-->

Selasa, 27 September 2022

Sekda Sedana Merta Tekankan Agar Masyarakat Berperan Aktif Untuk Ikut Sukseskan Regsosek

Karangasem, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem, I Gede Dana memimpin Rapat Koordinasi Kabupaten Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022. Acara berlangsung di Hotel Ramayana, Candidasa, Karangasem, Selasa 27 September 2022, pagi.



Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Kapolres Karangasem, perwakilan  Dandim 1623 Karangasem,  Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Kepala BPS Karangasem,  Kepala KPPP Padangbai,Kapolsek dan Danramil se-Kabupaten Karangasem.


Bupati Karangasem, I Gede Dana dalam sambutan yang dibacakan Sekda Sedana Merta menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Karangasem telah berupaya maksimal menyukseskan sistem satu Data Republik Indonesia di daerah setempat, khususnya di Kabupaten Karangasem. Karena Pemkab menyadari, Sistem Satu Data RI ini tidak hanya penting untuk perlindungan sosial, melainkan juga program lainnya yang dibutuhkan masyarakat terkait dengan kebijakan  pemerintah yang lebih terarah.


Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Karangasem saat ini sedang menyusun Satu Data Daerah Kabupaten Karangasem, yang terpadu, terintegrasi, akurat dan valid. Saat ini sedang dilaksanakan pendataan masyarakat Kabupaten Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 156.367 KK dengan melibatkan 7.531 ASN dan Non ASN sebagai petugas pendata. Pelaksanaan pendataan ini didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2021 tentang Satu Data Daerah Tingkat Provinsi dan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2022 tentang Satu Data Daerah. 5 Pelaksanaan pendataan masyarakat Kabupaten Karangasem dimulai dari tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 30 Nopember 2022. Capaian pelaksanaan pendataan sampai dengan tanggal 23 September 2022 sebanyak 34.938 KK atau sekitar 22,35 persen dari target 156.367 KK.


Sebagaimana tujuan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Daerah Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) 2022, ada beberapa point yang paling ditekankan. Diantaranya, Pemerintah Kabupaten Karangasem sangat mendukung pelaksanaan Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) 2022. Seluruh Masyarakat Kabupaten Karangasem agar berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan pendataan Regsosek ini dengan memberikan data yang benar. ASN dan Non ASN agar turut serta mensosialisasikan pelaksanaan Pendataan Regsosek ini dilingkungannya masingmasing. Para Camat, Perbekel dan Lurah untuk ikut mensosialisasikan kegiatan ini dalam setiap pertemuan yang dilakukan di tingkat 8 Kecamatan, Kedesaan/Kelurahan, Banjar Dinas dan Banjar Adat. Para petugas pendata agar melaksanakan pendataan dengan baik dan obyektif sesuai fakta di lapangan, sehingga data yang dihasilkan menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. 


Terakhir, kepada petugas keamanan agar turut serta membantu menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah pada saat pendataan Regsosek ini sehingga dapat berjalan dengan lancar, aman dan nyaman. (Ami)

Jumat, 23 September 2022

Reformasi Birokrasi Dana Dipa, Bawa Karangasem Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut


Karangasem, Bali Kini -
Reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan daerah yang teratur, bersih dan akuntabel yang dilakukan Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa) telah membawa Kabupaten Karangasem kembali meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut. 


Penyampaian penghargaan WTP itu sendiri dilakukan oleh Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 melalui zoom meeting. Dimana dalam penyampaian penghargaan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Asisten III Sekdakab Karangasem dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, Kamis (22/9/2022). 


Rekernas tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi atas raihan opini WTP,  sekaligus sebagai langkah dalam mewujudkan penguatan kualitas dan akuntabilitas keuangan dan kinerja pemerintah, serta meningkatkan Awareness dan menjaga komitmen serta kesamaan langkah dalam percepatan pemulihan dan kebangkitan ekonomi nasional dengan tema "Mengawal Akuntabilitas Keuangan dan Kinerja untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat".


Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, dalam kesempatan itu mengatakan, jika penyampaian penghargaan WTP merupakan suatu apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, karena penilaian pelaksanaan tata kelola keuangan yang bersih, transparan dan akuntabel dari BPK RI. 


“Penghargaan WTP ini merupakan syarat penyaluran Dana Insentif Daerah kepada Pemerintah daerah dari pemerintah pusat. Dimana penyaluran transfer pusat sangat bermanfaat dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Karangasem,” tegas Artha Dipa.


Untuk kedepan opini WTP terus dipertahankan sebagai suatu kewajiban pemerintah daerah dan sebagai suatu wujud komitmen pimpinan daerah serta jajarannya dalam pengelolaan keuangan daerah yang semaksimal mungkin, yang sudah dilakukan oleh Stakeholder. 


Ini juga dalam rangka untuk selalu mematuhi peraturan perundang-undangan, dengan prinsip menjaga kehati-hatian, dan dalam rangka proses akuntabilitas kepada masyarakat. Sehingga bisa memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik terutama pemda dlm situasi dan tantangan pandemi dan guncangan ekonomi saat ini. (Ami/*)

Jumat, 09 September 2022

Bupati Gede Dana Apresiasi Kontingen Utsawa Dharma Gita Duta Kabupaten Karangasem




Karangasem, Bali Kini - Pelepasan Kontingen Utsawa Dharma Gita Kabupaten Karangasem, dilaksanakan pada hari Jumat (9/9/2022) di ruang rapat Rumah Dinas Jabatan Bupati Karangasem yang beralamat di Jalan Kartini Amlapura.


Bupati Gede Dana didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Karangasem I Wayan Astika dan Ketua Widiasabha Kabupaten Karangasem Ida Nyoman Sugata, melepas kontingen Utsawa Dharma Gita Kabupaten Karangasem, ke event Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali ke-XXX tahun 2022 di Taman Budaya Denpasar.


Kegiatan Utsawa Dharma Gita atau Lomba Pembacaan Kitab Suci Agama Hindu, merupakan ajang dimana umat diajak memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya, melalui senandung bait-bait suci yang merdu dan syahdu.


Sementara Dharma Gita merupakan salah satu dari enam metode pembinaan umat Hindu, yang dikenal dengan Sad Dharma, yang terdiri dari Dharma Gula, Dharma Wacana, Dharma Gita, Dharma Yatra, Dharma Sadhana dan Dharma Santi.


Dalam arahannya Bupati Gede Dana menyampaikan pujian dan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga  Widiasabha Kabupaten Karangasem. “Saya menyampaikan apresiasi kepada lembaga ini, yang sudah menyiapkan  dan melaksanakan pelatihan dalam menyiapkan peserta duta Kabupaten Karangasem dalam Utsawa Dharma Gita tingkat provinsi Bali, yang diwakili oleh putra putri asli dari Kabupaten Karangasem” ujarnya.


Menurutnya, nilai-nilai agama Hindu yang tersimpan dalam kitab-kitab susastra agama Hindu, yang perlu digali dan diaktualisasikan melalui seni keagamaan, agar memudahkan pemahaman dan penghayatannya. seni yang dimaksud di sini adalah Dharma Gita. Dharma Gita sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu, disebut Bupati, memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu, yang bersumber dari ajaran suci Weda.


“Ajaran suci yang mengandung nilai-nilai spiritual, etika dan estetika yang sangat tinggi, sehingga memberi tuntunan pemahaman ajaran agama Hindu, yang dimulai dari aspek Tattwa atau filosofis, Susila atau tingkah laku, maupun Ritual atau upacara,” imbuhnya.


Nyanyian suci keagamaan dengan irama lagu yang melankolis, disebut Bupati, sangat membantu menciptakan suasana hening, khidmat dan suci. Bait-bait mantra suci Weda, yang dirangkai dalam bentuk puisi menjadi Dharma Gita, terasa lebih indah untuk dinikmati. 


“Keberadaan Dharma Gita di kalangan umat Hindu, memiliki keragaman dalam bahasa, irama lagu, maupun cara melantunkannya,” tutur Bupati asal Desa Datah ini. Selain itu, juga telah mengantarkan umat Hindu pada kekayaan budaya di bidang seni, yang tidak terbatas dalam membangkitkan rasa keagamaan sesuai budaya daerah masing-masing, maupun dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu.


Selanjutnya, pihaknya berharap, melalui Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali ke-XXX, yang dilaksanakan akan menjadi ajang pembuktian kemampuan olah seni suara dan pemahaman ajaran agama Hindu kepada para peserta atau utusan dari Kabupaten Karangasem.


Pihaknya juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung, serta turut mendoakan kontingen Utsawa Dharma Gita Kabupaten Karangasem, agar mereka mampu tampil maksimal memberikan yang terbaik, untuk memuliakan Tuhan, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Karangasem tercinta. (ami)

Rabu, 07 September 2022

Menjadi Desa BERSINAR, BNNK Karangasem Laksanakan Test Urine Di Kantor Kelurahan Padangkerta



 Karangasem, Bali Kini - Dalam rangka mencegah meluasnya Barang haram Narkoba, BNNK Kabupaten Karangasem mengadakan Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dengan melaksanakan Test Urine. Giat ini menyasar pada Instansi Pemerintah. 


Seperti pada Rabu (7/9/2022) kegiatan test urine dilaksanakan di Kantor Lurah Padangkerta, Tepatnya di Aula Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem. 


Sebanyak 7 Orang Petugas diturunkan untuk melaksanakan test, yang terdiri dari Sub.Koordiator Rehabilitasi, Staf Pemberantasan, Staf P2M dan Staf BNNK Karangasem.


Koordinator P2M, I Made Ludra Warsa, SE menyampaikan terkait dengan kegiatan tes urine ini adalah tindak lanjut dari pembentukan Desa/Kelurahan BersiNar (Bersih Narkoba) dalam hal ini pada Kelurahan Padangkerta. "Tes urin ini merupakan bentuk deteksi dini yang bersifat Non Projustitia untuk kepentingan diluar proses hukum.  Deteksi Dini ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan narkoba dalam tubuh seseorang guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, " Ucapnya. 


Sementara, pelaksanaan tes uji Narkotika melalui urine dengan menggunakan rapid test 7 parameter (Soma, AMP, BZO, COC, MET, MOP, THC). Test ini diikuti oleh  23 orang antara lain Lurah Padangkerta, Babinsa, Babinkamtibmas, seluruh staf Kelurahan Padangkerta dan beberapa Kepala Lingkungan Kelurahan Padangkerta. 


"Dari 23 sempel urin yg diperiksa seluruhnya dinyatakan dengan hasil negatif, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba pada peserta yg melakukan Tes Uji Narkotika," Tandasnya. ( Ami)

Senin, 05 September 2022

Harga Bahan Pokok Dan Bumbu Dapur Meningkat Pasca BBM Naik


Karangasem, Bali Kini -
Harga bahan pokok dipasaran mulai dipengaruhi kenaikan harga BBM. Ditinjau pada Senin (5/8/2022) beberapa bahan pokok yang naik ialah mie putih dan mie kuning kemasan serta beberapa jenis bumbu dapur seperti bawang putih dan cabai rawit. 


Pada Ni Nyoman Kariani misalnya, pedagang sembako di Pasar Amlapura Timur mengatakan jika harga mie kuning kemasan dan mie putih naik seharga Rp. 500,- /bungkusnya. "Kalau mie kemasan naikknya sampai segitu, itu sudah tinggi naikknya," Katanya. Kenaikan tersebut lantaran biaya pengiriman meningkat akibat kenaikkan harga BBM. 


Selain itu, harga bahan pokok lain yakni beras juga mulai ada tanda-tanda akan terjadi kenaikkan. "Sekarang harganya pas 10.000 sekilo tidak bisa ditawar lagi, kalau dulu masih bisa ditawar. Tapi mudah-mudahan beras tidak naik harganya," Ujar salah seorang pembeli


Sementara, pernyataan Ni Komang Karmini salah seorang pedagang bumbu dapur di mengatakan jika harga bumbu dapur juga baik. "Harga cabai rawit kwalitas campuran saat ini harga perkilonya sudah Rp. 45.000, naik sebesar Rp. 15.000. Kalau harga sebelumnya dapat Rp. 30.000 perkilo, " Tandasnya. Sementara dijelaskan harga cabai rawit kwalitas super, saat ini harganya Rp. 50.000 perkilo atau naik sebesar Rp. 10.000  dari harga sebelumnya Rp. 40.000. Selain itu harga bawang putih juga naik, yakni dari Rp. 15.000 perkilo menjadi Rp. 25.000 perkilo. (Ami)

Minggu, 04 September 2022

Tepis Isu Miring PMI Jual Beli Darah, Tegaskan PMI 100 Persen Murni Kemanusiaan


Karangasem, Bali Kini - Isu PMI Karangasem yang menjual darah ditepis langsung oleh Pengurus PMI Kabupaten Karangasem dalam rapat yang diadakan pada Sabtu, (3/9/2022) di Ruang Rapat Rumah Jabatan Ketua DPRD Karangasem. 

Dalam Rapat yang mengagendakan Pengenalan Pengurus dan Rapat Evaluasi Program PMI Kabupaten Karangasem Tahun 2022 Semester 1 tersebut membahas berbagai persoalan terkait PMI termasuk isu miring tentang PMI yang menjual darah atau adanya mafia darah di PMI Karangasem. 

"Perlu kami tegaskan, di PMI tidak ada jual darah atau mapia darah seperti isu liar selama ini, yang ada pengganti pemeliharaan darah. Itu karena darah harus dirawat dan dipelihara, dan itu perlu biaya tinggi," Kata Sekretaris PMI Kabupaten Karangasem, I Wayan Suara Arsana. Peran dan fungsi PMI memang 100% murni Kemanusiaan.

Pernyataan tersebut juga senada dengan Kepala UDD PMI Karangasem, dr. A A Harrry Wijaya. "Ya, PMI memang tidak ada unsur menjual belikan darah," Tegasnya. 

Perkantong darah memerlukan dana sebesar Rp. 360.000,- itu dirincikan biaya sebagai berikut: Biaya Investasi terdiri dari biaya Gedung, penggantian kendaraan, Diklat tenaga dan penggantian alat yang ditotal menjadi Rp. 94.869,-. Dan biaya Operasional yang terdiri dari biaya tenaga, gedung, utilitas (listrik, gas, telpon), asuransi (gedung, kendaraan, alat), managemen organisasi, kendaraan (service dan bahan bakar, Kursus staf, alat habis pakai, bahan habis pakai administrasi, penghargaan donor dan bahan habis pakai dengan total sebesar Rp.265.131,- 

Rincian biaya tersebut sudah berdasarkan Keputusan Pengurus PMI Provinsi Bali NOMOR :109/SK/PMI PROV.BALI/03.01/V/2014 Tentang Penetapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). (Ami)

Jumat, 02 September 2022

Bupati Gede Dana Serahkan BKK Untuk Desa, Kelurahan dan Subak Sebesar 32 Milyar Rupiah


Karangasem, Bali Kini - Bupati Karangasem I Gede Dana menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Karangasem kepada Desa dan Kelurahan  untuk Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian se-Kabupaten Karangasem Tahun 2022 sebesar Rp.32.050.000.000,- (tiga puluh dua milyard Lima puluh Juta Rupiah),di Aula Disdikpora Kabupaten Karangasem, Kamis (01/09/2022)

Dana yang diserahkan meliputi Bantuan Dana Kegiatan Desa Adat se-Kabupaten Karangasem Dana untuk kegiatan Banjar Adat se Kabupaten Karangasem dan juga Dana untuk kegiatan Subak dan Subak Abian. Dana kepada masing masing Desa Adat diserahkan sebesar Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta rupiah, Kepada masing-masing Banjar Adat sebesar Rp. 25.000.000,00 ( Dua Puluh Lima Juta rupiah ), dan Dana yang diserahkan kepada masing masing Subak maupun Subak Abian sebesar Rp. 10.000.000,00 ( Sepuluh Juta rupiah) . 

Dana Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa dan Kelurahan yang diperuntukkan kepada Desa Adat, Banjar Adat , Subak dan Subak Abian dalam Tahun Anggaran 2022 meningkat tajam bila dibandingkan dengan Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian dalam Tahun Anggaran sebelumnya yaitu pada tahun Anggaran 2021 yang secara total sejumlah Rp. 17.770.000.000 ( Tujuh belas Milyar tujuh ratus tujuh puluh juta rupiah ), dengan perincian BKK untu desa Adat masing-masing sebesar Rp. 30.000.000,- ( Tiga puluh Juta rupiah, kepada Banjar Adat masing-masing Rp. 13.000.000,00 ( Tiga belas juta rupiah ) dan kepada Subak dan Subak Abian masing masing Rp. 6.000.000,00 ( Enam Juta rupiah ).

Bupati, I Gede Dana mengatakan bahwa dana BKK sesuai dengan petunjuk teknis dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan prajuru baik Desa Adat, Banjar Adat maupun subak dan subak abian. Hal ini adalah bagian dari tugas dalam memberdayakan Desa Adat Banjar Adat, Subak maupun Subak Abian. Menurutnya tenaga kerjanya/SDM harus diperhatikan agar ada keseimbangan antara pekerjaan dengan penghargaannya. "Jadi jangan hanya kita minta Desa Adat saja yang berjalan baik, penghargaan buat kerja keras yang selama ini dilakukan semua unsur di Desa Adat, Banjar Adat, Subak maupun Subak Abian juga kita perhatikan sehingga mereka juga bekerja dengan semangat," terang Gede Dana.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada semua unsur prajuru di Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian seperti Bendesa, Kelian Banjar dan Pekaseh serta Keliang Subak Abian untuk kedepannya juga harus bekerja profesional karena kedepannya Karangasem dalam tatanan era baru, tantangannya akan lebih sulit, mohon bantu semua program Pemerintah Kabupaten Karangasem, seperti nanti akan ada tenaga surveyor terkait Karangasem Satu Data, berikan informasi yang benar. Demikian halnya dengan pelaksanaan tatanan kehidupan masyarakat Bali dengan kearifan lokal sat kerthi loka Bali benar benar dapat dilakukan dengan sebaikbaiknya dalam usaha untuk mensejahtrakan krama Karangasem," ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah,  Plt. Inspektorat Kabupaten Karangasem, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PMD, Ketua MDA Kecamatan, Bendesa Adat, serta perwakilan Keliang Banjar Adat se-Kabupaten. 

Kamis, 01 September 2022

Bupati Gede Dana Serahkan BKK Untuk Desa, Kelurahan dan Subak Sebesar 32 Milyar Rupiah


Karangasem, Bali Kini - Bupati Karangasem I Gede Dana menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Karangasem kepada Desa dan Kelurahan  untuk Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian se-Kabupaten Karangasem Tahun 2022 sebesar Rp.32.050.000.000,- (tiga puluh dua milyard Lima puluh Juta Rupiah),di Aula Disdikpora Kabupaten Karangasem, Kamis (01/09/2022)

Dana yang diserahkan meliputi Bantuan Dana Kegiatan Desa Adat se-Kabupaten Karangasem Dana untuk kegiatan Banjar Adat se Kabupaten Karangasem dan juga Dana untuk kegiatan Subak dan Subak Abian. Dana kepada masing masing Desa Adat diserahkan sebesar Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta rupiah, Kepada masing-masing Banjar Adat sebesar Rp. 25.000.000,00 ( Dua Puluh Lima Juta rupiah ), dan Dana yang diserahkan kepada masing masing Subak maupun Subak Abian sebesar Rp. 10.000.000,00 ( Sepuluh Juta rupiah) . 

Dana Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa dan Kelurahan yang diperuntukkan kepada Desa Adat, Banjar Adat , Subak dan Subak Abian dalam Tahun Anggaran 2022 meningkat tajam bila dibandingkan dengan Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian dalam Tahun Anggaran sebelumnya yaitu pada tahun Anggaran 2021 yang secara total sejumlah Rp. 17.770.000.000 ( Tujuh belas Milyar tujuh ratus tujuh puluh juta rupiah ), dengan perincian BKK untu desa Adat masing-masing sebesar Rp. 30.000.000,- ( Tiga puluh Juta rupiah, kepada Banjar Adat masing-masing Rp. 13.000.000,00 ( Tiga belas juta rupiah ) dan kepada Subak dan Subak Abian masing masing Rp. 6.000.000,00 ( Enam Juta rupiah ).

Bupati, I Gede Dana mengatakan bahwa dana BKK sesuai dengan petunjuk teknis dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan prajuru baik Desa Adat, Banjar Adat maupun subak dan subak abian. Hal ini adalah bagian dari tugas dalam memberdayakan Desa Adat Banjar Adat, Subak maupun Subak Abian. Menurutnya tenaga kerjanya/SDM harus diperhatikan agar ada keseimbangan antara pekerjaan dengan penghargaannya. "Jadi jangan hanya kita minta Desa Adat saja yang berjalan baik, penghargaan buat kerja keras yang selama ini dilakukan semua unsur di Desa Adat, Banjar Adat, Subak maupun Subak Abian juga kita perhatikan sehingga mereka juga bekerja dengan semangat," terang Gede Dana.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada semua unsur prajuru di Desa Adat, Banjar Adat, Subak dan Subak Abian seperti Bendesa, Kelian Banjar dan Pekaseh serta Keliang Subak Abian untuk kedepannya juga harus bekerja profesional karena kedepannya Karangasem dalam tatanan era baru, tantangannya akan lebih sulit, mohon bantu semua program Pemerintah Kabupaten Karangasem, seperti nanti akan ada tenaga surveyor terkait Karangasem Satu Data, berikan informasi yang benar. Demikian halnya dengan pelaksanaan tatanan kehidupan masyarakat Bali dengan kearifan lokal sat kerthi loka Bali benar benar dapat dilakukan dengan sebaikbaiknya dalam usaha untuk mensejahtrakan krama Karangasem," ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah,  Plt. Inspektorat Kabupaten Karangasem, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PMD, Ketua MDA Kecamatan, Bendesa Adat, serta perwakilan Keliang Banjar Adat se-Kabupaten. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved