-->

Jumat, 17 Juli 2026

PETANI SUBAK ABANG ALAMI GAGAL PANEN AKIBAT SERANGAN HAMA TIKUS

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Petani di Tempek Andong, Subak Abang, Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, kembali mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Hama tersebut menyerang tanaman padi saat berusia sekitar 40 hari dengan cara menggigiti batang padi hingga tanaman mati dan tidak dapat menghasilkan bulir padi,Jumat (17/7/2026).

Akibat serangan hama ini, para petani mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta per petani. Kerugian tersebut meliputi biaya pembelian bibit, pupuk, serta ongkos pengolahan lahan yang telah dikeluarkan selama masa tanam.

Salah seorang petani, Made Dugdug, mengaku telah tiga kali mengalami gagal panen di lahan garapannya. Ia mengelola dua bidang sawah seluas 20 are dan 30 are yang kini sama-sama mengalami kerusakan akibat serangan tikus.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan populasi hama, termasuk menggunakan racun tikus. Namun, cara tersebut dinilai tidak efektif karena jumlah tikus justru semakin banyak dan serangannya semakin parah.

Made Dugdug, Petani Subak Andong
“Sudah tiga kali gagal panen. Dulu sudah pernah pakai racun tikus, tapi sekarang tikus malah semakin banyak dan semakin ganas menyerang padi.”

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya dialami dirinya. Sejumlah petani lain di Subak Andong juga mengalami nasib serupa dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi.

Para petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mencari solusi pengendalian hama tikus secara terpadu. Mereka khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut, produktivitas pertanian di wilayah Abang akan terus menurun dan berdampak pada pendapatan petani. (Ami)

Tutup MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar, Sekda Eddy Mulya Paparkan Tentang Keadaban Digital Citizenship

Ket. Foto: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang.

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang. 

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar untuk memdalami keadaban digital atau yang populer dengan istilah digital citizenship, yang merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.


Kehadirannya di berbagai sekolah pada MPLS ini, kata Eddy Mulya menjadi komitmen dan kewajiban guna memproklamasikan, mengedukasi, dan menyampaikan bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat, dan nyaman. 

Lebih lanjut Eddy Mulya menekankan satu topik penting lainnya. Yakni, seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan, era globalisasi, dan era digitalisasi. Seperti pesan sering disampaikan, kata Eddy Mulya, pihaknya mengajak untuk menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk di dalamnya aspek-aspek digitalisasi.

“Pada sore hari ini, saya ingin mengajak Adik-adik semua, Mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan keadaban digital (digital citizenship)," ungkapnya.

Eddy Mulya kemudian memaparkan, definisi keadaban digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika kita berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, keadaban digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Agar pemanfaatan teknologi digital ini menjadi sangat efektif, lanjut Eddy Mulya, para siswa  harus bisa menerapkannya di sepanjang waktu persekolahan, di rumah, di masyarakat, dan di mana saja berada. "Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menggunakan teknologi digital seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak," tegasnya.

Lebih jauh, Eddy Mulya juga berpesan, manfaatkanlah berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak. 


“Saya menitipkan topik keadaban digital ini secara khusus kepada Ibu Kepala Sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Dengan demikian, kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan keadaban digital," katanya. 

Sekolah ini lanjutnya, akan menjadi sekolah yang teristimewa ketika mampu menjadi pelopor keadaban digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan keadaban digital.

“Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. Saya berharap Adik-adik sekalian mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan”, ujar Eddy Mulya.

Sementara Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati mengucap terimakasih sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

"MPLS SMK PGRI 5 Denpasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya di keadaban digitalisasi," ujarnya. (Ays).

Ketua POKJA PAUD, Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS

Ket foto : Ketua POKJA PAUD, Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS, Tekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Denpasar, Bali Kini - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke jenjang SD berjalan dengan lancar, nyaman, dan menyenangkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Andika dan Bunda Paud Kelurahan Pemecutan, Ny. Komang Ayu Widiani Kusumajaya.

Dalam kunjungannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut serta dalam kegiatan MPLS seperti senam bersama dan bernyanyi, serta memberikan pesan moral kepada anak-anak agar belajar menjadi pribadi mandiri , serta terbentuk rasa yang aman, tenang, dan nyaman saat berada di sekolah.

"Kegiatan peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan MPLS berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mengemas MPLS dengan berbagai kegiatan edukatif yang bersifat non-akademik, seperti pengenalan lingkungan sekolah melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif lainnya. Sehingga nantinya para siswa yang baru akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya serta terciptanya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah," ujar Ayu Kristi

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar melalui Pokja Bunda PAUD dalam memastikan transisi anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Kepala Sekolah TK Sila Dharma, Ni Made Suci Purwani, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman, diawali dengan senam bersama, doa pagi, dan pengenalan lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Pemecutan, I Gusti Nyoman Sri Artini yang juga menyatakan bahwa meskipun sekolahnya pada tahun ini menerima 64 murid baru, MPLS tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

"​Kami di sekolah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar merasa senang berada di sekolah. Selama masa MPLS ini, kami fokus pada pembangunan karakter dan pengenalan lingkungan melalui metode bermain. Kami memastikan anak-anak tidak merasa terbebani dengan ekspektasi akademis yang berat di hari-hari pertama mereka, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman baru," ujarnya
(Wah)

Wali Kota Jaya Negara Buka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak 2026.

Ket foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa saat secara resmi membuka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Tahun 2026 di Graha Yowana Suci, Denpasar, Jumat (17/7).


Wujud Sinergi dan Kolaborasi, Tekankan Pajak Rakyat untuk Kesejahteraan Rakyat.

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Tahun 2026 di Graha Yowana Suci, Denpasar, Jumat (17/7). Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pajak tersebut akan berlangsung hingga Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa pajak merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, serta undangan lainnya. Usai pembukaan, Wali Kota Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Arya Wibawa dan para undangan mengikuti pertandingan ekshibisi.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Pajak tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar. Menurutnya, turnamen tenis meja dipilih karena mencerminkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi yang selaras dengan semangat membangun kepatuhan pajak.

Alit Adhi Merta menambahkan, turnamen berlangsung selama dua hari, yakni 17–18 Juli 2026 di Graha Yowana Suci, dengan mempertandingkan kategori beregu desa/kelurahan, ganda perwakilan desa/kelurahan, serta kelompok pelajar putra dan putri U-13 hingga U-19. Sebanyak 304 peserta ambil bagian, terdiri atas 258 peserta dari desa/kelurahan dan 46 peserta pelajar. Seluruh pertandingan menggunakan peraturan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan dipimpin oleh wasit berlisensi guna menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme.

"Kami berharap Turnamen Tenis Meja Hari Pajak ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong, kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik," ujar Ida Bagus Alit Adhi Merta.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa Hari Pajak merupakan momentum penting untuk mengingat kembali peran strategis pajak dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah. Menurutnya, pajak menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang terus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. Kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan merupakan wujud kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Denpasar yang kita cintai," ujarnya. 

Di sisi lain, kata Jaya Negara penyelenggaraan Turnamen Tenis Meja Hari Pajak ini juga menjadi wahana pembibitan atlet serta ajang menjaring atlet-atlet berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Denpasar. Terlebih, tenis meja merupakan olahraga yang sangat dekat dan dikenal luas oleh masyarakat sehingga memiliki potensi besar dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. 

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa ke depan Pemerintah Kota Denpasar akan terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan pajak yang semakin efektif dan efisien sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Denpasar yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Wali Kota Jaya Negara juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Pajak Tahun 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.

"Dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam serta tema 'Pajak Rakyat untuk Kesejahteraan Rakyat', saya berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu mewujudkan fiskal yang kuat demi keberlanjutan pembangunan dan terwujudnya Denpasar Maju," ujarnya.
(Ags).

Walikota Jaya Negara Terima Study Tiru Bupati Paser

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/7). 


Denpasar Jadi Rujukan Penanganan Kemiskinan


Denpasar, Bali Kini -  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/7). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai strategi penanggulangan kemiskinan, dengan Kota Denpasar dipilih sebagai daerah pertama yang dikunjungi Kabupaten Paser untuk mempelajari berbagai inovasi dan kebijakan dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli beserta rombongan diterima langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Yudyani Putri, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Fahmi Fadli mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat Pemerintah Kota Denpasar. Menurutnya, keberhasilan Denpasar menekan angka kemiskinan ekstrem hingga sekitar 0,03 persen menjadi inspirasi bagi daerah lain. Karena itu, Kabupaten Paser ingin mempelajari secara langsung berbagai kebijakan, inovasi, serta pola kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Pemkot Denpasar agar dapat diadaptasi sesuai kondisi daerahnya.

"Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami," ujar dr. Fahmi Fadli.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Paser yang telah memilih Kota Denpasar sebagai pusat study tiru. Jaya Negara menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak serta dukungan kondisi Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dan daerah pariwisata. "Dengan jumlah penduduk sekitar 762,48 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan, Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM," ujar Jaya Negara.

Jaya Negara menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp. 2,2 triliun. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kota Denpasar juga terus mengalami penurunan. Dari 2,14 persen pada tahun 2020, angka tersebut sempat meningkat akibat dampak pandemi, namun kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16 persen pada tahun 2025. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Bali.
Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan, Pemkot Denpasar menjalankan berbagai program terpadu dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, di antaranya program bedah rumah senilai Rp.100 juta per unit yang didukung CSR BUMN, Perumda, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain menyediakan hunian yang layak, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik, salah satunya melalui pelaksanaan uji coba Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital). "Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi," ujar Jaya Negara. (Pur)

Kamis, 16 Juli 2026

Walikota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Penyineban di Pura Luhur Uluwatu.

Ket foto : Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).


Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

"Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu," ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan Melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam.

Sementara, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan  masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

"Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara. (Ays).

PP Kompetensi Numerasi Guru, Pemkab Bangli Tutup Pelatihan Metode GASING dan Gelar Seminar Bersama Prof. Yohanes Surya

BANGLI , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) resmi menutup rangkaian Pelatihan Guru Pandai Berhitung dengan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) Tahun 2026. Acara penutupan ini dirangkaikan dengan Seminar GASING nasional yang menghadirkan tokoh pakar numerasi terkemuka Indonesia, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., bertempat di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, pada Kamis (16/7/2026)

Rangkaian program peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekolah dasar ini telah berlangsung secara intensif sejak tanggal 30 Juni 2026 hingga 16 Juli 2026. Program strategis ini terselenggara berkat kerja sama sinergis antara Pemerintah Kabupaten Bangli dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya dengan tujuan utama untuk mentransformasi metode pembelajaran matematika tingkat dasar agar lebih interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi anak-anak di Bangli.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dalam kesempatannya menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi para tenaga pendidik secara berkelanjutan. Beliau meyakini bahwa pondasi utama untuk mewujudkan kemajuan daerah berakar dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda. "Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru. Kami meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bangli yang maju, berdaya saing, dan sejahtera," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wayan Diar menyampaikan bahwa metode pembelajaran matematika yang inovatif seperti GASING ini diharapkan mampu mengubah paradigma belajar anak, dari yang semula menakutkan menjadi proses yang menyenangkan. Keberhasilan pelatihan ini pun ditegaskan tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, melainkan dari dampaknya secara nyata saat diimplementasikan di ruang kelas. "Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bangli. Melalui Metode GASING, kita berharap pembelajaran matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan, melainkan menjadi proses belajar yang mudah dipahami, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik," tambahnya.

Puncak acara penutupan hari ini diisi dengan Seminar GASING yang dipandu langsung oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Yohanes Surya menjabarkan bagaimana teknik visualisasi dan pendekatan logika sederhana dari metode GASING mampu menstimulasi kemampuan berhitung anak dengan sangat cepat tanpa membebani mental anak secara akademik.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bangli, perwakilan instansi vertikal, serta ratusan guru perwakilan se-Kabupaten Bangli.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bangli optimistis rapor mutu pendidikan daerah, khususnya pada indikator numerasi literasi, akan mengalami lompatan positif signifikan ke depan demi menyongsong generasi emas Bangli yang cerdas, unggul, dan kompetitif.(*)

Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat , TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli Resmi Dibuka

BANGLI , BALI KINI - Bupat Bangli Sang Nyoman Sedana Arta  membuka secara resmi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1626/Bangli  di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Daerah,TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda Bangli  I Dewa Bagus Riana Putra, Kasi Ter Korem 163/Wira Satya Kolonel Inf Dindin Nasrudin,Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, Kapolres Bangli AKBP James Irianov Syaloom Rajagukguk, Kepala Kejaksaan Negeri Bangli Yetty Herawaty, Ketua Pengadilan Negeri Bangli Hilarius Grahita Setya Atmaja, para Kabalak Kodam IX/Udayana, Dandim jajaran Korem 163/Wira Satya, para Kepala PD di Lingkungan  Pemkab Bangli, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, Satgas TMMD, serta sekitar 300 peserta upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan penandatanganan naskah penyerahan pekerjaan dari Pemerintah Kabupaten Bangli kepada Dansatgas TMMD, penyematan tanda peserta dan penyerahan toolkit kepada perwakilan TNI dan masyarakat, hingga pernyataan resmi pembukaan TMMD Ke-129 Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bangli.

Dalam sambutannya, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan apresiasi kepada TNI yang selama ini terus hadir membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke pelosok desa. "Program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terbukti memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh komponen masyarakat, kita mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa," ujar Sedana Arta.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sekardadi untuk ikut berpartisipasi aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan TMMD.

"Saya mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama mendukung, menjaga semangat kebersamaan, dan merawat seluruh hasil pembangunan yang nantinya diwujudkan melalui program TMMD ini. Apa yang dibangun harus menjadi aset bersama yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, selaku Dansatgas TMMD Ke-129 Tahun 2026 mengatakan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang bertujuan mempercepat pembangunan daerah serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Melalui sinergi inilah kita berharap seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terlaksana secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sekardadi," ungkap Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa selama 30 hari pelaksanaan TMMD akan dikerjakan lima sasaran fisik, 12 kegiatan nonfisik, serta berbagai program unggulan TNI AD.
"Selain pembangunan fisik, kami juga melaksanakan program tambahan berupa pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi lima unit MCK, penyediaan lima titik TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB), percepatan penurunan stunting, pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial, ketahanan pangan, serta penanaman pohon melalui program TNI AD Bersatu Dengan Alam. Seluruh program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan," jelas Letkol Inf Yugi Prastawa.

Program TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selain lima sasaran fisik dan dua belas kegiatan nonfisik, program ini juga mencakup berbagai sasaran tambahan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, kesehatan, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat Desa Sekardadi(*)

TPPU Willy Akasaka Rampung, Berkas Sudah Sampai Denpasar

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Terpidana seumur hidup, Abdulrahman Willy alias Willy Bin Ng Leng Kong, eks Manager Marketing Akasaka, berkasnya telah dituntaskan. Dengan rampungnya berkas perkara ini, Mabes Polri sudah melimpahkannya ke Kejari Denpasar. 

Pelimpahan berkas dari Mabes Polri ini dibenarkan Kasiintel Kejari Denpasar Achmad Wahyudi. Kata Kasintel, untuk pelimpahan tersangka pada tahap II dilakukan secara Virtual. "Saat ini terpidana Willy sedang menjalani tahanan di Lapas Nusakambangan, maka tahap II untuk tersangka ini dilakukan secara virtual," Singkatnya. 

Ditegaskannya, bahwa untuk perkara TPPU yang menjerat eks petinggi Akasaka itu adalah masih terkait kasus narkoba yang menjeratnya Seumur Hidup. "Untuk sangkaan TPPU kasus narkoba," Lanjutnya. 

Salah satu pasal yang disangkakan, diterangkan Wahyudi, adalah Pasal 137 UU Narkotika (UU Nomor 35 Tahun 2009) mengatur tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya perkara yang mengantar Willy hingga harus mendekam di Nusa Kambangan adalah perkara 19 ribu butir pil ekstasi, yang diungkap Mabes Polri. Dalam perkara yang menjeratnya, Willy mengaku bergerak tidak sendirian. 

Dari Pengadilan Denpasarnyang menyidangkan kala itu, disebutkan ada terpidana lain Budi Liman alias Budi Bin Sujono Liman Santoso, Iskandar Halim alias Ko'i Bin Muslim Halim, dan Dedi Setiawan alias Cipeng Bin Alex, dimana masing-masing diganjar hukuman berbeda.

Rabu, 15 Juli 2026

Menghidupkan Koperasi Multi-Pihak untuk Menjaga Kedaulatan Pangan Lokal".

Laporan Reporter: I Nengah Muliarta

Bali Kini - Tantangan pangan Indonesia hari ini tidak lagi sekadar urusan perut, melainkan masalah kedaulatan yang mendesak. Perubahan iklim yang tidak menentu, fenomena cuaca ekstrem, serta alih fungsi lahan pertanian yang masif terus menggerus kapasitas produksi pangan lokal. Sawah dan ladang berganti rupa menjadi kawasan beton, sementara petani yang menjadi tulang punggung produksi justru semakin menua tanpa regenerasi yang memadai. Realitas ini menempatkan ketahanan pangan nasional pada posisi yang sangat rentan terhadap gejolak global.

Kerentanan tersebut diperparah oleh rantai pasok konvensional yang terlalu panjang dan tidak efisien. Petani lokal sering kali berada pada posisi paling lemah, terombang-ambing oleh permainan harga tengkulak. Hasil panen dihargai murah di tingkat ladang, namun melonjak drastis saat mencapai meja makan konsumen. Pola ini tidak hanya memiskinkan produsen, tetapi juga memicu inflasi yang membebani masyarakat luas. Kelembagaan pertanian lama terbukti gagal memberikan proteksi karena bergerak secara parsial tanpa integrasi.

Fauzin dalam sebuah artikel berjudul “Pengaturan Impor Pangan Negara Indonesia Berbasis pada Kedaulatan Pangan” yang dipublikasikan di Jurnal Pamator pada tahun 2021 mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap arus impor untuk komoditas pokok juga menjadi bom waktu. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan diversifikasi pangan lokal yang luar biasa, mulai dari umbi-umbian, jagung, hingga buah-buahan endemik. Sayangnya, potensi besar ini kerap terabaikan akibat kebijakan yang seragam dan berorientasi instan. Mengandalkan pasokan luar negeri di tengah ketidakpastian geopolitik dunia adalah langkah yang penuh risiko.

Menghadapi situasi pelik ini, jalan keluar tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Pemenuhan kebutuhan pangan harus bergeser dari sekadar konsep ketahanan yang bertumpu pada ketersediaan fisik, menuju kedaulatan pangan sejati. Masyarakat harus memiliki kuasa penuh untuk menentukan sistem pangan secara mandiri, ramah lingkungan, dan berbasis potensi lokal. Langkah awal menuju ke sana membutuhkan perombakan total pada aspek kelembagaan ekonomi di tingkat tapak. Perubahan radikal inilah yang mendasari urgensi kehadiran model korporasi baru yang lebih adil dan integratif.

Kelembagaan ekonomi konvensional pada sisi lain sering kali terjebak dalam sekat-sekat kepentingan yang saling menegasikan. Petani berjalan sendiri tanpa jaminan pasar, sementara pelaku teknologi dan pemasar hanya mencari keuntungan masing-masing. Koperasi konvensional yang satu dimensi juga kerap gagal menjawab tantangan modernisasi pertanian karena keterbatasan modal dan keahlian manajemen. Kelemahan struktural ini menuntut hadirnya model baru yang mampu menyatukan berbagai elemen ekosistem pangan dalam satu wadah yang setara.

Koperasi Multi-Pihak hadir sebagai jawaban inovatif atas kebuntuan tata kelola tersebut. Model kelembagaan ini mendesain ulang struktur kepemilikan koperasi dengan mengizinkan berbagai kelompok anggota masuk dalam satu badan hukum sekaligus. Kelompok produsen, penyedia teknologi, pemasar, investor, hingga konsumen kini tidak lagi berdiri berseberangan sebagai mitra luar yang saling mencurigai. Semua pihak bertransformasi menjadi pemilik bersama yang memiliki hak suara dan andil langsung dalam setiap keputusan strategis organisasi.

Penyatuan berbagai kelompok kepentingan ini secara otomatis menyelaraskan insentif ekonomi dari hulu ke hilir. Konflik klasik seperti harga beli yang terlalu rendah bagi petani atau harga jual yang terlampau mahal bagi konsumen dapat dijembatani secara adil melalui musyawarah internal. Transparansi informasi menjadi pilar utama karena seluruh rantai nilai pangan terbuka lebar bagi seluruh anggota. Efisiensi tinggi langsung tercipta begitu perantara yang tidak memberikan nilai tambah berhasil dipangkas dari jalur distribusi pangan.

Pengelolaan koperasi modern ini menuntut kepemimpinan yang adaptif, transparan, dan berbasis teknologi digital. Masuknya kelompok profesional, peneliti, serta akademisi sebagai anggota koperasi membawa angin segar bagi tata kelola organisasi. Keputusan bisnis kini diambil berdasarkan analisis data yang akurat, bukan sekadar intuisi atau kebiasaan masa lalu yang usang. Pola kerja yang dinamis ini membuat koperasi jauh lebih lincah merespons perubahan pasar sekaligus mempercepat adopsi inovasi pertanian ramah lingkungan.

Kekuatan modal kolektif dalam wadah baru ini juga membuka akses yang jauh lebih luas terhadap skema pembiayaan dan teknologi modern. Kepercayaan lembaga keuangan komersial meningkat pesat karena koperasi terbukti memiliki ekosistem bisnis yang stabil dan terintegrasi secara kuat. Langkah progresif ini pada akhirnya melahirkan demokratisasi ekonomi yang sesungguhnya di tingkat tapak. Kemandirian pangan lokal bukan lagi sekadar impian, melainkan hasil nyata dari gotong royong modern yang terstruktur secara cerdas dan profesional.

Strategi Integrasi dari Hulu ke Hilir

Penguatan kedaulatan pangan lokal membutuhkan langkah konkret yang menghubungkan kerja keras di sawah dengan kebutuhan meja makan konsumen. Koperasi Multi-Pihak menerjemahkan kebutuhan ini melalui strategi integrasi vertikal yang memangkas sekat-sekat operasional. Pendekatan ini memastikan setiap proses produksi, pengolahan, hingga distribusi berjalan dalam satu komando sistem yang padu. Keberhasilan model ini bertumpu pada kemampuan mengelola seluruh rantai nilai secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Sektor hulu menjadi fondasi awal dengan menerapkan standarisasi budi daya berbasis pertanian ramah lingkungan. Petani anggota mendapatkan jaminan pasokan pupuk organik berkualitas, benih unggul lokal, serta pendampingan teknis secara berkala dari para ahli. Penerapan metode pertanian minim input luar ini tidak hanya memulihkan kesehatan ekosistem tanah, tetapi juga menekan biaya produksi secara signifikan. Produktivitas lahan terjaga secara alami, menghasilkan komoditas pangan yang lebih sehat, aman, dan memiliki nilai tawar tinggi.

Fase pascapanen dikelola secara kolektif untuk meminimalkan risiko kehilangan hasil pertanian yang sering merugikan petani. Koperasi membangun fasilitas pengolahan bersama di dekat sentra produksi untuk mengubah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk siap konsumsi. Diversifikasi produk ini memperpanjang masa simpan komoditas lokal sekaligus melipatgandakan nilai tambahnya di pasar. Proses pengolahan yang higienis dan modern memastikan produk lokal mampu bersaing dengan barang-barang impor di rak-rak jaringan ritel.

Sektor hilir dikuasai dengan memanfaatkan platform teknologi digital untuk memotong jalur pemasaran tradisional yang rumit. Koperasi menghubungkan produk olahan petani langsung ke jaringan konsumen akhir, restoran, hotel, hingga instansi pemerintah melalui sistem kemitraan strategis. Kepastian pasar dan harga yang adil tercipta karena transaksi dilakukan tanpa melalui perantara pihak ketiga yang kerap menekan produsen. Konsumen pun mendapatkan kepastian pasokan pangan segar dengan harga yang wajar serta kualitas yang terjamin.

Siklus integrasi ini ditutup dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular tanpa limbah di seluruh lini usaha. Sisa hasil pertanian dan limbah pengolahan pangan tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi pupuk kompos atau pakan ternak berkualitas. Hasil olahan limbah ini dikembalikan lagi kepada petani anggota untuk menyuburkan kembali lahan-lahan mereka pada musim tanam berikutnya. Pola sirkularitas ini menciptakan kemandirian sarana produksi sekaligus menegaskan peran koperasi sebagai pelopor kedaulatan pangan yang ramah bumi.

Keberlanjutan Pangan dan Kejayaan Ekonomi Bangsa

Integrasi menyeluruh dari hulu ke hilir pada akhirnya bermuara pada kokohnya fondasi ekonomi nasional. Kedaulatan pangan yang tangguh membuat ketergantungan terhadap impor komoditas pokok perlahan dapat dikikis habis. Ketahanan bangsa tidak lagi rapuh oleh gejolak politik global atau pembatasan ekspor dari negara lain karena kebutuhan dasar warga negara telah terpenuhi secara mandiri. Langkah strategis ini memperkuat kedaulatan negara sekaligus menyelamatkan devisa yang selama ini mengalir keluar.

Kemandirian yang tercipta di tingkat tapak secara otomatis mendorong keadilan ekonomi yang lebih merata. Petani lokal kini menikmati kesejahteraan nyata karena posisi mereka telah naik kelas menjadi pemilik saham dalam ekosistem koperasi. Pendapatan yang stabil dan adil di pedesaan memperkecil ketimpangan sosial serta menahan laju urbanisasi secara alami. Perputaran uang yang sehat di sektor pertanian ini menghidupkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru yang produktif.

Penerapan prinsip sirkular dalam produksi pangan terbukti mampu melestarikan lingkungan sekaligus menghidupkan kembali keragaman pangan lokal yang sempat terpinggirkan. Tanah yang subur secara alami tanpa ketergantungan pupuk kimia menjadi warisan berharga untuk kelangsungan hidup bangsa. Pemanfaatan potensi komoditas endemik yang adaptif terhadap perubahan iklim ini memperkaya identitas pangan nusantara. Koperasi hijau menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidup dapat berjalan selaras menjaga keseimbangan ekosistem tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Keberhasilan gerakan koperasi ini merupakan manifestasi nyata dari sistem Ekonomi Pancasila yang modern dan inklusif. Gotong royong tidak lagi sekadar jargon sosial, melainkan menjelma menjadi model bisnis profesional yang berdaya saing tinggi. Indonesia yang berjaya bukan lagi angan-angan, melainkan hasil logis dari kemandirian pangan rakyat yang dikelola secara cerdas dan berkelanjutan. Melalui jalur hijau koperasi, bangsa ini siap melangkah mantap menuju masa depan yang adil, makmur, dan disegani dunia.


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved