-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 15 April 2026

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri kegiatan persembahyangan Bakti Penganyar dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang digelar di Pura Agung Besakih

Tabanan , Bali Kini — Mewakili Bupati Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri kegiatan persembahyangan Bakti Penganyar dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang digelar di Pura Agung Besakih, yang berlokasi di Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Senin (13/4). 

Kehadiran Wakil Bupati dan jaaran merupakan wujud bhakti serta komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual serta tradisi keagamaan Hindu di Bali, khususnya dalam pelaksanaan karya besar yang memiliki makna sakral bagi umat Hindu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, serta jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan, mencerminkan rasa tulus ikhlas serta kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang persembahyangan, tetapi juga mempererat sinergi dan spiritualitas antar aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. ( *)

Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Bangli Ikuti Literasi Digital "Cakap Digital"


BANGLI , Bali Kini – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli terus memacu transformasi digital bagi pelaku usaha lokal. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Literasi Digital Tahap II bertajuk "Cakap Digital untuk UMKM" yang digelar di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Bangli hadir untuk memperdalam strategi bertahan dan berkembang di tengah pesatnya persaingan pasar global.

Kepala Bagian Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosan Kabupaten Bangli, A.A. Krisna Budiawan, saat membuka acara menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci utama akses pasar di masa kini.

"Saat ini kita tidak lagi bicara soal 'besok'. Bagi UMKM di Bangli, literasi digital adalah strategi bertahan hidup sekaligus kunci akses pasar global. Tanpa pemahaman digital, kita akan tertinggal oleh persaingan yang kian ketat," ujar Krisna Budiawan.

Ia menambahkan, selain mengejar keuntungan materi, pelaku usaha juga harus memahami regulasi yang ada. Pemerintah telah menyiapkan payung hukum yang kuat untuk memberikan rasa aman, mulai dari UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, hingga aturan terbaru Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026.

"Di tengah pesatnya perkembangan era digital, masyarakat—khususnya pelaku UMKM—dituntut memiliki kecakapan dalam menggunakan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab," imbuhnya.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya perwakilan Diskominfo Provinsi Bali dan I Made Indra Wijaya dari Mapindo. Diskusi berlangsung interaktif dipandu oleh moderator senior sekaligus praktisi komunikasi, Ida Bagus Agung Ketut Ludra.

Para peserta diberikan pelatihan intensif yang berfokus pada tiga pilar utama yakni Optimalisasi Platform Digital yaitu Strategi efektif memasarkan produk secara daring agar mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Keamanan Digital dengan Edukasi mengenai perlindungan data usaha dan transaksi dari ancaman kejahatan siber.

Serta Etika Ruang Digital dengan Membangun branding yang sehat, positif, dan bertanggung jawab di media sosial.

Melalui program literasi digital ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap para pelaku UMKM tidak hanya sekadar "masuk" ke ekosistem digital, tetapi mampu mengelola strategi pemasaran secara mandiri dan profesional.

Diharapkan dengan meningkatnya kompetensi digital ini, UMKM di Bangli dapat "naik kelas" dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap penguatan ekonomi lokal di era ekonomi kreatif.

Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Ket. Foto : Wakil Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menerima kunjungan dari Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4).

Denpasar. Bali Kini -  Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelestarian kain tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa Dekranasda Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Ny. Sagung Antari Jaya Negara terus berkomitmen menjalankan program kerja yang berfokus pada upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

“Dekranasda Kota Denpasar berupaya meningkatkan kualitas produk kerajinan dan kapasitas perajin sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa serta kearifan lokal,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari.

Sementara itu, Ny. Musliana Ismail mengungkapkan bahwa Dekranasda Kota Denpasar dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai berhasil dalam pelestarian dan pengembangan tenun ikat endek.
“Kami ingin belajar langsung mengenai program kerja Dekranasda Denpasar, khususnya dalam menjaga eksistensi tenun endek. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu bersama para perajin,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman bersama pemilik Tenun Ikat Bali Nusa, Primasari Pande. Ia menjelaskan bahwa usaha tenun yang dikelolanya telah berjalan sejak tahun 1982 dengan menggunakan bahan katun dan sutra, serta proses produksi yang dimulai dari benang hingga menjadi kain menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Primasari juga menekankan bahwa perawatan kain tenun ikat endek memerlukan perlakuan khusus agar kualitas dan keindahannya tetap terjaga.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi antar daerah dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk kerajinan lokal di tingkat nasional.
(Pur)

Walikota Denpasar Jaya Negara Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pembangunan PSEL Denpasar Raya

Ket. Foto :
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama dengan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) PSEL Denpasar Raya, beberapa waktu lalu.

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama dengan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung untuk fasilitas PSEL Denpasar Raya

“Pemerintah Kota Denpasar bersama dengan Pemprov Bali Pemerintah Kabupaten Badung resmi menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan infrastruktur pendukung untuk fasilitas PSEL Denpasar Raya,” ucap Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam keterangannya di kantor Walikota Denpasar, Rabu (15/4).

Untuk diketahui, dalam dokumen yang ditandatangani dituliskan kerja sama mencakup penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama pembangunan PSEL.

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar Jaya Negara juga menyampaikan, perjanjian kerja sama ini diharapkan tidak hanya sekedar menjadi administratif saja, namun simbol komitmen bersama dalam menjawab persoalan lingkungan yang telah lama menjadi polemik.

Pihak Pemkot Denpasar, kata Walikota Jaya Negara siap berkomitmen untuk berkolaborasi antarwilayah untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain itu, ia juga berharap kedepannya sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber energi yang dapat diolah menjadi listrik

"Kita harapkan PSEL ini dapat menjadi  solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Bali,” 

Lebih jauh, Walikota Jaya Negara  mengungkapkan bahwa pembangunan fisik proyek ini ditargetkan segera dimulai.
Sebagai informasi, proyek PSEL yang akan berlokasi di dekat Pelabuhan Benoa ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026.

Hal ini, lanjut Walikota Jaya Negara sekaligus juga menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam, dan berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Bali.

"Mudah-mudahan PSEL Denpasar Raya ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mendukung ketahanan energi daerah," jelasnya. (Win)

Sekretaris 1 TP. Posyandu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa hadiri Penutupan Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

Ket. Foto : Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri penutupan Kegiatan Bina Posyandu Tahap II Provinsi Bali yang diikuti oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana resmi ditutup pada Rabu (15/4) di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu.


Denpasar, Bali Kini  - Kegiatan Bina Posyandu Tahap II Provinsi Bali yang diikuti oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana resmi ditutup pada Rabu (15/4) di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu.

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, yang hadir mewakili Ketua TP Posyandu Kota Denpasar. Dalam kesempatan itu, Ny. Ayu Kristi turut menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus dan tersertifikasi.

Saat ditemui disela-sela kegiatan, Sekretaris 1 TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa kader Posyandu memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran tersebut sangat penting, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, kegiatan Bina Posyandu yang telah berlangsung selama beberapa hari tersebut memberikan manfaat nyata bagi para kader, terutama dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap berbagai program pelayanan masyarakat.

"Melihat seperti ini, kegiatan ini sangat berguna dan sungguh sangat bermanfaat bagi kader posyandu. la juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan pelaksanaan program tersebut ke depan agar lebih efektif. Salah satunya dengan membagi kegiatan Bina Posyandu ke dalam dua kategori, yakni pelatihan khusus bagi kader Posyandu serta pembinaan bagi para pembina Posyandu sesuai dengan arahan Ketua TP. Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, ujarnya.

Sementara Kadis PMD dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, saat menutup kegiatan mengatakan, untuk total peserta dari Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana Total peserta 111 orang, dengan jumlah peserta kota 32 orang peserta yang terdiri dari Ketua TP.PKK Kecamatan Denut, Dentim, Densel dan Ketua TP.PKK Desa/kelurahan. Untuk peserta Jembrana 79.

“Saya berpesan kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan agar tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri. la berharap ilmu yang didapat dapat dibagikan kembali kepada kader Posyandu lainnya di wilayah masing-masing. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader dapat dirasakan secara lebih luas dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan di tingkat masyarakat”, ujarnya. (Ays).

Pemkab Jembrana Sosialisasikan Skema Beasiswa "1 Keluarga 1 Sarjana" Program Pemprov Bali

Jembrana , Bali Kini – Akselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui sosialisasi program strategis Provinsi Bali, yakni "1 Keluarga 1 Sarjana" dan "Bali Go Global", Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan visi Jembrana menuju pusat SDM kompetitif, Rabu (15/4).

Program “1 Keluarga 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Provinsi Bali ini, menyasar keluarga kurang mampu ber-KTP Bali. Program ini memberikan beasiswa penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima.

Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencakup pembebasan biaya pendaftaran, SPP/UKT hingga delapan semester, serta uang pangkal yang ditanggung oleh perguruan tinggi mitra. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan subsidi biaya hidup setiap bulan, yakni Rp1,4 juta untuk wilayah Denpasar dan Badung, Rp1,2 juta untuk Buleleng dan Karangasem, serta Rp750 ribu bagi mahasiswa Universitas Terbuka.

Seleksi program ini dilakukan secara ketat dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan rekomendasi desa adat serta indikator ekonomi seperti penggunaan listrik 450 hingga 900 VA. Tercatat, sebanyak 28 perguruan tinggi di Bali telah siap menjadi mitra dalam menyukseskan program ini.

Pemprov Bali menargetkan sebanyak 1.450 mahasiswa dapat terserap dalam program ini, dengan tujuan utama memastikan setiap keluarga kurang mampu memiliki minimal satu sarjana guna meningkatkan taraf hidup dan kualitas SDM.
Sejalan dengan itu, program “Bali Go Global” turut diperkenalkan sebagai upaya memperluas peluang generasi muda Bali untuk berkiprah di kancah internasional. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan melalui pendidikan vokasi dan pelatihan, serta membuka akses kerja ke luar negeri.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita bicara soal masa depan. Bukan hanya masa depan anak-anak kita, tetapi masa depan keluarga kita semua. Pemerintah provinsi memiliki program 1 KK 1 Sarjana, dan di Jembrana kita juga punya semangat yang sama melalui program 1 KK 1 Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah persaingan yang semakin ketat, pendidikan menjadi faktor penentu untuk “naik kelas”. Meski tidak menutup kemungkinan sukses tanpa pendidikan tinggi, namun peluang akan jauh lebih besar bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Dengan adanya satu sarjana dalam keluarga, diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan kesejahteraan keluarga tersebut.
“Kalau dulu orang tua kita berjuang dengan tenaga, sekarang anak-anak kita harus berjuang dengan ilmu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang telah dibuka pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendorong dan memotivasi anak-anak agar tidak berhenti pada jenjang pendidikan menengah. 

Sementara , Program "Bali Go Global" diperkenalkan sebagai jawaban atas tantangan pasar kerja internasional, di mana pemuda Jembrana didorong untuk menguasai keterampilan vokasi dan sertifikasi global. Sementara itu, program "1 Keluarga 1 Sarjana" menjadi fondasi akademis bagi keluarga prasejahtera untuk memiliki daya saing intelektual.

"Pemerintah sudah membuka jalan dan menyiapkan infrastrukturnya. Kini tinggal bagaimana masyarakat, terutama orang tua, memotivasi anak-anaknya untuk berani bermimpi besar," pungkas Bupati Kembang. 

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana putra-putri daerah dari pelosok desa sekalipun memiliki akses yang sama terhadap pendidikan tinggi dan peluang kerja global. ( * )

Selasa, 14 April 2026

Satpol PP Denpasar Kembali Tertibkan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum.


Denpasar, Bali Kini - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, dan pamflet yang terpasang tidak sesuai ketentuan Selasa (14/4). Hal tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait maraknya pemasangan media promosi ilegal di fasilitas umum. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Denpasar adalah Anak Agung Ngurah Bawa Nendra Mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum, estetika kota, serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. Penertiban dilaksanakan dengan menyasar sejumlah ruas jalan strategis di Kota Denpasar, yakni Jalan PB Sudirman, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Mahendradatta.

Dalam kegiatan tersebut, Bawa Nendra menjelaskan bahwa petugas Satpol PP menyisir sepanjang ruas jalan dan langsung menurunkan berbagai atribut promosi yang dinilai melanggar. Selain itu, penertiban juga dilakukan secara humanis dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat maupun pihak pemasang.

"Lokasi tersebut diketahui menjadi titik rawan pemasangan berbagai jenis media promosi yang kerap melanggar aturan, seperti dipasang di tiang listrik, pohon perindang, rambu lalu lintas, hingga fasilitas umum lainnya," ujarnya. 

Dari hasil kegiatan, petugas berhasil mengamankan sejumlah atribut yang terdiri dari Baliho sebanyak 21 buah, Pamflet sebanyak 40 buah, Banner sebanyak 30 buah, Spanduk sebanyak 26 buah. Seluruh barang hasil penertiban tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti dan akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bawa Nendra menekankan, kegiatan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan banyaknya pemasangan atribut promosi yang tidak tertata dan melanggar aturan. Selain mengganggu keindahan kota, pemasangan yang sembarangan juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Penertiban ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama di kawasan-kawasan padat aktivitas. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah," ujarnya. 

Pihaknya turut mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memasang media promosi sesuai dengan peraturan yang berlaku serta memperhatikan lokasi yang diperbolehkan. Dengan demikian, diharapkan Kota Denpasar dapat tetap terjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahannya sebagai wajah kota yang nyaman dan tertata.

"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketertiban umum serta merespons setiap aspirasi masyarakat demi menciptakan lingkungan kota yang lebih baik," ujarnya. (Ayu)

Tinjau Dua Ruas Jalan Rusak di Desa Baluk, Bupati Pastikan Segera Di-hotmix

.
​Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur jalan rusak di Desa Baluk pada Selasa (14/4). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum dimulainya proyek pengaspalan (hotmik) yang dijadwalkan akan dieksekusi pada bulan Juni mendatang.

​Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Baluk ini merupakan prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung roda ekonomi masyarakat desa. Adapun anggaran pengerjaan proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

​Dalam sela-sela peninjauannya, Bupati Kembang menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjawab aspirasi warga terkait akses transportasi yang layak.

​“Pengerjaan hotmik akan kita mulai bulan Juni nanti. Kami ingin memastikan akses jalan bagi masyarakat Desa Baluk kembali nyaman dan aman untuk dilewati,” ujarnya.

​Selain meninjau aspek teknis jalan ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat setempat. Beliau menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga ketahanan jalan yang akan dibangun, salah satunya melalui drainase yang berfungsi dengan baik.

​“kepada seluruh masyarakat di sekitar dua ruas jalan yang akan di-hotmik ini agar mulai bergotong royong membersihkan got atau saluran air. Jalan yang bagus akan cepat rusak jika terendam air karena saluran tersumbat. Mari kita jaga bersama aset ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

​Dua ruas jalan di Desa Baluk tersebut diprediksi akan mengalami perubahan signifikan setelah proses pengaspalan selesai. Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kolaborasi antara bantuan anggaran provinsi dan swadaya masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh pelosok kabupaten.

Pansus III DPRD Karangasem Turun Lapangan, Cek Kepatuhan Perizinan Usaha


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Karangasem yang diketuai oleh I Wayan Sumatra turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan data terhadap para pelaku usaha, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan apakah terdapat pengusaha yang melanggar aturan perizinan atau tidak.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Pansus III Nengah Karyawan, Camat Abang, serta perwakilan dari BPKAD. Tim melakukan peninjauan di wilayah Bunutan, Kecamatan Abang, tepatnya pada salah satu toko modern berjejaring. Selanjutnya, rombongan melanjutkan pengecekan ke lokasi Sunset Point Amed.

Di lokasi Sunset Point Amed, Pansus III memberikan apresiasi atas kelengkapan administrasi dan perizinan usaha yang dinilai tertib serta tidak ditemukan pelanggaran. Usaha tersebut bahkan disebut telah menjadi ikon Karangasem karena mampu membawa nama daerah hingga viral dan dikenal luas.

Ketua Pansus III I Wayan Sumatra menjelaskan bahwa persoalan perizinan usaha merupakan hal yang kompleks. Tidak hanya menyangkut tata ruang, tetapi juga berkaitan dengan perizinan UMKM, usaha kecil, hingga toko modern berjejaring. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan untuk melakukan penindakan, melainkan masih dalam tahap pengumpulan data.

“Permasalahan ini sangat kompleks, sehingga kami belum dalam posisi untuk menjustifikasi atau mengambil tindakan. Kami masih mengumpulkan data dan nantinya akan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Hal ini juga berkaitan dengan iklim investasi yang sangat bergantung pada kepastian hukum,” ujarnya.

Pansus III juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat di Karangasem. Kepastian hukum dalam perizinan dinilai menjadi faktor utama yang dapat mendorong masuknya investasi ke daerah.

Selain itu, keberadaan Sunset Point Amed diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya, khususnya dalam hal kepatuhan terhadap administrasi dan perizinan. Pansus III berharap ke depan semakin banyak pengusaha yang mengikuti standar tersebut.

Dalam kegiatan ini, Pansus III juga menegaskan komitmennya untuk merangkul para pelaku usaha. Mereka menekankan bahwa DPRD tidak datang untuk mengeksekusi atau menindak, melainkan untuk membantu dan mempermudah pengusaha yang memiliki itikad baik dalam mengurus perizinan.

“Kami ingin merangkul dan membantu pengusaha, khususnya yang benar-benar ingin mengurus izin secara administrasi. DPRD juga siap membantu mempermudah proses perizinan,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pansus III DPRD Karangasem diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan sistem perizinan yang tertib, transparan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah lainnya di Kabupaten Karangasem. (Ami)

Senin, 13 April 2026

Wabup Tjok Surya Tutup Kesanga Mahotsava Fest 2026, Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Seni Ogoh-Ogoh


Klungkung , Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mewakili Bupati Klungkung secara resmi menutup kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Lomba Tapel dalam rangkaian Kesanga Mahotsava Fest 2026, Minggu (12/4). Kegiatan yang berlangsung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Klungkung yang diketuai oleh Anak Agung Gde Mega Ary Putra.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap antusiasme para peserta, khususnya anak-anak usia sekolah dasar yang turut ambil bagian menampilkan karya terbaik mereka.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung, kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini dan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong KNPI Klungkung untuk berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dalam menggelar kegiatan serupa, terutama sebagai bagian dari upaya memeriahkan Festival Semarapura. Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, berinovasi, serta melestarikan seni dan budaya Bali.

“Semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan, memberikan manfaat luas, serta melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Klungkung, Anak Agung Gde Mega Ary Putra, yang akrab disapa Gung Mega, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan seni budaya Bali, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan bakat-bakat seniman muda dari seluruh Bali. Ia juga menegaskan bahwa lomba ini bersifat terbuka untuk umum tanpa batasan usia serta tidak dipungut biaya pendaftaran.

Adapun kategori yang dilombakan meliputi Lomba Ogoh-Ogoh Mini kategori mesin yang diikuti oleh 6 peserta dan kategori non-mesin sebanyak 104 peserta. Selain itu, Lomba Tapel Ogoh-Ogoh yang menonjolkan detail estetika wajah tokoh pewayangan maupun kerakyatan diikuti oleh 123 peserta. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah, piala, sertifikat, serta penghargaan khusus untuk kategori Juara Favorit.

Kesanga Mahotsava Fest diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu menjadi daya tarik pariwisata lokal yang berdampak pada penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Klungkung.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved