-->

Minggu, 22 Mei 2022

Dukung Pemulihan Ekonomi Melalui Pariwisata, Ketua DPRD Jalani Aktivitas Rafting Di Sungai Telagawaja


Karangasem, Bali Kini - Terkait pemulihan perekonomian melalui pariwisata pasca pandemi Covid-19, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Wayan Suastika mendukung penuh. Apalagi saat ini pemerintah pusat melalui Satgas Covid-19 telah menerbitkan SE nomor 19 Tahun 2022 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Dimana pemerintah memberikan kelonggaran terhadap wisatawan asing yang berlibur ke Indonesia khususnya ke Bali, salah satunya dengan tidak lagi mewajibkan wisatawan asing  menunjukan hasil negatif Rapis Test Antigen maupun Swab PCR bagi yang telah mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua ataupun ketiga yakni 14 hari sebelum keberangkatan ke Indonesia.

“Untuk promosi selama ini sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, kami di lembaga dewan akan mendukung upaya-upaya untuk peningkatan kunjungan wisata ke Karangasem, sehingga bisa berdampak pada peningkatan PAD Karangasem,” lontarnya. 

Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kunjungannya ke sebuah Obyek Daya Tarik Wisatawan (ODTW) yang menyediakan aktifitas  rafting di Telagawaja Rendang, Minggu (22/5/2022). "Ini satu-satunya wisata rafting yang dilakukan disungai berarus deras dengan airnya yang sangat jernih, bersih dan langsung dari pegunungan. Selain itu jalur, medan dan jeramnya juga sangat menantang,” ungkap Wayan Suastika. Dengan mengajak para awak media, dirinya sangat menikmati aktivitas rafting yang dijalani selama tiga jam. Start dari Telagawaja dan finish di Desa Tangkup, Desa Sidemen, Karangasem. 

Sementara itu, Owner BMW Rafting, I Made Agus Kertiana,  mengaku untuk saat ini sudah mulai ada peningkatan jumlah wisatawan yang rafting. “Peningkatan sudah mulai ada setelah Lebaran kemarin. Kami berharap pemerintah bisa terus melakukan promosi untuk mendingkrak kujungan wisatawan, tidak hanya yang rafting namun juga kujungan ke obyek-obyek wisata di Karangasem,” katanya. (Ami)

Diganggu Anak Saat Menyetir, Mobil Ini Tabrak Pohon Di Pinggir Jalan


Karangasem, Bali Kini - Fatal, seorang wanita di Kabupaten Karangasem alami kecelakaan tunggal pada Sabtu (21/5/2022) malam. Diduga, penyebabnya sepele, suaminya yang menyetir mengaku kehilangan konsentrasi akibat diganggu anaknya saat mengendarai mobil. 

Ialah Ni Wayan Putu Sri Danti (38) yang akhirnya berhasil diselamatkan Tim SAR Karangasem setelah kaki kirinya terjepit di bagian depan mobil. 

"Sesuai keterangan suaminya yang menyetir, pada saat mengemudi diganggu anaknya kemudian oleng ke kiri menabrak pohon dipinggir jalan," jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Ngurah Eka. 

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Sudirman, Karangasem. Kejadian bermula ketika pengendara mobil tidak konsentrasi mengemudi dan menabrak pohon perindang di pinggir jalan. Satu orang penumpang yakni istri dari sang pengendara sendiri, mengalami luka di bagian wajah dan kaki kirinya terjepit.

Setelah mendapatkan informasi, diberangkatkan 4 orang personil menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan ekstrikasi. Jarak Pos SAR Karangasem dan lokasi kejadian tidak jauh, dan 5 menit berselang mereka sudah tiba di lokasi, langsung melakukan penanganan terhadap korban. 

Tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk bisa melepaskan bagian kaki yang terjepit. Sekitar pukul 20.25  Wita korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Karangasem dengan menggunakan Ambulance PSC 119  Karangasem. 

Ngurah Eka mengatakan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menemui kendala. "Kurang lebih butuh waktu 30 menit, korban ada luka di wajah karena terkena pecahan kaca dan cedera kaki kiri," terangnya. 

Unsur SAR yang bergabung dalam proses evakuasi diantaranya, Basarnas Bali (Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem), Polsek Karangasem, BPBD Karangasem, PSC Dinas Kesehatan Karangasem, Kodim Karangasem, masyarakat setempat serta potensi SAR lainnya. (Ami) 

Kamis, 19 Mei 2022

Perang Ketipat Bentuk Rasa Syukur Para Petani Di Desa Apit Yeh


KARANGASEM, Bali Kini – Tradisi masyarakat untuk mengambarkan rasa syukur mereka, ada berbagai macam bentuk. Seperti di Desa Apet Yeh, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini misalnya, ada sebuah tradisi unik yang dilaksanakan tiap satu tahun sekali. Tradisi ini bernama Perang Ketipat, dimana krama yang terbagi menjadi dua kelompok berperang saling melempar ketupat. Dilaksanakan pada Kamis, (19/5/2022) bertepatan pada rahina kajeng kliwon sasih Sadha.

Ketupat yang digunakan sebagai sarana perang didapat dari masing-masing krama yang urunan ketipat sebanyak 12 biji. Sebelum dipakai untuk sarana perang, ketupat ini dihaturkan terlebih dahulu pada saat caru godel.

Perang yang dihaturkan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen didapat sesuai harapan masyarakat ini dilaksanakan di Catus Pata desa setempat. Sebenarnya tradisi ini sudah ada sejak dahulu kala, dan dilaksanakan turun-teemurun. Demikian dikatakan Klian Desa Adat Apit Yeh, I Nengah Kuta. “Tradisi ini dilakukan 15 hari setelah dilakukannya mebiukukung di sawah,”katanya.

Kuta menambahkan, perang ketipat ini harusnya dilakukan oleh para krama yang sudah berkeluarga, namun, belakangan ini, pelaksanaannya diwakili oleh para yowana. “Karena ini kegembiraan, meskipun perang tetapi terdapat kegembiraan didalamnya,” lanjutnya.


Selanjutnya, Suta menjelaskan jika suatu ketika tradisi ini sempat tidak dilaksanakan dikarenakan masih adanya pandemi Covid-19. Namun yang terjadi ialah, para petani di desanya menemukan beberapa kendala dalam proses bertani. “Ketika tradisi ini dilakukan, para petani di desa ini tidak pernah menemukan kendala dalam kegiatan bertaninya hingga panen. Tapi waktu Covid-19 sedang marak-maraknya kan tidak diperbolehkan terjadi keramaian, makanya tidak diselenggarakan,”katanya.

“Terbukti, ketika itu tidak dilaksanakan, para petani menemukan beberapa kendala dalam proses bertaninya. Meskipun hasilnya tidak terlalu banyak berkurang, tetapi para petani sedikit kesulitan. “Penjualan tidak bagus, faktor terkendala pupuk, air, masalah hama,”Ungkapnya. (ami)

Rabu, 18 Mei 2022

Heboh, Sejumlah Warga Sidemen Kehilangan Puluhan Hewan Unggas Peliharaan


KARANGASEM,  Bali Kini – Heboh, sejumlah warga masyarakat di Banjar Dinas Mijil, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem kemalingan hewan unggas peliharaan mereka. Hal tersebut baru diketahui ketika salah seorang warga mendapati burung merpati dan ayam jago miliknya sudah tidak ada lagi dikandang ketika ia bangun di pagi hari.

Ternyata, bukan hanya satu orang, namun sejumlah tetangga lainnya menceritakan hal yang sama jika ia juga kehilangan hewan unggas ternaknya. Jumlah total hewan unggas yang digondol maling mencapai kurang lebih 35 ekor burung merpati, dan 5 ekor ayam kurungan. Hal ini kemudian dilaporkan warga ke Polsek Sidemen pada Rabu(18/05/2022).

Kapolsek Sidemen, AKP. I Wayan Gede Mudana, SH.MH ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut terjadi. “dari jam 07.00 wita sudah ada pengaduan warga terkait kehilangan burung merpati peliharaannya yang ditaruh didalam gubuk ditengah sawah kemudian diwaktu yang hampir bersamaan dengan lokasi yang berbeda, beberapa warga lainnya juga mengaku kehilangan burung merpati mereka. Burung - burung tersebut juga ditaruh dan dipelihara dalam gubuk yang ada di tengah sawah,” ungkapnya. 

Sejauh ini, dikatakan sudah ada 3 orang yang mengaku kehilangan hewan unggas peliharaan mereka.

Selanjutnya, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Beberapa sangkar juga diamankan sebagai barang bukti. (ami)

Serius Garap Program Bidang Pertanian, Pemkab Karangasem Lirik Industri Kapas Menjadi Benang Hingga ke Jatim


Karangasem, Bali Kini - Pemkab Karangasem tidak ingin setengah-setengah dalam menjalankan programnya.  Seperti salah satunya, program di bidang pertanian yakni budidaya kapas, baik Bupati dan Wakil Bupati pun ingin menuntaskan hingga menjadi benang tenun untuk memenuhi pasar benang kebutuhan pengerajin tenun di Karangasem. Keseriusan Bupati I Gede Dana dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa untuk menjadikan Kabupaten Karangasem sebagai sentra kapas dan benang di Bali, dibuktikan dengan mengutus Dinas Pertanian, Dinas UKM Koperasi,dan Perindag, Balepelitbangda serta tenaga ahli untuk belajar dan meniru budidaya maupun industri kapas ke Jawa Timur,tepatnya ke Kabupaten Tuban, Malang dan Pasuruan. 

Rombongan yang berjumlah 7 orang termasuk Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, dihari pertama menjajaki kabupaten Tuban dengan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Surabaya, rombongan diterima oleh asisten  perekonomian dan pembangunan setda Tuban, Endro Budi Sulistyo, dan sejumlah OPD terkait di ruang rapat P. Soedjono Poetro. Dari pemaparan Asisten Endro Budi Sulistyo, budidaya kapas di Tuban ada dua varietas yakni kapas putih dan kapas berwarna coklat. Saat ini, budidaya kapas terpusat di satu kecamatan yakni di Kecamatan Kerek. "Paling banyak memang di Desa Kedung Rejo,luas lahan kapas seluas 25 hektar," papar Endro Budi Sulistyo. 


Disampaikan Endro Budi Sulistyo, hasil budidaya kapas baik kapas putih dan coklat diolah menjadi benang yang masih dilakukan dengan cara tradisional. Benang tersebut, lalu dipakai membuat kain tenun gedog. Sesuai intruksi Bupati Tuban, penggunaan batik, harus dari hasil tenun pengerajin kain gedog ini. Disebutkanya lagi, sampai saat ini, para petani kapas masih dilakukan secara mandiri dan belum ada kucuran anggaran dari pemerintah. "Mereka masih mandiri,kami hanya menciptakan pasar melalui intruksi Bupati," ujarnya. 

Proses pembuatan kain tenun, kata Endro,masih dilakukan dengan cara tradisional. Baik alat Pemintalan benang maupun kain gedong masih dilakukan secara tradisional,bukan dari mesin. Sebagian besar para pengerajin merupakan binaan dari Dinas Koperasi,dan Perdagangan,serta Dinas Pangan,Pertanian dan Perikanan kabupaten Tuban. "Hasil produksi kapas, masih untuk kebutuhan pengerajin tenun batik Gedog khas Tuban," ujarnya lagi. 

Usai bertemu, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa dan rombongan langsung menuju kelapangan,tepatnya ke Desa Kedung Rejo,Kecamatan Kerek. Salah satu Desa dari 6 Desa di Kecamatan Kerek yang dijadikan sebagai sentra budidaya kapas. Rombongan yang didampingi oleh Kadis Koperasi dan Perdagangan, Agus Wijaya untuk menjajaki UD Sekar Ayu,sekaligus sebagai pembina pengerajin kapas menjadi benang lalu dijadikan kain tenun batik Gedog.

Uswahtun Asanah, selaku pemilik Sekar Ayu mengakui, proses pemintalan kapas menjadi benang masih dilakukan dengan sangat sederhana,tidak ada alat modern yang dipakai. "Mulai panen lalu proses pemisahan biji kapas, kemudian pintal,direndam dalam larutan kanji atau nasi aking,barulah dijemur dan di sisir, lalu barulah bisa jadi benang," ujarnya. 

Dikatakanya, setelah benang siap ditenun, barulah diberikan kepada pengerajin yang biasanya dibawa pulang untuk dikerjakan. Ia pun mengaku,menggeluti usaha ini sejak turun temurun hingga saat ini. Kesulitanya, regenerasi pemintal maupun penenun masih sangat jarang. "Ini menjadi PR besar,bagaimana anak-anak muda menggelutinya, sekarang baru ada beberapa yang mau," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, kunjungan ini merupakan keseriusan Pemkab Karangasem dalam upaya pengembangan dan pembudidayaan kapas menjadi benang. Apalagi, dengan kondisi lahan yang hampir sama antara Kabupaten Tuban dan Karangasem, tentu ini harus dikembangkan dengan serius. "Budidaya kapas sejatinya sudah ada sejak dulu, namun hilang dan kami ingin kembali membangkitkan budaya dan kearifan lokal,terutama kain endek dan songket," ujarnya. 

Melihat proses pemintalan kapas menjadi benang yang tidak terlalu sulit, Artha Dipa mengaku optimis harapan Pemkab untuk menjadikan Karangasem sebagai sentra benang terwujud,sehingga bisa memenuhi kebutuhan benang untuk pengerajin tenun di Bali. "Tinggal sekarang dinas terkait yang diajak bisa mengimplementasikan apa yang di dapat dari Tuban," pungkasnya.(rls) 

PKK Kabupaten Karangasem Tandatangani PKS Dengan BNNK Karangasem


Karangasem, Bali Kini - BNNK Karangasem laksanakan PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem pada Selasa (17/5/2022) berlokasi di Sekretariat PKK Kabupaten Karangasem, tepatnya Jl. Ngurah Rai Amlapura. 

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Kepala BNNK Karangasem, Tri Kuncoro sebagai pihak pertama dengan Ketua TP. PKK Ny. Nuriasih Gede Dana. Dalam kesempatan tersebut, juga di adakan sosialisasi yang berslogan Speed Up Never Let Up, War On Drugs ini di narasumberi oleh Kepala BNNK Karangasem, Tri Kuncoro. Dijelaskan jika pada tahun 2022 ini, di Karangasem sendiri sudah ada 15 kasus penyalahgunaan narkoba. 

Sementara itu, Ny. Nuriasih yang juga merupakan istri dari Bupati Gede Dana mengucapkan terimakasih atas kerjasama tersebut. Pihaknya berharap apa yang disampaikan Kepala BNNK Karangasem dalam sosialisasinya agar dapat menjadi pengetahuan dasar dalam melaksanakan sinergitas kegiatan 10 Program Pokok PKK yang berkaitan dengan kerjasama tersebut kedepannya. 

"Dalam hal ini sangat diperlukan pembinaan mental kepada putra-putri kita,anak-anak remaja kita yang masih sangat labil sehingga dengan mudah bisa masuk pengaruh-pengaruh negatif yang akan merusak generasi penerus kita. Untuk itu dari Pokja yang membidangi agar menyiapkan program,kegiatan yang dapat kita sinergikan sehingga lebih optimal dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan dan pemberantasan Narkotika, " Ujar Nuriasih. 

Selanjutnya, Nuriasih mengatakan harus menyelamatkan generasi muda adalah dari hal-hal negatif agar kedepan menjadi Generasi yang sehat,kuat dan tidak mengenal yang namanya Narkotika atau Anti Narkoba.

"Dengan akan ditandatangani Kerjasama antara TP.PKK Kabupaten Karangasem dengan BNN Kabupaten Karangasem,maka kegiatan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika dapat kita sinergikan bersama – sama untuk mewujudkan Kabupaten Karangasem BERSINAR (Bersih Narkoba)," Tutupnya. (Ami) 

Selasa, 17 Mei 2022

DPPP Siaga, Cegah PMK Masuk ke Kabupaten Karangasem


BALIKINI.NET, KARANGASEM Akhir-akhir ini virus PMK (Penyakit Mulut Kuku) yang menyerang ternak, marak terjadi di beberapa titik wilayah. Syukurnya, Karangasem sampai saat ini, masih nihil penemuan penyakit yang menyerang ternak seperti sapi, kambing ataupun babi ini. 

Hal ini dikatakan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP), Selasa (17/5/2022). 

"Meski belum ditemukan di Kabupaten Karangasem, kami jalankan sejumlah langkah antisipasi, " Kata Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata. 

Pengumpulan data telah dilakukan baik informasi dari peternak, pengepul, kelompok hingga terjun datangi pasar hewan telah dilakukan Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana DPPP Karangasem. Selain itu, pengawasan juga akan dilakukan dengan cara memperketat proses keluar masuk hewan ternak,  khususnya sapi di wilayah - wilayah yang memiliki populasi sapi terbanyak seperti di Kecamatan Rendang dan Bebandem. 

"Dari pantauan masih nihil virus PMK Di Kabupaten Karangasem, Mudah-mudahan tidak ada, " Ujarnya. (Ami)

Pemkab Karangasem Berhasil Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut


BALIKINI.NET, KARANGASEM Reformasi birokrasi dan pembenahan tata kelola keuangan daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, dibawah kepemimpinan Dana-Dipa, sukses mengantarkan Pemkab Karangasem meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ketujuh kalinya secara berturut-turut dari BPK-RI.

Penyerahan WTP ini dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali Wahyu Priyono di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (17/5/2022), dan diterima langsung oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika. Penyeraham WTP ini juga diikuti oleh Ketua DPRD dan Bupati/Walikota se- Bali, dan disaksikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali Wahyu Priyono mengapresiasi kerja keras Pemkab Karangasem bersama DPRD Kabupaten Karangasem. Sehingga menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel.

Pihaknya berpesan agar Pemkab Karangasem terus menyempurnakan perbaikan terhadap beberapa catatan yang ditemukan, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali serta Kabupaten /kota se Bali yang telah menyerahkan LKPD tepat waktu, sehingga hasil pemeriksaannya dapat kami serahkan kembali dengan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gede Dana, usai menerima penghargaan WTP tersebut menyampaikan terimakasih kepada BPK-RI atas penghargaan tersebut. Gede Dana juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh OPD dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Karangasem yang telah bekerja keras dan teguh menjalankan prinsip Clean Governance, transparansi, dan tata kelola keuangan daerah yang baik, cermat dan akuntable.

“Terimakasih kami sampaikan atas apresiasi yang telah diberikan kepada Pemda Karangasem terkait opini WTP yang kami raih selama tujuh kali berturut-turut. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel, sesuai dengan visi dan misi kami,” ujar Gede Dana.

Opini WTP dari BPK RI ini merupakan harapan bersama dan tanggung jawab kepada masyarakat Karangasem sebagai sebuah kewajiban dalam menjalankan tata kelola keuangan daerah yang bersih. Tentunya, pencapaian tersebut juga telah melalui perjalanan panjang dalam membangun tata kelola keuangan yang benar sesuai ketentuan.

Kedepan ini prinsip-prinsip bersih dan akuntable serta kecermatan dalam mengelola keuangan dan aset daerah ini diharapkannya bisa terus dipertahankan oleh masing-masing Kepala OPD. 

"Tentu kedepannya saya mengharapkan agar seluruh Kepala OPD juga diminta agar terus melakukan inovasi dan melakukan penyempurnaan atas sistem pengendalian internal Pemda serta menindak lanjuti apa yang menjadi  temuan BPK," tandasnya.

LHP BPK ini berisikan informasi yang begitu sarat dan kaya akan informasi mengenai tata kelola dan penatausahaan sumber daya yang ada. Oleh karenanya, informasi yang kaya ini akan dimanfaatkannya untuk meningkatkan pengelolaan keuangan daerah di masa yang akan datang. Begitu pula terhadap temuan-temuan yang masih terjadi dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem Anggaran 2021. 

“Hal ini menjadi komitmen saya dan jajaran untuk menindaklanjutinya dalam waktu segera sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, Bupati Gede Dana menegaskan agar seluruh aparat di Pemerintah Kabupaten Karangasem senantiasa meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya kesesuaian antara pelaksanaan dengan pertanggungjawaban laporan keuangan. “Saya juga mengharapkan peran lebih dan kerja keras dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah untuk mewujudkan Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Shanti dan Nadhi,” tuntasnya.(rls) 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved