-->

Rabu, 15 Juli 2026

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026


Tabanan ,Bali Kini Gemuruh tepuk tangan yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra menjadi saksi keberhasilan Duta Kabupaten Tabanan memukau penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (9/7). Di balik penampilan spektakuler tersebut, hadir dukungan penuh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam melestarikan sekaligus memajukan seni dan budaya daerah.

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta istri, para asisten Setda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pada malam itu, selain Duta Kabupaten Tabanan, turut tampil Duta Kabupaten Karangasem.

 

Mewakili Kabupaten Tabanan, Sekaa Gong Suara Kencana dari Banjar Dinas Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat menampilkan tiga garapan yang sarat nilai seni dan filosofi. Penampilan diawali dengan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi bertajuk Ming Salah, sebuah karya yang menghadirkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai tradisi karawitan Bali dengan eksplorasi musikal modern, sehingga mampu menghadirkan sajian yang tetap berakar pada budaya namun relevan dengan perkembangan estetika masa kini.

 

Penampilan berlanjut melalui Tari Kreasi Kekebyaran bertajuk Wireng Ayu Wah, yang mengangkat sosok pahlawan perempuan Bali, Sagung Ayu Wah, putri Kerajaan Tabanan. Garapan ini menggambarkan keberanian, keteguhan hati, dan semangat pengabdian kepada tanah kelahiran, sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai kepahlawanan lahir dari ketulusan hati dan kecintaan terhadap bangsa serta budaya.

 

Sebagai penutup, dipentaskan Fragmen Tari bertajuk Amukti Jayaning Singasanayang menyuguhkan dramatika artistik dengan pesan moral tentang kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian. Keseluruhan pertunjukan berhasil memikat perhatian ratusan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra sepanjang pementasan berlangsung.

 

Keberhasilan penampilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Di bawah komando Bupati Sanjaya selaku penanggung jawab, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Barat, Perbekel Desa Lalanglinggah, para pembina, pelatih, serta seluruh seniman yang terlibat, Sekaa Gong Suara Kencana mampu mempersembahkan penampilan yang memukau dan mendapat apresiasi hangat dari para penonton.

 

Usai pementasan, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi seluruh seniman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di panggung PKB. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkesenian masyarakat Tabanan terus tumbuh dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang tetap berpijak pada akar budaya Bali.

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah bekerja keras menghadirkan penampilan luar biasa malam ini. Inilah wujud nyata bahwa seni budaya Tabanan terus hidup, berkembang, dan mampu bersaing melalui kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Semoga semangat ini terus terjaga sebagai warisan bagi generasi penerus,ujar Sanjaya.

 

Senada dengan hal tersebut, Bunda Rai juga menyampaikan kebanggaannya atas penampilan Duta Kabupaten Tabanan yang dinilai tidak hanya menampilkan kualitas seni yang tinggi, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan-pesan luhur tentang sejarah, perjuangan, dan kecintaan terhadap budaya Bali melalui setiap garapan yang dipentaskan.

 

Bunda Rai berharap semangat para seniman muda Tabanan terus terpelihara sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tetap berlandaskan nilai budaya daerah. Saya sangat bangga melihat dedikasi dan semangat luar biasa para seniman Tabanan. Semoga momentum ini semakin memotivasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya sebagai identitas serta kebanggaan Kabupaten Tabanan. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar warisan budaya kita tetap lestari dan semakin dikenal luas,ungkap Bunda Rai. (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Tabanan Hustle 3x3 Vol 2, Tegaskan Komitmen Cetak Atlet Basket Berprestasi

Tabanan ,Bali Kini - Semangat pembinaan atlet basket usia dini mewarnai pelaksanaan Tabanan Hustle 3x3 Vol 2 yang digelar Perbasi Kabupaten Tabanan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Lapangan Basket Alit Saputra Tabanan. Sebagai wujud dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (12/7) dan menyerahkan hadiah kepada para juara kejuaraan basket tingkat kelompok umur se-Bali tersebut.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Perbasi Kabupaten Tabanan, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Ketua KONI Tabanan, serta para peserta dan pendamping dari berbagai daerah di Bali.

 

Kejuaraan Tabanan Hustle 3x3 Vol 2 diikuti sebanyak 93 peserta yang berasal dari enam kabupaten/kota di Bali, yakni Kabupaten Tabanan, Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Kota Denpasar. Para peserta bertanding pada kategori usia 8 tahun campuran, 10 tahun campuran, 12 tahun putra dan putri, serta kelompok usia 14, 16, 18 hingga kategori umum 1835 tahun.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan, sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet basket berprestasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas melalui olahraga. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan lahirnya atlet-atlet basket yang membanggakan,ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan yang menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

 

Ia juga berharap kejuaraan Tabanan Hustle dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang setiap tahunnya. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Tabanan maupun Bali. Ke depan kegiatan seperti ini harus terus diperbanyak agar semakin banyak bibit atlet yang muncul. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga Tabanan Hustle terus menjadi inspirasi dalam memajukan olahraga basket di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan,imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Ivana Bunga Wahyuni, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Tabanan yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga basket sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi dengan diikuti 93 peserta dari hampir seluruh kabupaten/kota di Bali.(*)

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Tabanan ,Bali Kini  – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

 

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara. 

 

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

 

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

 

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,tegasnya.

 

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

 

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),pungkasnya. (*)

B’SUK DESA, Cara Baru BNNK Karangasem Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba hingga Desa

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem meluncurkan inovasi B’Suk Desa (BNN Masuk Desa) sebagai strategi baru dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat desa.

Program tersebut lahir sebagai respons atas meningkatnya ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Karangasem yang dinilai membutuhkan pendekatan lebih dekat dengan masyarakat.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., Rabu (15/7/2026), menjelaskan bahwa B’Suk Desa merupakan inovasi pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) langsung ke masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa.

Program ini mengintegrasikan layanan bergerak, edukasi berbasis budaya lokal, serta penjangkauan rehabilitasi melalui program Halo PaJek, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan BNN dengan lebih mudah, cepat, aman, dan tanpa dipungut biaya.

“Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan fondasi, implementasi di wilayah percontohan, hingga penguatan layanan secara berkelanjutan. Kami berharap B’Suk Desa mampu mewujudkan layanan P4GN yang terintegrasi, memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat, serta menciptakan Kabupaten Karangasem yang lebih tangguh dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba,” ujar Alvin.

Menurutnya, melalui program ini masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta terdorong berperan aktif dalam upaya pencegahannya. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.

Alvin mengakui inovasi tersebut masih akan terus dikembangkan agar jangkauan layanan semakin luas dan pelaksanaannya semakin efektif. Evaluasi berkala juga akan dilakukan agar materi, metode, dan strategi yang diterapkan tetap sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Karangasem.

“B’Suk Desa digelar agar Karangasem bergerak mewujudkan wilayah bersih narkoba. Karangasem berada di ujung timur Pulau Bali, memiliki posisi strategis dengan jumlah penduduk mencapai 536.477 jiwa yang tersebar di delapan kecamatan, 75 desa, dan tiga kelurahan. Selain itu terdapat Pelabuhan Padangbai sebagai pintu masuk orang maupun barang, serta menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Selain sektor pariwisata, Karangasem juga dikenal sebagai daerah pertambangan pasir dengan aktivitas lalu lintas truk yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi daerah menjadi jalur rawan peredaran gelap narkotika.

Alvin menegaskan, penanggulangan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN semata. Luas wilayah, keterbatasan sumber daya, serta belum meratanya akses masyarakat terhadap layanan P4GN menjadi tantangan yang harus diatasi melalui pendekatan baru yang lebih dekat dengan masyarakat.

Selama ini, sebagian besar layanan masih terpusat di Kantor BNNK Karangasem sehingga masyarakat di desa-desa harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh layanan informasi, konseling, rehabilitasi, maupun deteksi dini.

“Melalui B’Suk Desa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan edukasi, konseling, rehabilitasi, deteksi dini, hingga layanan administrasi secara cepat, aman, dan tanpa terkendala jarak. Dengan pelayanan yang proaktif, berbasis budaya lokal, serta didukung sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika meningkat dan sistem pencegahan dapat berjalan hingga tingkat desa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, S.E. menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator BNN Angkatan IV Tahun 2026 bertajuk “Penguatan Sinergi Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan Narkotika melalui Inovasi B’Suk Desa di Kabupaten Karangasem.”

Menurut Bupati, aksi perubahan tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan masyarakat AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi).

“Kami percaya inovasi B’Suk Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memberdayakan desa, sekaligus mewujudkan Karangasem bersih dari narkotika. Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik melalui kebijakan, penyediaan sumber daya, maupun kolaborasi lintas perangkat daerah demi keberhasilan implementasi program ini secara berkelanjutan,” ujar Parwata.

Ia berharap inovasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karangasem sekaligus menjadi model sinergi penanggulangan narkotika yang dapat diterapkan di daerah lain. (Ami)

Selasa, 14 Juli 2026

Eksekutif-Legislatif Kompak, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Resmi Disepakati

Jembrana , Bali Kini  - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 resmi disepakati dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana, Senin (13/7/2026).


Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memastikan pemerintah daerah segera menindaklanjuti hasil persetujuan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan.


Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Ni Made Sri Sutharmi di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana itu menjadi penanda tuntasnya pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD 2025 sebelum memasuki tahapan berikutnya.


Kembang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas sinergi yang terbangun selama proses pembahasan. 


Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting sehingga pembahasan dapat berjalan lancar.


"Pemerintah Daerah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti proses Ranperda ini menuju tahapan selanjutnya, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," ujar Kembang Hartawan.


Ia menegaskan, pengesahan Ranperda tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Sidang paripurna turut dihadiri Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, perwakilan Forkopimda Jembrana, Kepala OPD serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Jembrana.


Dengan disepakatinya Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, pemerintah daerah berharap proses selanjutnya dapat berjalan sesuai jadwal. 

Regulasi tersebut diharapkan semakin memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Jembrana. (R1a)

DPRD Karangasem Setujui Ranperda APBD 2025, Soroti Tingginya SiLPA Rp165,47 Miliar

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – DPRD Kabupaten Karangasem menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (14/7/2026). Meski seluruh fraksi menyatakan menerima, sejumlah catatan kritis disampaikan, terutama terkait tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang mencapai Rp165,47 miliar.

Laporan Gabungan Komisi DPRD menyebutkan realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp1,815 triliun, sedangkan realisasi belanja sebesar Rp1,792 triliun, sehingga menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp23,38 miliar. Sementara penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp146,08 miliar, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp4 miliar, dengan pembiayaan neto sebesar Rp142,08 miliar. Dari realisasi tersebut, SiLPA tercatat sebesar Rp165,47 miliar.

Dalam pembahasannya, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti besarnya SiLPA yang dinilai mencerminkan belum optimalnya perencanaan dan penyerapan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Fraksi juga menilai rendahnya realisasi belanja modal berdampak terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pariwisata, retribusi, pajak daerah, BUMD, digitalisasi sistem pemungutan, serta pengawasan terhadap sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Fraksi Demokrat mengapresiasi pengelolaan keuangan daerah dan berharap evaluasi terhadap kinerja OPD terus dilakukan agar pengelolaan APBD semakin baik. Fraksi Gerindra menekankan agar capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi NasDem meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK RI, sedangkan Fraksi Golkar menyoroti pentingnya peningkatan PAD, optimalisasi penerimaan sektor MBLB, serta percepatan realisasi belanja modal agar manfaat APBD lebih dirasakan masyarakat.

Usai rapat paripurna, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mengatakan DPRD akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Karangasem meningkatkan PAD, khususnya dari sektor MBLB yang pada tahun 2025 menurun.

Menurut Suastika, berdasarkan pengamatan pihak legislatif, menurunnya penerimaan dari sektor tersebut disebabkan masih lemahnya pengawasan di lapangan. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah segera mengoptimalkan digitalisasi sistem portal pengawasan sebagaimana diamanatkan dalam Perda, sehingga aktivitas pengangkutan dan pembayaran pajak MBLB dapat dipantau secara lebih efektif serta meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Menanggapi persetujuan DPRD, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pimpinan dan anggota DPRD dalam pembahasan Ranperda tersebut.

“Dengan disetujuinya Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini, proses selanjutnya akan diajukan untuk dievaluasi oleh Gubernur Bali. Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja keras, pengawasan, dukungan, dan kemitraan strategis yang telah terjalin dengan baik,” ujarnya.

Bupati menegaskan pertanggungjawaban APBD merupakan wujud penerapan prinsip pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“APBD bukan sekadar angka pendapatan dan belanja, tetapi merupakan amanah rakyat dan instrumen untuk menghadirkan perubahan. Setiap kebijakan anggaran harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Karangasem,” katanya.

Ia menjelaskan, selama Tahun Anggaran 2025 pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pariwisata, pertanian dan kelautan, serta penanganan berbagai isu strategis seperti pengendalian inflasi, kemiskinan, pengangguran, stunting, pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan.

Meski demikian, menurutnya berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan fiskal hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak boleh menyerah. Karangasem memiliki masyarakat yang pekerja keras dan semangat gotong royong. Semangat itulah yang menjadi kekuatan kita dalam membangun daerah ini,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

“Kritik dan saran yang konstruktif bukan hambatan, melainkan energi untuk memperbaiki kebijakan. Mari kita utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya dan bersama-sama mewujudkan Karangasem yang semakin maju, masyarakat yang semakin sejahtera, pemerintahan yang semakin dipercaya, serta pembangunan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Ami)

Bupati Kembang Dampingi Wagub Giri Prasta Ngupasaksi Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan wa

Jembrana , Bali Kini  – Semangat gotong royong krama Desa Adat Pangyangan, Desa Pangyangan Kecamatan Pekutatan dalam melangsungkan Karya Memungkah, Mupuk Pedagingan, Mepedudusn Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa di Pura Desa dan Puseh mendapat apresiasi yang luar biasa dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

Kehadiran orang nomor dua di Bali itu menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran Wakil Gubernur Bali bersama Anggota DPD RI, I Komang Merta Jiwa disambut oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan didampingi Ny. Drg Ani Setiawarini bersama Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi bersama anggota, Camat, Prebekel, Bendesa, bersama seluruh krama, rahina Anggar Kasih Medangsia, Selasa (7/7).   

Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat kebersamaan krama Desa Adat Pangyangan dalam menyukseskan rangkaian upacara. 

Menurutnya, nilai gotong royong yang terus dijaga masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.   

“Terbukti, titiang baru masuk, melihat parahyangannya niki becik pisan, upakara/upacaranya memargi, bagus dan luar biasa Karya Ngenteg linggih ini,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat keberadaan pura sebagai pusat spiritual sekaligus warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Keberadaan pura, menurutnya, harus terus dijaga agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.




“Pura bukan hanya tempat persembahyangan, tetapi juga simbol jati diri dan warisan leluhur yang harus kita rawat bersama untuk anak cucu kita di masa depan,” ucapnya seraya menyerahakan punia sebesar Rp. 25 juta yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Pangyangan, I Ketut Rena. 


Sementara itu, Bendesa Adat Pangyangan, I Ketut Rena yang juga sebagai Ketua Panitia Karya menyampaikan pada awal pembangunan pura ini, difasilitasi oleh bapak I Made Kembang Hartawan yang kini sebagai Bupati Jembrana mengajukan proposal kepada Bapak Giri Prasta yang saat itu menjabat sebagai Bupati Badung.


“Astungkara dengan bantuan BKK Badung saat itu, Pura Desa lan Puseh Desa Adat Panyangan kini sudah berdiri dan saat ini sedang berlangsung upacara Ngenteg Linggih. Sekali lagi, atas nama krama masyarakat desa Pangyangan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wagub Bali dan Bupati  Jembrana beserta jajaran semuanya,” ungkapnya.


Disisi lain, Ketut Rena menyampaikan rangkaian Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg linggih sudah dimilai sejak 5 Juni lalu dan nanti penyineban akan dilaksanakan pada 15 Juli 2026. “Kurang lebih eed yadnya berlangsung selama 1 setengan bulan. Astungkara seluruh rangkaian dapat berjalan dengan lancer, labda karya, ngemolihan kerahayuan untuk seluruh krama Desa Adat Pangyangan,” pungkasnya. (Pro *)

Wawali Arya Wibawa: Kreativitas Anak Muda Harus Terus Tumbuh dan Berkelanjutan

Ket foto : Suasana meriah pada hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam.

Penampilan Ary Kencana, Bagus Wirata hingga Ari Lesmana Tutup Gelaran D'Youth Fest 6.0,


Denpasar, Bali Kini - Hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 berlangsung meriah di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. Penampilan Skoozy, Ary Kencana, Dialog Dini Hari, dan Ari Lesmana sukses menggetarkan panggung utama yang mengusung konsep 360 derajat. Tak kalah semarak dari hari pertama, hari terakhir gelaran tahunan bagi pemuda Denpasar ini juga berhasil menghadirkan ribuan penonton yang memadati kawasan tersebut.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutamai, hadir langsung berbaur dengan masyarakat. Sembari menikmati sajian UMKM khas Denpasar, para pengunjung tampak antusias menikmati suguhan musik bernuansa senja yang menjadi ciri khas festival tersebut.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan D'Youth Fest 6.0 Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi capaian positif dalam menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda Kota Denpasar.

"Tentu kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan serta partisipasinya. Berbagai kekurangan yang masih ada akan terus kami evaluasi sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan kegiatan ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan bahwa meskipun pelaksanaan D'Youth Fest 6.0 telah berakhir, semangat dan kreativitas anak muda Denpasar harus terus tumbuh dan berkelanjutan. Dengan demikian, D'Youth Fest dapat menjadi puncak ekspresi kreativitas generasi muda Kota Denpasar setiap tahunnya.

"D'Youth Fest memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi, dan menghasilkan kreasi dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu mewujudkan generasi muda yang unggul," jelasnya.

Arya Wibawa menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Melalui penyelenggaraan yang semakin berkualitas, D'Youth Fest diharapkan menjadi momentum kolaborasi yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, yakni Denpasar Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

"Harapan kami, acara ini menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk terus berkreativitas sekaligus menjadi momentum kebangkitan kreativitas dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang terus ditingkatkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra Putra, mengatakan bahwa malam puncak D'Youth Fest 6.0 menghadirkan beragam atraksi unggulan yang memadukan seni budaya, kreativitas modern, ekonomi kreatif, serta hiburan musik dari musisi lokal dan nasional. Kolaborasi spektakuler Ogoh-Ogoh Gajah karya ST. Yowana Saka Bhuwana, Banjar Taensiat, bersama Kedux Garage, Palawara Music Company, dan Manubada Art bertajuk "Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta" sukses memukau ribuan penonton pada malam sebelumnya.

Selain penampilan kolaborasi tersebut, sederet musisi turut memeriahkan festival, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Selain itu, sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck juga dilibatkan sebagai upaya memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Rangkaian D'Youth Fest 6.0 telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival yang melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, D'Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Dengan menggandeng Komunitas Eling Ring Pertiwi, D'Youth Fest berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Ryastiti menambahkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berharap D'Youth Fest 6.0 mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga mampu melahirkan karya-karya yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

"D'Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing," tutup Luh Putu Ryastiti. (*)

Walikota Jaya Negara Tanda Tangani Perjanjian MoU Sister City Dengan Kota Piraeus

Ket. Foto : Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City sebagai bentuk kerja sama "sister city" dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani dilaksanakan secara hybrid di Kantor Walikota Denpasar, pada Senin (13/7).


Buka Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang


Denpasar , Bali Kini - - Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City sebagai bentuk kerja sama "sister city" antara kedua pihak. Pelaksanaan tersebut dilaksanakan secara hybrid di Kantor Walikota Denpasar, Senin (13/7).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama  Pemerintah Kota Piraeus. Kegiatan ini turut disaksikan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Ahmad Fajri, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kesepakatan Sister City merupakan wujud komitmen kedua kota untuk membangun hubungan yang lebih erat, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kolaboratif.

"Kami turut berterimakasih atas kerja sama yang kami sepakati dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani," ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa penandatangan kesepakan kerja sama ini untuk memperluas kolaborasi serta mempromosikan dan mengembangkan hubungan baik antara dua kota yang efektif dan saling menguntungkan. Melalui kemitraan tersebut, kedua kota diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat hubungan persahabatan.

"Sekali lagi kami turut mengucapkan terimakasih karena proses penandatangan kerjasama tersebut bisa berjalan lancar dan baik. Meskipun dilakukan secara hybrid dan melalui MoU ini kami berharap kedepannya ada peningkatan kerjasama baik dibidang sosial, pembangunan, pemerintahan, pemajuan pariwisata, maupun kebudayaan yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat" pungkas Jaya Negara.

Sementara Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, Ahmad Fajri berharap kerjasama ini dapat terjalin dengan baik sesuai apa yang diusulkan serta dapat mendukung pemahaman bersama dan saling membina antar kedua belah pihak dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kerjasama guna memperluas kolaborasi antar kota.
"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman bersama, memperluas kolaborasi, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang saling menguntungkan bagi kedua kota," ujarnya. (Humasdps/Arm)

Wali Kota Jaya Negara Harapkan Momentum Ini Perkuat Ekosistem Seni Budaya Berkelanjutan

Ket. Foto : Hadiri Penutupan PKB XLVIII Tahun 2026


Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Gubernur Bali Wayan Koster hadir pada Penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sekaligus Pembukaan Festival Seni Bali Jani Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar pada Sabtu (11/7) malam. 

Digelar dari tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026, perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata tahun 2026 ini mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang berarti Memuliakan Jiwa Paripurna melalui keseimbangan spiritual dan pemurnian jiwa. Menampilkan beragam kegiatan pentas seni dan budaya. 

Dalam kesempatan tersebut turut pula hadir Bupati se- Bali, Forkopimda, para pegiat Seni, Budayawan serta undangan terkait lainnya.


Selain seremonial penutupan PKB 2026, malam itu sekaligus juga diumumka tema PKB Tahun 2027 mendatang, yakni Wana Kerthi Byana Sandharana Loka memiliki makna "Hutan Penyangga Kehidupan".
Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut, juga diserahkan Piagam Penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang telah berjasa dalam melestarikan, mengembangkan dan memajukan seni budaya Bali dan juga apresiasi kepada para pemenang Wimbakara PKB Tahun 2026.


Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyebut PKB menjadi motor pelestarian budaya dan penggerak kemajuan perekonomian di Bali. PKB adalah sarana untuk menjaga budaya, adat, dan istiadat Bali. Sehingga, eksistensi keunikan budaya Bali di mata dunia tetap terjaga.

"Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Daerah di Bali terus mengupayakan ekosistem seni budaya di Bali bertumbuh serta mengapresiasi para seniman yang telah mencurahkan dediksinya dalam menggarap karya seni," kata Wayan Koster.

Terkait partisipasi seniman di PKB Tahun 2026, lanjut Koster, tercatat 673 lembaga seni atau sekehe seni yang aktif berpartisipasi. Dengan jumlah pengunjung PKB di tahun ini mencapai sekitar 1.822.857 dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5.743 wisatawan mancanegara. 

Sementara di sektor Stand kuliner berjualan 74 stand dengan omzet penjualan 5 Milyar dan jumlah Stand IKM kerajinan Bali sebanyak 124 Stand dengan Omzet Penjualan sekitar 11 Milyar. 


"Rampungnya Pesta Kesenian Bali tahun ini harapannya semoga seniman yang akan berpartisipasi langsung bergerak untuk membuat karya, kreasi, dan inovasi untuk Pesta Kesenian Bali tahun 2027 agar semakin maju dan berkualitas," tambah Gubernur Wayan Koster. .

Sementara Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali, seluruh seniman, budayawan, sekehe seni, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026.

"Partisipasi para seniman dan duta kesenian Kota Denpasar menjadi bukti nyata komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Bali sebagai warisan adiluhung yang menjadi identitas masyarakat Bali," ungkap Jaya Negara.

Pihaknya juga mengharapkan semangat yang tumbuh selama pelaksanaan PKB tidak berhenti pada malam penutupan ini. "Jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat ekosistem seni budaya yang berkelanjutan, sehingga Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya tetap menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas para seniman," ujar Jaya Negara. (humas.dps/esa-wahdodik)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved