifik pada DFS kali ini adalah mengkolaborasikan desain busana dengan pemanfaatan kain perca,” ujarnya.

Menurut Sri Utari, konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan sampah tekstil melalui pemanfaatan kembali sisa-sisa kain menjadi produk fashion bernilai ekonomis.

“Sekarang kita menghadapi persoalan sampah, sehingga tema yang kami angkat adalah bagaimana memanfaatkan kain perca agar tidak ada material yang terbuang sia-sia. Kain perca diolah menjadi tas, aksesori hingga busana dengan desain unik sehingga tidak terlihat sebagai bahan sisa,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh karya yang akan ditampilkan merupakan hasil kurasi dan pembinaan tim kurator desainer sehingga menghasilkan rancangan yang siap dipamerkan kepada publik.

“Ini menjadi salah satu upaya kami mempromosikan produk-produk fashion hasil karya desainer Kota Denpasar sekaligus menegaskan Denpasar sebagai salah satu industri unggulan di bidang fashion,” pungkasnya. (Ayu)

Kapolres Karangasem Cup 2026 Meriah, Junjung Sportivitas

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini - – Suasana semarak memenuhi GOR Bimantara Sport Center saat pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Karangasem Cup 2026 resmi digelar pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Sebanyak 32 tim bulutangkis dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Tidak hanya pertandingan olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan hiburan dan kekompakan melalui yel-yel masing-masing team yang juga ikut dilombakan. Suasana meriah terlihat sepanjang acara berlangsung.

Turnamen diawali dengan pertandingan exhibition antara Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika melawan Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika yang sukses menarik perhatian penonton.

Selain pertandingan bulutangkis, panitia juga mengadakan lomba yel-yel antar peserta. Kreativitas dan semangat dukungan dari masing-masing tim menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Yel-yel terbaik bahkan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan sportivitas yang ditunjukkan selama kegiatan.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu cara mengajak masyarakat hidup sehat, tetap sportif dan punya daya saing. Juga agar mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kita mengajak masyarakat untuk peduli Dengan masyarakat juga agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau merusak dirinya sendiri. Selain itu juga menjaga kebersamaan, membangun disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ajang positif bagi masyarakat serta memperkuat rasa persaudaraan antar peserta.

Dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh tim, Kapolres Karangasem Cup 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda olahraga yang mampu menyatukan masyarakat melalui semangat sehat dan sportif. (Ami)

Kamis, 28 Mei 2026

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Tawur di Pura Kahyangan dan Mrajapati Desa Adat Sumerta

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri rangkaian Karya Tawur dan melaksanakan penandatanganan prasasti pada Kamis (28/5) di 
Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur.


Denpasar , Bali Kini -  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Tawur dalam rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (28/5).

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya karya tawur tersebut. Krama adat bergotong royong mengikuti setiap rangkaian upacara sebagai wujud sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara dipuput sejumlah sulinggih, yakni Ida Pandita Empu Padma Ananda Griya Sumerta, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Tembau Griya Batur Tembau, Ida Pandita Empu Siwa Ananda Griya Kroya, Ida Rsi BW Putra Sara Shri Satya Joti Griya Buana Santhi Sesetan, Ida Pedanda Putra Bajing Griva Tegal Jingga, Ida Rsi Agung Wayabya Karang Griya Buda Buduk, Ida Rsi BW Kertha Bhuana Griya Glogor, Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul Griya Timbul Kesiman, serta Ida Pedanda Gede Putra Keniten Griya Tainsiat.

Rangkaian karya juga dimeriahkan dengan sajian Gong Lelambatan dan Gambelan Wali, Wayang, serta pementasan Baris Gede oleh Paiketan Jero Bendesa Adat Kota Denpasar yang semakin menambah kekhidmatan suasana upacara. Di sela kegiatan, Walikota Jaya Negara juga tampak ngayah menarikan Topeng Wali bersama krama adat setempat dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan punia.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sumerta dalam menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Menurutnya, pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti umat, namun juga memperkuat nilai menyama braya di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat tentu menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 16 April 2026 yang diawali dengan prosesi nyukat genah dan berbagai tahapan upacara lainnya. Sebelum puncak karya, pihaknya juga telah melaksanakan prosesi melasti sebagai bagian dari penyucian sarana dan prasarana upacara.
Ia mengatakan, puncak karya akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 yang bertepatan dengan Purnama Sadha. Adapun upacara tersebut merupakan Karya Utama Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Tawur Agung Balik Sumpah Utama.

“Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih di pura ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah puluhan tahun, bahkan sebelumnya belum pernah dilaksanakan sama sekali. Tentu ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Desa Adat Sumerta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, skala upacara tergolong besar atau tingkatan utama, setara dengan pelaksanaan karya di Pura Dalem maupun pura-pura Kahyangan Desa lainnya. Pelaksanaan karya juga melibatkan kerja sama erat antara wilayah Sumerta, Tanjung Bungkak dan Pagan.
Menurutnya, secara historis wilayah Sumerta Gede dahulu mencakup sekitar 21 Banjar Adat. Karena itu, dalam pelaksanaan karya besar seperti ini, semangat saling membantu antarkrama adat tetap dijaga dan diwariskan hingga kini.

“Dalam pelaksanaan upacara ini kami dibantu penuh oleh warga Tanjung Bungkak dan Pagan, termasuk melibatkan seluruh pemangku di Pura Kahyangan Desa setempat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian upakara,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sastra dan tradisi yang diwariskan, upacara besar seperti Ngenteg Linggih idealnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Namun karena upacara ini baru pertama kali dilaksanakan di pura tersebut, pihak desa adat belum dapat memastikan kapan pelaksanaan serupa akan kembali digelar.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut. (Pur/humasdps)

Wali Kota Jaya Negara “Ngayah” Nyangging di Pura Dalem Pengaotan, Rangkaian Karya Pedudusan Agung Desa Adat Bekul

Ket foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat  “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5). 


Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama krama adat menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual masyarakat Bali.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara tampak membaur bersama masyarakat melaksanakan prosesi nyangging sebagai bagian dari semangat ngayah dan gotong royong dalam menyukseskan yadnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau pelinggih yang ada di Pura Dalem Pengaotan


Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan karya besar seperti Pedudusan Agung bukan hanya sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” ujar Jaya Negara.


Sementara itu, Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta mengatakan, karya tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung yang turut melengkapi pelaksanaan Panca Yadnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Upacara Pitra Yadnya telah dilaksanakan sekitar 10 hari lalu. Sedangkan pada Kamis (28/5) ini digelar Upacara Manusa Yadnya berupa metatah dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang serta Upacara Menek Kelih yang diikuti 8 peserta, sehingga total keseluruhan mencapai 68 orang.

“Selain itu juga dilaksanakan Sri Yadnya berupa pewintenan Jro Mangku dan Sri Pujangga. Saat panyineban karya nantinya akan dilaksanakan Pedudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Merawa Ratna,” ujarnya.


Tidak hanya itu, rangkaian karya juga melaksanakan upacara pekelem di Ulun Danu Batur dan Puncak Gunung Agung sebagai bagian dari rentetan upacara yadnya.

Made Yuliarta menambahkan, Pura Dalem Pengaotan diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga dari empat banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul sebagai banjar pengarep atau inti, serta Banjar Pala Giri sebagai banjar pendatang.


Menurutnya, Pedudusan Agung merupakan karya besar yang wajib dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi masyarakat adat dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemampuan pendanaan.

“Kalau karya rutin dilaksanakan setiap 15 tahun berupa Pedudusan Alit. Sedangkan Pedudusan Agung ini merupakan tingkatan karya yang lebih utama dan wajib dilaksanakan masyarakat apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan karya kali ini, pihak desa adat menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar yang bersumber dari swadaya masyarakat sebesar Rp3,5 miliar serta dukungan bantuan Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk rangkaian karya di empat pura, termasuk pelaksanaan Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.


Ia berharap, pelaksanaan karya tersebut mampu memberikan kerahayuan secara sekala dan niskala bagi masyarakat.
“Harapan kami tentunya masyarakat selalu mendapat lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diberikan kesehatan dan kerahayuan. Dari sisi sekala, yadnya ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan rasa kebersamaan seluruh krama adat,” pungkasnya.(ayu)

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Ulun Suan.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5). Upacara tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan ngodak pelawatan tuntas dilaksanakan. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, I Wayan Duaja dan AA Putu Gede Anugraha Mertha, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma, serta undangan lainya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama. 

Panitia Karya, AA Ketut Adi Artha mengatakan bahwa Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan ini dilaksanakan setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan.  

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian upacara diawali pada 16 April lalu dengan prosesi munggel pelawatan yang dilanjutkan dengan ngodakin. Setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Ngeratep dan Pasupati. Setelahnya, akan dilaksanakan proses Mesuci pada malam harinya. Sedangkan sesolahan Calonarang akan dilaksanakan pada 27 Agustus mendatang. 

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama pengempon Pura Dalem Ulun Suan kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon. 

"Semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan," ujarnya. 

Walikota Denpasar,  I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upakara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (Ags).

Kebun Raya Bali Berkolaborasi pada Program Penanaman 1.000 Pohon di Nuanu Creative City



TABANAN, , BALI KINI -  Kebun Raya Eka Karya Bali berkolaborasi pada program
“Penanaman 1000 Pohon” yang diselenggarakan oleh Nuanu Creative City, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, Kebun Raya Eka Karya Bali memberikan kontribusi nyata
melalui penyumbangan sebanyak 100 tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap
pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan Bali.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kolaboratif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem, memperbaiki kualitas lingkungan,
serta menciptakan ruang hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Hadhiyyah N. Cahyono selaku East Deputy of Horticulture Kebun Raya mengatakan upaya
pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan
kolaborasi dari berbagai pihak sehingga program penanaman pohon ini diharapkan
mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap
keberlangsungan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
“Melalui kontribusi 100 tanaman pada kegiatan ini, Kebun Raya Eka Karya Bali berharap
dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,”
ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi
antara institusi konservasi, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan
perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Sebagai lembaga konservasi tumbuhan di
Bali, Kebun Raya Eka Karya Bali terus berkomitmen menjalankan perannya melalui lima
pilar utama, yaitu konservasi, edukasi, penelitian, wisata alam, dan jasa lingkungan.
Branch Manager Kebun Raya Eka Karya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra dalam
sambutannya mengatakan partisipasi dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata
dari pilar konservasi dan jasa lingkungan yang selama ini menjadi fokus pengembangan
Kebun Raya Eka Karya Bali.
“Dalam kegiatan penanaman 1000 pohon, Kebun Raya Eka Karya Bali menyumbangkan
tiga jenis tanaman yaitu tanaman Dysoxylum densiflorum (Majegau), Antidesma bunius
(Buni) dan Magnolia champaca (Cempaka) ,” ungkapnya.
Ia menambahkan Majegau merupakan tumbuhan dari famili Meliaceae yang tersebar
dari bagian Selatan Cina, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Bali
dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Filipina. Di Bali tanaman Majegau memiliki
peran penting sebagai sarana Upacara Agama Hindu dan digunakan sebagai obat
tradisional.
Secara manfaat medis, tumbuhan majegau memiliki kandungan antibakteri dan
sitotoksik. Antidesma bunius (Buni) tergolong dalam famili Phyllanthaceae yang berasal
dari kawasan beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini dimanfaatkan untuk beberapa
penyakit dan kondisi medis, meliputi rematik, pneumonia, gangguan pencernaan dan
metabolisme, serta membasmi cacing gelang dan cacing kremi. Daun Buni memiliki
kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang dapat membantu aktivitas
antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan dapat membantu sintesis kolagen.
Magnolia champaca atau dikenal sebagai cempaka kuning merupakan tumbuhan yang
termasuk ke dalam famili Magnoliaceae yang berasal dari India dan terdistribusi luas di
seluruh Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa dan Cina barat daya. Tumbuhan cempaka
kuning ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan tradisional karena
mengandung antioksidan, antibakteri, antimalaria dan pengobatan berbagai macam
penyakit. Sedangkan di Bali sendiri bunga cempaka dimanfaatkan sebagai sarana
persembahyangan dan upacara adat.
“Melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon tentunya Nuanu dan Kebun Raya Eka Karya
Bali berharap inisiatif ini dapat menjadi warisan ekologis yang memberikan manfaat
nyata dan berkelanjutan bagi keseimbangan alam di Nuanu Creative City,” ujarnya.
Penanaman Majegau , Buni, dan Cempaka di kawasan ini diyakini tidak hanya akan
memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga turut menjaga
kelestarian nilai luhur budaya dan tradisi masyarakat Bali secara jangka panjang.
Kolaborasi ini juga tentunya diharapkan mampu menginspirasi berbagai pihak untuk
terus peduli terhadap lingkungan, sekaligus membuktikan bahwa pesatnya
pembangunan pariwisata dan sektor kreatif dapat selalu berjalan selaras dengan komitmen pelestarian alam.(*)



 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved