-->

Senin, 24 Agustus 2026

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Tabanan , Bali Kini – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.(*)

Bupati Sanjaya Buka Touring TOMBAK, Dorong Komunitas Motor Jadikan Tabanan Titik Kumpul


Tabanan , Bali Kini – Semangat kebersamaan komunitas otomotif se-Bali mewarnai Kabupaten Tabanan melalui Touring Motor TOMBAK (Touring Motor Batur Agung Kerambitan) yang berkolaborasi dengan Bali Willys Club, Minggu (23/8). Bertempat di Puri Gede Kerambitan, kegiatan yang diikuti 170 peserta tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sekaligus menjadi momentum silaturahmi komunitas otomotif sekaligus penggalangan dana untuk mendukung Ngenteg Linggih ring Kahyangan Batur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ida Anglurah Puri Agung Kerambitan, Semeton Puri Agung Kerambitan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta para peserta touring. Adapun rute touring dimulai dari Puri Gede Kerambitan menuju Tambawaras, Belimbing, Selemadeg, kemudian kembali dan finish di Puri Gede Kerambitan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan komunitas otomotif sekaligus wadah kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan touring yang tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi komunitas otomotif, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. “Menyangkut touring ini agar bisa dilaksanakan terus lebih baik, lebih bagus dan lebih meriah lagi ke depannya. Pertama tiang hadir hari ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia, jadi titiang support kegiatan ini, apalagi ada juga penggalian dana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh komunitas yang ada di Bali untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul berbagai kegiatan. Menurutnya, berkumpul dalam satu semangat dan satu tujuan dapat mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. “Kalau titik kumpul di sinilah kita berkumpul dalam satu gerakan, satu dasar, satu silaturahmi, satu semangat. Kita berkumpul dari manapun, karena kalau sudah berkumpul kita tidak mengenal lagi perbedaan suku, ras, agama, tidak lagi melihat jabatan, kita kumpul bareng-bareng, satu dasar bagaimana sebagai masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

Bupati Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang menurutnya tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi otomotif, tetapi secara tidak langsung turut mempromosikan potensi Kabupaten Tabanan. “Kalau tidak pernah kita perkenalkan melalui kegiatan touring, festival atau apapun, orang tidak akan pernah tahu Tabanan ini. Sekarang saatnya mari kita sebagai masyarakat Tabanan jengah. Mari kita tunjukkan, jele melah gumi gelah, jele melah nyame gelah. Mari bangga sebagai orang Tabanan,” tegasnya.

Menurut Bupati Sanjaya, Tabanan memiliki potensi yang luar biasa dan perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas serta seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk selalu mendampingi, mengayomi, dan mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat. Berbagai event yang menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya dengan menggerakkan UMKM dan sektor usaha masyarakat. Dengan semakin banyaknya kegiatan komunitas yang dilaksanakan di Tabanan, diharapkan potensi daerah semakin dikenal luas sekaligus mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Minggu, 23 Agustus 2026

Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026


Jembrana , Bali Kini  - Suasana Festival Mekepung Jembrana semakin bergemuruh saat Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wabup, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) turut langsung menjajal keseruan menjadi "Joki Mekepung". 


Sorak-sorai penonton pecah ketika pasangan kerbau yang di "Jokinin" oleh Bupati Kembang dan Wabup Ipat melaju kencang di lintasan, berpacu menuju garis akhir di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (23/8/2026). 


Tradisi khas Jembrana yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya itu pun semakin semarak dengan kehadiran orang nomor satu dan dua di Kabupaten Jembrana tersebut.


Festival Mekepung menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Negara ke-131. Gelaran ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menikmati tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Bupati Kembang mengatakan, mekepung bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan. Di baliknya terdapat nilai budaya, kebersamaan, sportivitas hingga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jembrana.


“Ini tradisi kita. Mekepung bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menjaga budaya dan menumbuhkan kembali, sehingga peminatnya makin hari makin bertambah di Jembrana,” ujar Kembang.


Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi berbagai komunitas dan kegiatan masyarakat untuk berkembang. Termasuk kegiatan yang mampu menggerakkan partisipasi anak muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya Jembrana kepada masyarakat luas.


Sementara itu, Koordinator Seka Mekepung Jembrana, I Made Mara menyampaikan jumlah peserta yang turut ambil bagian Festival Makepung Jembrana 2026 ini sebanyak 268 pasang kerbau yang terbagi dalam 2 regu, yakni regu barat sebanyak 144 pasang kerbau dan 124 regu timur.


Made Mara menambahkan  selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival tersebut juga menjadi ajang memperkuat eksistensi mekepung sebagai salah satu identitas budaya Jembrana.

"Kami sebagai komunitas pecinta mekepung berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkenalkan Jembrana lebih luas.

“Harapannya mekepung tetap hidup, semakin dikenal dan bisa menjadi bagian dari potensi pariwisata Jembrana,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Forkopimda Jembrana, Kepala OPD terkait serta ratusan masyarakat penggemar mekepung se-Jembrana ( *)

Sabtu, 22 Agustus 2026

Wawali Arya Wibawa Perkuat Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri evaluasi Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Jumat (21/8).

Denpasar, Bali KiniPemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah terus berkomitmen memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar semakin sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta adopsi best practice tata kelola BUMD modern pada tiga Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Denpasar, yang kali ini dilaksanakan di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (PD Parkir), Jumat (21/8). Di hari yang sama, juga dilaksanakan di Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

Evaluasi ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IB. Alit Adhi Merta disambut Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa mengatakan, tiga entitas BUMD yang menjadi fokus utama penguatan ini adalah Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Layanan Parkir), dan Perumda Pasar Sewakadarma. 

Transformasi ini dirancang agar BUMD mampu menyelaraskan peran ganda sebagai penyedia pelayanan publik yang berkualitas sekaligus penggerak perekonomian daerah yang berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan GCG dinilai sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Pemkot Denpasar menekankan kejelasan peran dan hubungan kerja pada tiga organ utama BUMD guna meminimalkan potensi konflik kepentingan yakni Pemilik Modal (KPM) yang Diwakili oleh Walikota Denpasar yang berwenang menetapkan arah kebijakan, target kinerja, serta pengawasan strategis.

Kemudian Dewan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan independen serta memberikan nasihat kepada Direksi, dan Direksi yang bertugas mengurus operasional BUMD secara profesional untuk kepentingan perusahan dan pelayanan masyarakat.

Penerapan GCG di Kota Denpasar berlandaskan enam prinsip utama: Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Kemandirian, Kewajaran (Fairness), dan Pertanggungjawaban (Responsibility).

"Dengan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten, didukung kepemimpinan yang profesional serta pengawasan yang efektif, BUMD akan mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Smart Mobility) terdapat beberapa hal yang digarisbawahi. Yakni, mengakselerasi digitalisasi seluruh titik parkir, menerapkan pembayaran non-tunai (cashless/QRIS) untuk mencegah kebocoran pendapatan, serta mengintegrasikan ekosistem transportasi kota (park & ride, parkir gedung, dan kawasan).

Dalam merumuskan langkah perbaikan, Kota Denpasar memetik pelajaran (lesson learned) dari kesuksesan BUMD peraih TOP BUMD Awards 2025, seperti Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu Indramayu, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya DKI Jakarta. 

Kunci sukses dari BUMD terbaik tersebut mencakup konsistensi GCG, digitalisasi layanan pelanggan, efisiensi operasional, peningkatan kompetensi SDM, serta inovasi pengembangan bisnis.
Tahapan Roadmap Transformasi 3 Tahun
Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program, Pemkot Denpasar menyusun peta jalan (roadmap) penguatan BUMD.

Yakni 0 – 100 Hari (Diagnosis), Audit kesehatan BUMD, pemetaan aset, bisnis, SDM, dan risiko, serta penetapan KPI awal. Kemudian 1 Tahun (Transformasi), Digitalisasi proses dan layanan, efisiensi biaya, perbaikan SOP, serta penguatan budaya kerja. Dan 2 – 3 Tahun (Ekspansi), Scale-up unit bisnis baru, perluasan kemitraan investasi, serta integrasi digital penuh untuk peningkatan PAD.

Seleluruh progres transformasi ini akan dipantau secara berkala melalui BUMD Performance Management System (Dashboard Terintegrasi) yang mencakup indikator Keuangan, Operasional, Pelayanan, Manajemen Risiko, dan Transformasi Digital.

Sementara Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Walikota dan Wakil Wali Kota Denpasar, khususnya dalam pembenahan organisasi, penguatan sistem kinerja, penataan pengelolaan pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Untuk itu Perumda Bhukti Praja Sewakadharma (BPS) Kota Denpasar menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan pelayanan bagi ratusan petugas juru parkir (jukir) di wilayah Kota Denpasar.

Dimana pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor jasa parkir. Pelayanan yang prima dan humanis menjadi kunci utama dalam membangun citra positif serta kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola parkir di Kota Denpasar.

“Melalui kegiatan pembinaan berkala ini, Perumda BPS Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme para petugas parkir guna mendukung kenyamanan ketertiban lalu lintas serta optimalisasi pendapatan daerah”, ungkapnya. (Ays).

Bupati Satria Dukung Penuh Pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama

Terima Audiensi Panitia Pura Ulun Danu Batur, 

Klungkung ,Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menerima Panitia Pura Ulun Danu Batur, Songan Kintamani di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (21/8). Audiensi ini terkait Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Agustus hingga 7 Oktober 2026, dengan puncak karya pada tanggal 26 September 2026. Upacara besar yang digelar setiap 10 tahun sekali ini berlangsung hampir 2 (dua) bulan. 

Bupati Satria menyampaikan apresiasi serta menyambut baik rencana pelaksanaan upacara ini. Pihaknya menyatakan komitmen penuh dan dukungan moral terhadap suksesnya yadnya suci ini. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung menyambut baik serta mengapresiasi panitia yang telah merancang upacara suci ini dengan matang. Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti, sekaligus memohon kerahayuan jagat. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan moral dan koordinasi yang baik demi kelancaran seluruh rangkaian upacara yang berlangsung selama hampir dua bulan ini," ujar Bupati Satria.

Nusa Penida terus ditingkatkan.

Klungkung , Bali Kini - Akses Menuju Pantai Kelingking Ditangani
Guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses menuju sejumlah destinasi wisata, kualitas infrastruktur jalan di Nusa Penida terus ditingkatkan. 

Salah satunya melalui pelaksanaan peningkatan Jalan Bunga Mekar-Pura Kalibun dan Prapat-Klumpu yang mulai dikerjakan sejak 22 Juli 2026.
Ruas jalan yang ditangani sepanjang 5,5 kilometer tersebut merupakan salah satu akses utama menuju sejumlah destinasi wisata, di antaranya DTW Pantai Kelingking, Pura Paluang, dan Pura Kalibun. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintasi kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, belum lama ini menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Klungkung yang bersumber dari Dana BKK Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. 

Adapun nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp9,9 miliar.
“Pekerjaan peningkatan jalan ini mencakup pengaspalan menggunakan aspal hotmix, pembangunan box culvert, serta beton bahu jalan. Penanganan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya dukung jalan, sehingga akses masyarakat maupun wisatawan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Jati Laksana.

Menurutnya, peningkatan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Penida. Selain menunjang aktivitas masyarakat, kondisi infrastruktur yang semakin baik juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

“Kami tentu memohon dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di area proyek, mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” imbuhnya. 

Ringankan Beban Warga, Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Masal di kecamatan nusa penida


Klungkung , Bali Kini - Guna meringankan beban masyarakat Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi camat nusa penida  kembali menyerahkan secara simbolis bantuan sesajen Pitra Yadnya (Ngaben Masal) di dua  Desa Adat di kecamatan nusa penida Klungkung, sabtu (22/8). Kehadiran pimpinan daerah ini sangat disambut antusias krama yang sedang mempersiapkan banten upacara.

Bantuan stimulan yang diserahkan di dua Banjar desa menjelang puncak upacara pada Bulan Agustus 2026 ini diantaranya yakni di Banjar pengalusan desa adat panca mekar sari Sebasar 55.000.000 yang terdiri dari 11 sawa dan br. Adat calik desa tri wana giri mandala sebesar Rp. 40.000.000,- mengupacarai sebanyak 8 sawa puncak  upacara pada tanggal 25 Agustus.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyaluran bantuan ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Klungkung dalam upaya untuk mendukung dan melestarikan tradisi serta adat budaya Bali. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah, alokasi bantuan upakara/sesajen ditetapkan sebesar Rp 5.000.000 per sawa, dengan nilai maksimal Rp 150.000.000 per kelompok atau desa adat. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengatakan bahwa bantuan ini diberikan dengan tujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat saat melaksanakan upacara keagamaan sekaligus semakin memperkuat dan mempererat semangat gotong-royong menyama braya. “Bantuan ini merupakan program unggulan Pemkab Klungkung, semoga bermanfaat dan tentunya meringankan beban dalam melaksanakan prosesi Pitra Yadnya/Ngaben Massal. Titiang atas nama pribadi dan Pemerintah mendoakan dumogi upacara labda karya dan sang palatra polih genah sane becik, Nyujur Sunia Loka dan Amor Ing Acintya,” harap Bupati Satria.



Tekan APBD , HUT Kota Negara ke-131 tetap meriah berkat Kolaborasi donatur


Jembrana , Bali Kini – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Kabupaten Jembrana untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke-131. Berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk para donatur, rangkaian perayaan tetap berlangsung semarak dengan mengusung perpaduan musik, seni tradisional, serta kreativitas masyarakat Jembrana.
Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (15/8). Beragam pertunjukan disuguhkan untuk masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Jembrana.

Panggung hiburan malam itu dimeriahkan sejumlah penampilan artis Pop Bali diantaranya Leeyonk Sinatra dan Dek Ulik. Suasana semakin meriah dengan aksi Bondres BBQ serta Hantu Project yang berhasil menghibur masyarakat yang hadir.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik modern, perayaan HUT Kota Negara juga memberi ruang bagi seni tradisional khas Jembrana. Ghora Yowana Budaya dari Paguyuban Jegog Pring Agung tampil membawakan kesenian Jegog, salah satu warisan budaya yang hingga kini tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Jembrana.
Pertunjukan seni juga disuguhkan Jelana Dance Company melalui karya bertajuk Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika. Karya tersebut memadukan seni pertunjukan dengan pesan keberagaman dan persatuan, sekaligus merefleksikan kehidupan masyarakat Jembrana yang tumbuh dalam keberagaman.


Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya rangkaian perayaan HUT Kota Negara ke-131.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur yang telah memberikan dukungan di tengah keterbatasan anggaran daerah. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting sehingga perayaan hari jadi Kota Negara tetap dapat dilaksanakan dengan baik dan dirasakan masyarakat.
“Terima kasih kepada para donatur yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan HUT Kota Negara. Terima kasih juga kepada masyarakat Jembrana yang sudah memeriahkan HUT Kota Negara, kota yang kita cintai,” ujar Bupati Kembang.

Selain kepada para donatur dan masyarakat, Bupati Kembang juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan hingga malam puncak.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian perayaan turut menjadi bagian penting dari semarak HUT Kota Negara tahun ini. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Kota Negara sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Perpaduan musik, seni tradisional dan kreativitas masyarakat dalam satu panggung menjadi gambaran semangat warga Jembrana dalam merayakan hari jadi daerahnya. Kehadiran kesenian Jegog dan karya tari yang mengangkat nilai keberagaman juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 pada akhirnya bukan sekadar perayaan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang bersama untuk merawat sejarah, budaya dan kebersamaan, sekaligus meneguhkan kebanggaan masyarakat terhadap Kota Negara dan Jembrana. (*)

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT RI ke-81 di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas


​Jembrana , Bali Kini – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). 

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​"Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana," ujarnya

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 TAHUN 2026.

​"Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas," ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan. 

"Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas, "pungkasnya

Indeks Reformasi Hukum Jembrana Sabet Peringkat II se-Bali

Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana sukses meraih Penghargaan Penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 dengan raihan nilai 98,2 menempati posisi kedua di Bali setelah Kota Denpasar (100) . 

Penghargaan atas komitmen dan kerja keras dalam memperkuat tata kelola serta reformasi regulasi hukum tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, bertempat di halaman depan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali pada Rabu (19/8/2026).

Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan regulasi hukum yang harmonis, berkualitas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan Pemkab Jembrana juga tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan secara berkelanjutan oleh tim Kanwil Kemenkum Bali dalam mengawal setiap tahapan penilaian dan penyelarasan produk hukum daerah.

Dalam kesempatannya usai menerima penghargaan, Sekda Jembrana I Made Budiasa mengunggkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas instansi yang berjalan dengan sangat baik.
"Penghargaan ini merupakan wujud nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mewujudkan kualitas pelayanan dan reformasi regulasi hukum yang baik. Capaian skor tinggi ini berkat kerja keras seluruh jajaran dan pendampingan intensif dari Kanwil Kemenkum Bali," ujar Budiasa.

Ia menambahkan bahwa reformasi regulasi hukum bukan sekadar pemenuhan aspek administratif semata, melainkan pilar penting dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Jembrana.
"Pendampingan dari Kanwil Kemenkum Bali sangat membantu kami dalam menyelaraskan seluruh rancangan peraturan daerah agar tidak berbenturan dengan aturan di tingkat nasional. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola hukum ini," tegasnya.

Dengan raihan penghargaan IRH Tahun 2026 ini, Pemkab Jembrana semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang responsif dan akuntabel dalam mengawal agenda reformasi birokrasi dan hukum di Provinsi Bali. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved