-->

Iklan

Menu Bawah

Pemkab Karangasem Launching Muatan Lokal Kurikulum 2013 Sesuai Perbup 36 Tahun 2019

BaliKini.Net
Selasa, 01 Oktober 2019, 20.22 WIB Last Updated 2019-10-01T13:22:20Z
Karangasem ,BaliKini.Net - Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, menyelenggarakan kegiatan launching perbup (peraturan Bupati)  nomor 36 Tahun 2019 tentang pelaksanaan muatan lokal kurikulum 2013 di satuan pendidikan disinkronkan dengan pembukaan peningakatan kompetensi pembelajaran guru tahun 2019, Minggu (29/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertanian Kecamaatan Rendang dan berlangsung sejak pagi hari,dihadiri Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Pj Sekda Setda Kabupaten Karangasem Gusti Gede Rinceg, Forkopinda, Forkopincam,Asisten staf ahli dan seluruh jajaran Disdikpora  serta segenap OPD di jajaran Pemkab Karangasem, Korwil, pengawas sekolah, kepsek dan guru beserta siswa. 

Launching perbup 36 tahun 2019 adalah dalam upaya untuk mendata, menginventarisir dan melestarikan berbagai potensi daerah yg ada di Kabupaten Karangasem yang selanjutnya akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran muatan lokal pada kurikulum 2013. 

Tidak kurang dari 1.165 orang Guru, Kepala Sekolah, pengawas, undangan memadati Wantilan UPTD Pertanian Kecamatam Rendang. Diawali dengan persembahan MTs Negeri Amlapura sebagai salah satu bentuk pelaksanaan integrasi potensi daerah dalam muatan lokal. 

Kadisdikpora I Gusti Ngurah Kartika dalam laporannya menyampaikan tujuan dilaksanakan pengintegrasian potensi daerah dalam mata pelajaran muatan lokal diantaranya, menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan alam, sosial dan budaya serta spiritual. Sehingga diharapkan, peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang kuat serta memegang teguh kearifan lokal, untuk menjaga tetap lestarinya keunggulan dan kearifan lokal daerah. Selain itu guna mewujudkan hasil pembelajaran muatan lokal yang mendukung destinasi budaya, meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung sebagai atraksi wisata, serta salah satu wujud implementasi visi dan misi Bupati Karangasem dalam mewujudkan Karangasem yang cerdas bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. 

Kadisdikpora juga memaparkan tahapan terbit perbup 36 2019 tentang Pelaksanaan Muatan Lokal Kurikulum 2013 di satuan pendidikan, berawal dari inovasi Bupati yang terus berupaya membangkitkan perekonomian melalui peningkatan potensi daerah. Untuk mewujudkan ide tersebut, sesuai aturan yang ada diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Sebelumnya , belum ada kebijakan terkait integrasi potensi daerah, maka sementara belum dilaksanakan secara maksimal.

Semua potensi daerah akan dibelajarkan di satuan pendidikan. Kegiatan inventarisasi dan pendataan potensi daerah telah dilaksanakan, penyusunan silabus dan bahan ajar serta perangkat pembelajaran (RPP) juga telah tersusun. Beberapa sedang dalam proses pelatihan dan workshop.  Dengan adanya Perbup nonor 36 tentang Pelaksanaan  Muatan Lokal di satuan pendidikan maka menjadi kewajiban bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran muatan lokal di satuan pendidikan masing-masing.

Kepala disdikpora I Gusti Ngurah Kartika berharap potensi daerah tidak hanya diajarkan dan dilatih saat akan tampil, tetapi dibelajarkan di satuan pendidikan sebagai salah satu upaya pelestarian potensi daerah. 

Sementara itu, Bupati Karangasem menyampaikan agar setiap potensi yang ada di ligkungan sekolah untuk dibelajarkan melalui mata pelajaran mulok yg diajarkan pada kurikulum 2013.

 "Sekolah agar memiliki karakter. Jangan takut, harus berani dan bangga menampilkan hal yang unik dan baru, kesenian atau tradisi yang sudah ada dari leluhur kita untuk diajarkan," tegasnya. 

Ia meminta, setiap sekolah agar mengembangkan kekhasan daerah masing-masing. Generasi muda agar tidak malu dalam mempelajari dan melestarikan kebudayaan daerah. Bupati Mas Sumatri menambahkan, pihak sekolah bisa memanfaatkan gedung serbaguna, wantilan yang ada untk menggelar atraksi budaya yang telah diajarkan. Ke depan perlu difikirkan adanya even budaya yang lebih banyak untuk memberi kesempatan dan mengakomodasi potensi-potensi yang diajarkan. 

Sebagai bukti tahapan pelaksanaan Muatan Lokal mulai dijalankan, maka pada kesempatan tersebut dilaksanakan pula pameran potensi kesenian, kerajinan pada beberapa sekolah yang telah diintegrasikan dalam muatan lokal pada satuan pendidikan di 8 kecamatan. Peserta didik unjuk kebolehan dalam membuat tikar dari anyaman daun pandan, melukis karakter wayang di atas daun lontar, dan beberapa kreatifitas siswa dalam membuat topeng dan barang kerajinan.*
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+