Pemkot Denpasar Gelar Petinget Tumpek Landep XI

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Pemkot Denpasar Gelar Petinget Tumpek Landep XI

Bali Kini
Senin, 25 November 2019
Loading...

Tekankan Makna Sebagai Motor Penggerakan Teknologi di Bali

Denpasar,BaliKini.Net - Sebagai upaya untuk melestarikan dan mendukung eksistensi benda pusaka, khususnya keris, Pemkot Denpasar kembali menggelar kegiatan bertajuk Petinget Tumpek Landep. Kegiatan yang pada tahun 2019 ini memasuki pelaksanaan kesebelas kalinya ini dibuka Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari yang ditandai dengan pelepasan Kirab dengan Menghunuskan Keris Pusaka di Kawasan Museum Bali, Sabtu (23/11) dan akan berlangsung hingga 26 November mendatang. Dalam kesempatan tersebut turut diuncurkan buku Industri Kreatif Emas dan Perak Pemajuan Denpasar Kota Kreatif.

Kabid Bidang Industri Logam, Mesin, Eeletronika, Telematika dan Agro Disperindag Kota Denpasar, Djarot Agung Iswayudi dalam laporanya menjelaskan bahwa kegiatan Petinget Tumpek Landep XI yang digelar Pemkot Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar ini mengangkat tema besar ‘Pemajuan Kota Budaya dan Peningkatan Industri Kereatif’ dari tema pokok tersebut dikemas menjadi tema kirab ‘Pemulian taksu Keris dan Senjata Tajam Pusaka Budaya Nusantara’ dan tema serasehan yakni ‘Pemajuan Industri Gamelan Bali menuju Warisan Budaya Dunia’.

Adapun kegiatan ini  memamerkan 150 hingga 200 keris yang dengan menampilkanstand pameran industri dan bursa keris. Dimana, keris tersebut merupakan koleksi dari komunitas keris, puri, dan griya di Kota Denpasar. Pihaknya mengaku kegiatan ini tidak sekedar pameran melainkan memberikan pemahaman secara detail keris seperti luk, pamor, fungsi keris, tahun pembuatan dan lain sebagainya.

“Hal tersebut membuka refleksi pemerintah bersama masyarakat Denpasar sangat merespon, mengapresiasi dan memuliakan keris pusaka sebagai warisan budaya dunia. Sesuai dengan penghargaan UNESCO ‘Keris as Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ’ (UNESCO, 2005),” ujar Dajrot.

Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan bahwa pelaksanaan Petinget Tumpek ini berangkat dari Makna Tumpek Landep, dimana seperti kita ketahui bersama juga sebagai Hari Pusaka (Heritage Day) yang telah berkembang secara membudaya dalam masyarakat Denpasar Bali diapresiasi dan sangat menginspirasi peserta OWHC sebagai hari Pusaka Lokal (Denpasar Bali) yang disepakati sebagai Hari Pusaka Regional menuju Hari Pusaka Dunia.P*