-->

Jumat, 26 November 2021

Dinkes Deklarasikan ODF, 21 Desa Di Karangasem Telah Penuhi Syarat Desa ODF


BALI KINI ■ ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan terus dideklarasikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem demi ciptakan lingkungan yang sehat, hygiene dan rendah resiko penularan penyakit. Mengingat perilaku BAB sembarangan baik di hutan-hutan, sungai, pantai atau area terbuka lain yang masih dilakukan masyarakat utamanya di daerah-daerah pedesaan. 

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama, di Kabupaten Karangasem sendiri ada 21 Desa yang sudah memenuhi syarat sebagai desa ODF. "Deklarasi ODF merupakan pernyataan desa yang telah bebas dari perilaku BAB di sembarang tempat, setelah memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya, " Ungkap Putra Pertama Jumat (26/11/2021). 

Tim gabungan dari Dinkes Karangasem dan Puskesmas terus melakukan verifikasi ke desa-desa dengan harapan seluruh desa yang ada di Karangasem dapat memenuhi syarat sebagai desa ODF dengan mengakses jamban sehat. Seperti pada  bulan Desember nanti Dinas Kesehatan berencana akan melakukan verifikasi di Kelurahan Karangasem dan Desa Antiga Kelod. 

"Kita akan terus berupaya supaya seluruh desa yang ada di Karangasem memenuhi syarat sebagai desa ODF, " Katanya. 

Lanjut Putra Pertama, dijelaskan jika ODF masih di lakukan akan beresiko tinggi. Tak hanya pencemaran lingkungan, namun hal ini juga demi mencegah resiko penularan penyakit atau bahkan stunting (lambatnya tumbuh kembang anak). (Ami)

Rabu, 24 November 2021

Bupati Gede Dana Resmikan IPAL Komunal di Tiga Desa di Karangasem


Karangasem, Bali Kini -
Bupati Karangasem I Gede Dana meresmikan IPAL Komunal Sanimas Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat  (SPALD-T) skala permukiman, Selasa (24/11/2021) di Tiga Desa di Karangasem, diantaranta di Desa Ngis, Desa Pesedahan Kecamatan Manggis dan Desa Muncan Kecamatan Selat. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali yang diwakili Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah II , Ni Made Dhina Avianti Irawan.


Bupati Gede Dana mengungkapkan tantangan terbesar Kabupaten Karangasem dalam bidang sanitasi , masih tingginya angka BABS (Buang Air Besar Sembarangan) yang masih berada di angka 12,93%. Untuk mempercepat peningkatan layanan sanitasi tahun 2022, Pemkab Karangasem telah mengajukan pembangunan IPAL melalui dana alokasi khusus serta memperoleh alokasi pembangunan sanitasi pedesaan (Sandes) dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali.

“Sektor Sanitasi ini sangat penting, khususnya bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Balai telah membangun sanitasi ini di Karangasem. Kam harap masyarakat dapat menggunakan dan merawat sanitasi ini, agar bisa digunakan dalam jangka waktu panjang,” ujar Gede Dana.

Bupati Gede Dana juga menyebutkan, sejauh ini Kab. Karangasem telah mempunyai Prasaranan IPAL Komunal Sebanyak 29 unit yang tersebar di beberapa kecamatan. Tahun 2021 dibangun kembali 3 unit IPAL MAKA sekarang Kabupaten Karangasem memiliki total 32 IPAL. Dengan terbangunnya 3 unit SPALD-T lewat program Sanimas di Desa Ngis, Desa Pesedahan Kecamatan Manggis dan Desa Muncan Kecamatan Selat Tahun 2021 diharapkan dapat meningkatkan layanan sanitasi sesuai dengan target RPJMD Semesta Berencana Kab. Karangasem tahun 2021-2026 sebesar 90 % sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah II , Ni Made Dhina Avianti Irawan menyampaikan Program Sanimas ini merupakan program swadaya masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) bidang teknik dan pemberdayaan. Dengan program Sanimas ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat, untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. 

Sementara, Ketua KSM Pesedahan Putu Ayu Santi Suwandiari memberikan laporannya terkait pembangunan Sanimas IPAL komunal ini. Di Dusun Pekarangan, Desa Ngis, Kecamatan Manggis, telah terbangun sarana dan prasarana SANIMAS, berupa Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat atau SPALD-T skala permukiman, Kombinasi MCK yang terdiri dari 1 buah IPAL , 4 Bilik MCK beserta jaringan perpipaan yang melayani 72 KK atau mencakup 360 Jiwa. Dilaksanakan oleh KSM Pule Asri bersama dengan Tenaga Fasilitator Lapangan atau TFL dimulai dari minggu ketiga bulan juni Sampai dengan minggu ketiga bulan oktober tahun 2021 


Di Banjar Dinas Kanginan, Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, telah terbangun sarana dan prasarana SANIMAS, berupa Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat atau SPALD-T skala permukiman, yang terdiri dari 1 buah IPAL beserta jaringan perpipaan yang melayani 75 kk atau mencakup 238 Jiwa. Dilaksanakan oleh KSM Sari Graha bersama dengan TFL dimulai dari tanggal 7 Juni sampai dengan 17 Oktober 2021. 


Di Banjar Dinas Pemuhunan, Desa Muncan, Kecamatan Selat, telah terbangun sarana dan prasarana SANIMAS berupa Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat atau SPALD-T skala permukiman, yang terdiri dari 1 buah IPAL, 1 Bilik MCK beserta jaringan perpipaan yang melayani 61 KK atau mencakup 256 Jiwa. Dilaksanakan oleh KSM Tukad Asri bersama dengan TFL dimulai dari tanggal 7 Juni sampai dengan 17 Oktober 2021. (Rls)

Senin, 22 November 2021

Raih Enam Kali Berturut-turut, Pemkab Karangasem Terima Plakat dan Piagam WTP dari Kanwil DJPb Provinsi Bali


Karangasem, Bali Kini -
Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima plakat dan piagam penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2020 dari Kementerian Keuangan RI di Kantor Bupati Karangasem pada Senin (22/11/2021).


Penyerahan plakat dan piagam penghargaan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali Teguh Dwi  Nugroho didampingi Kepala Bidang  PP2, Wayan Juena dan  Kepala Bidang PAPK, Ermina  dan jajaran diterima langsung Bupati  Gede Dana, didampingi Wabup Artha Dipa, Asisten III , Staf Ahli Bupati dan Kepala Bagian serta OPD terkait. 


“Izin Pak Bupati dan Wabup, kami sampaikan, kedatangannya kami dari Denpasar ke Kabupaten Karangasem merupakan amanat dari Menteri Keuangan karena Kabupaten Karangasem sudah selama enam kali berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pengawan Keuangan (BPK). Ujar Kepala Kanwil DPJb Bali usai melakukan Penandatanganan MoU Kerja sama antara Kanwil DPJb Provinsi Bali dengan Pemda Karangasem.


Bupati Gede Dana, dalam kesempatannya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Keuangan RI yang disampaikan melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali yang telah menyampaikan piagam penghargaan tersebut. “Terimakasih kami sampaikan atas apresiasi yang telah diberikan kepada Pemda Karangasem terkait opini WTP yang kami raih selama enam kali berturut-turut,” ujar Gede Dana.


Ia menambahkan, Opini WTP dari BPK RI ini merupakan harapan bersama dan tanggung jawab kepada masyarakat Karangasem sebagai sebuah kewajiban dalam menjalankan tata kelola keuangan daerah yang baik dan akuntabel. Tentunya, pencapaian tersebut juga telah melalui perjalanan panjang dalam membangun tata kelola keuangan yang benar sesuai ketentuan.


Lebih lanjut, Gede Dana berharap ke depannya seluruh Kepala OPD juga diminta agar berupaya melakukan penyelesaian terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan secara maksimal dan berkelanjutan serta melakukan penyempurnaan atas sistem pengendalian internal Pemda terhadap temuan BPK.


“Menjadi kewajiban kita bersama untuk tetap dapat mempertahankan predikat WTP di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.(rls)

Minggu, 21 November 2021

Akibat Bermain Dupa, 1 Rumah Terbakar Di Sidemen


Karangasem, Bali Kini - Akibat Lalai dengan membiarkan anak-anak bermain dupa di dalam kamar, sebuah rumah di  Banjar Dinas Tengah, Desa dan Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem terbakar. Hal ini terjadi pada Sabtu, (20/11/2021) bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. 

Rumah tersebut milik I Gusti Lanang Toyo (60) yang berprofesi sebagai petani. Dimana saat kejadian dirinya hendak melaksanakan persembahyangan. 

Diduga anak-anak bermain korek dan dupa di dalam kamar hingga menyebabkan kobaran api membesar dan melalap benda-benda di sekitarnya, seperti TV, Lemari serta Uang Tunai ikut hangus terbakar. 

Kobaran api yang dahysat saat itu bahkan mengakibatkan satu kamar tidur seluas 6×3 meter dan kamar suci seluas 3×3 meter terbakar. 


Panik, penghuni rumah dibantu warga segera memadamkan kobaran api dengan alat seadanya, sembari menunggu Dinas Pemadam Kebakaran datang. Namun api mulai bisa didijinakkan setelah hampir 1 jam penanganan oleh Dinas Damkar Karangasem. 

"Penanganan kebakaran melibatkan 8 orang personel serta 3 armada, juga di bantu oleh TNI, Polri, warga setempat serta kita berkoordinasi dengan Perbekel setempat, " Ungkap Ngurah Siki Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian akibat kejadian ini mencapai kurang lebih 50 juta rupiah. (Ami)

Kamis, 18 November 2021

Kasus Covid-19 Melandai, Beberapa Ruang Isokasi di RSUD Karangasem Terlihat Kosong


BALI KINI ■ Turunnya tren kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem merupakan angin segar bagi seluruh masyarakat, utamanya bagi staff kesehatan di bagian penanganan Covid-19 di RSUD Karangasem bisa bernafas lega. Dimana ke kroditan oleh banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sempat terjadj beberapa bulan lalu kini sudah melandai sangat drastis. 

"Untuk di Bulan November sudah sangat landai sekali, paling cuma 1 sampai 2 orang saja, bahkan sempat 0 pasien. Syukurlah, Mudah-mudahan terus melandai, " Ujar Direktur RSUD Karangasem dr. Wayan Suardana, Kamis (18/11/2021). 

Ditelusuri media Bali Kini, terlihat kamar di Bangsal Kenanga tempat isolasi Pasien Covid-19 beberapa sudah kosong. Hanya di huni oleh beberapa pasien saja. Dimana tenaga kesehatan di setiap ruangan mencapai 16 sampai 20 orang peruangan. Sementara jumlah kamar tempat tidur tetap 67 (tidak ada penambahan tempat tidur lagi). Bahkan  beberapa bulan lalu RSUD Karangasem sempat kehabisan tabung oksigen, saat ini terlihat Tabung oksigen yang masih berisi banyak tersisa. 

Dijelaskan jika ke-kroditan akibat melonjaknya pasien Covid-19 sempat terjadi di Bulan Juli 2021 lalu. Hingga mengakibatkan banyaknya tenaga kesehatan dari ruang lain yang ditarik untuk menangani pasien di ruang isolasi. Waktu itu juga sempat, RSUD Karangasem kekurangan dan kesulitan mencari tabung oksigen. Namun kini semua sudah kembali normal, dan pasien yang terkonfirmasi Covid-19 pun sudah sangat berkurang. (Ami)

Rabu, 17 November 2021

8 Truk Pengangkut Ribuan Kantong Beras Bantuan CSR Dilepas Bupati Gede Dana


BALI KINI ■ Bupati Karangasem I Gede Dana melepas 8 truk pengangkut ribuan beras untuk disebar ke 8 Kecamatan se-Kabupaten Karangasem. Pelepasan dilaksanakan di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, dengan di hadiri oleh seluruh Camat se-Kabupaten Karangasem dan beberapa Kepala OPD terkait.

Beras dengan total jumlah 7.755 kantong dimana perkantongnya seberat 5 Kg ini akan disalurkan kepada masyarakat Karangasem yang terdampak Pandemi Covid-19. Bantuan beras ini bersumber dari CSR sebanyak 1683 paket beras dan akan disebar ke Kecamatan Selat dan Kubu. Sedangkan sisanya sebanyak 6072 kantong bersumber dari Program KORPRI Mengabdi dan Bebagi Tahap II, dan akan disebarkan ke 6 kecamatan sisanya.

Sekda Sedana Merta selaku Ketua KORPRI melaporkan, program KORPRI Mengabdi dan Berbagi Tahap I telah dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2021 dengan menyasar seluruh desa dan kelurahan di 8 Kecamatan se-Kabupaten Karangasem sebanyak 6000 paket beras kemasan 5 kg.

Bantuan ini merupakan program KORPRI Karangasem yang disambut baik masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, sehingga program ini dilanjutkan pada Tahap II dengan kegiatan yang sama yaitu penyaluran beras kemasan 5 kg kepada masyarakat terdampak Covid-19 serta Lansia di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan pada tanggal (17/11/2021). Mekanisme penyaluran, dari usulan Perbekel ke Camat akan disampaikan langsung ke KORPRI, lalu ke KORPRI kembali ke Pebekel untuk diteruskan ke masyarakat.

“Kami ingin ikut serta meringankan beban masyarakat apalagi menjelang hari raya Kuningan yang akan kita rayakan bersama pada tanggal 20 Nopember 2021. Bantuan beras bersumber dari petani lokal Karangasem ini dibeli dari sumbangsih dana sosial ribuan anggota Korpri secara berjenjang dari 78 desa se-Kabupaten Karangasem yang kemudian kami disalurkan kepada masyarakat yang terdampak di delapan kecamatan dalam bentuk paket beras 5 kilogram,” ujar Sekda Sedana Merta, Rabu (17/11/2021) 

Bupati sangat mengapresiasi rasa gotong royong yang dilakukan anggota Korpri dalam menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat. Bupati berharap rasa gotong royong ini perlu dilanjutkan dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Saya sebagai Bupati sangat mengucapkan terimakasi kepada KORPRI. Semoga beras ini bermanfaat dan utamakan diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” imbuhnya.

Minimalisir Dampak Pandemi, Ny. Nuriasih Gede Dana Gelontorkan 4 Ton Beras


BALI KINI ■ Beras yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat menjadi bantuan yang sangat penting disalurkan kepada masyarakat dimasa pandemi ini. Hal tersebut ditekankan Nyonya Nuriasih Gede Dana selaku Ketua TP. PKK Kabupaten Karangasem, saat memberikan bantuan beras di Kantor Camat Kubu dan Kantor Camat Abang, pada Selasa (16/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut Ny. Nuriasih Gede Dana menyerahkan bantuan beras tersebut secara simbolis kepada 9 orang Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Kubu dan 14 orang Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Abang dengan sasaran masing-masing Desa sebanyak 5 (lima) orang Kepala Keluarga dan masing-masing orang menerima sebanyak 10 (sepuluh) Kg beras.

"Nantinya yang akan menerima bantuan beras ini adalah warga masyarakat yang terkena PHK Sektor Pariwisata sebagai dampak Pandemi Covid-19, Warga Lanjut Usia, warga Penyandang Disabilitas dan Kader PKK yang kurang mampu," ujar Ny. Nuriasih Gede Dana dalam sambutannya.

Lebih lanjut Dirinya menyampaikan bahwa sampai saat ini dampak Pandemi COVID-19 masih sangat dirasakan di masyarakat, dimana perputaran ekonomi belum berjalan normal sebagaimana biasa, hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya masyarakat yang ekonominya tergolong rendah.

"Oleh karena itu berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Propinsi maupun Kabupaten untuk membantu masyarakat agar bisa segera keluar dari situasi seperti sekarang ini. Saya juga tidak ingin bantuan ini tertumpuk terlalu lama mengingat ini adalah kebutuhan pokok masyarakat, sehingga pada kesempatan yang baik ini bantuan beras langsung saya salurkan," ungkap Ny. Nuriasih Gede Dana.

Ny. Nuriasih Gede Dana juga menekankan agar bantuan ini dapat langsung diteruskan kepada masyarakatnya yang memenuhi kriteria tersebut. "Melalui kesempatan ini kami dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem juga terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta meningkatkan kerjasama dalam upaya mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 ini," 

Penyerahan bantuan ini akan terus berlangsung hingga 2 hari kedepan yaitu ke Kecamatan Bebandem, Manggis, Karangasem, Sidemen, Selat, Rendang. (Rls)
 

Tren Kasus Covid-19 Di Karangasem Sudah Sangat Landai


Foto: Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Made Nariarta, sp.PD (kiri) dan Direktur RSUD Karangasem, dr. Wayan Suardana (kanan) 

Karangasem, Bali Kini - Kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem sudah mulai melandai. Dimana lonjakan penurunan kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dimulai pada bulan September 2021. Hal ini dijelaskan oleh Direktur RSUD Karangasem, Dr. Wayan Suardana, Rabu (17/11/2021). 


"Penurunan kasus, trennya itu di Bulan September sudah menurun. Akhir September sudah tidak terlalu berat penanganannya. Kemudian memasuki bulan Oktober sudah landai sekali kasusnya,  bahkan sampai November ini sudah mulai sangat berkurang, hanya 1 sampai  2 pasien saja, " Ungkapnya ketika di temui di depan ruang isolasi Bangsal Kenanga RSUD Karangasem. 


Sementara menurut dokter spesialis Penyakit Dalam yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Karangasem, Dr. Made Nariarta, sp.PD mengatakan jika menurutnya penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem karena pengaruh dari gerakan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Diantaranya yakni Tracing dan testing, Vaksinasi dan Isoter. 


"Tracing dan testing itu tujuannya adalah menemukan kasus sebanyak mungkin, sedini mungkin, lalu melakukan isolasi supaya mereka akan terterdeteksi lebih awal dan menurunkan resiko mereka menularkan pada orang lain, " Ungkapnya selain itu juga adanya pemberlakuan isoter juga berpengaruh terhadap penurunan kasus Covid-19 utamanya dalam penularan virus terhadap orang lain. Kemudian adanya percepatan vaksinasi yang sudah dilakukan dengan maksimal di Kabupaten Karangasem. 


Sementara Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta juga mengatakan hal yang sama. Dimana dirinya menyatakan jika vaksinasi ini nantinya akan ia berikan ke anak-anak di umur 6-12 tahun juga. "Vaksinasi yang kedua ini harus ditingkatkan  di atas 70%.  Yang memang harus kita gerakkan, dan mungkin nanti kita akan kolaborasi lagi dan mendata lagi mana yang belum di vaksin, " Ungkapnya. Dirinya juga terus mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah di vaksin agar tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19. (Ami)



Selasa, 16 November 2021

Bupati Gede Dana Harapkan Proyek Jembatan Tukad Butus dan Tukad Pedih Rampung Pertengahan Desember 2021


Karangasem, Bali Kini -
Kendati awalnya sempat mengungkapkan kekecewaannya dalam monev proyek ruas jalan Pemuteran-Puragai, Kec. Rendang. Bupati Gede Dana tetap melanjutkan sidak ke proyek pembangunan jembatan Tukad Bah Api, Desa Butus, Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem Senin (15/11/2021), sekaligus memantau pelaksanaan proyek peningkatan ruas jalan Budakeling-Tanah Aron yang dilaksanakan oleh CV Sumber Jadi dengan nilai kontrak Rp. 3.886.378.000. 


Ditengah cuaca hujan deras dan air bah disekitar lokasi proyek, Bupati Gede Dana tidak menghentikan pemantauannya terhadap pengerjaan proyek tersebut. Seperti sidak yang dilakukan pada proyek-proyek lainnya, Gede Dana mengecek secara cermat Spek dan Bestek proyek jembatan ini disesuaikan dengan yang ada di buku kontrak kegiatan. 


Pasalnya jembatan tersebut sudah sangat ditunggu oleh masyarakat karena menjadi jembatan penghubung akses ekonomi dan pendidikan warga beberapa dusun di lereng atas Gunung Agung, seperti Dusun Kemoning, Dusun Nangka dan Dusun Tanah Aron, selain pula menjadi jembatan penghubung jalur evakuasi warga jika terjadi erupsi Gunung Agung. 


Usai melakukan monitoring di Kecamatan Bebandem, Gede Dana melanjutkan kegiatan monitoring ke lokasi proyek pembangunan jembatan Box Culvert, Tukad Pedih, yang menghubungkan ruas jalan Asak-Subagan, Kecamatan Karangasem, senilai Rp. 1.212.058.000 yang dilaksanakan oleh CV Karya Budi Arta. 


Sama halnya dengan Jembatan Tukad Bah Api, Butus, keberadaan jembatan Tukad Pedih ini juga sangat vital karena selain menjadi akses ekonomi dan pendidikan warga, jembatan tersebut juga menghubungkan jalan lingkar Subagan-Asak yang menjadi jalur alternatif, jika terjadi kemacetan di jalur utama Bugbug-Perasi. 


Bupati mengatakan, kedua jembatan ini, sangat penting bagi akses masyarakat, tentu saja sama dengan jembatan-jembatan lainya. Tetapi, di tengah keterbatasan anggaran akibat dampak covid-19, penyelesaian jembatan harus dilakukan satu persatu. 


“Jembatan yang dibangun dengan mempergunakan uang rakyat ini, harus tetap dilakukan pengawasan. Kita tidak ingin, pembangunan jembatan dilakukan asal-asalan. Sehingga setiap ada kesempatan, saya selalu memantau pengerjaan proyek ini. Astungkara, pengerjaan kedua jembatan sudah hampir rampung 80 persen. Dan jika tidak ada halangan pertengahan Bulan Desember nanti, jembatan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya (ami)

Senin, 15 November 2021

Bupati Gede Dana Soroti Buruknya Kwalitas Pengerjaan Proyek Jalan dan Jembatan di Kecamatan Rendang


BALI KINI ■ Pemkab Karangasem terus berupaya melakukan peningkatan ruas jalan kabupaten guna menunjang mobilitas dan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat dengan infrastruktur memadai. Saat ini tengah berlangsung pengerjaan perbaikan dan peningkatan ruas jalan di beberapa kecamatan. 

Guna memastikan kwalitas pengerjaannya sesuai harapan, Bupati Karangasem, I Gede Dana, pada Senin (15/11/2021) turun melaksanakan kegiatan monitoring proyek peningkatan ruas jalan dan jembatan yang tengah berlangsung di Kecamatan Rendang. Kegiatan ini dilaksanakan secara mendadak, sehingga bisa dipantau secara langsung bagaimana aktifitas pengerjaan proyek tersebut. 

Lokasi pertama yang dipantau Bupati yakni, proyek peningkatan ruas jalan Pemuteran-Puragai di Kecamatan Rendang, yang dilaksanakan oleh PT  Sanur Jaya Utama dengan nilai kontrak Rp. 6.177.373.000. Dalam monitoring tersebut progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 59,446 persen dari yang direncanakan 58,60 persen dengan deviasi 0,838 persen. 

Usai meninjau proyek peningkatan ruas jalan Pemuteran-Puragai, Bupati Gede Dana melanjutkan monitoring pembangunan jembatan Box Culvert, Tukad Dalem penghubung ruas jalan Junggul-Pura Panggul Besi, Kecamatan Rendang, yang dilaksanakan oleh rekanan  CV Karya Budi dengan nilai kontrak Rp. 1.463.432.000 dimana progresnya baru mencapai 66.181 persen dari yang direncanakan sesuai jadwal 76.704 persen dengan deviasi 0.483 persen.

Dari monitoring yang dilaksanakannya tersebut, Bupati Gede Dana mengaku kurang puas dengan kwalitas dan hasil pengerjaan kedua proyek tersebut, karena sangat jauh dari harapan. Sebagai mantan anggota DPRD Karangasem yang pernah menjabat Ketua Komisi II DPRD yang membidangi pembangunan dan mantan Ketua DPRD Karangasem, Gede Dana tentu sangat paham dengan bidang ini, karena sering turun melakukan pengawasan terhadap proyek yang tengah berlangsung. 

“Saya lihat kwalitasnya sangat buruk! Dari sisi pengawasan, pelaksanaan dan pengerjaan proyek ini harusnya benar-benar diawasi oleh Konsultan Pengawas. Terutama senderannya, Dinas PU dan Pengawas harus serius! Penawaran sudah sedikit tapi kerjaan tidak becus. Dari sekian saya turun, kwalitas pekerjaan tidak ada yang bagus,” sorot Gede Dana dengan wajah kecewa. 

Pengawasan yang dilakukan baik oleh Dinas PU maupun Konsultan Pengawas dimilainya sangat penting guna memastikan baik pengerjaan maupun material yang dipergunakan dalam proyek tersebut sudah sesuai dengan Spek dan Bestek. Dengan demikian hasilnya bisa sesuai dengan perencanaan, dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Melihat kualitas pengerjaan yang kurang bagus dan tidak sesuai harapan tersebut, Gede Dana langsung memerintahkan Dinas PU dan Pengawas lainnya untuk memperketat pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan secara berkala, agar bisa dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang berlangsung tersebut. (Rls)

Bersinergi, Eastribution Team dan Osis Smandapura Salurkan Bantuan Ke Desa Ban

BALI KINI ■ Osis dan MPK dari SMA Dua Amlapura (Smandapura) salurkan bantuan ke salah satu Desa yang beberapa waktu lalu terkena dampak dari bencana Gempa Bumi, yakni Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, pada Senin (15/11/2021). 

Kegiatan ini dilaksanakan serangkaian dengan Ulang Tahun Smandapura yang ke 38 tahun dan bulan bahasa. Dimana giat ini dinamai Smanda Fest 3.

Dengan didampingi salah satu komunitas yang bergerak dibidang kemanusiaan yakni Team Eastribution Karangasem, mereka meluncurkan bantuan berupa paket sembako sebanyak 50 pcs yang dialokasikan ke Desa Ban tepatnya di Banjar Dinas Jatituhu. 

"Kami team Eastribution sangat mengapresiasi kepada generasi muda mudi Smandapura yang punya jiwa sosial dan semangat saling support untuk kemanusiaan salam Respect dari kami, " Ungkap Ketua Team Eastribution, Komang Suwada pada Media ini. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi gerakan dari siswa-siswi SMA tersebut. Ia juga berharap agar kedepannya semakin banyak generasi muda yang peduli akan sesama. 

"Semoga samakin banyak ada generasi yang peduli dan saling bantu demi sebuah misi kemanusiaan, " Lanjutnya. 

Tak hanya bagikan paket bantuan sosial berupa sembako, mereka juga menyalurkan bantuan berupa buku tulis untuk Yayasan Ekoturin yakni salah satu Yayasan Pendidikan atau Sekolah  yang ada di Desa Ban. 

Sementara, Ketua Osis Smandapura, I Gede Chandra Abhirama mengatakan jika dirinya menilai Desa Ban merupakan salah satu desa yang terdampak gempa dengan kerusakan paling parah, sehingga sudah barang tentu banyak warga masyarakat yang menjadi korban sangat butuh bantuan.

"Selain itu kami sempat survey ke yayasan Ekoturin, disana kondisinya juga lumayan memprihatinkan, karena gedung sekolah PKBMnya itu terdapat retakan yang cukup besar, sehingga ada ruangan yang tidak dapat digunakan, selain itu di pemukiman warga juga tampak beberapa bangunan yang roboh," Ungkap Candra. (Ami)

Minggu, 14 November 2021

Akan Bentuk Relawan, Kadis Damkar Harapkan Dapat Penuhi Respon Time Dalam Penanganan Kebakaran


BALI KINI ■ Guna percepat proses penanganan saat peristiwa kebakaran terjadi, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karangasem akan bentuk relawan pemadam kebakaran. Dimana pesertanya nanti akan dibentuk dari perangkat desa, Linmas, pecalang dan yang lainnya. Setiap desa jumlahnya berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerawanannya.

Hal ini dibenarkan Kadis Damkar,  I Nyoman Siki Ngurah, pad Minggu (14/11/2021). Dimana Relawan yang akan dibentuk di masing-masing desa ini, diharapkan akan dapat membantu kinerja dari petugas Damkar terutama memangkas waktu penanganan kebakaran akibat jarak. Sehingga kejadian kebakaran dapat di tanggulangi dan meminimalisir kerugian yang di timbulkan. 

Respon time yang dimiliki Damkar yakni 15 menit. Dalam penanganan, seringkali jarak yang menjadi kendala. 

"Tidak mungkin petugas bisa datang dalam waktu 15 menit ke lokasi kejadian. Terutama jika terjadi kebakaran di lokasi yang jauh," Tandas Siki Ngurah. Sosialisasi dan terkait edukasi pencegahan kebakaran ke masing-masing desa pun terus ia galakkan.

Sementara wilayah yang paling rawan terjadi kebakaran ialah di Desa Ban, Datah dan Desa Sengkidu. "Khusus untuk Desa Ban, Kepala Desanya sangat bersemangat dan mengapresiasi akan dibentuknya relawan pemadam kebakaran ini, karena di daerah tersebut rawan kebakaran," ucap Siki Ngurah.

Ia berharap, dibentuknya para relawan akan memudahkan petugas damkar dalam berkoordinasi, terkait lokasi dan sebagainya, utamanya jika terjadi kebakaran di tempat-tempat terpencil. (Ami) 

Kamis, 11 November 2021

Hujan Deras Bawa Material Pasir, Polsek Kubu Bantu Warga Melintas


BALI KINI ■ Perayaan hari raya sehari setelah Galungan, yakni Manis Galungan yang jatuh pada tanggal Kamis (11/11/2021) diwarnai dengan hujan yang turun di hampir seluruh lokasi di Kabupaten Karangasem. 

Hujan deras ini, tak hayal menyebabkan masalah yakni hambatan pada lalulintas di beberapa titik wilayah. Salah satunya yakni di depan Pasar Rubaya, Banjar Dinas Beluhu Desa Tulamben Kangin Kecamatan Kubu. 

Air hujan yang meluap dan membanjiri jalanan aspal dan membawa serta tumpukan material pasir di tengah jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalulintas. 

Antisipasi gangguan utamanya laka lantas, sejumlah anggota Polsek Kubu dipimpin Pawas Ipda I Made Budiarta turun tangan atensi hal tersebut dengan melakukan pengaturan lalulintas  dan  membantu evakuasi kendaraan baik kendaraan  roda empat dan roda dua yang akan lewat.

"Sambil giat pengaturan warga yang melintas, juga ada imbauan agar warga yang melintas berhati-hati, antisipasi kecelakaan," ujar Pawas Ipda I Made Budiarta. (Ami)

Selasa, 09 November 2021

10 Hari Tak Bisa Berjualan, Puluhan Pedagang Gerudug Gedung DPRD


BALI KINI ■ Puluhan perwakilan pedagang kuliner dari pasar senggol terminal timur Pasar Amlapura, pada Senin (8/11/2021) gerudug Gedung DPRD Karangasem. 

Mereka kemudian diterima oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika bersama sejumlah anggota, para pedagang ini diajak berdialog di Ruang Rapat Gabungan Komisi, lantai II gedung DPRD Karangasem.

Alasannya ialah untuk menyampaikan aspirasi mereka, karena selama hampir 10 hari dilarang berjualan di pasar senggol seperti biasanya oleh Pemkab Karangasem. Yakni sejak Tanggal 31 Oktober lalu. Hal ini mengakibatkan mereka kehilangan pekerjaan alias menganggur. Padahal menurut para pedagang ini, jika mereka sudah berjualan selama lebih dari 35 tahun lamanya.

Menurut mereka, hal ini berdampak tak hanya pada para pedagang tersebut, namun juga termasuk ratusan UMKM yang memasok kue dan makanan ke pedagang di pasar senggol itu juga kehilangan pekerjaan.

Mereka juga harus di relokasi ke halaman parkir terminal barat Pasar Amlapura. Dimana biasanya di terminal timur ini memang dijadikan tempat berjualan pedagang tumpahan dari Pasar Pasar Amlapura. Karena sudah tidak ada lagi bemo ataupun angkutan umum yang mangkal ataupun beroperasi di rute tersebut. 

Kendati areal terminal timur pasar itu jadi tempat berjualan para pedagang sayur dan ikan, namun para pedagang itupun hanya berjualan saat subuh, sehingga pukul 07.00 Wita para pedagang sudah tidak lagi menggelar dagangan mereka diareal tersebut dan pindah masuk kedalam areal pasar.

"Diatas Pukul 07.00 Wita, terminal itu sudah bersih dan disapu untuk selanjutnya menjadi lahan parkir pengunjung Mall Pelayanan Publik (MPP), " Ungkap salah satu pedagang.

Mereka mengaku keberatan karena menurutnya, informasi yang diberikan oleh Dinas Infokom ketika mensosialisasikan hal tersebut, jika yang direlokasi itu hanya pedagang pagi yang jualan sayur dan ikan di terminal itu. Alasannya agar tidak mengganggu parkir Mall Pelayanan Publik. Namun entah kenapa pedagang yang berjualan sore juga digusur dan direlokasi ke terminal barat Pasar Amlapura.

“Nah kalau kami dianggap mengganggu pelayanan MPP, lha kami kan jualannya sore hari setelah MPP itu tutup,” tandasnya.

"Untuk itu kami memohon kepada Bapak Ketua DPRD dan anggota Dewan untuk membantu kami agar kami bisa diberikan berjualan disana lagi. Apalagi dari informasi yang kami dapat itu kan bukan lahan milik Pemkab Karangasem tetapi milik Pemerintah Pusat," bebernya. Selain itu, selama berjualan disana, dia dan pedagang lainnya juga membayar retribusi ke Pemkab Karangasem dan ada bukti pungutan retribusinya.

Tanggapi aspirasi  tersebut, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, berjanji akan membantu menjembatani masalah itu. Dengan tegas Suastika mengaku akan memanggil pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk rapat kerja. "Nanti kita akan bahas bersama untuk mencari solusi yang terbaik," tegas Suastika. (Ami) 

Minggu, 07 November 2021

Jelang Galungan, Buah Lokal Masih Banyak Peminat

 

BALI KINI ■ Meski disandingkan dengan buah impor, buah lokal masih menjadi pilihan para pembeli di Pasar Karang Sokong Subagan, Karangasem untuk dijadikan bahan banten jelang perayaan Hari Raya Galungan. 

Berberapa jenis buah lokal yakni buah Manggis, Rambutan, Mangga dan buah Salak terlihat masih banyak peminatnya, dipantau Minggu (7/11/2021). 

Jika dibandingkan, buah lokal seperti Manggis memang tidak kalah kualitasnya dengan buah import. Tak heran jika buah lokal di pasaran lebih banyak peminatnya, disamping harganya yang relatif lebih murah. 

Seperti pengakuan Ketut Eti asal Bungaya. "Karena saya membuat banyak banten jadi saya lebih pilih buah yang murah saja, disamping itu memang rasanya tidak kalah dengan buah impor, " Ujarnya. 

Namun demikian, ia juga membeli buah impor seperti Apel Puji dan Buah Pir agar lebih ber-variatif.  

Menjelang hari raya Galungan, diakui salah seorang pedagang jika dalam sehari untuk buah lokal seperti buah Manggis, ia bisa menjual lebih dari 50 kilogram kisaran harga Rp. 25.000 - 50.000, /kilonya, tergantung kualitas. (Ami)

Golkar Karangasem Gelar Pendidikan Politik


BALI KINI ■ DPD Golkar Karangasem menggelar giat Pendidikan Politik dan kebangsaan yang diikuti oleh seluruh pengurus partai Golkar Karangasem, pada Minggu (7/11/2021) di Sekretariat Golkar Karangasem, dengan narasumber Ketua DPD Golkar Bali, Sugawa Kory dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Bali, Muammar Kaddafi. 

Sugawa kory kepada kadernya menyampaikan, agar Golkar tetap kritis menjaga keseimbangan dan kontrol politik yang sehat dan demokratis. 

"Saat ini jajaran pengurus terus melakukan pembenahan partai. Diantaranya dengan melakukan konsolidasi kedalam sampai ke tingkat desa," ujarnya. 

Dia mengajak agar Golkar senantiasa mendukung program pemerintah yang pro rakyat. 

"Golkar akan menata organisasinya dengan pemberian KTA kepada para kadernya. Untuk itu semua kader Golkar wajib ber-KTA," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan, kalau Golkar karangasem juga akan memberikan KTA kepada anggota Golkar, dengan target  5000 KTA baru. Untuk memenuhinya, Fraksi Golkar dibebani tugas untuk melakukan rekrutmen. (Ami)

Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengajak seluruh umat Hindu senantiasa mulat sarira


Karangasem, Bali Kini-
Memaknai perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada tanggal 10 November 2021 ditengah suasana pandemi Covid-19, Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengajak seluruh umat Hindu senantiasa mulat sarira dalam perayaan Galungan. 


Mengingat pandemi global yang sudah berjalan menuju endemi, pihaknya berharap  agar masyarakat dapat merayakan Hari Raya Galungan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Serta menerapkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Guna mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara Sakala-Niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian  alam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi. 


Bupati Gede Dana juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Karangasem agar tetap mengimplementasikan nilai adiluhung leluhur kita yaitu "segilik seguluk salunglung sabayantaka".


Terkait dengan kondisi dan situasi yang sudah membaik menuju endemi, dimana pariwisata sudah akan mulai bangkit kembali, Bupati Gede Dana juga sudah meresmikan beberapa ikon khas Karangasem diantaranya Buah Salak Sibetan dan juga Bunga Kasna. Kedepan diharapkan masyarakat mampu menjaga produk asli Karangasem ini agar dikenal dunia. 


"Perayaan Hari Raya Galungan menjadi kesempatan untuk kita memakai produk khas Karangasem seperti Salak Sibetan serta Bunga Kasna sebagai sarana, agar dapat diperkenalkan serta dilestarikan, " Tandas Gede Dana. [rls]

Sabtu, 06 November 2021

Kompak, Bupati Gede Dana dan Wabup Artha Dipa Dukung Program KBS


Karangasem, Bali Kini -
Pemerintah Kabupaten Karangasem sangat antusias mendukung Program Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS), dimana salah satu kegiatan prioritasnya adalah kegiatan Pengelolaan sampah. Hal tersebut nampak jelas dikala Bupati Gede Dana dan Wabup Artha Dipa memimpin Kegiatan Gerakan Pengurangan Timbulan Sampah Plastik di Wisata Budaya Bali Amed dan Wisata Desa Tabola, Sabtu (6/11/2021).


Meskipun memimpin kegiatan ditempat berbeda tidak menyurutkan semangat Para Pemimpin Karangasem untuk bersatu padu melaksanakan kegiatan yang merujuk pada PerGub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pergub Nomor 24 Tahun 2020 Tentang perlindungan terhadap Danau, Mata Air,Sungai dan Laut. Dimana Kegiatan yang dipelopori Kabupaten Karangasem ini tidak hanya melakukan pembersihan sampah di darat saja, namun juga hingga di dasar laut.



Bupati Gede Dana yang dalam kesempatan ini memimpin Kegiatan gerakan pengurangan timbulan sampah plastik di Pantai Amed, Ds. Purwa Kerthi Kec. Abang, sangat antusias. Dimana, Usai kegiatan Dirinya menyampaikan bahwa program KBS ini bertujuan tidak hanya bersih-bersih sampah melainkan untuk membangun desa, membangun adat dengan gotong royong. 


"Saya berharap para koordinator jangan hanya datang secara seremonial saja melainkan dikerjakan secara bersungguh sungguh, ini harus di kawal dengan ketat, kordinator kabupaten harus mengawal program yang tujuannya sangat mulia ini," Tegas Bupati Gede Dana yang didampingi oleh Kordinator KBS Kabupaten Gede Darmawa dan Sekda Sedana Merta.


Bupati Gede Dana juga menuturkan Program Gubernur Bali ini juga memiliki tujuan yang sangat bagus yaitu mendekatkan masyarakat yang walaupun merantau sejauh apapun untuk ikut kembali membangun kampung halaman. Selain hal tersebut, program ini juga bertujuan untuk memperkuat agama,tradisi budaya yang dimana juga ingin mewujudkan Bali yang bersih dari sampah plastik.


Dalam hal ini Bupati Gede Dana juga berterimakasih kepada para penyelam profesional yang sudah turut serta dalam kegiatan KBS ini,"Kegiatan bersih sampah plastik ini tidak akan sempurna kalau hanya dilaksanakan di darat, oleh karena itu di dasar laut juga harus dibersihkan, saya sangat berterimakasih kepada para penyelam atas semangat dan kinerjanya dalam membersihkan sampah di dasar laut, begitupula dengan seluruh komponen yang turut hadir dan mengikuti kegiatan ini,"Ucap Bupati Gede Dana .


Bupati karangasem selain mendukung juga mengapresiasi program Gubernur bali ini. Dimana dalam kegiatan ini menurunkan seluruh komponen masyarakat, termasuk kalangan pelajar, mahasiswa hingga TNI/Polri. "Ini adalah momentum yang sangat bagus untuk membangkitkan semangat Bali untuk bersih sampah plastik, dan untuk kegiatan ini di Kabupaten Karangasem akan dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu setiap 2 minggu sekali dengan lokasi yang berbeda-beda," Ujar Bupati Gede Dana.


Senada dengan hal tersebut Wabup Artha Dipa juga memimpin kegiatan gerakan pengurangan timbulan sampah plastik di Desa Wisata Tebola, Ds. Tebola Kecamatan Sidemen. "Ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, pasti akan terus didukung karna membawa dampak yang sangat positif bila terus dilaksanakan secara berkesinambungan,"Ucap Wabup Artha Dipa seraya memegang capit untuk mengangkat sampah di area saluran air. (Rls)

Jelang Hari Raya Galungan, Bupati Gede Dana Pantau Pasar Cegah Lonjakan Harga


Karangasem, Bali Kini -
Pantau Harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan, Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda Sedana Merta dan Kepala OPD terkait blusukan ke sejumlah pasar daerah, diantaranya Pasar Karangsokong Subagan, Pasar Barat dan Timur Amlapura, Sabtu (6/11/2021)  


Dari hasil pantauan Bupati, H-4 jelang Hari Raya Galungan ini, harga kebutuhan pokok di pasar memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan harga itu jelasnya masih dalam batas kewajaran. Dalam kesempatan itu, Ia juga meminta kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar untuk menjaga kestabilan harga pasar. 


“Dari sidak hari ini, semua masih normal-normal saja. Harga masih stabil, khsusunya untuk harga kebutuhan-kebutuhan pokok juga masih aman,” tutur Bupati Gede Dana dalam sesi wawancara bersama Tim Prokopim di Pasar Timur Amlapura.


Namun, untuk daging babi, buah buahan dan keperluan sarana persembahyangan keseluruhannya juga diakui memang mengalami kenaikan yang signifikan. Sebelum hari raya, untuk daging babi harga pokoknya hanya Rp 65 Ribu/kg kini bisa naik hingga Rp 85 Ribu/kg.


“Kita akan coba stabilkan harganya dengan mendatangi tukang potong hewan babi, sehingga harga bisa diturunkan. Tapi pada umumnya , Galungan harga daging babi memang naik dan kenaikan hari ini masih wajar,” imbuh Bupati Gede Dana sembari menghimbau masyarakat agar berbelanja seperlunya serta berusaha menggunakan produk buah dan jajan lokal untuk mendukung peningkatkan kesejahteraan petani lokal.


Selain meninjau harga kebutuhan pokok, Bupati Gede Dana bersama rombongan juga memastikan ketersediaan bahan pangan. Stok kebutuhan pokok penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Galungan. Termasuk mengecak tata kelola pasar dan parkir. 


“Tata kelola pasar kami perhatikan sudah semakin baik. Pedagang termasuk parkir, sudah rapi. Kalau plastik jatuh saat berjualan, itu juga sudah biasa. Yang terpenting kebersihan usai berjualan tetap dijaga dan jangan abaikan prokes, agar pembeli atau pengunjung pasar merasa nyaman. Jangan sampai, karena terlena dengan hiforia hari raya, kasus Covid-19 malah meningkat,” ujar Bupati Gede Dana yang terkenal sederhana ini. 


Dalam kesempatan tersebut, kesederhanaan Bupati pun dirasakan para pedagang. Utamanya pedangang jajan, serombotan dan pekakas arit yang jualannya sempat dibeli oleh orang nomor satu di Karangasem ini. 


“Saya senang Pak Bupati mau turun langsung memantau pasar, apalagi sampai membeli dagangan saya. Semoga Pak Bupati selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” ucap Komang Oka , pedagang Pekakas di Pasar Timur Amlapura.[rls]

Bupati Gede Dana Serahkan Dana Punia Kepada 268 Ida Sulinggih


Karangasem, Bali Kini -
Sebanyak 286 Ida Sulinggih mendapat Punia sebesar Rp 1.500.000,- dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Punia diserahkan langsung Bupati Gede Dana secara simbolis kepada 20 Sulinggih se Kabupaten Karangasem melalui acara Paruman Sulinggih Pemkab Karangasem tahun 2021  di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, (5/11/202). Punia ini telah sesuai dengan SK Bupati Karangasm no 294/HK/2021.


“Ini adalah simbol rasa saling memiliki dan perhatian pemerintah daerah kepada Ida Sulinggih sareng sami.  Semoga berkenan untuk diterima,” ucap Bupati.


Dalam kesempatan itu, Bupati Gede Dana menyampaikan perjuangannya membangun Karangasem. Dirinya tidak ingin hanya membangun fisik saja, namun juga membangun di berbagai bidang Agama dan mental spiritual masyarakat agar nemu kerahayuan jagat.


Ia juga mengingatkan, Pemerintah juga telah berjuang mengusahakan langkag sekala niskala agar masyarakat tetap sehta dan terhindar dari badai Pandemi Covid-19. Peran para Sulinggih juga dianggap penting dalam mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat utamanya saat menggelar berbagai bentuk upacara yadnya. 


“Saya harap dan mohonkan agar Ida Sulinggih tidak bosan dan lelah dalam menuntun umat agar tidak bingung mencari kebenaran isi isi satra Agama yang sesuai dengan kehidupan kita saat ini,” imbuhnya.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Karangasem, I Wayan Witrawan mengatakan , tujuan digelarnya Paruman Sulinggih tahun ini adalah memfasilitasi keinginan para Sulinggih dalam pelaksanaan Upacara Agama Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana saat ditimpa bencana Pandemi Covid-19. Menindaklanjuti hasil kesepakatan tentang Yadnya Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana yang dilaksanakan oleh peserta rapat yang akan disampaikan kepada semua umat, kemudian bisa dijadikan pedoman oleh umat saat melaksanakan karya/yadnya. Serta meningkatkan pelaksanaan inti sari sastra, Agama dan Sradha Bhakti yang menjadi sarana menuju kerahayuan Alam Semesta. (Ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved