-->

Senin, 16 Februari 2026

Buka Musda IX MUI, Wabup Jembrana Ajak Ulama Perkuat Toleransi dan Pembangunan Daerah"

Jembrana , Bali Kini  – Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna yang akrab disapa Ipat, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jembrana masa khidmat 2025-2030, Sabtu (14/2). Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serba Guna MAN 1 Jembrana dihadiri Forkopimda Jembrana dan jajaran pengurus serta anggota MUI Kabupaten Jembrana.

Wabup Ipat menegaskan dinamika dan perkembangan masyarakat yang majemuk saat ini menuntut peningkatan peran, fungsi dan tanggung jawab organisasi dalam kehidupan demokrasi secara konstitusional. Organisasi kemasyarakatan, menurutnya, menjadi sarana partisipasi masyarakat dalam mewujudkan cita-cita nasional, menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 
Selain itu , untuk mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Roda organisasi, khususnya MUI Kabupaten Jembrana, saya yakini telah berjalan berlandaskan AD/ART serta mampu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi. Ini penting dalam rangka bersama para pemangku kepentingan membangun di berbagai aspek kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para peserta MUSDA IX yang disebutnya sebagai anggota-anggota pilihan, yang mampu berpikir luas dan berorientasi pada kepentingan bersama. Terutama dalam menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban yang selama ini telah berjalan kondusif di Jembrana.

Menurut Ipat, peran aktif ulama sangat strategis dalam memelihara keharmonisan serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus MUI Kabupaten Jembrana yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi MUI dalam mewujudkan masyarakat Jembrana yang maju, harmoni dan bermartabat,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia MUSDA IX MUI Kabupaten Jembrana, Agus Setiawan, mengatakan bahwa forum musyawarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama di tengah masyarakat. Melalui MUSDA IX ini diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa MUI Kabupaten Jembrana semakin solid, adaptif, serta terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni di Bumi Makepung.

“Secara kelembagaan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah karena telah memberikan kesempatan menggelar Musda MUI IX hari ini. Seperti tema Kami ingin menguatkan peran ulama dalam Penguatan Komitmen Ulama dalam menjaga persatuan umat dan kemitraan dengan pemerintah dalam mewujudkan Jembrana yang Aman, Damai dan Harmoni,” ujarnya. (*)

Jaga Stabilitas Harga Di Bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana "Gempur" Inflansi Lewat Pasar Murah

Jembrana, Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Melalui sinergi dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Jembrana menyelenggarakan Gelar Pangan Murah yang berpusat di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, pada Minggu (15/2).

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang jatuh dalam waktu berdekatan.
Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditi utama disediakan dengan harga di bawah pasar untuk meringankan beban ekonomi warga. Seperti beras dijual mulai harga Rp 58.000 per 5 Kg, gula pasir mulai Rp Rp 17.200/Kg dan minyak goreng mulai Rp 15.500/liter. Selain kebutuhan pokok tersebut, pasar murah ini juga menyediakan berbagai bumbu dapur, kue kering, hingga produk pangan olahan hasil UMKM lokal Jembrana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang meninjau langsung lokasi kegiatan menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah secara menyeluruh.

"Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana," ujar I Made Budiasa.

Lebih lanjut, Budiasa menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas volatile food. Meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas seperti cabai rawit, telur, dan ayam ras, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

"Harapan kita, melalui kerja sama dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang mendadak. Kita ingin harga sembako tetap stabil di Jembrana," tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Loloan Barat dan sekitarnya. Sejak pagi, masyarakat telah memadati stan pangan untuk mendapatkan stok kebutuhan dapur. Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pengeluaran menjelang hari raya. (*)

Teruskan Warisan Pekak Jegog, Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung Jepang Setelah Sepuluh Tahun

Jembrana , Bali Kini - Kesenian khas Kabupaten Jembrana, Jegog, kembali melangkah ke panggung internasional. Grup kesenian legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang hari ini untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa nama harum Bali dan Indonesia di kancah global.

Rombongan yang dipimpin oleh Putu Bobi Agus Darma selaku koordinator, dilepas langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , minggu siang ( 15/8).

Tim kesenian ini memberangkatkan total 26 personil yang terdiri dari seniman musik dan penari. Keberangkatan ini menandai babak baru bagi kejayaan Jegog di Negeri Sakura, di bawah pimpinan I Gede Oka, putra dari sang maestro almarhum Pekak Jegog.
Sembilan Pementasan di Tiga Provinsi Utama


Selama 14 hari di Jepang, tim Suar Agung dijadwalkan tampil dalam agenda yang padat, meliputi:
 Tiga Pementasan Besar di panggung utama. Enam Pementasan Skala Menengah yang tersebar di berbagai wilayah terfokus di tiga provinsi besar, yakni Fukuoka, Tokyo, dan Nagoya.

“Ini undangan dari pihak Jepang . Saat ini tim pertama untuk proses tuning instrumen sudah berada di lokasi. Hari ini, rombongan kedua sebanyak 21 orang menyusul untuk melengkapi tim. Kami membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jembrana kepada masyarakat Jepang,” ujar Putu Bobi Agus Darma sebelum keberangkatan.


Misi budaya ini memiliki makna historis yang mendalam. Sejak tahun 1980-an hingga 2016, Jegog Suar Agung memiliki agenda rutin tampil di Jepang, bahkan hingga dua kali setahun. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti dan baru tahun ini berhasil diinisiasi kembali sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik Jepang terhadap seniman Jembrana.

“Kami mengawali kembali apa yang dulu menjadi rutinitas almarhum Pekak Jegog ( I Ketut Suwentra) . Harapan kami, pementasan ini tidak hanya sekadar tampil, tapi menjadi agenda rutin tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jembrana, baik dari segi citra budaya maupun dampak ekonomi kreatif,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah Daerah
Pihak keluarga besar Suar Agung juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana atas dukungan penuh yang diberikan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Jembrana atas dukungan, support, dan doanya. Kami bertekad menjaga nama baik daerah dan memastikan misi budaya ini berjalan sukses sesuai harapan masyarakat Jembrana,” tutup Putu Bobi.

Sementara Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan usai melepas rombongan kesenian , mengharapkan keberangkatan ini menjadi momentum kebangkitan seniman lokal untuk terus berkarya di level internasional dan memperkuat posisi Jembrana sebagai "Kota Jegog" di mata dunia.

" Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana merasa bangga melihat grup Suar Agung kembali mengawali tradisi misi budaya ke Jepang .Ini adalah langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi seni kita," ujar Kembang Hartawan .

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan dukungan terhadap pelestarian Jegog Jembrana. Dukungan dalam bentuk fasilitasi kesenian tampil secara reguler di anjungan cerdas rambut siwi Jembrana . 

" astungkare kedepan jegog akan siapkan panggung reguler disana. Ini dukungan apresiasi kita , memberi ruang tiap seniman untuk terus berkarya dan memiliki panggung tetap," pungkasnya. ( * )

Minggu, 15 Februari 2026

Wawali Arya Wibawa Buka Senam AW S3, Perkuat Kebersamaan di Momentum Imlek dan HUT ke-238 Kota Denpasar.

 - Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577  dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali menggelar kegiatan Senam Andrie Wongso – Sehat, Semangat, Senang (AW S3) dengan mengusung tema “Satu Langkah Banyak Warna Merajut Kebersamaan” di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (15/2).


Kegiatan senam bersama ini dibuk Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Prianta, Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, serta Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka. Acara turut dimeriahkan dengan pementasan Barong Sai serta kegiatan donor darah. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi kepada INTI Bali atas inisiasi perayaan Imlek yang dirangkaikan dengan HUT ke-238 Kota Denpasar. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat Denpasar dalam merajut kebinekaan dan memperkuat toleransi.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa Kota Denpasar mampu merawat keberagaman dalam kebersamaan. Selain menyehatkan melalui senam bersama, juga menghadirkan aksi sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina INTI Bali sekaligus Ketua Umum IKBS Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan bahwa dalam momentum Imlek 2577 ini, INTI Bali mendapat kesempatan dari Pemerintah Kota Denpasar untuk turut bersama-sama merayakan HUT ke-238 Kota Denpasar.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman. “Inilah Indonesia, berbagai suku dan agama bersatu untuk kebajikan. Senam untuk sehat itu penting, karena dalam badan yang sehat kita dapat membangun negara yang kuat,” jelasnya.

Selain senam bersama dan pementasan Barong Sai, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan. Kegiatan sosial turut dilaksanakan melalui donor darah dari berbagai komponen masyarakat, pemeriksaan medis oleh Bakti Rahayu dan Kasih Ibu, termasuk layanan pengobatan tradisional dan herbal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada para veteran, jero mangku, juru parkir, anak-anak autis, orang tua serta guru-guru Tionghoa senior yang telah lanjut usia. Panitia juga mengunjungi sejumlah lansia yang tidak memungkinkan hadir secara langsung dengan mendatangi mereka dari rumah ke rumah.

“Itu merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kami kepada orang tua, para pejuang, serta masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan harapan agar semangat merajut kebinekaan terus diperkuat. Perbedaan adalah keniscayaan, namun tidak boleh dijadikan pertentangan, melainkan menjadi kekuatan persatuan. Di tengah dinamika global dan derasnya arus media sosial yang kerap memicu perpecahan, Denpasar diharapkan tetap menjadi kota toleransi yang sejati.

"Dengan masyarakat yang santun, berbudaya, dan berbudi pekerti luhur, Kota Denpasar terus menjaga harmoni sesuai dengan motto Vasudewa Kutumbakam, yang bermakna kita semua bersaudara," ujarnya. ( Ayu )

Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria secara resmi membuka acara Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang diselenggarakan di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (15/2). Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda Bumi Serombotan untuk menyuarakan aspirasi serta pemenuhan hak-hak anak.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa Duta Anak bukan sekadar gelar seremonial, melainkan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program perlindungan anak dan penguatan karakter bangsa.

Lebih lanjut Duta Anak terpilih diharapkan tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Klungkung di tingkat Provinsi Bali maupun Nasional. “Duta Anak Klungkung Tahun 2026 yang terpilih selamat berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026,” ucap Bupati Satria. 

Sementara, Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana melaporakan acara ini adalah sebagai wadah dan bentuk partisipasi anak dalam rangka pemenuhan hak-hak anak sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Acara Grand Final ini diikuti oleh 25 finalis terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat. Para finalis mempresentasikan berbagai isu strategis, mulai dari kesehatan mental remaja, pelestarian budaya lokal, hingga pencegahan pernikahan dini 

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar, Kediri


Tabanan , Bali Kini 
– Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan. 

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama.(*)

Mobil Vacuum Disiagakan Sedot Drainase Mampet

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Di tahun 2026 ini, Dinas PUPR Kota Denpasar mulai menggunakan mobil vacuum jetting untuk pembersihan saluran pada drainase. Dengan mobil ini, penanganan saluran drainase mampet bisa dipercepat, khususnya drainase yang sulit dijangkau petugas. 
Kabid Sumber Daya Air PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan, pihaknya kini memiliki dua unit mobil vacuum jetting. Pengadaan mobilnya tahun 2025 kemarin, di tahun 2026 kedua mobil ini mulai kami fungsikan," paparnya.
Untuk pengadaan kedua mobil ini menggunakan anggaran Rp 10 miliar, mobil ini memiliki fungsi untuk penyemprotan dan penyedotan. Sebelum disedot, endapan lumpur pada drainase akan disemprot. 
"Ada dua tabung, satu untuk air besih yang dipakai menyemprot. Tekanan semprotan airnya 200 sampai 300 liter per detik. Ini sangat kuat bahkan bisa merusak beton," ungkapnya.
Dikatakannya, setelah lumpur mencair menjadi bubur barulah kemudian disedot, mobil serba guna ini memiliki daya tampung masing-masing 2500 dan 5000 meter kubik. Saat ini, pihaknya melakukan penanganan drainase di tepi jalan dan juga melayani pengaduan dari masyarakat. 
"Ada banyak pengaduan yang kami terima terkait drainase mampet. Namun rata-rata penyebabnya karena sampah. Pihaknya mengatakan, banyak masyarakat yang menyebut jika drainase tersebut tak pernah dikeruk,"paparnya.
Ia berharap masyarakat agar turut peduli dengan lingkungannya untuk tidak buang sampah sembarang apalagi dibuang ke sungai. "Kami mengajak masyarakat ikut menjaga bersama lingkungannya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai. Karena petugas jumlahnya terbatas, tak bisa melayani semua sekaligus," paparnya.

Sabtu, 14 Februari 2026

Kisah Inspiratif Ni Ketut Suarni di Hari Valentine: Cinta sebagai Misi Kemanusiaan

Laporan: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Setiap 14 Februari, masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan Hari Valentine sebagai momentum kasih sayang. Cokelat dan bunga kerap menjadi simbol cinta kepada pasangan maupun sahabat.

Namun bagi Ni Ketut Suarni, S.Pd., M.M., makna Valentine jauh melampaui seremoni sehari. Baginya, cinta dan kasih sayang adalah napas kehidupan yang harus dijalankan setiap hari, sepanjang hayat.

Perempuan kelahiran Desa Pesangkan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem itu telah mengabdikan diri sebagai guru Pegawai Negeri Sipil sejak 1986 hingga resmi purnatugas pada 5 Februari 2026. Dalam perjalanan empat dekade pengabdiannya, Suarni menjadikan profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan.

Puncak pengabdiannya terlihat saat ia menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri 3 Karangasem, Amlapura. Di sekolah tersebut, ia memberi perhatian khusus kepada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah.

“Saya selalu berusaha memperlakukan anak didik seperti anak sendiri. Dirangkul, didengarkan, diberi motivasi. Mereka butuh perhatian, bukan hanya pelajaran,” ungkap Suarni saat diwawancarai belum lama ini.

Bersama rekan sejawat, ia kerap blusukan ke rumah siswa di pelosok kampung. Tak jarang ia menemui kondisi memprihatinkan—rumah tak layak huni, orang tua bercerai, anak terlantar, hingga siswa berkebutuhan khusus yang kurang mendapatkan perhatian.

“Kadang saya tidak sadar air mata menetes saat mendengar cerita mereka. Hati ini tergerak untuk membantu semampunya,” tuturnya.

Beberapa kisah tersebut ia unggah melalui media sosial pribadinya. Respons publik pun mengalir. Banyak pihak tergerak menitipkan bantuan untuk kebutuhan sekolah para siswa.

Salah satu yang menjadi perhatian seriusnya adalah I Wayan Agus Saputra, siswa kelas VI dari keluarga sangat kurang mampu. Berbagai kendala dihadapi anak tersebut, mulai dari ekonomi hingga kondisi keluarga. Namun Suarni tak menyerah.

“Jangan menunggu kaya untuk berbagi,” tegasnya.

Selain dikenal sebagai pendidik berdedikasi, Suarni juga pernah menjadi atlet bola voli Kabupaten Karangasem dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Bali. Semangat sportivitas dan daya juang itu pula yang ia terapkan dalam dunia pendidikan.

Pengabdiannya membuahkan prestasi. Pada 2017, ia dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kabupaten Karangasem. Berkat capaian tersebut, ia beberapa kali mendapat undangan dari pemerintah pusat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Jakarta maupun daerah lainnya.

Di sela kesibukannya, alumnus IKIP PGRI Denpasar dan STIE Mahardika Surabaya ini juga aktif menulis. Ia telah menerbitkan buku “Menantang Fajar di Pantai Seraya” (2018), “Menuju Guru Profesional” (2019), serta sebuah buku kumpulan puisi.

Kini, meski telah purnatugas, Suarni tetap aktif sebagai relawan. Ia dipercaya menerima dan menyalurkan donasi kepada masyarakat serta mantan anak didiknya yang membutuhkan.

“Sebenarnya Valentine itu kita lakukan setiap hari. Dalam ritual ngejot nasi, maturan canang, bekerja dengan tulus, bersilaturahmi, menyama braya, dan cinta seorang ibu kepada anaknya. Yang utama adalah kasih Tuhan tanpa syarat kepada kita,” tutupnya.

Bagi Ni Ketut Suarni, Valentine bukan tentang cokelat dan bunga. Ia adalah tentang ketulusan, pengabdian, dan keberanian untuk hadir bagi sesama—setiap hari. (Ami)

Kamis, 12 Februari 2026

Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolres Baru

Klungkung  , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menerima kunjungan dan silaturahmi Kapolres Klungkung yang baru, AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Kamis (12/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus perkenalan pejabat baru di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Polres Klungkung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Mikael Hutabarat di Kabupaten Klungkung. Ia berharap sinergi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terima kasih sudah bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke Kantor Bupati. Fokus kita ke depan adalah pengawasan wisatawan mancanegara di Kepulauan Nusa Penida. Bagaimana bisa mengkondusifkan sehingga pariwisata tetap berjalan dengan baik. Kita juga patut untuk menertibkan para driver, supaya berperilaku dan berpenampilan sopan karena para driver ini sebagai salah satu image-nya Nusa Penida,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati  Satria menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Klungkung, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan tertib bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan destinasi wisata.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved