-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 22 Maret 2026

KAP Jadi Ajang Promosi, Puluhan Pedagang Ramaikan Jalur 11

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  - Memasuki momen liburan yang belum berakhir, geliat pelaku UMKM di Karangasem tetap terlihat aktif melalui kegiatan Karangasem Akhir Pekan (KAP). Kegiatan ini dimanfaatkan para pelaku usaha di malam Minggu, tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai sarana promosi.

Ketua Komunitas Karangasem Entrepreneur Jagath Karana (KERJA), I Dewa Gede Yudi Diatmika atau lebih akrab di sapa Bework mengatakan omset yang dihasilkan dalam kegiatan ini dapat meningkat signifikan saat event besar berlangsung.

“Kalau ada event besar seperti tahun baru atau satu tahun kepemimpinan kemarin yang menghadirkan artis besar, akumulasi omset dari seluruh pedagang bisa sampai 200 juta. Untuk malam Minggu biasa tanpa event besar, berkisar 120 sampai 130 juta,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026)

Ia menegaskan, KAP bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ajang promosi bagi para pelaku UMKM. Sebagian besar pedagang diketahui telah memiliki tempat usaha permanen, baik di rumah maupun outlet.

“Di sini lebih ke promosi. Kalau dagangan habis itu bonus,” tambahnya.

Saat ini, sebanyak 121 pelaku usaha tergabung dalam komunitas KERJA. Sementara yang aktif berjualan di jalur 11 KAP tercatat sebanyak 95 pedagang atau outlet.

Pengawasan kegiatan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Karangasem melalui surat keputusan bupati. Para pelaku usaha diwajibkan memenuhi kelengkapan administrasi serta standar usaha, termasuk penyusunan menu yang diseleksi agar beragam.

Menu unik menjadi salah satu prioritas untuk bisa bergabung dalam kegiatan ini. Selain itu, konsep makanan sehat juga diutamakan guna memberikan pilihan yang lebih berkualitas bagi pengunjung.

Melalui KAP, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat branding serta memperluas pasar usaha mereka di Karangasem. (Ami)

Sabtu, 21 Maret 2026

Bupati Sanjaya Bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Serahkan Bantuan Ambulans dan Program Bedah Rumah CSR Bank BPD Bali


Tabanan , Bali Kini
  – Pemerintah Kabupaten Tabanan menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit ambulans dan enam unit program bedah rumah dari Bank BPD Bali. Penyerahan bantuan berlangsung di RSUD Singasana Tabanan, Kamis, (12/3). Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi Bank BPD Bali dengan Pemkab Tabanan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tabanan. 


Bantuan ini diterima secara langsung diterima oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Bantuan Ambulans diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis cepat. Program bedah rumah juga langsung diseeahkan bagi enam penerima manfaat yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Tabanan, diantaranya dari Kecamatan Baturiti, Selemadeg Barat, Marga, Kerambitan, dan Selemadeg.


Bupati  Sanjaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank BPD Bali atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Tabanan, baik dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan. “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Tabanan dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan Tabanan Era Baru, Aman, Unggul, dan Madani. Masyarakat yang sehat merupakan fondasi utama dalam membangun daerah,” ujarnya.


Bupati Sanjaya juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang terus ditingkatkan oleh RSUD Singasana Tabanan. “Mengelola rumah sakit itu tidak mudah. Berbeda dengan hotel yang melayani orang yang sedang senang, rumah sakit melayani orang yang sedang sakit. Karena itu diperlukan kesabaran dan pelayanan yang baik. Saya melihat RSUD Singasana sudah terus bergerak meningkatkan pelayanan dengan manajemen yang semakin baik,” pungkasnya. 


Senada dengan Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Bank BPD Bali. Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat bermanfaat di tengah upaya pemerintah daerah yang terus menggencarkan peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan peran posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan khususnya bidang kesehatan dan bidang perumahan rakyat.


Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah daerah. "Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Sehingga, berbagai program yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," imbuh Bunda Rai.  


Sementara itu, perwakilan Bank BPD Bali, I Wayan Sutela Negara, menyampaikan bahwa program CSR merupakan bentuk komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan, hingga akhir Desember 2025 Bank BPD Bali memiliki total aset sekitar Rp. 41 Triliun dengan perolehan laba sebesar Rp. 1,1 Triliun. Dari capaian tersebut, Bank BPD Bali menyalurkan berbagai program CSR di sejumlah daerah di Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan. “Untuk Kabupaten Tabanan sendiri, nilai CSR yang disalurkan kurang lebih mencapai Rp. 9 Miliar," ungkapnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi”


Tabanan , Bali Kini  -
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan menghadiri kegiatan Pasar Rakyat bertema “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Jumat, (13/1). Dimana kegiatan ini menjadi wadah pemberdayaan UMKM, Petani, serta sektor terkait melalui konsep pasar yang mengedepankan kebersamaan dan kepedulian sosial.


Pasar Rakyat yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berbelanja produk lokal, guna meningkatkan perekonomian daerah ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya. Saat itu, Bunda Rai didampingi Ny. Budiasih Dirga, serta seluruh Pengurus dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tabanan bersama anggota. 


Kehadiran jajaran TP PKK Tabanan menegaskan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh TP PKK Provinsi Bali. Sejak pagi hari, suasana pasar rakyat telah dipenuhi berbagai stan yang tertata rapi. Para pedagang menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, hasil bumi, hingga kerajinan khas daerah. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya meninjau stan yang digelar, namun juga turut berbelanja langsung di sejumlah tenant sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pelaku UMKM dan petani lokal.

Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya saat membuka acara menjelaskan, bahwa Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. “Program ini merupakan salah satu cara kami untuk berkumpul setiap bulan. PKK selalu menggandeng UMKM, para petani dan masyarakat. Melalui pasar rakyat yang dilaksanakan bergiliran di setiap Kabupaten/Kota, kami bisa saling bertegur sapa sekaligus menggerakkan potensi masyarakat,” ujarnya.


Lebih lanjut, pihaknya menuturkan, bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PKK dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Ia juga menekankan, bahwa para pedagang yang terlibat berasal dari daerah setempat, tidak dipungut biaya, dan menjual produk dengan harga terjangkau. “Para pedagang di sini berjualan gratis dan harga yang ditawarkan minimal satu tingkat di bawah harga pasar. Kami juga mengajak seluruh pengurus PKK untuk terus bergerak menggerakkan potensi masyarakat, karena PKK adalah tim penggerak yang harus mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antar pengurus PKK, tetapi juga membantu para pedagang, petani dan UMKM untuk memasarkan produk mereka. Kami di Tabanan tentu siap mendukung dan bersinergi dengan program Provinsi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026


Tabanan 
– Menyambut Tahun Baru Saka 1948, momen suci Hari Raya Nyepi kembali hadir sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui keheningan, introspeksi, dan penyucian diri. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Nyepi diharapkan mampu memperkuat harmoni kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.


Menyambut hari suci tersebut, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu (Semeton Sedharma) di Kabupaten Tabanan dan di manapun berada.


Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Hari Raya Nyepi merupakan momentum sakral untuk melakukan introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, sebagai upaya menyucikan diri sekaligus menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh keluarga kami umat Sedharma di manapun berada,” ujar Sanjaya.


Lebih lanjut, ia berharap perayaan Nyepi mampu menghadirkan kedamaian serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Tabanan yang selama ini telah terjalin dengan baik.


Sementara itu, Wabup Dirga menambahkan bahwa makna Nyepi hendaknya benar-benar dihayati melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian. “Semoga dalam keheningan Catur Brata Penyepian, kita mampu menyucikan diri, menata pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta memperkuat sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkap Dirga.


Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap seluruh masyarakat dapat melaksanakan Hari Raya Nyepi dengan penuh khidmat, menjaga ketertiban, serta saling menghormati. Dengan semangat tersebut, diharapkan kedamaian, keharmonisan, dan nilai persaudaraan akan terus terjaga dalam mendukung terwujudnya Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah Tahun 2026


Tabanan , Bali Kini –
Suasana kemenangan dan kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan atas nama pribadi, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Tabanan.


Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum suci yang sarat makna, penuh berkah dan ampunan, sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk kembali kepada fitrah. Ia menekankan bahwa Idul Fitri hendaknya dimaknai sebagai ajang mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.


“Melalui kesempatan yang baik ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Semoga kedamaian, kebahagiaan, serta keberkahan senantiasa menyertai kita semua,” ujar Sanjaya, lebih lanjut, pihaknya berharap semangat Idul Fitri mampu menjadi energi positif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Tabanan.


Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos. turut menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh umat Muslim. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat Idul Fitri membawa kedamaian, kebersamaan, dan mempererat tali silaturahmi dalam keberagaman,” ungkap Dirga.


Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap perayaan Idul Fitri dapat dirayakan dengan penuh suka cita, tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, serta menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan semangat tersebut, diharapkan nilai persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan akan terus terjaga dalam mendukung terwujudnya Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani

Jelang Nyepi dan Lebaran, Kunjungan ke Taman Tirtagangga Mulai Meningkat

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, kunjungan wisatawan ke Taman Tirtagangga mulai mengalami peningkatan.

Objek wisata yang berlokasi di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem ini terlihat mulai dipadati wisatawan sejak 20 Maret 2026. Peningkatan jumlah pengunjung ini menjadi tanda awal lonjakan kunjungan selama musim liburan.

Kepala pengelola Tirtagangga, Anak Agung Made Kosalya, mengatakan bahwa jumlah kunjungan saat ini sudah menunjukkan tren naik dibanding hari biasa.

“Mulai tanggal 20 Maret sudah terlihat peningkatan. Biasanya rata-rata kunjungan sekitar 1.000 orang per hari, sekarang sudah mencapai sekitar 1.300 pengunjung,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Meski terjadi peningkatan, kunjungan saat ini masih didominasi wisatawan mancanegara. Wisatawan asal India tercatat menjadi yang paling banyak berkunjung dalam beberapa hari terakhir.

Di kawasan taman, aktivitas wisatawan terlihat cukup beragam, mulai dari memberi makan ikan, berswafoto di area kolam, menaiki perahu, mengunjungi museum, hingga berenang menikmati suasana taman air peninggalan kerajaan Karangasem tersebut.

Untuk tarif masuk, pengelola memberlakukan harga berbeda bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan asing dikenakan tarif Rp90 ribu untuk usia di bawah 65 tahun, sementara yang berusia di atas 65 tahun mendapat harga khusus Rp70 ribu, dan anak-anak usia 5–12 tahun sebesar Rp45 ribu.

Sedangkan wisatawan domestik dikenakan tarif Rp45 ribu untuk dewasa, Rp35 ribu bagi pemegang KTP Bali, dan Rp25 ribu untuk anak-anak. Harga tiket tersebut sudah termasuk fasilitas museum, kolam, serta penggunaan payung secara gratis.

Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan kunjungan wisatawan domestik biasanya terjadi pada minggu kedua libur panjang atau beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pihak pengelola pun optimistis tren peningkatan akan terus berlanjut.

“Kami berharap dan yakin kunjungan wisatawan domestik akan meningkat, terutama setelah Lebaran,” kata Kosalya. (Ami)

114 Warga Binaan Lapas Karangasem Dapat Remisi Idul Fitri, 4 Langsung Bebas

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Sebanyak 114 warga binaan di Lapas Kelas IIB Karangasem mendapat remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2026, Sabtu (21/3/2026). Dari jumlah tersebut, 4 orang langsung bebas setelah memperoleh Remisi Khusus II (RK II).

Rinciannya, Remisi Khusus I (RK I) diberikan kepada 105 orang dengan besaran bervariasi, yakni 24 orang mendapat pengurangan masa pidana 15 hari, 65 orang 1 bulan, dan 16 orang 1 bulan 15 hari. Sementara itu, RK II atau remisi yang langsung mengakhiri masa pidana diberikan kepada 4 orang, masing-masing 2 orang mendapat remisi 15 hari dan 2 orang 1 bulan.

Berdasarkan jenis perkara, penerima remisi Idul Fitri didominasi kasus narkotika sebanyak 43 orang, disusul pencurian 41 orang, perlindungan anak 9 orang, penggelapan 6 orang, pembunuhan 4 orang, serta masing-masing 3 orang untuk penganiayaan dan penipuan. Selain itu, terdapat 2 orang kasus ITE, 2 orang lalu lintas, dan 1 orang kasus kesusilaan.

Selain Idul Fitri, Lapas Kelas IIB Karangasem juga mengusulkan remisi khusus Hari Raya Nyepi bagi 83 warga binaan. Seluruhnya merupakan RK I, dengan rincian 21 orang mendapat remisi 15 hari, 54 orang 1 bulan, dan 8 orang 1 bulan 15 hari.

Untuk kasus penerima remisi Nyepi, tercatat didominasi perkara narkotika sebanyak 35 orang, pencurian 23 orang, serta perlindungan anak 18 orang. Sisanya terdiri dari pembunuhan 3 orang, penggelapan 2 orang, dan penganiayaan 2 orang.

Sementara itu, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), remisi Nyepi diberikan kepada 9 anak binaan (RK I), tanpa ada yang langsung bebas. Sedangkan pada Idul Fitri, sebanyak 5 anak binaan menerima RK I, juga tanpa penerima RK II.

Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak, mengatakan pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

“Sebanyak 114 orang warga binaan mendapat remisi khusus Idul Fitri, dengan 4 orang langsung bebas. Untuk Nyepi, ada 84 orang yang mendapat remisi. Kriteria penerima remisi adalah berkelakuan baik minimal selama 6 bulan terakhir. Besaran remisi yang diberikan bisa paling lama 2 bulan bahkan bisa juga dapat hingga 3 bulan,” ujarnya. (Ami)

Jumat, 20 Maret 2026

Ogoh-Ogoh “Sang Kala Musika” Diklaim Terbesar se-Karangasem, Usung Filosofi Ngaben Tikus

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Ogoh-ogoh karya STT Semeton Alit-Alit Ababi Dimel Kangin, Desa Ababi, Karangasem, mencuri perhatian karena diklaim sebagai salah satu ogoh-ogoh terbesar se-Karangasem yang ikut memeriahkan Nyepi tahun Saka 1948 dengan tinggi mencapai hampir 7 meter.

Ogoh-ogoh bertajuk Sang Kala Musika ini memiliki lebar 3 x 2 meter dan berat sekitar 500 kilogram, sehingga membutuhkan sedikitnya 20 orang dewasa untuk mengangkatnya.

Keunikan tidak hanya terletak pada ukuran, tetapi juga pada bahan yang digunakan. Ogoh-ogoh ini didominasi oleh ijuk, yang biasa digunakan sebagai bahan atap tradisional, dipadukan dengan dekorasi somi atau padi. Selain itu, digunakan pula bambu (ulat-ulatan), rangka besi, serta kertas koran dalam proses pembuatannya.

Pembina sekaa, Ketut Suka Ariawan, menyebutkan bahwa proses pengerjaan ogoh-ogoh ini memakan waktu sekitar dua bulan. Meski demikian, tidak ada kendala berarti selama proses berlangsung.
“Kesulitan kami hampir tidak ada, hanya terkendala waktu karena sebagian besar anggota juga bekerja,” ujarnya.

Berbeda dari ogoh-ogoh pada umumnya yang mengangkat tokoh pewayangan, karya ini mengusung filosofi tradisi lokal Desa Ababi, yakni upakara Nangluk Merana berupa Ngaben Tikus. Dalam kepercayaan setempat, tikus dikenal sebagai Jero Ketut.

Melalui ogoh-ogoh ini, digambarkan sosok ibu tikus yang datang untuk mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan upacara tersebut, sekaligus mengajak anak-anak tikus lain untuk turut serta mengendalikan hama tikus di Desa Ababi.

Ogoh-ogoh ini merupakan hasil kolaborasi dengan maestro De Arta dan arsitek Fajar Jaran, serta mendapat dukungan dari sponsor Pulle dan Bigwork.

Karya ini tidak hanya menjadi simbol kreativitas pemuda setempat, tetapi juga menjadi media pelestarian nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal Desa Ababi. (Ami)

NYEPI SAKA 1948 DI BUNGAYA LANCAR, TAKBIRAN TANPA PENGERAS SUARA

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Perayaan Nyepi Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 di Bali berlangsung lancar tanpa hambatan, meski bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri dan malam takbiran umat Islam.

Di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, situasi terpantau aman dan kondusif. Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dengan tertib, meliputi amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Pengamanan selama Nyepi dilakukan secara maksimal oleh pecalang di masing-masing banjar adat. Mereka disiagakan untuk menjaga ketertiban dan memastikan seluruh warga mematuhi aturan yang berlaku.

Keliang Banjar Adat Tengah, Wayan Gede Purnawan, mengatakan seluruh pecalang telah menjalankan tugas sesuai arahan desa adat.

“Kami yang ditugaskan, termasuk saya sebagai Keliang Banjar Adat Tengah bersama personel pecalang dari masing-masing banjar, tentu atas perintah desa adat dalam hal ini prajuru dan penyarikan desa, kami menjalankan tugas untuk mengamankan situasi lingkungan di Desa Adat Bungaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengamanan dilakukan di masing-masing wilayah banjar, serta menjalin koordinasi dengan pihak terkait jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami sebagai kelian adat mengamankan wilayah di masing-masing banjar adat. Apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan, kami berkoordinasi dengan desa dinas maupun desa adat,” tegasnya.

Selain itu, pihak desa adat juga menyiapkan mekanisme untuk kondisi darurat, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan medis.

“Dari desa adat akan memberikan surat pengantar jika ada situasi darurat, misalnya warga sakit, sehingga yang bersangkutan bisa diantar ke rumah sakit,” imbuhnya.

Di sisi lain, toleransi antarumat beragama juga terlihat di wilayah Bungaya yang berdampingan dengan umat Muslim di Lingkungan Lebah Sari. Umat Muslim tetap melaksanakan takbiran dan salat Idul Fitri secara terbatas tanpa menggunakan pengeras suara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Kampung Lebah Sari, jika takbiran tetap dilakukan di masjid ataupun di tempat masing-masing tanpa pengeras suara,” jelasnya.

Sementara itu, pecalang terus melakukan pemantauan selama Nyepi berlangsung. Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan teguran secara humanis.

Dengan sinergi antara pecalang, desa adat, serta tingginya toleransi antarumat beragama, perayaan Nyepi yang bertepatan dengan Lebaran di Desa Bungaya tahun ini berjalan aman, tertib, dan penuh keharmonisan. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved