-->

Kamis, 19 Februari 2026

Jadi Ruang Ekspresi dan Partisipasi Sebagai Wujud Kotw Inklusif.

Ket foto : 

Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Semarakkan HUT ke-238 Kota Denpasar,



Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (19/2).  Kegiatan yang mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar serta memberikan ruang ekspresi dan partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan seni, budaya, dan keagamaan sebagai wujud masyarakat inklusif. 

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan seni dan sarana pelestarian budaya Bali, namun juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif. Di mana setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan berprestasi.

“Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi. Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bahwa semangat, ketulusan, dan kekuatan jiwa para peserta merupakan inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga nilai kebersamaan, empati, dan saling menghargai,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Arya Wibawa berharap kecintaan terhadap Dharma Gita semakin kuat serta semangat kebersamaan dan toleransi terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Denpasar.


Ketua Panitia sekaligus
Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar A.A Ayu Diah Kurniawati didampingi Perwakilan Penyandang Disabilitas Kota Denpasar, Gusti Ayu Arini, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas penyandang disabilitas di bidang seni dan budaya Bali.

 Selain itu, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Dharma Gita sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi spiritual Hindu Bali, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota ramah disabilitas yang menjunjung tinggi kesetaraan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diisi dengan berbagai lomba, di antaranya lomba macepat remaja yang diikuti tujuh peserta perwakilan siswa dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar.

Selain itu, digelar pula lomba macepat dewasa yang diikuti sepuluh peserta dari DPC Pertuni Kota Denpasar dan DPC HWDI Kota Denpasar.

“Acara ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan seluruh pihak yang telah membantu. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya. (Ayu).

Walikota Jaya Negara Lepas Ratusan Siswa dan Generasi Muda Ikuti Susur Mangrove

Ket Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat membuka kegiatan Susur Mangrove dan aksi bersih pesisir di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan, Kamis (19/2). 


Denpasar , Bali Kini - Gerakan Edukasi Lingkungan Sekaligus Aksi Bersih-bersih Sampah Plastik


Denpasar,
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Susur Mangrove dan aksi bersih pesisir.

Kegiatan ini dibuka Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan, Kamis (19/2). 

Sedikitnya, 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga Sekehe Teruna-Teruni se-Kota Denpasar. Aksi ini sendiri difokuskan pada pembersihan sampah plastik di kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, ada pun pesan utama dari Lomba Susur Mangrove adalah untuk menyampaikan kepada kita semua, khususnya bagi masyarakat di wilayah hulu maupun masyarakat di Kota Denpasar, agar tidak membuang sampah ke sungai.

Sebab dampak negatif dari pembuangan sampah ke sungai akan sangat terasa di kawasan hutan mangrove. Padahal, ekosistem mangrove memiliki potensi yang luar biasa, di antaranya harapan bagi nelayan karena menjadi tumpuan ekonomi dan ekologi bagi komunitas nelayan setempat. 

Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi destinasi wisata karena hutan mangrove sendiri memiliki daya tarik bagi wisatawan, terutama para pencinta lingkungan yang senang menyusuri keindahan alamnya.

“Jika kawasan mangrove terjaga kebersihannya, tentu akan semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati lingkungan yang asri ini. Intinya, mari kita jaga bersama dengan tidak membuang sampah ke sungai," ungkap Jaya Negara. 

Kegiatan Lomba Susur Mangrove ini ternyata disambut dengan sangat antusias oleh anak-anak sekolah. Selama kegiatan berlangsung, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam mangrove, tetapi juga terlibat aktif dalam aksi nyata yakni aksi pungut sampah oleh para siswa yang sekaligus berkompetisi untuk mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya di area tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial ulang tahun kota, melainkan langkah nyata edukasi lingkungan.

"Kegiatan Susur Mangrove ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan habitat pantai. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini, terutama bagi para pelajar dan remaja agar mereka memahami potensi serta manfaat besar dari habitat pantai kita," kata Mayun Suryawangsa.

Ia juga menambahkan bahwa sasaran utama dari aksi ini adalah menekan volume sampah plastik yang masuk ke kawasan hutan mangrove. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan keberlangsungan hidup biota laut dan fungsi lindung mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi, di antaranya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Kelautan, Perda No. 6 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega, serta Peraturan Wali Kota Denpasar No. 54 Tahun 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, serta tokoh masyarakat pesisir lainnya. (ays).

Wujudkan Bali Hijau, Pemkab Bangli Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Lewat Kolaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal

BANGLI , BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan sampah melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan nilai kearifan lokal Palemahan. Hal tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah yang digelar di Gedung Bukti Mukti Bakti Kantor Bupati Bangli pada Kamis, (19/2/2026). Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para siswa sebagai generasi penerus dan influencer dalam penyebarluasan informasi lingkungan.  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng. dalam sambutannya menekankan bahwa peran komunikasi dan informatika sangat krusial dalam keberhasilan program lingkungan. Pemerintah mendorong penguatan diseminasi informasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan berbasis digital. Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi informasi, serta perubahan perilaku masyarakat.

“Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non-organik, dan residu). Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan—bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam," tegasnya dalam sambutan tersebut.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Bangli fokus pada beberapa poin strategis, di antaranya: Mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di tingkat desa. Melakukan upaya khusus untuk mencegah polusi sampah masuk ke badan air sebagai hulu sumber air di Bali, Mendorong kolaborasi Desa Adat melalui Awig-awig (aturan adat) untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah serta Mengapresiasi dedikasi sekolah seperti SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli yang telah menjalankan program "Sekolah Hijau" dan aktif melakukan pemilahan sampah.  

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga siswa sekolah, dapat menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ni Putu Ayu Puryani, S.STP.,M.A.P. Yang sekaligus sebagai Narasumber dalam acara tersebut, Siswa-siswi dari SMP Negeri 1 dan 3 Bangli beserta tamu undangan lainnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali, Tabanan Jadi Titik Awal 2026



Tabanan , Bali Kini  – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menunjukkan dukungan penuh terhadap program kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Tahun 2026 yang dikemas dalam aksi sosial bertajuk “Bergerak dan Berbagi” di 9 Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan aksi sosial ini menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai tujuan utama, Rabu, (18/2), yakni di 3 (tiga) Kecamatan, diantaranya Kecamatan Marga, Kediri dan Tabanan.

Giat pertama dilaksanakan di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kemudian berlanjut di Balai Banjar Tenten, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, dan ditutup di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Denbatas, Tabanan. Kegiatan dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang saat itu didampingi Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemprov Bali, serta jajaran pengurus PKK Provinsi Bali. Turut hadir, Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Pengurus PKK Kabupaten dan Ketua TP PKK Kecamatan, unsur Forkopimcam, Perbekel dan jajaran Pemerintah Desa terkait.

Sebanyak 50 penerima bantuan disiapkan di masing-masing Kecamatan, yang terdiri dari 10 lansia, 10 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), 10 penyandang disabilitas, 10 kader PKK yang membutuhkan, serta 10 balita. Bantuan yang diserahkan berupa sembako, seperti beras, telur, susu kotak, paket multivitamin, bibit tanaman, serta paket ikan segar meliputi ikan tuna, ikan nila dan ikan kembung.

“Bergerak dan Berbagi” dikatakan Ny. Putri Koster sebagai upaya menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan potensi wilayah. “Kami bergerak untuk menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan potensi-potensi yang ada di wilayah masing-masing guna mewujudkan visi dan misi pemerintahan. Kita, masyarakat harus bergerak di semua bidang, baik di lingkungan, sosial, dan kesehatan. Di tahun 2026, saya akan memulai kegiatan keliling Bali, semua kabupaten akan saya kunjungi sepanjang tahun,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Ia juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi isu krusial di Bali. Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara serius, kolektif dan berkelanjutan. “Ketika semua orang turut membersihkan rumahnya, dilakukan secara bergotong-royong, bersihlah desa itu,” tegasnya, sembari mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama demi lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, sosialisasi posyandu turut digencarkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting, bahaya virus rabies, serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Dalam aksi sosial ini juga dihadirkan pelayanan kesehatan langsung, demo masak, hingga layanan vaksin rabies, dengan menggandeng berbagai pihak di bidang kesehatan, pertanian, perikanan dan sosial.

Dukungan kuat datang dari Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Tabanan sebagai lokasi perdana kegiatan. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong kemajuan program yang berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami karena Kabupaten Tabanan kembali menjadi tujuan pertama diselenggarakannya Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi TP PKK Provinsi Bali Tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Selain itu, program ini dikatakannya sangat sejalan dengan agenda kerja TP PKK Kabupaten Tabanan. “Kami TP PKK Kabupaten Tabanan juga telah menyusun program aksi sosial yang menyasar seluruh Kecamatan dan rutin setiap tahun kami lakukan. Pada tahun ini akan kami serahkan di pertengahan tahun 2026 dan kami akan terus menyelaraskan kegiatan di Kabupaten dengan program Provinsi agar berkesinambungan,” tegas Bunda Rai. 

Di sela-sela kegiatan, Bunda Rai juga menyinggung terkait lomba-lomba yang akan diselenggarakan dalam rangka menyambut HKG PKK ke-54. Pihaknya menyatakan kesiapan Kabupaten Tabanan untuk berpartisipasi dan ikut serta secara optimal dalam ajang tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua atas semua bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami. Dampaknya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tabanan. Kami berharap aksi sosial ini terus berkelanjutan," ucapnya. 

Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan


Tabanan , Bali Kini 
– Rabu, (18/2), Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama  Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan. Prosesi Mepeed oleh Ibu-Ibu Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan menuju Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan menjadi awal kegiatan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Kapolres Tabanan, Sekda, para Asisten dan jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan.


Selain sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sesuhunan yang berstana di Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kebersamaan dari seluruh jajajaran di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Sanjaya beserta Kapolres dan jajaran turut melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Puseh Bale Agung dan Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyertai jalannya upacara yang menjadi bagian penting dalam siklus keagamaan Desa Adat Kota Tabanan.


Uniknya, sebelum persembahyangan di Pura Dalem Prajapati, Ibu-Ibu Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan, Ngayah Nari Rejang diiringi alunan gambelan oleh Sekaa Gong Pemkab Tabanan. Hal ini mencerminkan kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan bukan hanya sebagai bentuk partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata komitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, agama, seni, dan budaya yang ada.


Keberadaan Tri Kahyangan Desa sebagai pusat spiritual masyarakat harus terus dijaga secara sekala dan niskala agar tetap menjadi penyangga harmoni kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Tri Hita Karana juga menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), dan manusia dengan lingkungan (palemahan). 


Selain itu, Pujawali ini menjadi implementasi nyata dari parahyangan, yang sekaligus memperkuat pawongan melalui kebersamaan krama adat dan pemerintah serta mendukung pelestarian palemahan melalui kesadaran menjaga kesucian lingkungan pura. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, desa dinas, dan desa adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Kolaborasi yang solid akan memperkuat stabilitas sosial serta mempercepat terwujudnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.


Pelaksanaan persembahyangan berjalan dengan lancar, mencerminkan kekompakan serta komitmen bersama dalam menjaga kesucian dan keharmonisan Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan sebagai warisan spiritual yang terus lestari dari generasi ke generasi. Pemerintah Kabupaten Tabanan pun berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pembangunan lahir dan batin menuju Tabanan Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Bupati Tabanan Resmikan Tower Beji Abianlalang, Wanasari, Tabanan


Tabanan , Bali Kini 
– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, menghadiri undangan Upacara Pemelaspasan Tower Air Bersih sekaligus meresmikan dan membuka secara simbolis kran pertama Toya Beji Abianlalang yang berlokasi di Banjar Abianlalang, Desa Wanasari, Tabanan, Selasa (17/2).  Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Perbekel dan Bendesa Adat Wanasari, serta tokoh dan masyarakat setempat.


Pembukaan tower ini disambut penuh antusias oleh masyarakat. Meski diguyur hujan, prosesi peresmian tetap berlangsung khidmat dan semarak. Turunnya hujan dimaknai sebagai pertanda alam berupa berkah atas pelaksanaan upacara pemelaspasan sumber air suci yang diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Diharapkan pula keberadaan tower ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, memperkuat pelayanan serta mendukung kebutuhan masyarakat ke depan.


“Dulu salah satu aspirasi masyarakat di sini adalah pengadaan air, karena beberapa warga belum teraliri air karena tower nya kurang tinggi dan tidak cukup dalam pengadaan air. Apalagi, beji di belakang atau di bawah niki sangat curam, sehingga secara gravitasi menaikkan air sangat susah. Maka dari itu, solusi yang terbaik adalah tower, sehingga tower mengaliri air kepada krama masyarakat dalam rangka untuk kehidupan masyarakat sehari-hari.” jelas Bupati Sanjaya seraya mengucap syukur tower ini terwujud.


Menjawab kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama jajaran terkait mengalokasikan bantuan melalui APBD sebesar Rp.350.000.000,- untuk pembangunan tower dan pengelolaan sumber air sebagai wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan penuh tanggung jawab. 


“Inilah bagian dari kontribusi pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” imbuh Sanjaya. Sekaligus menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus merealisasikan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar dalam lima tahun ke depan. Begitupun, pemerintah berkomitmen untuk senantiasa mendengar aspirasi masyarakat serta memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.


Sementara itu, Ida Bagus Yudhi Surya Wiarsa selaku Ketua Panitia Acara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran serta bantuan yang telah diberikan dalam pembangunan Beji Abianlalang. Fasilitas air bersih ini direncanakan melayani 75 Kepala Keluarga, namun sebelumnya baru sekitar 60 KK yang dapat menikmati manfaat air bersih karena masyarakat di sisi barat jalan utama belum terjangkau distribusi air. 


Kini, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui peninggian tower tandon, seluruh masyarakat dapat merasakan akses air bersih secara merata. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan desa.  Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembangunan. 

BPBD Karangasem Lakukan Asesmen Kerusakan Bangunan di Lima Desa, Rekomendasi Teknis Segera Diterbitkan

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – BPBD Kabupaten Karangasem melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops PB) melaksanakan asesmen atau penilaian kerusakan bangunan akibat dampak bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menyasar lima desa, yakni Desa Selumbung, Desa Duda Timur, Desa Telagatawang, Desa Duda Utara, dan Desa Bebandem. Tim terdiri dari dua orang Tim Teknis Jitupasna Dinas PUPRKIM Karangasem, empat orang Tim Teknis Jitupasna BPBD Karangasem, kawil setempat, serta masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan asesmen dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan secara riil di lapangan sebelum diterbitkan rekomendasi teknis.

“Kami turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan penilaian kerusakan bangunan terdampak bencana. Data ini menjadi dasar penerbitan rekomendasi teknis sebagai syarat pengajuan bantuan oleh masyarakat,” ujarnya.

Di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, bencana pohon tumbang yang terjadi pada 10 Februari 2026 mengakibatkan kerusakan pada tempat suci milik I Nyoman Sujastana di Banjar Dinas Kelodan. Kerusakan meliputi Pelinggih Gedong Sari, Pelinggih Taksu, serta penyengker dengan ukuran sekitar 1 meter x 1 meter.

Sementara di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, tanah longsor yang terjadi pada 5 Februari 2026 berdampak pada dua lokasi. Tempat suci milik I Made Suryawan di Banjar Dinas Batu Gede hanya mengalami pergeseran pelinggih tanpa kerusakan struktur. Sedangkan rumah milik I Komang Sudarmika tidak mengalami kerusakan bangunan, namun tanah di sekitar rumah mengalami longsor.

Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Telagatawang, Kecamatan Sidemen. Rumah milik I Gede Budiarta di Banjar Dinas Kebung Kauh terdampak longsor, namun sejak awal tidak terdapat konstruksi bangunan di lokasi tersebut, sehingga kerusakan hanya terjadi pada tanah.

Berbeda halnya di Desa Bebandem. Banjir yang terjadi pada 9 Februari 2026 menyebabkan kerusakan senderan rumah milik I Nyoman Yasa di Banjar Dinas Jungsri dengan ukuran sekitar 4,5 meter x 12 meter.

Selain rumah dan tempat ibadah, dampak bencana juga menyasar sarana prasarana perekonomian. Di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, pohon tumbang pada 8 Februari 2026 merusak atap tempat usaha kerajinan kayu milik I Ketut Mudayasa di Banjar Dinas Geriana Kangin dengan ukuran sekitar 10 meter x 6 meter.

Ida Bagus Ketut Arimbawa menegaskan, hasil asesmen akan segera ditindaklanjuti dengan penerbitan rekomendasi teknis.

“Setelah rekomendasi keluar, masyarakat yang terdampak dapat mengajukan proposal bantuan sesuai dengan nilai yang direkomendasikan. Kami pastikan prosesnya sesuai ketentuan dan berbasis data lapangan,” tegasnya.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan, serta segera melapor jika terjadi kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur. (Ami)

Rabu, 18 Februari 2026

Kemenham RI Kunjungi Klungkung, Perkuat Sinergi Program "Kampung Redam" dan "Desa Sadar HAM"

Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Republik Indonesia pada Rabu (18/2). Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus memperkuat implementasi dua program prioritas nasional, yakni pembentukan 2.000 Kampung Redam (Rekonsiliasi dan Perdamaian) serta pengembangan 2000 Desa Sadar HAM.

Delegasi Kemenham RI diwakili oleh Staf Khusus Kementerian HAM, Thomas Harming Suwarta, didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian HAM Bali, Anak Agung Ngurah Dalem. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra (Tjok Surya), di ruang rapat Bupati.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Tjok Surya menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan dari Kemenham. Ia berharap program ini menjadi jembatan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

​"Kami sangat mengapresiasi kehadiran perwakilan Kemenham. Harapannya, program 2.000 Kampung Redam dan Desa Sadar HAM ini dapat bersinergi penuh dengan visi pembangunan di Kabupaten Klungkung," ujar Wabup Tjok Surya.

​Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa khusus untuk program Kampung Redam, Pemkab Klungkung selama ini telah membangun pondasi yang kuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kunci keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah selama ini adalah harmonisasi antara lembaga dinas dan lembaga adat.

​"Pemkab Klungkung selalu bersinergi dengan lembaga dinas maupun adat. Hal ini krusial untuk mewujudkan situasi yang kondusif demi menuju Klungkung yang Mahottama—Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur," tambahnya.

Sekda Eddy Mulya Buka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan 2026Tekankan Penguatan Pengawasan Demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Ket. Foto : Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan membuka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan Kota Denpasar Tahun 2026, Rabu (18/2), bertempat di Graha Sewakadarma Lumintang.


Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, secara resmi membuka Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Kota Denpasar Tahun 2026, Rabu (18/2), bertempat di Graha Sewakadarma Lumintang.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring ini turut melibatkan Inspektur Provinsi Bali serta diikuti jajaran pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, perbekel, pimpinan Perusahaan Daerah Kota Denpasar, hingga kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Denpasar. Rakor ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan daerah agar semakin akuntabel dan berintegritas.

Walikota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Eddy Mulya, menegaskan bahwa pengawasan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani. Pengawasan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mencegah praktik korupsi, sekaligus menjadi sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi persoalan hukum.

“Inspektorat bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP bukan hadir untuk mencari kesalahan, melainkan memberikan pendampingan dan pembinaan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan semakin baik dan akuntabel,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, tantangan pengelolaan pemerintahan pada tahun 2026 akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika regulasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat. Karena itu, fokus pembinaan dan pengawasan diarahkan pada kegiatan reviu, monitoring dan evaluasi, pemeriksaan ketaatan dan kinerja, pengawasan tata kelola desa, peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta bentuk pengawasan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pihaknya juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen kolaborasi dan pengembangan kapasitas diri. Berbagai regulasi dari kementerian dan lembaga, menurutnya, harus dimaknai sebagai pedoman untuk berbenah secara berkelanjutan.

“Kita tentu menyadari masih ada keterbatasan. Namun saya berharap semangat melayani tetap menjadi prioritas utama, sehingga pelayanan paripurna kepada masyarakat dapat terus kita hadirkan,” tambah Sekda Eddy Mulya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Eddy Mulya juga menekankan pentingnya peran APIP sebagai mitra konsultatif bagi perangkat daerah, terutama di tengah pengawasan eksternal yang kini semakin ketat dan detail. Dengan pendekatan pendampingan, potensi kesalahan maupun penyimpangan diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kota Denpasar, Ni Ketut Dewi Ratih Purnamasari, menyampaikan bahwa sosialisasi dan rakor ini diikuti oleh seluruh kepala OPD, camat, lurah, perbekel, pimpinan perusahaan daerah, hingga kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Ia menjelaskan bahwa Inspektorat memiliki posisi strategis sekaligus tantangan besar dalam mengawal tata kelola pemerintahan agar bebas dari penyimpangan, korupsi, dan indikasi fraud. Oleh karena itu, penyamaan pemahaman terkait penugasan pengawasan tahun 2026 menjadi sangat penting agar seluruh perangkat daerah dapat mendukung pelaksanaan pengawasan secara optimal.

"Sosialisasi dan Rakor Pengawasan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor, sekaligus langkah konkret menuju terwujudnya pemerintahan Kota Denpasar yang transparan, profesional, dan berintegritas," ujarnya. (Pur)

Jembrana makin tertata, pemkab sukses relokasi PKL, kini Tempati Kawasan "Beten Ancak"



JEMBRANA , BALI KINI – Kawasan trotoar di sekitar Lapangan Dauh Waru kini kembali tertib dan terlihat lebih asri setelah para pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke tempat yang telah disiapkan pemerintah daerah. Penataan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus mempercantik wajah kota.

Para PKL yang sebelumnya berjualan di trotoar dan pinggir jalan sekitar lapangan dipindahkan ke lokasi baru di seberang jalan, yang diberi nama kawasan Kaki Lima Beten Ancak. Area tersebut menggunakan lahan pinjam pakai dari Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Bali.

Lokasi relokasi dirancang mampu menampung hingga 56 PKL. Saat ini, sebanyak 46 pedagang telah menempati tempat baru tersebut. Pemerintah daerah memastikan fasilitas yang disediakan tetap strategis sehingga aktivitas ekonomi para pedagang dapat terus berjalan dengan baik.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, rabu ( 18/2), mengatakan bahwa relokasi ini bertujuan menciptakan ketertiban dan keamanan di kawasan trotoar tanpa memutus mata pencaharian para PKL.

“Relokasi ini bukan untuk membatasi ruang usaha pedagang, tetapi justru memberikan tempat yang lebih tertata dan nyaman sehingga kawasan lapangan tetap indah dan ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujarnya.

Dengan penataan ini, pemerintah berharap kawasan Lapangan Dauh Waru dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat, sekaligus tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

masyarakat kini dapat menikmati fasilitas sosial di Lapangan Dauh Waru dengan lebih nyaman. Trotoar yang sebelumnya tertutup lapak kini kembali bersih, sementara para pengunjung tetap bisa berbelanja kuliner tepat disebrang lapangan Dauh Waru atau Kawasan Beten Ancak yang lokasinya sangat terjangkau. (* )
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved