Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem meluncurkan inovasi B’Suk Desa (BNN Masuk Desa) sebagai strategi baru dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat desa.
Program tersebut lahir sebagai respons atas meningkatnya ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Karangasem yang dinilai membutuhkan pendekatan lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., Rabu (15/7/2026), menjelaskan bahwa B’Suk Desa merupakan inovasi pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) langsung ke masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa.
Program ini mengintegrasikan layanan bergerak, edukasi berbasis budaya lokal, serta penjangkauan rehabilitasi melalui program Halo PaJek, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan BNN dengan lebih mudah, cepat, aman, dan tanpa dipungut biaya.
“Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan fondasi, implementasi di wilayah percontohan, hingga penguatan layanan secara berkelanjutan. Kami berharap B’Suk Desa mampu mewujudkan layanan P4GN yang terintegrasi, memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat, serta menciptakan Kabupaten Karangasem yang lebih tangguh dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba,” ujar Alvin.
Menurutnya, melalui program ini masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta terdorong berperan aktif dalam upaya pencegahannya. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Alvin mengakui inovasi tersebut masih akan terus dikembangkan agar jangkauan layanan semakin luas dan pelaksanaannya semakin efektif. Evaluasi berkala juga akan dilakukan agar materi, metode, dan strategi yang diterapkan tetap sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Karangasem.
“B’Suk Desa digelar agar Karangasem bergerak mewujudkan wilayah bersih narkoba. Karangasem berada di ujung timur Pulau Bali, memiliki posisi strategis dengan jumlah penduduk mencapai 536.477 jiwa yang tersebar di delapan kecamatan, 75 desa, dan tiga kelurahan. Selain itu terdapat Pelabuhan Padangbai sebagai pintu masuk orang maupun barang, serta menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata, Karangasem juga dikenal sebagai daerah pertambangan pasir dengan aktivitas lalu lintas truk yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi daerah menjadi jalur rawan peredaran gelap narkotika.
Alvin menegaskan, penanggulangan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN semata. Luas wilayah, keterbatasan sumber daya, serta belum meratanya akses masyarakat terhadap layanan P4GN menjadi tantangan yang harus diatasi melalui pendekatan baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selama ini, sebagian besar layanan masih terpusat di Kantor BNNK Karangasem sehingga masyarakat di desa-desa harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh layanan informasi, konseling, rehabilitasi, maupun deteksi dini.
“Melalui B’Suk Desa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan edukasi, konseling, rehabilitasi, deteksi dini, hingga layanan administrasi secara cepat, aman, dan tanpa terkendala jarak. Dengan pelayanan yang proaktif, berbasis budaya lokal, serta didukung sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika meningkat dan sistem pencegahan dapat berjalan hingga tingkat desa,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, S.E. menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator BNN Angkatan IV Tahun 2026 bertajuk “Penguatan Sinergi Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan Narkotika melalui Inovasi B’Suk Desa di Kabupaten Karangasem.”
Menurut Bupati, aksi perubahan tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan masyarakat AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi).
“Kami percaya inovasi B’Suk Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memberdayakan desa, sekaligus mewujudkan Karangasem bersih dari narkotika. Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik melalui kebijakan, penyediaan sumber daya, maupun kolaborasi lintas perangkat daerah demi keberhasilan implementasi program ini secara berkelanjutan,” ujar Parwata.
Ia berharap inovasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karangasem sekaligus menjadi model sinergi penanggulangan narkotika yang dapat diterapkan di daerah lain. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram