-->

Kamis, 19 Februari 2026

BPBD Karangasem Lakukan Asesmen Kerusakan Bangunan di Lima Desa, Rekomendasi Teknis Segera Diterbitkan

BPBD Karangasem Lakukan Asesmen Kerusakan Bangunan di Lima Desa, Rekomendasi Teknis Segera Diterbitkan

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – BPBD Kabupaten Karangasem melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops PB) melaksanakan asesmen atau penilaian kerusakan bangunan akibat dampak bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menyasar lima desa, yakni Desa Selumbung, Desa Duda Timur, Desa Telagatawang, Desa Duda Utara, dan Desa Bebandem. Tim terdiri dari dua orang Tim Teknis Jitupasna Dinas PUPRKIM Karangasem, empat orang Tim Teknis Jitupasna BPBD Karangasem, kawil setempat, serta masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan asesmen dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan secara riil di lapangan sebelum diterbitkan rekomendasi teknis.

“Kami turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan penilaian kerusakan bangunan terdampak bencana. Data ini menjadi dasar penerbitan rekomendasi teknis sebagai syarat pengajuan bantuan oleh masyarakat,” ujarnya.

Di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, bencana pohon tumbang yang terjadi pada 10 Februari 2026 mengakibatkan kerusakan pada tempat suci milik I Nyoman Sujastana di Banjar Dinas Kelodan. Kerusakan meliputi Pelinggih Gedong Sari, Pelinggih Taksu, serta penyengker dengan ukuran sekitar 1 meter x 1 meter.

Sementara di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, tanah longsor yang terjadi pada 5 Februari 2026 berdampak pada dua lokasi. Tempat suci milik I Made Suryawan di Banjar Dinas Batu Gede hanya mengalami pergeseran pelinggih tanpa kerusakan struktur. Sedangkan rumah milik I Komang Sudarmika tidak mengalami kerusakan bangunan, namun tanah di sekitar rumah mengalami longsor.

Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Telagatawang, Kecamatan Sidemen. Rumah milik I Gede Budiarta di Banjar Dinas Kebung Kauh terdampak longsor, namun sejak awal tidak terdapat konstruksi bangunan di lokasi tersebut, sehingga kerusakan hanya terjadi pada tanah.

Berbeda halnya di Desa Bebandem. Banjir yang terjadi pada 9 Februari 2026 menyebabkan kerusakan senderan rumah milik I Nyoman Yasa di Banjar Dinas Jungsri dengan ukuran sekitar 4,5 meter x 12 meter.

Selain rumah dan tempat ibadah, dampak bencana juga menyasar sarana prasarana perekonomian. Di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, pohon tumbang pada 8 Februari 2026 merusak atap tempat usaha kerajinan kayu milik I Ketut Mudayasa di Banjar Dinas Geriana Kangin dengan ukuran sekitar 10 meter x 6 meter.

Ida Bagus Ketut Arimbawa menegaskan, hasil asesmen akan segera ditindaklanjuti dengan penerbitan rekomendasi teknis.

“Setelah rekomendasi keluar, masyarakat yang terdampak dapat mengajukan proposal bantuan sesuai dengan nilai yang direkomendasikan. Kami pastikan prosesnya sesuai ketentuan dan berbasis data lapangan,” tegasnya.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan, serta segera melapor jika terjadi kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved