-->

Rabu, 10 Agustus 2022

2 Nelayan Tertabrak Kapal Saat Melaut Berhasil Diselamatkan Tim SAR


Karangasem, Bali Kini - Jukung Seorang Nelayan di tarik Tim SAR Gabungan akibat alami ditabrak kapal Ferry yang melintas, hingga jukung tersebut  mengalami kerusakan, yakni katir jukung yang terlepas.

Tim SAR gabungan yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan evakuasi. Nelayan yang jukungnya mengalami kerusakan karena tertabrak kapal di tengah laut di Perairan Kubu, Kabupaten Karangasem pada Rabu (10/8/2022), bernama Ketut Wisnu Murti (25) dan Gede Toya (39). 

Berawal dari mereka yang pergi melaut mencari ikan sekitar pukul 05.00 Wita. "Ketika menarik jaring ikan, ada datang kapal dari arah timur menuju ke barat kemudian tertabrak dan kedua katirnya terlepas," ungkap Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana. Menurutnya, jalur yang ditempub nelayan tersebut mencari ikan memang merupakan lintasan dari kapal Ferry yang lalu lalang. 

"Kita menerima laporan dari Balawista Tulamben pada pukul 08.15 Wita dengan keterangan waktu kejadian kurang lebih pukul 07.00 Wita," terang Gede Darmada, S.E., M.A.P. selalu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Laporan awal menyebutkan lokasi nelayan tersebut berada di koordinat 8° 14.390'S - 115° 39.877'T, yakni berkisar 4 Nm dari bibir pantai.  

Sebanyak 9 personil bergerak dari Pos SAR Karangasem. Tim SAR gabungan bertolak dari bibir pantai mendekati posisi korban pada pukul 09.15 Wita menggunakan speed boat Pos Polair Kubu. Berselang 30 menit, Ketut Wisnu Murti berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya jukung ditarik menggunakan speed boat milik Pos Polair Kubu hingga bibir pantai.

Evakuasi berjalan baik, meski sempat terkendala adanya tali yang rentan, hampir terputus saat melakukan penarikan jukung. "Syukur bisa diatasi dan akhirnya tiba di pantai Rubaya Kubu pada pukul 10.50 Wita," Tandas Eka. 

Menurutnya keberhasilan operasi SAR tidak terlepas dari kesigapan unsur SAR terdekat yang bisa terlebih dahulu bergerak dengan Alut yang dimiliki,  khususnya Pos Polair Kubu. 


Unsur SAR yang terlibat selama operasi SAR berlangsung diantaranya Basarnas Bali, Pos Polairud Kubu Polda Bali, Polair Polres Karangasem, SPKKL Bakamla Bali, BPBD Karangasem dan kelompok nelayan Penyimpenan Rubaya Kubu. Dalam upaya pencarian juga mengerahkan rubber boat Basarnas Bali serta 11 jukung Kelompok Nelayan Penyimpenan Rubaya Kubu. 

Sementara, kondisi kedua nelayan tersebut dikabarkan selamat, tanpa mengalami luka apapun. Namun, dikatakan kedua nelayan tersebut sempat syok. (Ami)

Minggu, 07 Agustus 2022

Sempat Down, Taman Tirtagangga Kini Mulai Bangkit Dengan Penambahan Fasilitas Baru


Karangasem, Bali Kini - Sempat sepi pengunjung akibat Pandemi Covid-19 ditambah terkena musibah, kini Taman Tirtagangga, Desa Ababi Kecamatan Abang, Karangasem mulai bangkit. Satu persatu pembangunan fasilitas baru Taman Tirtagangga mulai dibuat demi kenyamanan pengunjung. 

Setelah diterpa pandemi, Taman Tirtagangga sempat mengalami musibah di pertengahan tahun 2021 lalu, yakni hujan lebat dan beberapa faktor lain yang mengakibatkan tembok penyengker Tirtagangga jebol hingga kolam bocor dan ribuan ikan Mas pun mati sia-sia. Bak istilah 'Badai pasti berlalu' seiring berjalannya waktu kini Taman Tirtagangga bangkit kembali. 

Terpantau, Minggu (7/8/2022) terlihat banyak pembangunan baru di Taman Tirtagangga. Ketua pengelola Taman Tirtagangga, Anak Agung Made Kosalia mengungkapkan ada beberapa penambahan fasilitas. "Penambahan fasilitas berupa bangunan kedai dengan lokasi yang lebih cepat dan dekat dijangkau wisatawan, jni kita target selesai sebelum tanggal 10 Agustus 2022 dan rencananya dipelaspas tanggal 12 Agustus 2022,bertepatan dengan hari kelahiran saya," Katanya. 

Sementara beberapa titik sudut lain di Taman Tirtagangga juga terlihat tengah berdiri sebuah bangunan, yang merupakan fasilitas toilet. Masing-masing berada di belakang Wantilan, dibelakang samping kiri dan belakang samping kanan.

"Yang satu ini bangunan toilet ladies dan satu bangunan toilet gentleman. Masing-masing bangunan terdiri dari 2 ruang toilet dan 1 wastafel di depannya, " Terangnya. 

Sementara, seiring berakhirnya pandemi Covid-19 kini kunjungan ke Taman Tirtagangga, baik wisatawan mancanegara maupun domestik meningkat pesat. Jika dirata-ratakan, dalam sehari bisa mencapai 700-an orang pengunjung. (AMI)

Sabtu, 06 Agustus 2022

MOPKPA Besakih Adakan Orientasi Peningkatan Kapasitas SDM


Karangasem, Bali Kini – Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung (MOPKPA) Besakih, Karangasem (06/08/2022) mengadakan orientasi tentang peningkatan kapasitas SDM yang berkolaborasi dengan Denpasar Institute. 

Kegiatan yang mengambil tempat di ruang rapat Kantor Desa Besakih ini dihadiri langsung oleh Direktur Eksekutif Denpasar Institue, Dr. I Nengah Laba serta I Gusti Made Aryadi selaku ketua Komisi Film Bali. 

I Gusti Ngurah Karyawan selaku PLT Manajer MOPKPA Besakih menyambut baik kegiatan yang akan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang terlibat dalam Pariwisata Pura Besakih. 

“Kami berterima kasih sekali Pak Nengah Laba dan Pak Gusti Ary sudah bersedia jauh-jauh datang ke Besakih untuk berbagi ilmu bersama kami di manajemen. Nantinya semoga kegiatan ini bisa membantu SDM kami menjadi lebih baik mengingat Besakih ini sedang dalam tahap menuju yang lebih baik, baik itu dari segi fasilitas mau pun pelayanan,” ujarnya. 

Setelah berbincang mengenai kendala-kendala yang dialami setiap bagian di Manajemen, rombongan kemudian turun langsung ke lapangan untuk melihat progress dan keadaan real pariwisata Besakih. Dari observasi lapangan tersebut kemudian tercetuslah hal paling mendesak yaitu pembuatan informasi utuh mengenai Pura Besakih.  

“Jadi setelah melihat langsung di lapangan. Selain pelatihan peningkatan SDM tentang hospitality hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah membuat menyusun rangkaian informasi utuh baik dalam bentuk buku maupun audio visual agar segala informasi itu bisa utuh dan menjadi acuan untuk pegangan internal Manajemen untuk kemudian disebar luaskan ke eksternal,” ucap Dr. I Nengah Laba.

Senada dengan beliau, I Gusti Made Aryadi juga mengungkapkan jika Besakih dalam waktu dekat memerlukan sebuah karya jurnalistik atau tayangan audio visual. “Besakih sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa ditunjukkan kepada dunia. Jadi dalam waktu dekat mungkin kami akan bisa Bersama-sama dengan Manajemen untuk membuat sebuah karya jurnalistik mungkin sebuah dokumenter tayangan audio visual untuk bukan hanya wisatawan tapi juga masyarakat lokal agar lebih mengenal Besakih.” ( Ami)

Pedagang Bendera Musiman, Ke Bali Untuk Mendulang Rupiah, Manfaatkan Momen Kemerdekaan


Karangasem, Bali Kini - Hari Kemerdekaan menjadi kesempatan emas bagi sebagian masyarakat untuk mendulang rupiah. Antusiasme masyarakat Indonesia yang merayakan kemerdekaan salah satunya ditunjukkan dengan menghias rumah sampai kendaraan mereka menggunakan nuansa kemerdekaan. Seperti bendera Merah Putih yang wajib di pasang di rumah ataupun perkantoran. 

Hal inilah yang menjadikan kesempatan bagi Mas Alex dan teman-temannya untuk pergi ke Bali hanya untuk berjualan bendera Merah Putih. "Saya aslinya dari Bandung, orang Sunda saya,"katanya saat memperkenalkan diri, Sabtu (6/8/2022). Mas Alex terlihat menggelar dagangannya di pinggir jalan, tepat di depan patung Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Karangasem. Sementara, ketiga temannya yang lain berjualan di 3 titik lain di wilayah Karangasem. 

Pria yang berusia hampir paruh baya ini mengaku biasanya di tempat asalnya berprofesi sebagai buruh serabutan. "Kadang buruh bangunan, kadang saya membuat tas, " Ujarnya. Namun di momen perayaan 17 Agustus ini, ia sengaja pergi merantau ke Bali sejenak, dengan harapan dapat memberi nafkah lebih kepada anak dan istrinya.

"Saya sudah mulai berjualan tepat tanggal 1 Agustus 2022 ini, nanti jika sudah selesai Agustusan, di akhir bulan saya balik lagi ke kampung," Katanya. Selama di Bali, ia tinggal menumpang bersama seorang rekan yang telah lama tinggal di Bali, yakni salah seorang pensiunan ABRI. 

Ia menjual bendera dan dekorasi bernuansa Merah Putih dengan berbagai bentuk dan ukuran. Dengan harga terendah mulai dari 5.000 rupiah hingga 200.000 rupiah. 

Ia mengaku memang rutin berjualan bendera Merah Putih di setiap bulan kemerdekaan. Di tahun ini, ia berharap agar mendapat keuntungan lebih. "Tahun lalu saya pulang dapat untung lumayan, tahun ini semoga saya bisa pulang dengan hasil yang lumayan juga untuk  anak dan istri saya di kampung," Tandasnya. (AMI)

Jumat, 05 Agustus 2022

Dua Pantai Di Karangasem Ini Akan Dipasangi Alat HF - Radar Maritim, Miliki Fungsi Vital Hingga Mudahkan Para Nelayan


Karangasem, Bali Kini - BPBD Kabupaten Karangasem berkolaborasi dengan Badan Meteorologi,  Klimatologi, serta  Geofisika (BMKG) akan membangun HF - Radar Maritim di dua pesisir pantai Karangasem, diantaranya yakni pantai Pantai Antiga Kelod, Manggis dan Pantai Seraya, Karangasem. 

HF - radar Maritim ini memiliki fungsi yang sangat vital seperti pencarian dan penyelamatan (bagi unsur SAR). Memantau perubahan iklim, gelombang laut serta arus. Juga sebagai sistem peringatan dini tsunami, dan pelacakan tumpahan minyak.

Dikatakan Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem jika pembangunan HF - radar Maritim ini sejatinya sudah mulai dilakukan pada Rabu (3/8/2022) kemarin dengan memasang patok batas pembangunan di dua titik lokasi. "Agendanya yakni memasang patok pembangunan HF - Radar  Maaritim di Pantai di Antiga Kelod, serta Pantai  Batu  Telu, Seraya,"ungkapnya.

Selain itu, alat ini juga dapat berfungsi sebagai pemantauan perpindahan ikan atau daerah tangkap. Dimana dalam hal ini nelayan nantinya akan diberikan sosialisasi agar memudahkan para nelayan dalam menangkap ikan. "Makanya, nelayan dilibatkan dalam sosialisasi awal. Jika sudah selesai pembangunan kami akan adakan sosialisasi kembali, " Katanya, Kamis (4/8/2022). (AMI)

Kamis, 04 Agustus 2022

Kebakaran Rumah Di Desa Tista, Warga 'Pegadangan' Berhasil Berjibaku Melawan Api


Karangasem, Bali Kini - Peristiwa kebakaran menimpa rumah salah seorang warga di Banjar Dinas Tista Gede, Desa Tista, Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem yakni I Ketut Pica yang tinggal bersama istrinya, pada Selasa (2/8/2022) pukul 9 malam. 

Naas, kamar tidur serta dapur dan seluruh isinya hangus terbakar si jago merah hingga menyebabkan kerugian lebih dari 50 juta rupiah. 

Perbekel Desa Tista, I Ketut Selamet Ariasa menceritakan pada media ini, ketika kebakaran terjadi sang pemilik rumah tengah tertidur. "Pemilik rumah mendengar suara krepet-krepet dari atas, begitu dilihat ia langsung panik dan berteriak 'kebakaran' berharap ada yang membantu," Ujarnya, Rabu (3/8/2022). Beruntung, disebelah rumahnya ada pegadangan. Dengan sigap, seluruh warga yang tengah melaksanakan pegadangan tersebut langsung lari untuk melakukan penanganan agar api tidak sampai merembet ke tempat lain. 

" Warga segera berkerumun, ada banyak orang itu segera mereka menyiramkan air menggunakan ember ataupun selang. Kami tidak sempat memanggil damkar karena terlanjur panik. Untung api bisa ditangani dengan baik, " Katanya. 

Menurut Perbekel Desa Tista, kemungkinan api berasal dari dupa yang dihaturkan pemilik rumah, yang jatuh ke salah satu barang korban. "Kemungkinan api dari dupa, karena kemarin kan Kajeng Kliwon, mungkin jatuh kena barang dan akhirnya terjadi kebakaran, "tandasnya.

Rumah tersebut dihuni oleh 2 orang, yakni I Ketut Pica bersama istrinya yang kebetulan ketika kejadian, istri korban sedang tidak berada di rumah. Sementara bangunan yang terbakar itu terdiri dari dapur dan kamar tidur seluas 5x9 meter. Barang - barang yang ikut terbakar, diantaranya ; Kulkas, Kompor, Gas, Kasur, alat-alat dapur dan Pakaian, serta beberapa ekor ayam peliharaan milik korban ikut hangus terbakar. "Di dompet sang pemilik juga terdapat uang sebesar 1,5 juta, itu juga ikut hangus terbakar, " Imbuh Ketut Selamet. 

Saat ini, pihak dari Babinkamtibmas, BPBD Karangasem, Camat Abang, Babinsa, Pol. PP. Kecamatan dan lainnya sudah sempat menyambangi rumah korban. Pihak BPBD Kabupaten Karangasem juga melaksanakan kegiatan assesment dan menyerahkan bantuan ke rumah korban.

"Tadi Kami serahkan bantuan langsung berupa, Matras, Terpal, Selimut, Paket Kebersihan, Minyak Goreng & Gula, Sarung, Kompor dan Regulator ke pada korban yang berdampak peristiwa kebakaran kemarin," Ungkap Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa. (Ami)

Lagi, Kebakaran Lahan Akibat Membakar Sampah Terjadi


Karangasem, Bali Kini - Lagi, kebakaran akibat lalai usai membakar sampah terjadi di Banjar Nusu, Desa Sukadana Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, Rabu (3/8/2022). 

Dinas Damkar Karangasem ketika menerima laporan kebakaran lahan seluas 3 hektar itu segera terjun untuk menangani api agar tidak  merembet ke tempat lain, mengingat lokasi kebakaran dekat dengan perumahan warga dan juga terdapat  bengkel di sebelah TKP. 

"Kami terima laporan  sekitar jam 10, lalu saya sendiri memimpin penanganan ditambah 10 Orang dari regu 3 Pos Damkar Karangasem. Menggunakan  4 unit armada Damkar, "terang Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah. 

Sementara, penanganan kebakaran dilakukan dengan menggunakan 10.000 liter air. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun material dalam peristiwa ini. "Api melalap ilalang kering, sehingga kebakaran tidak bisa dihindarkan," Imbuh Siki Ngurah.(ami)

Selasa, 02 Agustus 2022

Bupati Gede Dana Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN di Lingkungan Pemkab Karangasem


Karangasem, Bali Kini - Bupati Gede Dana memimpin Apel Dinas Pendidikan sekaligus menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada 639 ASN di Lingkungan Pemkab Karangasem, bertempat di Lapangan Upacara Disdikpora, Kabupaten Karangasem, Kamis (1/8/2022). ASN yang menerima kenaikan pangkat periode April 2022, terdiri dari 280 orang Tenaga Guru, 97 orang Tenaga Kesehatan dan 262  orang Tenaga Administrasi Teknis lainnya. 

Bupati Gede Dana dalam arahannya menyampaikan, kenaikan pangkat bulanlah suatu hak, namun adalah penghargaan yang diberikan suatu negara. Maka melalui acara ini hendaknya menjadi momentum untuk mengembangkan profesionalitas kerja ASN yang telah menerima kenaikan pangkat. 

“Kenaikan pangkat adalah reward bapak ibu yang bekerja dengan baik. Saya berharap, dengan ini bapak ibu dapat meningkatkan kualitas kerja, meningkatkan mutu di era digitalisasi. Di era digital ini, siapa pun bisa jadi wartawan yang akan menilai kinerja ASN, baik itu masyarakat dan teman dekat =, oleh sebab itu, penting profesional kerja itu harus ditingkatkan”,ujar Gede Dana.

Dikatakan, dalam proses kenaikan pangkat harus ada proses yang dilalui sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemberian nilai harus secara profesional dan objektif. Untuk mencapai prestasi kerja dikemudian hari, mulai saat ini ASN harus memberikan penyelesaian pelayanan secepat mungkin. 

“Jangan hanya bekerja rutinitas, saya juga berharap bapak ibu harus berinovasI. Karena tuntutan zaman, kita harus kerja cepat. Dengan kenaikan pangkat ini harusnya kualitas dan kinerja serta disiplin harus ditingkatkan untuk mencapai hasil yang maksimal,”lanjutnya.
Bupati Dana bahkan memerintahkan Kepala OPD untuk membimbing dan mengawasi ASN yang baru saja mendapat kenaikan pangkay. Menurutnya, berhasil tidaknya sebuah pemerintahan , tentunya didukung juga oleh aparaturnya. 

“Khusus para tenaga pendidik, saya tidak segan-segan mendatangi sekolah-sekolah. Tidak hanya sekolah dekat bahkan sekolah yang paling jauh pasti saya datangi untuk memastikan komitment kerja bapak ibu,” tutup Gede Dana. (Ami)

Kain Gringsing Souvenir G20 Siap Dikirim


Karangasem, Bali Kini - Salah satu kekayaan intelektual asli Karangasem, yakni Kain Gringsing asli buatan dari pengrajin di Desa Tenganan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dijadikan souvenir
untuk para kontingen atau peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022, pada bulan Desember mendatang di Bali. Dengan kualitas yang tak main-main bahkan sudah melalui seleksi ketat, kini sejumlah 120 lembar Kain Gringsing Tenganan sudah dalam tahap packing dan siap untuk di kirim. 

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan Pegringsingan I Putu Wiadnyana, Senin (1/8/2022). "Sudah siap untuk dikirim, kami sedang koordinasi dengan pihak yang akan menerima mewakili kementrian pariwisata, " Ungkapnya. Pihaknya memang menargetkan akan menyelesaikan pesanan tersebut sampai akhir bulan Juli 2022 dan target tersebut berhasil dicapainya. 

Ditambahkan Wiadnyana, tercatat ada 30-an  motif kain Gringsing, namun untuk suovenir G20 ini, di kain yang berjenis Gringsing cenik tersebut, terdapat lebih dari satu motif (kombinasi) dan dari 120 kain pesanan itu, terdiri dari 38 motif baik motif tunggal maupun kombinasi.

Sementara, nilai total harga kain Gringsing yang dikirim menjadi Souvenir tersebut mencapai Rp. 132.000.000,- . "Jumlah kain 120 lembar dan estimasi lapangan kerja yang tercipta 480 lapangan kerja. Sedangkan satu lembar kain dikerjakan oleh setidaknya 4 orang pengrajin diantaranya pengrajin benang, pembuat motif, pencelup warna dan penenun,"terangnya. Untuk itu pihaknya dan juga masyarakat Desa Adat Tenganan mengaku sangat berterima kasih. 

"Berkat order souvenir G20 ini keberadaan kain Gringsing semakin dikenal dan sangat membantu pengrajin dalam menaikkan harga jual terutama disaat pemulihan pasca Covid-19. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Kemenparekraf khususnya untuk pak Menteri Sandiaga Uno karena order ini juga terkait program desa wisata melalui Anugrah Desa Wisata Indonesia," Tandasnya. (Ami)

Minggu, 31 Juli 2022

Bantuan Bibit Babi Desa Bungaya Dilaporkan Ada Yang Sakit Bahkan Ada Yang Mati

 

Karangasem, Bali Kini - Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem, bagikan ratusan bibit babi gratis kepada masyarakat Desa Bungaya. Dimana ini merupakan program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Namun selang sepuluh hari berlalu, terdapat laporan jika babi yang di bagikan tersebut sakit, ada pula yang mati. "Saya tidak tau di tempat lain, jika di Dusun saya, Dusun Timbul ada 2 laporan. Yang satu babinya sakit, yang satu lagi sudah mati," Kata Kepala Dusun Banjar Dinas Timbul, I Gede Suarjana Putra ketika dikonfirmasi, Minggu (31/7/2022). 

Dikonfirmasi terpisah, I Gede Indra salah seorang penerima bantuan bibit babi mengatakan kondisi babinya saat ini lemas. "Ya, babi ini saya dapat dari bantuan desa, tapi sudah jalan seminggu lebih ini, babi saya sakit. Saya khawatir babinya mati, karena tetangga saya babinya sudah mati," Keluhnya. 

Terkait gejala, pihaknya mengatakan jika babinya tiba-tiba saja tidak mau makan dan sempat mencret serta lesu. Pihaknya tidak mengetahui, sakit apa yang menjangkit babinya tersebut. 

Gejala serupa juga dialami bibit babi yang didapat dari sumbangan desa milik I Wayan Sudiarta. Dimana babi tersebut kini sudah mati.

Sementara, Perbekel Desa Bungaya ketika dikonfirmasi membantah jika kematian babi tersebut merupakan wabah. "Untuk saat ini saya baru terima laporan ada dua bibit babi dari bantuan desa yang mati, tapi itu kemungkinan karena kelelahan pas diperjalanan," Pungkasnya. (LE- AMI)

Sabtu, 30 Juli 2022

Ngaben Massal, Penyebrangan Fast Boat Padangbai Ditutup


Karangasem, Bali Kini - Puncak dari Ngaben massal di Desa Adat Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem yang jatuh pada hari ini, Jumat (29/7/2022), sejumlah aktivitas wisata di seputaran Jalan Pura Silayukti ditutup sementara. 

Hal tersebut demi kelancaran pelaksanaan Pitra Yadnya ini, mengingat adanya arak-arakan bade raksasa yang akan melewati jalur laut, dimana posisinya tepat di sebelah Dermaga Rakyat Pelabuhan Padangbai.

Aktivitas yang dimaksud ialah kegiatan snorkeling di wilayah perairan Padangbai, dimana para wisatawan tidak dapat melaksanakan aktifitas laut tersebut untuk sementara waktu.

Tak hanya itu, transportasi penyebrangan fast boat di Dermaga Rakyat Pelabuhan Padangbai juga ditutup selama satu hari. Jadi, aktivitas penyebrangan dari Padangbai menuju Gili Trawangan, NTB juga tidak dapat dilakukan sementara waktu. 

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin. "Penyebrangan fast boat dan kapal cepat ditutup untuk hari ini saja,  sesuai dengan permintaan dari pihak Desa Adat Padangbai berkaitan dengan akan dilaksanakannya ngaben massal, " Katanya ketika dikonfirmasi. (AMI)

Jumat, 29 Juli 2022

Gempa Magnitude 4,6 Guncang Karangasem, Berpusat Di Tianyar


Karangasem, Bali Kini - Wilayah Karangasem, Bali kembali diguncang gempa Jumat (29/7/2022) pukul 19.57.47 WITA. Menurut laporan dari BMKG besar kekuatan gempa mencapai Magnitudo 4,6 dengan Episenter terletak pada koordinat 8,21° LS; 115,49° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km. Letak yang dimaksud ialah di wilayah Tianyar, Kecamatan Kubu. 

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar mendatar.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menyampaikan jika sampai saat ini belum ada laporan adanya korban, baik korban jiwa ataupun material. 

"Kita masih koordinasikan dengan tim-tim di kecamatan," Katanya. Namun, beberapa masyarakat dipusat gempa yakni di Wilayah Desa Tianyar situasi masyarakat terasa tegang. "Masyarakat di Desa Tianyar sempat panik, lantaran ditakutkan adanya tsunami, tapi kami sudah sampaikan melalui tokoh-tokoh masyarakat jika gempa kali ini tidak ada dampak tsunami, " Sambungnya. (AMI)

Bupati Karangasem I Gede Dana Hadiri Ngaben Massal Puluhan Dadia di Seluruh Kecamatan


Karangasem, Bali Kini - Guna memastikan program Atma Kerthi yang di Launching Pemkab Karangasem pada Maret 2022 lalu tersebut berjalan dengan baik dan semestinya, Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa dan didampingi Sekda Sedana Merta dan Dinas terkait, selama hampir sebulan ini turun langsung ke masyarakat dalam hal ini Dadia yang menyelenggarakan Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal di seluruh kecamatan di Karangasem. 

Pada Rabu 27 Juli lalu, Bupati dan Wakil Bupati menghadiri Upacara Pitra Yadnya di Banjar Adat Kauh, Desa Adat Yeh Poh, Kecamatan Manggis. Dalam upacara yang dilaksanakan secara Massal tersebut, jumlah sawa yang akan diupakara/diaben berjumlah 27 Sawa dan Ngelungah 18 Sawa, sedangkan untuk Puncak Karya Pitra Yadnya tanggal 29 Juli 2022. 

Dalam kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati dan jajarannya mendoakan sane meduwe karya berjalan dengan lancar dan yang  akan di upacarai/diaben agar mendapatkan genah sane becik. Dalam dialog singkat dengan warga, Bupati Gede Dana menyampaikan perihal program Atma Kerthi, dan pihaknya menghimbau agar warga segera mengurus akta kematian keluarganya yang telah meninggal dunia. 

“Sudah ada program Atma Kerthi. Kami selalu menghimbau kepada warga yang keluarganya telah meninggal dunia, untuk segera mengurus akta kematian,” ucap Gede Dana. Menurutnya ini penting selain untuk update data kependudukan, juga ada kaitannya dengan kepesertaan JKN KIS, sehingga warga yang telah meninggal dunia, keluarganya tidak terbebani lagi dengan kewajiban membayar iuran BPJS mandiri, termasuk untuk update Universal Healt Coverage (UHC). 

“Selama sebulan ini, Saya bersama Pak Wakil berusaha hadir dalam upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan oleh masing-masing dadia di seluruh kecamatan. Selain bisa bertemu dan menyapa warga, juga sekaligus memastikan program Atma Kerthi ini bisa berjalan dengan semestinya, serta memastikan masyarakat bisa mudah mengurus akta kematian keluarganya yang telah meninggal,” sebutnya. 

Lanjut Bupati Gede Dana mengaku sangat mendukung kegiatan Upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan secara Massal oleh Dadia, karena sangat membantu dan mengurangi beban warga yang kurang mampu. Untuk membantu pembiayaan kegiatan Upacara Pitra Yadnya, dalam setiap kunjungannya, Gede Dana menyerahkan punia kepada  panitia karya mulai dari Rp. 10 Juta hingga Rp. 15 Juta tergantung jumlah sawa.
.
Program Atma Kerthi merupakan satu dari enam inovasi yang digagas oleh Bupati sebagai upaya mendekatkan, mempercepat dan mempermudah layanan pemerintah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil Karangasem) sekaligus pemberian reward terhadap maasyarakat yang secara aktif melapor dan mengurus segera akta kematian saudara atau keluarga mereka yang meninggal dunia.
 
Pola kerja Atma Kerthi tersebut, dikatakannya layanan  administrasi kependudukan merupakan program nasional dalam bentuk pemenuhan kewajiban negara bagi masyarakat sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin kemudahan. Dimana sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 dalam pasal 44 disebutkan tentang pelaporan kematian yang wajib dilaporkan kepada Instansi Pelaksana setempat paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal kematian.
 
Kepada masyarakat yang telah melaksanakan tertib administrasi dengan mengurus Akta Kematian keluarganya dengan memberikan penghargaan berupa uang sebesar Rp. 1.000.000, dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan sesuai Perbup Nomor 58 tahun 2021. (Ami)

Rabu, 27 Juli 2022

Permudah Akses Berwisata Ke Karangasem, Disbudpar Rancang Aplikasi


Karangasem, Bali Kini - Untuk mudahkan akses bagi para wisatawan yang mau berkunjung ke Kabupaten Karangasem, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem sedang merancang sebuah aplikasi bertajuk "Visiting Karangasem".

"Aplikasinya sendiri sudah ada, sudah kita garap, cuma belum finalisasi, karena belum komplit, belum semua terinput," Ungkap Kadisbudpar I Wayan Astika, Rabu (27/7/2022). Aplikasi Visiting Karangasem ini akan mencakup berbagai informasi terkait wisata apa saja yang ada di Kabupaten Karangasem, mulai dari destinasi wisata, akomodasi, lokasi, aktifitas wisata, hingga kuliner-nya. 

Dengan adanya rancangan aplikasi tersebut diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karangasem akan lebih mudah mencari tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi. Terlebih lagi, dalam memperkenalkan destinasi wisata yang mungkin kurang dikenal wisatawan. Sehingga "hidden gem" di Karangasem dapat dijamah wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang masuk ke Kabupaten Karangasem maka perekonomian masyarakat akan dapat berjalan lagi, setelah pandemi Covid-19 ini mulai mereda. 

Sementara, terkait kapan peluncuran aplikasi ini ke publik, Astika mengaku belum tau pasti. "Nanti dulu, ini masih belum finish masih urus kontrak dan segala macamnya," Tandas Astika. (AMI)

Selasa, 26 Juli 2022

DPD KNPI Klungkung Beri Ruang Pemuda Kreatif Melalui Youth Fest-4


Klungkung, Bali Kini - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia atau yang dikenal DPD KNPI Kabupaten Klungkung melakukan inovasi dan kreativitas dalam memberikan ruang bagi para pemuda dan pemudi di Kabupaten Klungkung melalui Klungkung Youth Fest yang ke-4. Klungkung Youth Fest ini dilaksanakan selama satu bulan penuh. Kegiatan ini menyasar para pemuda-pemudi dan masyarakat pada umumnya.

Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga, S.H selaku ketua KNPI Klungkung saat diwawancara menyatakan kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh. Pria yang akrab disapa Gung Indra ini menegaskan bahwa Klungkung Youth Fest ke- 4 kali ini bertemakan “Siapkan Dirimu Menuju Era Society 5.0” telah dilaksanakan sejak 25 Juni lalu, diawali dari kegiatan Lomba Baleganjur “Bale Ganjur Ngarap” yang melibatkan Sekaa Truna Truni di Kabupaten Klungkung, selanjutnya ditanggal 6- 20 Juli diadakan Klungkung Film Festival ke- 4, ditanggal berikutnya 20-21 Juli pelaksanaan Turnament Esport Piala Pelajar Klungkung yang mempertandingkan kategori Mobile Legend, Free Fire, dan PUBG, kemudian ditanggal 23 Juli dilaksanakan Talkshow pemuda yang mengambil tema Young menjaga dan mengawasi. Puncaknya ditanggal 24 Juli paginya dilaksanakan Talkshow Perempuan dengan mengambil tema perempuan bisa apa?,  disertai dengan Pekan Raya yang diisi oleh UMKM serta pemuda Klungkung, dan di malam hari dilaksanakan hiburan yang dimeriahkan oleh Bagus Wirata dan Barong Boyz selaku Guest Star. 

"Youth Fest Klungkung 2022 ini juga disupport oleh pemerintah Kabupaten Klungkung dan DPRD Klungkung ini dicerminkan dengan adanya  Pameran pembangunan dari Pemerintah Daerah Klungkung, dan antusiasime sangat tinggi dari masyarakat, sehingga selama pelaksanaan youth fest keamanan, kenyamanan terlaksana di Kabupaten Klungkung," Ungkap Gung Indra

"Ini gratis untuk semua kalangan tidak dipungut biaya dengan harapan dapat membangun simakrama (hubungan baik) kepada seluruh masyarakat Klungkung. Sehingga kedepan dapat memperkenalkan ide-ide kreatif anak muda yang tidak kalah menarik untuk dikembangkan pada era digitalisasi dalam mendukung Klungkung menuju Smart City, " Sambungnya, Senin (25/7). 

Sementara, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta Jajaran saat menghadiri Puncak HUT DPD KNPI ke-49  yang dirangkaikan pada acara Klungkung Youth Fest 4 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. Ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah oleh Bupati Suwirta dan didampingi Ketua DPRD Klungkung kepada KNPI Klungkung berupa Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 5 tahun 2021. 

“Dengan diterbitkannya Perda ini semoga KNPI dapat berperan baik secara pribadi maupaun secara kolektif terhadap pembangunan di Kabupaten Klungkung, termasuk memperluas jejaring organisasi yang ada. Selamat ulang tahun yang ke 49 untuk DPD KNPI, semoga tetap dapat berinovasi untuk membuat KNPI ini lebih dicintai dan merangkul lebih banyak generasi”ucap Bupati Suwirta.

Lebih mendalam Suwirta berpesan agar ke depannya keberadaan KNPI dapat mengakar hingga ke desa-desa. Ia juga menyampaikan bahwa pemuda-pemuda di desa sangat rindu tentang organisasi yang dapat menyambung sampai tingkat kabupaten, terdapat banyak potensi pemuda-pemuda yang berada di lingkup STT yang dapat diajak berkolaborasi sehingga organisasi kepemudaan seperti KNPI ini dapat lebih kuat.

Setelah melakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangkaian acara Klungkung Youth Fest 4 ini.Bupati Suwirta didampingi Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom mengunjungi beberapa stand kuliner dan UMKM yang berada di Klungkung Youth Fest 4.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Forkompida Kabupaten Klungkung, Ketua DPD KNPI Provinsi Bali Nyoman Gede Antaguna, Pengurus DPD KNPI Kota/Kabupaten di Bali, serta undangan terkait lainnya.

Diakhir Kegiatan Klungkung Youth Fest, Gusti Ayu Atyantha Danawati selaku ketua panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat klungkung, utamanya para pemuda dan pemerintah daerah Klungkung telah dapat berkolaborasi dan bersinergi bersama dalam membangun klungkung yang lebih baik menuju era 5.0. Dari Pemuda untuk Klungkung dan untuk Pulau Dewata” tutupnya. (Ami)


BPJS Kesehatan Luncurkan Program Rehab, Ringankan Peserta Menunggak


Karangasem, Bali Kini  – Menjawab kegundahan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terkait tunggakan iuran, BPJS Kesehatan meluncurkan program Rehab (Rencana Pembayaran Bertahap). Program yang ditujukan untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP) diupayakan menjadi solusi di tengah pendemi covid 19 yang berdampak pada segmen informal dari segi ekonomi maupun finansialnya. Selain itu alasan menurunnya keinginan untuk membayar iuran dikarenakan ketidakmampuan membayar iuran melatarbelakangi hadirnya program Rehab ini.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani menyampaikan kepada awak media saat bertemu di Restaurant Tukad Jangga (26/07) kaitan dengan pentingnya program Rehab untuk diketahui masyarakat. Pemanfaatan program Rehab oleh peserta dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 165 dan aplikasi Mobile JKN dan berlaku untuk peserta PBPU atau BP yang telah menunggak lebih dari 3 bulan atau 4 bulan s.d 24 bulan. 

“Kami ingin program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta karena sangat membantu sekali, intinya peserta memiliki komitmen untuk membayar maka tinggal mengikuti alur di aplikasi mobile JKN,” ungkap Elly.

Elly menyatakan dalam mengikuti program Rehab, peserta dapat memilihin berapa kali cicilan yang akan dibayar dengan perhitungan yang sudah otomatis dilakukan dalam sistem BPJS Kesehatan, besaran iuran yang akan dibayar perbulan adalah minimal sebesar 2 bulan tagihannya, ketika cicilan sudah lunas maka KIS dari peserta akan langsung aktif kembali dan dapat digunakan.

“Rehab ini akan memecah pembayaran tunggakan peserta menjadi beberapa kali cicilan sesuai yang diinginkan sehingga akan terasa lebih ringan bagi peserta, program ini juga untuk melindungi peserta karena mempercepat proses aktifnya kartu peserta sehingga siap bila diperlukan,” lanjut Elly.

Selain kaitan program Rehab, Elly juga menyampaikan mengenai Instruksi Preside Nomor 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN-KIS yang melibatkan beberapa lembaga seperti BPN dan Keplosisian, kaitan kanal layanan yang mempermudah peserta seperti layanan Pandawa, Mobile JKN dan denda pelayanan, pemberlakuan NIK sebagai Identitas peserta JKN-KIS serta skirining kesehatan.

“Mari kita manfaatkan kemudahan yang telah disiapkan, dan tetap ikuti ketentuan yang berlaku, sebab adanya Inpres 1 tahun 2022, urusan tanah, SIM dan STNK akan mewajibkan kepesertaan JKN-KIS aktif,” tutup Elly. (Ami)

Senin, 25 Juli 2022

Ikan Marlin Bumbu Bali, Kuliner Yang Melegenda Ada di Karangasem


Karangasem, Bali Kini - Jika berbicara tentang wisata di Kabupaten Karangasem, tentu ada berbagai macam jenis wisata yang bisa dijajaki. Tak ketinggalan di Kabupaten Karangasem juga terdapat wisata Kuliner yang melegenda yakni olahan ikan Marlin di tempat makan "Bu Ribu" di Sengkidu, Manggis Kabupaten Karangasem. 

Tempat Makan "Bu Ribu" Ini sudah berdiri sejak tahun 1950an. Tak heran jika tempat ini sudah dikenal tidak hanya dikalangan lokal saja, namun juga sering dikunjungi tamu asing. 

Ikan Marlin diolah menggunakan bumbu khas Bali, yang disulap menjadi berbagai jenis menu seperti Sate lilit, Soup ikan, Pepes bumbu plecing serta pepes bumbu rajang. 


Proses pengolahan ikan marlin di tempat ini masih mempertahankan ke-tradisionalannya, ini agar tidak merubah cita rasa khasnya yang sudah terkenal dari jaman ke jaman. 

Ditemui Senin (25/7/2022), pemilik tempat makan, Nyoman Mariani atau akrab dipanggil Mek Rebu mengatakan, "Awalnya hanya warga Karangasem saja yang makan di sini, tapi kemudian mereka banyak yang merantau ke luar Karangasem seperti Denpasar, mengajak teman datang makan ke sini, sampai membawa tamu-tamu asing juga," Ujarnya. 

Jika dilihat, tempat makan ini sangat sederhana. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pengolahan ikan Marlin ini karena tempat makan yang disediakan letaknya persis di samping dapur yang konsepnya masih sangat tradisional dan terbuka. 

Sementara, dijelaskan Mek Rebu jika dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 30 kilogram ikan Marlin. Ikan Marlin mentah yang diolah ini  berasa dari nelayan lokal di kawasan Karangasem khususnya Padang Bai dan perairan Ujung. 

"Biasanya sehari pasti habis saja, kita buka dari jam 11 siang sekitar jam 5 sore sudah habis," Kata Mek Rebu. ( Ami)

Korupsi Pengadaan Masker Saat Pandemi, Eks Kadisos Karangasem Dihukum Ringan


Denpasar - Saat Bali dilanda kepanikan saat awal pandemi, justru pejabat yang seharusnya berusaha meredam penyebaran virus Covid-19 agar tidak makin meluas justru memanfaatkan situasi. Itu yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan di "Gumi Lahar" Karangasem.

Adalah tindakan yang tak terpuji itu dilakukan oleh I Gede Basma (58) eks Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem bersama antek-anteknya. Namun hukum berkata lain, pejabat yang terjerat korupsi pengadaan 512.797 masker skuba untuk penanganan virus COVID-19 tahun 2020 di Karangasem, diputus jauh dari tuntutan JPU.

Begitu juga dengan ke enam antek-anteknya yang ikut terseret dari kasus ini. Majelis Hakim pimpinan Putu Gde Novyartha,SH.,MH dalam sidang Tipikor di Denpasar menjatuhkan hukuman kepada Basma selama 1 tahun 6 bulan penjara. 

"Menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara, serta denda sebesar Rp.50 juta subsider 2 bulan," ketok palu hakim yang dibacakan secara online, Senin (25/07).

Matheos Matulessy,SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mengambil sikap untuk banding. Jaksa yang sebelumnya menuntut selama 8 tahun penjara itu memilih justru melunak dengan menyatakan pikir-pikir selama 7 hari ke depan. Senada pula dangan tanggapan dari pihak kuasa hukum terdakwa.

Perlu untuk diketahui, sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa akibat dari perbuatannya, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.617,362,507.

Selain Basma, enam pejabat Dinsos Karangasem lainnya, yakni Gede Sumartana (57) selaku Kabid Linjamsos, I Nyoman Rumia (49), selaku Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Kesejahteraan, dan I Wayan Budiarta (50), selaku Plt Kasi Perlindungan Sosial dan Korban Bencana. Berikutnya, I Ketut Sutama Adikusuma (47), I Ketut Sutama Adikusuma (46), dan Ni Ketut Suartini (48), selaku PNS Dinsos Karangasem, diputus dalam berkas terpisah.

Kasus ini bermula saat Pemkab Kabupaten Karangasem hendak melaksanakan program antisipasi dan penanganan COVID-19 tahun 2020 dengan nilai anggaran sekitar Rp 3 miliar yang diperuntukkan untuk masyarakat di 8 kecamatan di Kabupaten Karangasem. 

Melihat peluang ini, terdakwa Basma bersama 6 pejabat dinas sosial lainnya sepakat untuk memberikan bantuan masker jenis skuba dan menunjuk rekanan ke 2 perusahaan.
Dua perusahaan yang ditunjuk, Duta Panda Konveksi dan Addicted Invaders untuk membuat masker scuba warna hitam, ukuran standar, memiliki logo Pemkab Karangasem. Mereka sepakat harga 1 masker scuba adalah Rp 5.700.

Duta Panda Konveksi memenuhi permintaan Dinsos Karangasem dengan cara memproduksi masker scuba. Sedangkan, Addicted Invaders memenuhi dengan cara membeli masker scuba seharga Rp 2.500, berisi logo Pemkab Karangasem di masker.

Bahwa perbuatan terdakwa I Gede Basma, selaku PPK Dinas Sosial yang menerbitkan Surat Penunjukan dan Pemesanan kepada Duta Panda Konveksi dan Addicted Invaders untuk pengadaan 512.797 buah masker berbahan skuba.

Hal ini bertentangan dengan Surat Edaran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah RI Nomor : 3 tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020 tentang Penjelasan atas Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), huruf E angka 3 huruf a.

"Bahwa aturan tersebut mencatat pengadaan barang dan jasa harusnya mengikuti petunjuk yakni menunjuk penyedia yang antara lain pernah menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintah atau sebagai penyedia dalam katalog elektronik," demikian dalam dakwaan.

Pengadaan masker tersebut juga bertentangan dengan standar Alat Pelindungi Diri (APD) untuk penanggangan COVID-19 di Indonesia yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penangganan COVID-19 tanggal 9 April 2020. Yakni, tingkat perlindungan untuk masyarakat umum, jenis APD adalah masker kain 3 lapis berbahan katun.

"Bahwa akibat perbuatan  terdakwa Basma dan Sumartana mengakibatkan saksi Ni Nyoman Yessi Anggani selaku Direktur Duta Panda Konveksi meraup uang sebesar Rp 1,531,227,273,-dan saksi I Kadek Sugiantara selaku Direktur Addicted Invaders sebesar Rp 1,086,135,234," kata JPU.

Perbuatan para terdakwa ini, oleh JPU dinilai mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 2.617,362,507. 

Perbuatan terdakwa terbukti melawan hukum Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sabtu, 23 Juli 2022

21 Seka, Sanggar, Dan Komunitas Seni Di Kabupaten Karangasem Mendapat Sertifikat dari Provinsi


Karangasem, Bali Kini - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali telah menetapkan 73 sekaa, sanggar, komunitas, yayasan, perkumpulan seni sebagai penerima sertifikat Parama Patram Budaya Kategori Unggul Tahun 2022. Termasuk didalamnya ada 21 sanggar seni yang berasal dari Kabupaten Karangasem yang akan menerima sertifikat. 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem, I Wayan Astika Sabtu (23/7/2022). "Jadi dengan mendapatkan sertifikat dari Provinsi, nantinya mereka akan layak tampil di Provinsi termasuk mengambil pekerjaan pemerintah dalam kaitannya menampilkan seni," Katanya. Sertifikasi sanggar seni ini diharapkan dapat memudahkan para sanggar seni ini untuk mendapat dukungan kedepannya. 

Sementara, ke 21 sanggar seni yang dimaksud masing-masing ialah dari Kecamatan Karangasem ada Sekaa Genjek Gensos Mahardika yang bertempat di Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Sanggar Prabata Sari bertempat di Kelurahan Subagan dan Sekaa Genjek Kadong Iseng, Banjar Dinas Bungkulan, Desa Seraya Barat. 

Selanjutnya, yang dari Kecamatan Bebandem ada Yayasan Selonding Bali, Br. Dinas Pande Sari, Desa Bebandem, Sanggar Seni Waringinsari, Br. Dinas Pengawan, Desa Sibetan, dan Sekaa Gambuh Bajra Jnana, Br. Dinas Triwangsa, Desa Budakeling dan satu komunitas dari Banjar Dinas Pandesari, Desa Bebandem, yakni Komunitas Salonding Bali Aga. 

Sanggar seni yang mendapat sertifikat Provinsi dari  Kecamatan Abang ada Sanggar Seni Candra Dwani, Br. Dinas Besang, Desa Ababi, Sanggar Seni Tari dan Tabuh Kendran, Br. Dinas Lebah, Desa Datah dan Sanggar Budhi Bajrajnana dari Br. Dinas Abang Jeroan, Desa Abang. 

Untuk sanggar seni dari Kecamatan Kubu yakni Sanggar Tresna Asih, Banjar Muntig, Desa Tulamben dan Sekaa Gong Giri Suara, Br. Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar. 

Sementara, dari kecamatan Sidemen ada Sanggar Eka Mandala Putra, Banjar Mijil, Desa Sangkan Gunung dan Sekaa Gender Badjra Santika, Banjar Wanasari asal Desa Talibeng. 

Sanggar seni dari Kecamatan Manggis yakni Sanggar Tari Ngardi Rare Widya Wiguna, Br. Dinas Tauman, Desa Nyuh Tebel, Sanggar Angripta Santi Bhuana, Br. Dinas Kanginan, Desa Pesedahan, dan Sekaa Wayang Kulit Terang Bulan, Desa Sengkidu. 

Lanjut untuk sanggar seni dari Kecamatan Rendang yakni Sekaa Gender Dharma Suara Jayanti, Br. Dinas Bangbang, Desa Rendang dan Sanggar Suar Dwipa, Br. Dinas Teges, Desa Pempatan.

Dan sanggar seni dari Kecamatan Selat yang mendapat sertifikat provinsi ialah  Sanggar Kalangwan dari Br. Dinas Pegubugan dan Sanggar Seni Dwi Pama dari Br. Dinas Pegubugan. ( AMI).

Jumat, 22 Juli 2022

Tarif Air Masuk Ke Golongan K3, Pelanggan PDAM Di Kawasan Perumahan Bersubsidi Mengeluh


Karangasem, Bali Kini - Pelanggan PDAM di salah satu perumahan di kawasan Karangasem mengeluh, lantaran tarif air mereka masuk ke golongan K3 atau tarif untuk pemilik suatu usaha. 

Padahal tidak ada satupun pemilik rumah yang ada di perumahan tersebut memiliki usaha. Bahkan, perumahan tersebut termasuk kawasan rumah bersubsidi. 

Seorang penghuni di perumahan tersebut, Ketut Arbudi (40) mengaku kaget saat membayar tagihan air yang ternyata lumayan tinggi.  "Padahal saya hanya gunakan air untuk mencuci dan memasak kok bayarnya segini? pas saya tanya ke petugas PDAM dikatakan tagihan air saya masuk ke golongan K3," Ungkap Arbudi. 


Bahkan kini, demi menghemat air pihaknya sampai beralih mencuci baju ke sungai yang jaraknya lumayan jauh, agar terhindar dari tagihan air yang membengkak. Tak hanya itu, pihaknya juga sampai mengurangi frekwensi untuk menyiram tanaman, meski di tempat tersebut berhawa panas yang artinya tanaman akan lebih cepat layu jika tidak sering disiram. 

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Tohlangkir atau PDAM I Komang Haryadi Parwatha mengaku bahwa perumahan atau BTN tersebut merupakan pengembang dari developer jadi tanahnya milik pengembangan dan saat pengembangan tersebut mendaftar tim survei dari PDAM turun ke lapangan jadi dasar di peraturan pengembang itu istilahnya dianggap mampu sehingga dimasukkan ke dalam golongan K3.

"Tapi untuk yang di perumahan tersebut bersubsidi seharusnya kalau memang benar bersubsidi mereka harus melampirkan kajian lagi, karena awalnya pengembangan ada profit oriented sehingga masuk ke golongan K3 saat didaftarkan," Kata Haryadi Parwatha, ketika dikonfirmasi Jumat (22/7). 

Selanjutnya, pihaknya menjelaskan jika pipa yang masuk ke lahan tersebut juga milik developer yang mengembangkan dan pihak PDAM hanya menyambungkan saja ke masing-masing rumah sedangkan pengembangnya adalah developer.

"Jika sekarang rumah tersebut ken disubsidi, seharusnya developer harus mengkaji saat akan mendaftarkan konsumennya, bahwa rumah tersebut memang bersubsidi dan jika memang benar disubsidi kami bisa mengubah golongannya tapi harus dibuktikan dulu dan itu tugas developernya," Tandas Haryadi Parwatha.  (Ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved