-->

Selasa, 07 Desember 2021

Tianyar Barat Jadi Lokus Pertama Sosialisasi Desa Peduli Pemilu KPU Karangasem


Karangasem, Bali Kini -
Guna tingkatkan partisipasi politik masyarakat menyongsong Pemilu serentak di tahun 2024 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem mulai menggelar sosialisasi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang difasilitasi Badan Kesbangpol dan Linmas, dimana desa Tianyar Barat menjadi lokus pertama yang dituju, Selasa (7/12/2021). 


Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala wilayah, Perwakilan Karang Taruna, serta tokoh Masyarakat yang diharapkan dapat menjadi kader - kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.


Sosialisasi tersebut diisi oleh sejumlah Narasumber diantaranya Anggota KPU Provinsi Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula yang menyampaikan terkait gambaran umum persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024. Selanjutnya ada anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Ketut Rudia yang memaparkan terkait modus operandi dan solusi dalam menghadapi isu sara serta berita hoax kepemiluan. 


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutapa juga menekankan pentingnya peran masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Anggota KPU karangasem Divisi Perencanaan dan data, I Gede Krisna Adi Widana juga memaparkan terkait upaya - upaya KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih. 


Narasumber terakhir yakni anggota KPU Karangasem Divisi Sosialisasi & Pendidikan Pemilih, Putu Deasy Natalia menyampaikan bahwa satu hal yang tak kalah penting menjadi kader DP3 adalah teknik komunikasi yang baik dalam bersosialisasi kepada masyarakat luas.


Deasy juga mengharapkan kedepan kader DP3 ini kedepan dapat menjadi perpanjangan tangan KPU dalam melakukan sosialisasi maupun pendidikan pemilih sebagai salah satu bentuk partisipasi. 


"Pemilu dan Pemilihan tidak dapat berjalan jika tidak ada peran aktif masyarakat," tandas Deasy.  (Ami)

Senin, 06 Desember 2021

Karangasem Terkepung Bencana Akibat Hujan Deras


BALI KINI ■ Cuaca buruk meliputi hujan deras serta angin kencang terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Karangasem, Senin (6/12/2021). Hal ini mengakibatkan timbulnya berbagai bencana, seperti pohon tumbang, longsor, banjir bandang yang berefek pada kerusakan fasilitas. 

Menurut Plt Kalaksa BPBD Karangasem I Nyoman Siki Ngurah,  bencana yang mendominan yakni puluhan pohon tumbang yang mengakibatkan kemacetan karena batang, dahan dan ranting pohon malang-melintang di jalan raya. Hingga yang paling parah yakni sampai menjebol tembok rumah seorang warga, terjadi di wilayah Bebandem.

Beberapa ruas jalan di Kabupaten Karangasem juga tertimbun material tanah longsor hingga tak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.


Kejadian lain akibat hujan deras mengakibatkan meledaknya saluran got di Jalan Untung Surapati. Akibatnya, sebuah tembok penyengker rumah milik I Komang Ari Suryawan roboh. Tak hanya itu, derasnya air bahkan sampai menghanyutkan dua buah sepeda motor Merk Vario. Selain itu, hujan juga menggerus sebuah jalan di Banjar Butus, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem. 

Sementara, Tim BPBD sudah melaksanakan penanganan secara maksimal, meski terkendala derasnya curah hujan.  "Tim sedang bergerak ke beberapa titik lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Hampir seluruh wilayah terkena bencana, "Ujar Ngurah Siki. (Ami)

Minggu, 05 Desember 2021

Warung Di Desa Muncan, Selat Ludes Terbakar, Warga Sempat Dengar Ledakan


Karangasem, Bali Kini - Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah warung seluas 4x4 meter beserta seluruh isinya terjadi di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, pada Minggu (05/12/2021) tepatnya pada pukul 00.05 tengah malam. 

Menurut penuturan dari  Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas, jika kebakaran pertama kali diketahui oleh salah satu  warga yakni tetangga dari korban yang rumahnya tepat berada di depan warung tersebut hendak keluar untuk buang air kecil. 

Kemudian dilihatlah asap mengepul, yang ternyata berasal dari kobaran api di warung tersebut. Panik, ia kemudian memanggil warga sekitar termasuk pemilik warung. 


Kobaran api besar terus menyala hingga menghanguskan seluruh isi warung, diantaranya TV, Kulkas, serta uang tunai sebesar Rp. 15.000.000,-. Api juga menjilat sampai ke atap warung. 

"Karena berisi gas juga, jadi warga sempat mendengar ledakan pas kebakaran itu, " Ungkap Wayan Tunas. 

Warga yang mengetahui kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, guna mencegah meluasnya kobaran api, sebelum petugas Damkar Karangasem tiba di lokasi.

"Warung itu milik warga saya, Ni Nyoman Sariasih, kebetulan tempatnya khusus warung saja tidak ditempati, jadi tidak ada korban jiwa, "lanjut Tunas. 

Meski begitu kerugian dari pemilik warung diperkirakan mencapai Rp. 40.000.000,-.

Sementara petugas Damkar berhasil memadamkan api dengan 4000 liter air dan melibatkan 4 orang personilnya. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun kuat dugaan diperikirakan karena adanya konsleting listrik.(Ami)

Jumat, 03 Desember 2021

Berhasil Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Briptu Mia Widiastuti Dapat Penghargaan Kapolres



Karangasem - Briptu Mia Widiastuti merupakan sosok ibu polwan dari dua orang anak yang sangat sederhana dan bersahaja. Setiap hari tanpa mengenal waktu melaksanakan tugasnya selaku Banit Idik Sat Reskrim Polres Karangasem. 

Saat ini menjadi perhatian publik ketika ikut dalam perjalanan ke Bukit di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Pasalnya dirinya berhasil mengungkapkan kasus kekerasan anak yang sampai mengakibatkan meninggal dunia beberapa waktu lalu di wilayah ini. 

Menurut dia, tak mudah untuk mengungkap kasus tersebut. Sebab Mia sendiri harus mencari informasi ke berbagai pihak untuk mendapatkan informasi itu. Apalagi dirinya menjadi Polisi Wanita satu-satunya yang berjuang menaiki terjalnya bukit untuk menuju tempat kejadian perkara. Sehingga untuk ikut dalam perjalanan menuju ke atas bukit butuh fisik dan mental yang kuat.

"Tidak bisa kami lakukan penangkapan itu berjalan sehari atau dua hari untuk pengungkapan. Membutuhkan waktu beberapa minggu," kata Mia, pada Jumat (3/12/2021). 

“Pelaku ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (7/10/2021) setelah bukti-bukti hasil penyidikan memperkuat dugaan bahwa ayah kandungnya merupakan pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut,” lanjut Mia. 

Tak heran jika Kapolres Karangasem AKBP Ricko A.A Taruna, S.H., S.I.K., M.H., M.M., memberikan penghargaan kepada Briptu Ni Kadek Mia Widiastuti, S.H., Banit Idik Sat Reskrim Polres Karangasem atas prestasi dedikasi serta loyalitas dalam pengungkapan kasus tersebut pada Kamis (02/12/2021). 

Kapolres menyatakan Briptu Ni Kadek Mia Widiastuti layak diberi apresiasi dan penghargaan sebagai Polwan atas dedikasi dan kinerjanya yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya selaku Banit Idik Sat Reskrim Polres Karangasem dalam mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Prinsipnya penghargaan adalah apresiasi atas anggota yang berdedikasi penuh pada tugasnya. Apresiasi ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan semangat anggota Polri agar mendapat prestasi sesuai kemampuan yang dimiliki. Serta menumbuhkan rasa kebanggaan, penghormatan sikap keteladanan dan motivasi kerja terhadap personel yang lain,” ungkap Kapolres Karangasem.  (Ami)

Kamis, 02 Desember 2021

Petani Ini Menangis, Ngaku Di Bodohi Investor Galian C


Karangasem, Bali Kini - Dengan berderai air mata, Kadek Dana yakni seorang petani asal Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, pada awak media mengaku di bodoh-bodohi investor galian C yang melakukan aktivitas tambang di lahan miliknya seluas 1 hektar. Rabu (1/12/2021). 

Lahan perkebunan miliknya dikeruk secara besar-besaran untuk usaha galian namun Kadek Dana sebagai pemilik lahan nyaris tidak mendapatkan bagian apapun dari pasir dan batu yang dikeruk dan dijual oleh investor tersebut. 

Berawal dari ajakan temannya berinisial IML untuk bekerjasama mengembangkan lahan miliknya daripada hanya sekedar ditanami kayu saja. Tergiur dengan ajakan tersebut, Kadek Dana mengiyakan ajakannya dengan harapan bisa mengubah kondisi perekonomian keluarganya. 

"Selain itu anak saya juga dijanjikan untuk bekerja disana, namun sampai sekarang belum ada apa-apa," Ungkap Kadek Dana yang saat itu didampingi Penasihat Hukumnya, I Nengah Jimat, SH. IML yang berperan sebagai perantara lalu mendatangkan salah satu investor berinisial R. 

Menerima tawaran tersebut, Kadek Dana yang hanya tamatan Sekolah Dasar inj mengaku sempat di ajak ke salah satu notaris di Kabupaten Klungkung untuk menandatangani surat kesepakatan kerjasama. Memang saat itu isi perjanjian dibacakan oleh notaris, hanya saja karena kurangnya pendidikan membuat kadek Dana tidak memahami isi kesepakatan kerjasama yang sejatinya sangat merugikan dia sebagai pemilik lahan.

Kemudian, investor pun mulai mengeruk lahan pekebunan miliknya tersebut sebagai usaha Galian C. Beberapa bulan berlalu Kadek Dana mulai merasakan ada yang janggal dimana dia sebagai pemilik lahan sama sekali tidak mendapatkan bagian apa-apa dari penjualan pasir dan batu di lahan miliknya tersebut. Parahnya, pihak investor juga meminta supaya pengurusan izin usaha galian C agar atas nama Kadek Dana. 

Sadar akan hal itu, karena ia merasa rugi dan tidak mendapat apapun Kadek Dana selaku pemilik lahan sempat meminta investor agar menghentikan penambangan di lahan miliknya itu dengan alasan izin belum diselesaikan. Namun Kadek Dana justru mendapatkan intimidasi dan ancaman dari beberapa oknum agar dirinya tidak menghalangi aktivitas investor yang meenggali pasir dan batu di lahannya tersebut. Bahkan kini dirinya disomasi karena dituding telah melarang galian selama Juli-Agustus lalu. Sehingga investor dirugikan sebesar Rp 746 juta. 

Merasa mendapat intimidasi dan ancaman, Kadek Dana didampingi Penasihat Hukumnya, yakni I Nengah Jimat melapor ke Polres Karangasem pada Senin (29/11/2021) lalu. "Polisi sempat menggrebek lahan milik klien saya ini (Kadek Dana)  bahkan sudah dipasang garis polisi, karena usaha galian C tersebut ilegal (tidak berizin). Klien saya ini juga sempat dipanggil ke Polda Bali untuk dimintai keterangan, dia datang sendiri tanpa ada pendampingan, " Ungkap Nengah Jimat. Lanjutnya, setelah itu lahan tersebut masih terus di keruk investor karena garis polisi hanya bertahan sampai tanggal 28 Nopember 2021.

Nengah Jimat juga sudah melapor ke Sat Pol PP, Polres Karangasem, Polsek Selat, Polda Bali hingga ke Mabes Polri, agar masalah ini mendapatkan perhatian dan penanganan. Namun sampai saat ini belum ada tindakan atau upaya hukum apapaun dari Polisi maupun Sat Pol PP. (Ami)

Rabu, 01 Desember 2021

Puskesmas Abang 1 Direlokasi, Akan Ada Pelayanan Rawat Inap


BALI KINI ■ Puskesmas Abang 1 yang dulunya ada di Desa Abang, Kabupaten Karangasem kini akan di relokasi ke Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dimana proyek pembangunan gedungnya juga sudah berjalan. Gedung Puskesmas Abang 1 ini letaknya berdekatan dengan proyek Gedung Sekolah SMP N 6 Abang. 

Dimana nantinya di Puskesmas ini akan ada pelayanan opname atau rawat inap. Pembangunan Puskesmas Rawat Inap khususnya di kecamatan Abang dikarenakan penduduknya lumayan banyak, sehingga mendukung fokus pemerintah dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanan masyarakat yang memadai di bidang kesehatan. Salah satunya dengan membangun Puskesmas rawat inap. 

Pada Rabu, (1/12/2021), Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Kadis Kesehatan Gusti Bagus Putra Pertama dan Kadis Pendidikan I Wayan Sutrisna pantau relokasi pembangunan proyek tersebut.

"Pelayan kesehatan terhadap masyarakat perlu di tingkatkan, hal tersebut dikarenakan masyarakat di jaman sekarang sudah sadar terkait pengobatan secara medis," ucapnya. 

Dalam pantauannya, dirinya juga menerangkan jika proses pengerjaan bangunannya sudah cukup bagus. Tinggal melengkapi dengan tenaga medisnya saja.

Selain itu, Bupati Gede Dana juga menghimbau kepada masyarakat Desa Abang supaya memanfaatkan puskesmas rawat inap dengan sebaik-baiknya.

"Saya sampaikan kepada masyarakat Abang, kalau membutuhkan penanganan kesehatan bisa datang ke puskesmas Abang 1 dan misalnya harus di rujuk, pastinya kita akan rujuk ke rumah sakit," imbuhnya.

Sementara I Ketut Slamet Ariasa Perbekel Desa Tista mengatakan bahwa dirinya sangat berterimakasih sekali kepada Bupati Karangasem karena sudah antusias sekali memperjuangkan lahan yang sekarang dijadikan lahan Puskesmas Rawat Inap dan juga lahan sekolah di Kecamatan Abang sehingga masyarakat Abang khususnya Desa Tista bisa menikmati adanya pelayanan kesehatan yang memadai. (Ami)
 

Senin, 29 November 2021

Kejari Tetapkan 7 Orang Tersangka Korupsi Pengadaan Masker Scuba Di Kabupaten Karangasem


BALI KINI ■ Tim Penyidik dari Kejaksaan Negeri Amlapura, tetapkan tujuh orang tersangka korupsi pengadaan masker scuba yang diadakan dalam rangka penanganan Covid-19. Penyidikan sudah dilakukan sejak 10 Mei 2021 lalu. Dimana penyidikan melibatkan 60 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Ketujuh tersangka berinisial IGB, GS, IWB ,INR, IKSA, NKS dan IGPY. 1 tersangka merupakan pegawai yang sudah tidak berdinas di Dinas Sosial Kabupaten Karangasem dan 6 lainnya merupakan pegawai aktif. Ketujuhnya memiliki peran dari pengusulan hingga proses pengadaan masker.

Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem Aji Kalbu Pribadi melalui Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra, Rabu (24/11/2021) menjelaskan jika ketujuh tersangka ini berhubungan mulai sebelum proses saat dan setelah proses pengadaan masker di Dinas Sosial Karangasem.

"Mereka semua yang menandatangani administrasi semuanya," ujar Semara Putra.

Mereka disimpulkan penyidik menjadi tersangka setelah memenuhi 2 alat bukti berupa dokumen serta keterangan saksi-saksi.

Kerugian negara sementara masih di hitung oleh BPKP, namun dari perhitungan oleh penyidik didapati kerugian sebesar 2,9 Miliyar. "Kerugiannya BPKP masih menghitung tetapi kita dari Penyidik sudah melakukan penghitungan tersendiri diperkirakan lebih dari 2 miliyar," lanjut Dewa Semara Putra.

Sementara itu, untuk ketujuh tersangka ini langsung dilakukan penahanan selama 20 hari. Dimana 3 orang tersangka dititipkan di Polsek Kota, 3 orang di Poksek Bebandem sementara 1 sisanya di Polsek Abang. (Ami) 

DPRD Karangasem Akhirnya Setujui 4 Ranperda Melalui Rapat Paripurna


Karangasem, Bali Kini -
DPRD Karangasem menyetujui dan menetapkan empat Ranperda, Senin (29/11/2021). Diantaranya Ranperda APBD Karangasem Tahun 2022, Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah Kepada Perusahaan Umum Daerah Tirta Tohlangkir, Penambahan Penyertaan Modal Daerah Kepada Pt. Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara Provinsi Bali, Penambahan Penyertaan Modal Daerah Kepada PT. BPD Bali dan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Semesta Berencana Tahun Anggaran 2022, sebagai Peraturan Daerah (Perda).

 

Seluruh Ranperda ditetapkan melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika dihadiri pula oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana, Wakil Bupati, serta anggota Forkopimda dan seluruh anggota dan OPD di lingkungan Pemkab Karangasem.


Persertujuan keempat Ranperda dibarengi pula dengan berbagai catatan srategis yang disampaikan oleh masing-masing Fraksi dan Gabungan Komisi terkait keempat Ranperda tersebut. 

 

I Wayan Sunarta, anggota DPRD dari Fraksi PDIP yang membacakan laporan Gabungan Komisi tersebut menyampaikan, pembahasan telah selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dewan. Hasil pembahasan 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah tersebut diatas oleh Gabungan Komisi dengan Eksekutif  terdapat beberapa hal sebagai berikut, diantaranya penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah khususnya pendapatan yang bersumber dari Pajak Daerah, yang sesuai rancangan awal ditargetkan sebesar Rp. 117.110.997.500,00 mengalami peningkatan sebesar Rp. 1.219,512.195,00 sehingga target pendapatan pajak daerah menjadi sebesar Rp. 118.330.509.695,00. 

 

Penyesuaian target pendapatan Transfer ke daerah dan Dana Desa berdasarkan rincian alokasi Transfer ke Daerah (pemerintah pusat dan pemerintah provinsi) dan Dana Desa serta Pendapatan Asli Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyesuaian belanja daerah melalui penambahan dan rasionalisasi/pergeseran belanja serta penjadwalan ulang capaian program, kegiatan, dan sub kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk juga penyesuaian program, kegiatan dan sub kegiatan pada perangkat daerah yang mengalami penggabungan perangkat daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dalam pembahasan Raperda tentang Penyertaan modal daerah kepada Perusahaan Umum Daerah Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem adalah sebesar Rp. 1.5 Milyar, Untuk Raperda tentang Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT. Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara Provinsi Bali adalah sebesar Rp. 250 Juta, dan Raperda tentang Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali adalah sebesar Rp. 750 Juta.

 

Fraksi Nawa Satya Partai NasDem dapat menyetujui empat Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dengan catatan, Pemerintah Daerah perlu melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk didalamnya memperbaharui data dalam rangka peningkatan PAD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Fraksi Partai Golkar pada dasarnya juga setuju untuk ditetapkan menjadi Perda, namun ada beberapa catatan yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya Perumda Tirta Tohlangkir perlu memberikan pelayanan yang prima dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan atau masyarakat selaku pengguna. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan instansi pemerintah sebagai operator penyedia layanan yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat. 

 

“Setiap  Penambahan sambungan jangan sampai tidak memperhatikan geografis dan topografi daerah, jumlah produksi dan sumber daya manusia. Hal ini penting diperhatikan mengingat keluhan pelanggan terhadap distribusi air masih ada dan belakangan cenderung meningkat,” ucap Wayan Sunarta. Fraksi Gerindra. Fraksi PDIP dan Fraksi Catur Warna juga pada prinsipnya setuju pengesahan Raperda tersebut menjadi Peraturan Daerah.(ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved