-->

Rabu, 16 September 2026

Bupati Kembang Hadiri Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi


Jembrana ,Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Rabu (16/9). Persembahyangan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Pujawali di salah satu pura tertua di Bali di Gumi Makepung ini. 

Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi jatuh pada Buda Umanis Prangbakat, Rabu (16/9). Prosesi pujawali dipuput oleh Ida Peranda Istri Gede Oka Sidarta dari Griya Taman Sari Manuaba Tibusambi.

Rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Selama pelaksanaan karya, Ida Bhatara nyejer hingga Redite Kliwon Bala, Minggu (20/9), sebelum kemudian dilaksanakan panyineban.

Bupati Kembang mengatakan, kehadirannya dalam pujawali tersebut merupakan bentuk bhakti sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi.

Selain memohon keselamatan dan kerahayuan, persembahyangan juga dimanfaatkan untuk memohon tuntunan serta kelancaran dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana.
“Persembahyangan kali ini untuk memohon tuntunan dan restu di hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi agar program-program yang kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Pamucuk Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, I Kadek Suentra, mengatakan rangkaian persiapan upacara telah dimulai sejak Rabu (9/9). Sebelum memasuki puncak pujawali, berbagai rangkaian upakara telah dilaksanakan di sejumlah pura yang berada di kawasan Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi. Di antaranya nawur, mendak tirta, pacaruan hingga pakelem di Pura Beji dan Pura Goa Tirta.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pacaruan di Pura Luhur, Pura Penataran, serta Pura Pesanekan.
“Untuk rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Mulai tanggal 16 September sampai nanti panyinebannya tanggal 20 September,” ungkapnya. (*)

Wabup Guru Pandu Hadiri Puncak Pujawali Anggar Kasih Prangbakat Pura Hyang Haluh Prajapati Besakih

Laporan tim

Karangasem, Bali Kini - Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu), didampingi Ny. Anggreni Lagosa, menghadiri Upacara Dewa Yadnya Puncak Pujawali Piodalan Pura Hyang Haluh Prajapati Besakih pada Selasa (15/9/2026). Kehadiran Wabup Karangasem dalam persembahyangan bersama ini sekaligus mewakili Gubernur Bali, I Wayan Koster, melalui koordinasi Biro Kesra Setda Provinsi Bali.

Pura Hyang Haluh Prajapati Besakih merupakan salah satu pura emponan wajib Kabupaten Karangasem. Puncak pujawali dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Anggara Kasih Prangbakat. Namun, dudonan karya kali ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan prosesi Balik Sumpah serta Nubung Pedagingan yang wajib digelar setiap 10 tahun sekali.

Upacara Puncak Pujawali ini kapuput oleh Ida Sulinggih Siwa-Budha, yakni:
Ida Pedanda Pinatih Kusuma Yoga (Griya Tulikup Gianyar - Siwa)
Ida Pedanda Oka Sambawa & Ida Pedanda Istri Sogati Nariswari Alit (Griya Budakeling Karangasem - Budha)
Rangkaian upakara turut disempurnakan dengan pementasan wewalen seni sakral berupa Topeng, Rejang, dan Wayang kulit. Upacara ini akan nyejer selama tiga hari dan masineb pada Jumat, 18 September 2026.

Usai persembahyangan bersama, Wabup Guru Pandu turut serta dalam prosesi mundut mapurwa daksina dan dilanjutkan dengan mendem nubung pedagingan. Sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab Karangasem terhadap kelancaran karya, Wabup Guru Pandu menyerahkan bantuan dana hibah/punia secara langsung kepada Panitia/Pemaksan Karya.

"Persembahyangan ini merupakan wujud rasa syukur dan permohonan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar memberikan anugerah karahayuan serta kasukertaan jagat. Semoga karya ini berjalan labda karya menuju Karangasem AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman) serta gemah ripah loh jinawi," ujar Wabup Guru Pandu.

Turut hadir dalam persembahyangan tersebut Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kepala OPD Pemkab Karangasem, instansi vertikal, Kepala Kantor Kemenag Karangasem, Majelis Desa Adat (MDA) Karangasem, Forkopimca Rendang, Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku, pengayah, serta krama pemedek lainnya. (Ami/rls)

PMI EDUKASI ANAK BINAAN LPKA KARANGASEM, AJARKAN PERTOLONGAN PERTAMA


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Sebanyak 25 anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem mendapat edukasi mengenai pertolongan pertama dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karangasem, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam gema edukasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Edukasi diberikan sebagai bekal bagi anak binaan agar memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, baik selama berada di LPKA maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Ketua PMI Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan atau Gus Sombi, mengatakan edukasi kepalangmerahan perlu diberikan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak binaan.

Menurutnya, anak binaan juga membutuhkan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan hari ini sengaja kami lakukan di LPKA, karena anak-anak binaan ini memang membutuhkan pengetahuan dan pengertian tentang pertolongan pertama,” kata Setiawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar pertolongan pertama. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat ketika mereka menghadapi kondisi darurat di kemudian hari.

Setiawan menambahkan, kegiatan edukasi kepalangmerahan tidak hanya menyasar LPKA. PMI Karangasem juga secara rutin memberikan edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan profesional dan dunia usaha.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami cara memberikan pertolongan pertama sehingga dapat membantu orang lain ketika terjadi keadaan darurat.

Salah seorang anak binaan, GAR, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan akan bermanfaat, terlebih dirinya dijadwalkan bebas dalam waktu sekitar satu bulan.

“Edukasi terkait pertolongan pertama cukup bagus dan pastinya akan berguna untuk kami. Apalagi saya sebulan lagi akan bebas,” ujar GAR.

Sementara itu, Plh Kepala LPKA Kelas II Karangasem, I Ketut Suryawan, mengapresiasi edukasi yang diberikan PMI Karangasem.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian anak binaan terhadap sesama.

Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan secara rutin, sehingga anak binaan memiliki lebih banyak bekal pengetahuan dan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat. (Ami)

Selasa, 15 September 2026

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Dorong Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas

Tabanan , Bali Kini  Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kreativitas masyarakat kembali diwujudkan melalui kehadiran Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sekaligus membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mendorong aktivitas positif yang mampu menggerakkan masyarakat dan perekonomian lokal.

 

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kerambitan bersama unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Pangkung Karung, Ketua Pelangi Tabanan, serta para peserta festival. Sejak pagi, Area Subak Serongga telah dipadati antusiasme masyarakat dan peserta yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan festival layang-layang yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

 

Tahun ini, sebanyak 920 peserta dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar turut ambil bagian dalam perlombaan. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Bali terhadap permainan tradisional layang-layang, sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa mampu menjadi ruang berkumpul bagi berbagai komunitas.

 

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, tokoh masyarakat, serta para pemekas di Desa Dinas dan Desa Adat Pangkung Karung yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang hampir mencapai seribu orang menjadi bukti bahwa festival ini memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota ke Tabanan. 

 

Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pangkung Karung Kite Festival ini. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Ribuan masyarakat datang ke Desa Pangkung Karung, dan tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Tabanan,ujar Bupati Sanjaya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan terus membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk menjadikan Tabanan sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan positif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Tabanan yang terbuka dan ramah terhadap masyarakat dari berbagai daerah. Kami ingin Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi berbagai komunitas, baik komunitas layang-layang, mancing, otomotif, maupun komunitas lainnya. Silakan datang dan berkegiatan di Tabanan. Pemerintah bersama masyarakat Tabanan tentu sangat terbuka dan menyambut kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Inilah bagian dari keramahan dan semangat kebersamaan yang kita miliki,ungkapnya.

 

Menurut Bupati Sanjaya, kegiatan yang mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Lebih dari itu, festival layang-layang menjadi ruang untuk mempertahankan hobi, budaya, kearifan lokal, serta nilai gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM di sekitar lokasi. Membuat sebuah layang-layang hingga dapat diterbangkan tinggi membutuhkan proses yang panjang, kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga,jelasnya.

 

Bupati Sanjaya berharap Pangkung Karung Kite Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan berkembang menjadi event yang mampu menarik lebih banyak pecinta layang-layang, bahkan hingga tingkat dunia. Ia juga mengapresiasi pemanfaatan hamparan persawahan sebagai lokasi kegiatan yang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pangkung Karung Kite Festival III, I Wayan Arjawa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Sanjaya, terhadap pelestarian permainan tradisional layang-layang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah pelestarian permainan tradisional, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan kreativitas dan sportivitas generasi muda.

 

Dalam festival ini, terdapat 17 kategori layangan yang dilombakan dengan penilaian secara objektif oleh dewan juri. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan dua piala bergilir Desa Pangkung Karung, piagam penghargaan bagi para juara, satu piala bagi pengirim peserta terbanyak, serta enam piala untuk masing-masing kategori dan penghargaan (*)

PKK dari desa, kecamatan hingga kabupaten turut berkontribusi dalam penanganan stunting


Foto : kader PKK dari desa, kecamatan hingga kabupaten turut berkontribusi dalam penanganan stunting dan menyukseskan program pembangunan di Tabanan,” ujarnya.

 

Tabanan , Bali Kini - Atas kontribusi tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran PKK yang selama ini telah turut membangun Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan, ditegaskannya, akan terus mendukung berbagai program PKK hingga tingkat desa dan banjar agar manfaatnya semakin dirasakan keluarga dan masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi serta peran seluruh kader PKK dalam membangun Tabanan yang kita cintai. Kami akan terus mendukung program-program PKK agar memberikan dampak nyata bagi terwujudnya keluarga yang sejahtera dan menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya. (*)

 

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD


Jembrana , Bali Kini - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora), serta Kepala Sekolah dan Komite Sekolah setempat, Bupati meninjau satu per satu ruang kelas yang sedang direhabilitasi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kembang menegaskan agar pengerjaan fisik dilakukan sebaik mungkin demi menjamin keamanan dan kenyamanan jangka panjang bagi para siswa.

"Untuk atap yang menggunakan baja, harus baja yang bagus, supaya bisa bertahan hingga 30-40 tahun," ucapnya.

Selain memantau kondisi fisik bangunan, Bupati Kembang juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik di sekolah-sekolah, di tengah kondisi Kabupaten Jembrana yang saat ini masih kekurangan ratusan guru.

“Kita saat ini kekurangan 258 guru. Jika dibagi rata, setiap sekolah mungkin hanya kekurangan satu orang guru. Namun praktiknya, ada sekolah yang kekurangan dua sampai tiga guru, sementara sekolah lain jumlah gurunya lengkap,” ujar Bupati Kembang.

Ia menekankan pentingnya pemerataan yang adil agar beban mengajar tidak menumpuk di sekolah tertentu saja. “Mestinya adil. Di sekolah yang kekurangannya cukup banyak guru, kepala sekolah juga harus turun tangan ikut mengajar,” tambahnya.

Sebelum meninjau SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat, Bupati Kembang juga telah meninjau langsung progres perbaikan di SD N 1 Dangintukadaya dan SD N 2 Yehembang pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa program rehabilitasi sekolah tahun ini berjalan melalui mekanisme swakelola dari program e-revitalisasi pemerintah pusat.

“Tahun ini, satuan pendidikan yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencakup 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD. Sistemnya berbasis swakelola, di mana pendanaan ditransfer langsung dan dikelola oleh pihak sekolah,” jelas Anom.

Anom menambahkan, saat ini masih terdapat enam SMP susulan yang berada dalam tahap sosialisasi dan menunggu penerbitan PKS resmi dari pusat.

“Untuk enam SMP susulan ini kami masih menunggu kepastian PKS dari pusat. Mengingat batas waktu pengerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember mendatang, kami berharap PKS bagi sekolah yang sudah sosialisasi bisa segera terbit,” pungkasnya.
(*)

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Prosesi Ngajum Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

Ket foto Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengikuti prosesi Ngajum di Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9)

Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9).


Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, karya ini dipuput oleh dua orang Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan 
Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi. 


Usai mengikuti prosesi Ngajum, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bentuk penerapan semangat gotong royong yang seiring dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Khutumbakam.


Selain meringankan beban biaya bagi masyarakat, pelaksanaan karya ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara masyarakat. 

"Pelaksanaan ini patut diapresiasi, selain sebagai sebuah bentuk kewajiban Umat Hindu yang harus dijalankan, karya ini juga mengusung semangat gotong royong menyama braya antar masyarakat yang begitu kental," kata Jaya Negara.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha didampingi Manggala Karya, I Wayan Astawa menjelaskan, rangkaian karya ini dimulai sejak Jumat, (4/9) lalu. 
Adapun jumlah peserta yang ikut dalam rangkaian karya ini berjumlah total 76 peserta. Gede Pariatha memerinci, jumlah tersebut terdiri dari peserta Ngaben sebanyak 19, peserta Nyekah 41, peserta Warak Keruron 14, dan peserta Ngelangkir sebanyak 2. 

Para peserta yang mengikuti karya ini, dikenakan biaya yakni masing-masing Rp3 juta untuk Ngaben dan Nyekah, serta Rp1 juta untuk prosesi Warak Keruron dan Ngelangkir. Selebihnya, biaya ditanggung Desa Adat Serangan, dan juga Punia dari berbagai kalangan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya. (Win)

Wawali Arya Wibawa Terima Penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism Bali Tourism Award 2026

Ket. Foto : Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism Bali Tourism Award 2026, di The Meru, Sanur, Senin (14/9) 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026 dalam Bali Tourism Award ke- 11 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada di The Meru, Sanur, Senin (14/9) petang.

Dalam kesempataan tersebut turut hadir sejumlah tokoh diantaranya Stafsus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, Kadis Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan  Sumarajaya mewakili Gubernur Bali, Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu, Perwakilan Binus Bussiness School, Dr. Dewi Tamara serta sejumlah perwakilan asosiasi pariwisata di Bali dan undangan terkait lainnya. 

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism yang diterimanya dalam ajang Bali Tourism Award merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga di Kota Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, namun yang lebih penting adalah ini merupakan apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan sport tourism di Kota Denpasar,” ujarnya.

Menurutnya, Denpasar memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sport tourism, mengingat berbagai kegiatan olahraga telah mampu menarik partisipasi masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ke depan, tentu kami akan terus berupaya menghadirkan dan mengembangkan event-event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata. Sport tourism ini kita harapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Arya Wibawa menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan karakter, budaya, lingkungan, serta kenyamanan masyarakat Kota Denpasar.


“Kami tidak ingin sport tourism hanya menjadi sebuah event sesaat. Harapannya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Apresiasi yang diterima ini dapat menjadi energi positif bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan menghadirkan kegiatan pariwisata berkualitas di Kota Denpasar, " imbuh Arya Wibawa.

Kadis Pariwisata  Provinsi Bali, I Wayan  Sumarajaya dalam sambutannya mewakili Gubernur Bali mengatakan Pariwisata di Bali bukan hanya terkait ekonomi tapi juga nafas kehidupan masyarakat Bali yang telah diwariskan turun temurun. 

"Per Agustus 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali adalah 4,6 Juta kunjungan, terhitung masih stabil dan mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2025. Tugas kita bersama bagaimana mampu menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat dimana kualitas pelayanan menjadi faktor-faktor penentu," ungkapnya.

Pelayanan atau Hospitality kata Sumarajaya, tidak hanya terkait hotel yang bagus, tapi bagaimana wisatawan nyaman dan memperoleh pengalaman yang baik dalam berwisata. Pihaknya mengapresiasi ajang penghargaan ini yang tidak hanya menyentuh ranah komersial tapi juga melihat kualitas pelayanan dan keberlanjutan sejalan dengan visi misi pengembangan pariwisata Bali. 

"Dalam menghadapi tantangan kepariwisataan kedepan kita harus berkolaborasi bersama agar pariwisata Bali terus maju dan berkelanjutan. Mari kita bangun bersama pariwisata Bali yang berkualitas internasional tanpa meninggalkan adat budaya dan tradisi masyarakat lokal, " ujar Sumarajaya. 

Sementara Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu dalam sambutannya mengatakan Bali Tourism Award ke- 11 Tahun 2026 adah ajang apresiasi Pariwisata di Bali yang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh atau kalangan dibidang pariwisata baik itu di jasa travel tourism, hotel, resort, airlines, theme park dan lain sebagainya. 

Tujuan dilaksanakannya acara ini, tentu untuk kemajuan Pariwisata di Bali. Bahwa bagaimana Bali sebagai destinasi wisata utama dunia yang menginspirasi Indonesia dan dunia, dibaliknya ada sosok - sosok yang percaya kita bisa menjadi lebih baik dan dapat menginspirasi semua orang. 

"Kita memberi penghargaan di sejumlah kategori. Di tahun ini kita juga memberikan penghargaan kepada unsur desa adat yang berkontribusi terhadap pariwisata dan kepada unsur pemerintahan dimana peran pemerintah yang penting terhadap kemajuan pariwisata di Bali," ujarnya. (esa-gita)

Demokrat-NasDem Soroti Rendahnya Realisasi Retribusi dan Belanja Modal Bali


DENPASAR, Bali Kini  – Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali menyoroti rendahnya realisasi sejumlah pos pendapatan dan belanja dalam Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Sorotan utama diarahkan pada realisasi retribusi daerah dan belanja modal yang masih jauh dari target hingga Juli 2026.

Pandangan Umum Fraksi Demokrat-NasDem tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-50 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPRD Provinsi Bali, Senin (14/9/2026). Pandangan umum dibacakan I Gede Ghumi Asvatham, S.ST.Par.

Fraksi Demokrat-NasDem mempertanyakan rencana peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp122 miliar lebih atau 2,87 persen, dari APBD induk sebesar Rp4,2 triliun lebih menjadi Rp4,3 triliun lebih.

Fraksi meminta Gubernur Bali menjelaskan strategi peningkatan PAD secara berkelanjutan tanpa menambah beban masyarakat maupun pelaku usaha.

Sorotan lebih tajam disampaikan terhadap realisasi retribusi daerah. Hingga Juli 2026, realisasi retribusi baru mencapai Rp230 miliar lebih atau 37,41 persen dari target Rp614 miliar lebih.

Namun, dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, target retribusi justru dinaikkan menjadi Rp649 miliar lebih atau 105,67 persen.

“Apakah kecilnya realisasi di atas disebabkan oleh rendahnya aktivitas pelayanan, kelemahan sistem pungutan atau penetapan target yang tinggi dan kenapa targetnya dinaikkan lagi,” demikian pertanyaan Fraksi Demokrat-NasDem dalam pandangan umumnya.

Fraksi juga mempertanyakan rendahnya realisasi Dana Transfer. Dari target Rp407 miliar lebih, hingga Juli 2026 baru terealisasi Rp88 miliar lebih atau 21,76 persen.

Dewan meminta penjelasan mengenai faktor yang menyebabkan realisasi Dana Transfer Pemerintah Daerah tersebut masih rendah, termasuk apakah berkaitan dengan pencapaian kinerja daerah yang dinilai belum mendukung program Pemerintah Pusat.

Selain sisi pendapatan, Fraksi Demokrat-NasDem menyoroti struktur belanja daerah. Belanja Operasi menjadi komponen terbesar dan mengalami kenaikan sekitar Rp160 miliar lebih, dari semula Rp5,2 triliun lebih menjadi Rp5,4 triliun lebih.

Gubernur diminta memastikan peningkatan Belanja Operasi tetap efisien dan tidak mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur maupun program-program produktif.

Sementara itu, realisasi Belanja Modal hingga akhir Juli 2026 baru mencapai Rp129,8 miliar lebih atau 16,11 persen dari anggaran Rp806 miliar lebih. Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, anggaran Belanja Modal justru direncanakan meningkat menjadi Rp841 miliar lebih.

Fraksi Demokrat-NasDem meminta penjelasan penyebab rendahnya realisasi tersebut sekaligus strategi pemerintah untuk memastikan Belanja Modal dapat terealisasi secara optimal hingga akhir tahun.

Fraksi bahkan memprediksi terdapat program kegiatan yang dibiayai melalui Belanja Modal tidak tuntas atau tidak terlaksana dan kemudian dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.

Menurut Fraksi Demokrat-NasDem, kondisi tersebut berpotensi menjadi strategi mendapatkan sumber dana SiLPA, selain dari kelebihan realisasi PAD di atas target dan sisa tender, untuk menutupi defisit anggaran.

“Mohon penjelasan,” tegas Fraksi Demokrat-NasDem.

Di luar pembahasan APBD, Fraksi Demokrat-NasDem juga meminta Pemprov Bali memperkuat monitoring dan pengendalian harga kebutuhan pokok, khususnya beras. Hal ini dinilai penting karena masyarakat masih mengeluhkan kenaikan harga beras meski Pemerintah Pusat menyatakan Indonesia telah berada dalam kondisi swasembada pangan dan tidak melakukan impor beras.

Dalam bidang keamanan, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga dinilai perlu diantisipasi karena dapat dimanfaatkan untuk mendukung kriminalitas yang berjejaring internasional. Pemprov Bali diminta berkoordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan dan Imigrasi untuk melakukan langkah pencegahan.

Fraksi juga meminta langkah dini untuk mencegah kebakaran hutan, khususnya kawasan hutan mangrove di Bali Barat, menyusul kondisi hutan dan pegunungan yang mengering akibat kemarau panjang.

Untuk pengolahan sampah dengan teknologi modern yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota se-Bali, Gubernur diminta melakukan monitoring, evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaannya terarah serta tepat sasaran sesuai tujuan dan peruntukannya.

Sementara di bidang kesehatan, Fraksi Demokrat-NasDem meminta perhatian terhadap rumah sakit umum yang belum memiliki sarana dan prasarana memadai. Pemprov Bali didorong memberikan dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan/atau hibah agar rumah sakit tersebut mampu memenuhi standar pelayanan yang layak.

Fraksi juga mendorong adanya kerja sama dan konektivitas pelayanan kesehatan antarkabupaten/kota, termasuk akses rujukan emergensi ke rumah sakit dengan level pelayanan yang lebih tinggi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target Jana Kertih dalam menjaga dan melindungi masyarakat Bali.

Fraksi Demokrat-NasDem menegaskan seluruh catatan dan pertanyaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembahasan Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. (Arn)

Fraksi PDI Perjuangan Minta Pemprov Bali Siapkan Mitigasi Turunnya Kunjungan Wisatawan


DENPASAR, Bali Kini – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali meminta Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan skenario dan langkah mitigasi menghadapi kemungkinan fluktuasi kunjungan wisatawan. Langkah tersebut dinilai penting karena pariwisata masih menjadi motor utama perekonomian sekaligus berkaitan langsung dengan penerimaan daerah.

Hal itu disampaikan Fraksi PDI Perjuangan dalam Pandangan Umum terhadap Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 pada Rapat Paripurna ke-50 DPRD Bali, Senin (14/9/2026).

Fraksi PDI Perjuangan menilai berbagai faktor eksternal dapat mempengaruhi konektivitas dan mobilitas wisatawan menuju Bali. Meski kondisi tersebut tidak sepenuhnya dapat diprediksi, pemerintah dinilai tetap harus memiliki skenario, perencanaan dan mitigasi agar ketidakpastian tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Ketidakpastian tidak boleh menjadi alasan untuk tidak memiliki skenario, perencanaan dan mitigasi,” demikian disampaikan Fraksi PDI Perjuangan.

Pemerintah Provinsi Bali diminta melakukan akselerasi terhadap kemungkinan perubahan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga stabilitas penerimaan daerah tetap terjaga dan pelaksanaan pembangunan pada sisa Tahun Anggaran 2026 tetap berada dalam koridor target yang telah ditetapkan.

Selain sektor pariwisata, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti sektor pendapatan daerah. Pemerintah didorong terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui retribusi pariwisata, pemanfaatan aset daerah dan digitalisasi pajak.

Namun, upaya meningkatkan PAD dinilai harus disertai penyampaian informasi yang lebih masif kepada masyarakat mengenai dasar, mekanisme dan manfaat setiap kebijakan peningkatan pendapatan daerah.

Dengan demikian, penguatan PAD tidak hanya dipersepsikan sebagai peningkatan beban masyarakat, tetapi sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sektor belanja, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan maupun target pembangunan. Pemerintah diminta memperkuat fungsi pengendalian dan verifikasi terhadap pelaksanaan program agar laporan yang disampaikan perangkat daerah benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Fraksi juga mengingatkan agar pola pelaporan tidak hanya berorientasi untuk menenangkan pimpinan, tetapi menyajikan persoalan dan capaian secara objektif.

Untuk pembangunan infrastruktur, Pemprov Bali didorong memastikan proyek-proyek prioritas yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 dapat dituntaskan. Di saat yang sama, kebutuhan mendasar dan produktif seperti pemeliharaan jalan, trotoar dan pasar, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, termasuk kesiapan pembangunan Rumah Sakit Provinsi Bali, juga harus mendapat ruang anggaran yang memadai.

Fraksi PDI Perjuangan turut mendorong optimalisasi aset milik Pemprov Bali yang berpotensi dikembangkan sebagai objek green tourism maupun sport tourism. Pengembangan tersebut dinilai tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah aset daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Penanganan sampah terpadu dan penataan transportasi publik juga menjadi perhatian. Pemerintah diminta memperjelas manfaat konkret dari program tersebut agar masyarakat dapat memahami dan merasakan dampaknya sebelum tahun anggaran berakhir.

Sementara terkait SiLPA dan pinjaman daerah, Fraksi PDI Perjuangan meminta adanya kejelasan mengenai postur pembiayaan, khususnya penggunaan SiLPA tahun anggaran sebelumnya dan kebijakan pinjaman daerah.

Menurut Fraksi PDI Perjuangan, pengelolaan pembiayaan daerah merupakan persoalan sensitif sehingga setiap peruntukan dan mekanisme penggunaannya perlu dijelaskan secara terbuka untuk mencegah spekulasi di masyarakat.

Pembiayaan juga harus dikelola secara cermat dengan tetap menjaga likuiditas dan kesehatan keuangan daerah, sehingga benar-benar mendukung program prioritas dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan berkomitmen mengawal pembahasan dan penyempurnaan Raperda Perubahan APBD 2026 bersama Pemerintah Provinsi Bali sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fraksi menilai Perubahan APBD tidak semata-mata menjadi pemenuhan aspek administratif, tetapi harus menjadi instrumen kebijakan publik untuk memperkuat pembangunan Bali yang terpadu, berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Arn)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved